CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Perempuan Perkasa: Tjut Nyak Dhien, Pejuang Aceh Yang Makamnya Di Sumedang.
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e5f34d6f0bdb2555b4d91be/perempuan-perkasa-tjut-nyak-dhien-pejuang-aceh-yang-makamnya-di-sumedang

Perempuan Perkasa: Tjut Nyak Dhien, Pejuang Aceh Yang Makamnya Di Sumedang.

Perempuan Perkasa: Tjut Nyak Dhien, Pejuang Aceh Yang Makamnya Di Sumedang.
Perempuan Perkasa: Tjut Nyak Dhien, Pejuang Aceh Yang Makamnya Di Sumedang.
Perempuan diibaratkan seperti lambang dunia, mereka kelihatan lemah dari luar namun perkasa dari dalam. Bagaimana tidak, semua pekerjaan rumah tangga mereka lakukan seorang diri mulai dari subuh hari sampai malam hari.

Mereka lah wanita perkasa yaitu para ibu-ibu rumah tangga khususnya kaum menengah kebawah, selain mengurus rumah tangga kadangkala mereka juga ikut andil dalam mencari nafkah.

Bahkan tak sedikit dari mereka yang sudah berumur lanjut, namun semangatnya dalam mencari nafkah masih menggebu. Respect buat semua wanita yang ada didunia, khusus nya kaum menengah kebawah.
emoticon-Recommended Seller
Masih pembahasan seputar tentang wanita, ada satu sosok wanita nih yang menjadi motivasi dalam hidup gw. Siapakah wanita tersebut, ini dia...
emoticon-Ngacir2

• CUT NYAK DHIEN •
(PEJUANG ACEH)

Quote:


Meski terlahir dari keluarga yang sangat mapan, tak membuat seorang Cut Nyak Dhienmemilih hidup dalam keadaan mewah. Beliau tahu betul penderitaan rakyat Aceh pada masa itu, dan beliau memilih jalan perjuangan untuk membantu rakyat Aceh dari penjajahan Belanda.

Beliau lahir di Lampadang, Aceh Besar pada tahun 1848 dalam sebuah keluarga bangsawan. Ayahnya bernama Teuku Nanta Seutia, adalah seorang "ulee balang" atau bangsawan Aceh yang memimpin daerah tingkat kabupaten pada masa itu.

Era perjuangan Tjut Nyak Dhien adalah ketika pasukan Belanda menguasai Pantai ceuremen sampai ke Mesjid Raya Baiturrahman yang dipimpin oleh Johan Harmen Rudolf Kohler pada tanggal 8 April 1873.

Meski peperangan melawan Kohler berhasil Tjut Nyak Dhien menangkan, namun dibawah kepemimpinan Jendral Han van Swieten yaitu pasukan Belanda yang lainnya membuat daerah keraton Aceh berhasil direbutnya dan juga menewaskan suami dari Tjut Nyak Dhien sendiri yakni Ibrahim Lamnga.

Hal tersebut membuat jiwa seorang pejuang seperti Tjut Nyak Dhien makin membara, dan bersumpah akan menghancurkan Belanda.

Setelah tragedi kesedihan yang dialami oleh Tjut Nyak Dhien, Teuku Umar yang juga seorang pejuang Aceh melamarnya namun ditolak oleh Tjut Nyak Dhien karena beliau takut tak bisa lagi menjadi seorang pejuang bila menjadi istri.

Namun Teuku Umar mengizinkannya pergi berjuang kedalam medan perang, dan akhirnya lamaran pun diterima.

Bersama mereka menumpaskan banyak pasukan Belanda, karena hal tersebut juga meningkatkan motivasi pejuang-pejuang yang lainnya.

Namun pada Febuari 1899, Tjut Nyak Dhien harus merelakan kembali suaminya yakni Teuku Umar dipanggil tuhan karena luka tembakan di dada.

Hal tersebut membuat anak semata wayangnya yaitu Cut Gambang sangat terpukul, namun tidak dengan Cut Nyak Dhien. Baginya, orang yang syahid sudah bahagia dialam sana, tangisan hanya menambah kesedihan.
emoticon-Turut Berduka


Perempuan Perkasa: Tjut Nyak Dhien, Pejuang Aceh Yang Makamnya Di Sumedang.
Begitulah cerita kehidupan sosok perempuan yang membuat diri gw termotivasi dalam mengarungi kehidupan, mulai dari kehilangan tanah airnya, merebutnya kembali, dan kehilangan suami tercintanya untuk yg kedua kalinya.

Namun semua itu beliau anggap sebagai ketetapan tuhan, dan dia hanya berusaha, berdoa dan memperjuangkannya. Terimakasih atas jasa pahlawanmu TJUT NJA' DHIEN

Perempuan Perkasa: Tjut Nyak Dhien, Pejuang Aceh Yang Makamnya Di Sumedang.
Tulisan: Opini Pribadi
Sumber berita: republika.co.id
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yaaha21 dan 3 lainnya memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di