- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
BOP Labuan Bajo Identifikasi Potensi Wisata dan Infrastruktur Pendukung di Lembata
TS
chemical.sapto
BOP Labuan Bajo Identifikasi Potensi Wisata dan Infrastruktur Pendukung di Lembata
Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo mulai melakukan identifikasi potensi pariwisata dan infrastruktur pendukung di Kabupaten Lembata. Di Lembata mereka mengunjungi sejumlah tempat wisata unggulan dan mendengar langsung rencana pemerintah daerah mengembangkan objek-objek wisata tersebut.
Presiden Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores Shana Fatina mengatakan kedatangan mereka ke Lembata merupakan bagian dari program Tour de Florata (Flores, Lembata, Alor dan Bima) untuk berkenalan dengan pemerintah daerah yang ada di bawah kawasan koordinatifBOP Labuan Bajo yang tersebar di 11 kabupaten.
Tujuan kedatangan mereka, ungkap Shana, juga untuk mengetahui program pemerintah setempat yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata sehingga bisa mendukung Labuan Bajo Flores sebagai destinasi wisata super prioritas.
"Kami juga mau tahu dari pemerintah daerah, kira-kira apa yang mau diunggulkan, kemudian kami bisa melihat potret pariwisata Lembata seperti apa," ujar Shana saat diwawancarai wartawan di Kantor Bupati Lembata, Senin (2/3/2020).
Setelah identifikasi dilakukan, BOP Labuan Bajo akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk memperkuat program-program pengembangan pariwisata yang ada di Lembata. Misalnya, untuk memperkuat atraksi budayanya, penambahan fasilitas wisata, dan juga promosi pariwisata di Lembata.
"Semuanya akan kita lihat, kemudian yang paling penting itu peningkatan SDM, misalnya pelatihan dan sertifikasi," jelasnya.
Selain sebagai tempat tujuan wisata unggulan, Shana berharapKabupaten Lembata juga bisa menyumbang komoditi unggulan seperti ikan, sayur-sayuran, dan komoditi pertanian untuk mendukung industri pariwisata di Labuan Bajo. Pasalnya, 85 persen komoditi di Labuan Bajo masih diambil dari luar NTT.
Pihaknya ingin komoditi-komoditi pertanian dan perikanan dari Lembata bisa masuk ke Labuan Bajo. Tujuannya supaya yang mendapat manfaat bukan hanya orang-orang yang bersentuhan langsung dengan pariwisata Labuan Bajo saja tetapi semua sektor bisa mendapat manfaatnya juga.
Di samping itu, BOP Labuan Bajo juga akan mengindentifikasi produk-produk ekonomi kreatif di Lembata yang punya potensi dikembangkan lebih luas secara nasional dan internasional.
"Kita juga pengen memperkenalkan Lembata sebagai bagian dari pariwisata otentik yang memberikan pengalaman luar biasa yang kita sebut pengalaman premium," tandas Shana.
Tim BOP Labuan Bajo berjumlah lima orang tiba di Lembata sejak Senin kemarin dan langsung melakukan tatap muka bersama Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday dan para pimpinan OPD Lingkup Pemkab Lembata.
Tim akan berada di Lembata selama empat hari dan mengunjungi destinasi wisata unggulan di Lembata seperti Lewolein, Teluk Nuhanera, Hadakewa, Lamalera, Mingar, Bukit Cinta dan Bukit Doa. Mereka juga dijadwalkan bertemu Bupati Lembata pada Rabu (4/3/2020) besok.(Laporan ReporterPOS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)
https://kupang.tribunnews.com/2020/0...ung-di-lembata
Karena flores bukan hanya labuan bajo
Presiden Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores Shana Fatina mengatakan kedatangan mereka ke Lembata merupakan bagian dari program Tour de Florata (Flores, Lembata, Alor dan Bima) untuk berkenalan dengan pemerintah daerah yang ada di bawah kawasan koordinatifBOP Labuan Bajo yang tersebar di 11 kabupaten.
Tujuan kedatangan mereka, ungkap Shana, juga untuk mengetahui program pemerintah setempat yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata sehingga bisa mendukung Labuan Bajo Flores sebagai destinasi wisata super prioritas.
"Kami juga mau tahu dari pemerintah daerah, kira-kira apa yang mau diunggulkan, kemudian kami bisa melihat potret pariwisata Lembata seperti apa," ujar Shana saat diwawancarai wartawan di Kantor Bupati Lembata, Senin (2/3/2020).
Setelah identifikasi dilakukan, BOP Labuan Bajo akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk memperkuat program-program pengembangan pariwisata yang ada di Lembata. Misalnya, untuk memperkuat atraksi budayanya, penambahan fasilitas wisata, dan juga promosi pariwisata di Lembata.
"Semuanya akan kita lihat, kemudian yang paling penting itu peningkatan SDM, misalnya pelatihan dan sertifikasi," jelasnya.
Selain sebagai tempat tujuan wisata unggulan, Shana berharapKabupaten Lembata juga bisa menyumbang komoditi unggulan seperti ikan, sayur-sayuran, dan komoditi pertanian untuk mendukung industri pariwisata di Labuan Bajo. Pasalnya, 85 persen komoditi di Labuan Bajo masih diambil dari luar NTT.
Pihaknya ingin komoditi-komoditi pertanian dan perikanan dari Lembata bisa masuk ke Labuan Bajo. Tujuannya supaya yang mendapat manfaat bukan hanya orang-orang yang bersentuhan langsung dengan pariwisata Labuan Bajo saja tetapi semua sektor bisa mendapat manfaatnya juga.
Di samping itu, BOP Labuan Bajo juga akan mengindentifikasi produk-produk ekonomi kreatif di Lembata yang punya potensi dikembangkan lebih luas secara nasional dan internasional.
"Kita juga pengen memperkenalkan Lembata sebagai bagian dari pariwisata otentik yang memberikan pengalaman luar biasa yang kita sebut pengalaman premium," tandas Shana.
Tim BOP Labuan Bajo berjumlah lima orang tiba di Lembata sejak Senin kemarin dan langsung melakukan tatap muka bersama Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday dan para pimpinan OPD Lingkup Pemkab Lembata.
Tim akan berada di Lembata selama empat hari dan mengunjungi destinasi wisata unggulan di Lembata seperti Lewolein, Teluk Nuhanera, Hadakewa, Lamalera, Mingar, Bukit Cinta dan Bukit Doa. Mereka juga dijadwalkan bertemu Bupati Lembata pada Rabu (4/3/2020) besok.(Laporan ReporterPOS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)
https://kupang.tribunnews.com/2020/0...ung-di-lembata
Karena flores bukan hanya labuan bajo
4iinch dan sebelahblog memberi reputasi
2
382
2
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan