CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e5d1e0ac9518b28d65c0ba1/sharing-perasaan

Sharing Perasaan

Selamat malam 
Pernalkan saya Mr X. 
Sebenarnya saya bingung mau di mulai darimana, tapi saya akan mencoba untuk menceritakan apa yg terjadi pada saya khususnya masalah mental yang saya alami.

PART 1
Dimulai pada tahun 2008 dimana itu adalah tahun pertama saya menginjak bangku kuliah, saya diterima di salah satu PTS (Perguruan Tinggi Swasta) yg sekarang berstatus PTN (Perguruan Tinggi Negeri) di Yogyakarta.
Saat itu saya diterima di Fakultas teknik.

Jadwal kelas di perkuliahan tidak saya jalani dengan serius, karena saat ini saya sangat kecanduan dengan namanya Game online. Hari-hari saya habiskan hanya untuk bermain game online, minimal 12 jam saya habiskan untuk bermain bahkan sering kali saya tidak pulang dalam beberap hari hanya karena waktu tersebut saya habiskan untuk bermain game online.

Waktu berlalu cepat, tanpa terasa dikarena game online saya sangat sering bolos kuliah, tidak bisa ikut ujian karena absensi tidak terpenuhi, praktikum kacau, pokoknya hancur masa-masa perkuliahanku. 
Saat ini saya mengalami fase terburuk dalam hidup saya, kuliah saya selama 2 tahun hancur, tidak ada teman, masa depan suram, dsb.
Saya mengalami depresi, stres, bingung, putus asa, minder, pesimistis tentang masa depan saya.

Karena saya bingung tentang masa depan di kampus tersebut saya akhirnya memutuskan untuk pindah jurusan di kampus lain. Kampus baru saya ini adalah PTS  dengan mengambil Fakultas Teknik dengan jurusan yang berbeda dari sebelumnya.

PTS ini  merupakan PTS biasa dengan jurusan terakreditasi C. Saya tidak tahu kenapa saya masuk pada jurusan ini, tapi yg jelas saat ini saya bingung mau seperti apa hidup saya.

Ketika saya masuk di kampus ini ternyata kecanduan saya akan game online msh tetap ada. Kuliah saya hampir hancur dimana nilai
Semester pertama 2,9
Semester kedua 2,7
Semester ketiga 0,2
Semester keeempat 2,3
Semester kelima 2,5
Hingga akhirnya saya selesai pada semester ke-10 dengan IPK 3,05.

Karena pengalaman gagal pada kampus pertama (2 thn) + Selesai kuliah 5 tahun di kampus kedua membuat rasa minder, rasa malu, rasa kecewa, rasa bahwa saya orang yang BODOH, dbs membuat saya tetap terpuruk. Kepercayaan diri saya msh belum mampu kembali seperti semula.


PART 2
Setelah lulus dari Kampus Kedua, karena saya merasa minder dsb membuat saya pesimis untuk diterima kerja diberbagai tempat. Rasa pesimis dan minder saya di timbulkan selain karena yang sudah saya sebutkan di atas, juga karena saya lulus S1 ketika umur 24 tahun. Usia yang bisa disebut tidak muda lagi. Hampir selama setahun saya habiskan hanya di rumah, terpuruk dalam kecemasan, rasa rendah diri, pesimis, takut akan masa depan, tidak berani mengambil keputusan dan hal-hal lainnya.
Setelah satu tahun terlewati ( pada tahun 2016 ) dan tanpa ada perubahan dalam diri, saya akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kuliah ke strata yg lebih tinggi yaitu S2 di PTN Terbaik di Yogyakarta. Saya berharap dengan melanjutkan Studi saya, saya bisa menemukan kembali kepercayaan diri saya yang telah hilang. Persyaratan demi persyaratan saya penuhi seperti toefl, transkrip nilai, dsb + ujian wawancara dan lisan. 
Singkat cerita akhirnya saya diterima sebagai mahasiswa di PTN tersebut. Rasa senang dan bangga menghinggapi diriku karena bisa masuk di PTN tersebut. Tapi perasaan tersebut tidak berlangsung lama,  karena ternyata ilmu saya jika dibandingkan dengan teman-teman lainnya masih kalah dengan mereka, Rasa minder, tidak percaya diri, kecewa muncul kembali. 
Hal ini terus berlangsung ketika saya mengajukan proposal thesis. Dimana saya sama sekali tidak ada kepercayaan diri untuk mengambil topik sesuai dengan yang benar-benar saya inginkan. Hal ini membuat saya sangat sering di marahi dosen pembimbing, hal ini membuat saya frustasi.
Selain sering dimarahi dosen, saya pun harus mengulang 50% mata kuliah saya, karena nilai yang didapatkan jelek. Keterpurukan saya semakin menjadi-jadi karena saat itu saya mengambil penelitian tentang bioproses dimana data hasil yang didapatkan dari penelitian tersebut memiliki ketidak pastian yang SANGAT TINGGI. Berulang kali saya harus memperbaiki peralatan, bahan, metode, dsb namun data yang di dapatkan sangat jelek. Tiap hari dari senin sampai minggu saya selalu berada di kampus dan laboratorium dari jam 7 pagi sampai jam 8/9 malam. Kegiatan ini saya  lakukan selama hampir 1,5 tahun.  Proses untuk menyelesaikan S2 saya bisa dikatakan merupakan proses yang sangat menyakitkan, melelahkan baik fisik dan mental. Sampai akhirnya akhir tahun 2019 saya dapat menyelesaikan studi saya. Lulus dengan IPK 3,41 ditempuh dalam waktu 2,5 tahun. 

Saat ini saya bekerja di konsultan lingkungan (masih blm berstatus pegawai tetap).
Saat ini pun saya masih berusaha untuk bertarung dengan rasa minder, cemas, ragu dll.

Sekian cerita saya, curhatan ini saya tulis hanya sebagai media untuk mencurahkan isi hati yang saya bingung harus kemana saya cerita. Seperti ada tembok yg tidak terlihat dalam diri saya untuk bisa bercerita ke orang lain tentang masalah saya ini.
Akhir kata saya ucapkan terimakasih untuk teman-teman yang sudah membaca curhatan saya.

Seandainya ada yang memiliki masalah seprti yang saya alami, saya minta tolong share cerita anda. Agar kita bisa berbagi/ bercerita tetang masalah kita. 
Jika seandainya memungkinkan, kita bisa menjadwalkan pertemuan untuk sharing tentang masalah kita masing-masing.
email saya :covskinstun@gmail.com

Terimakasih 
Diubah oleh ospek17
Mungkin lelah emoticon-Hammer (S)


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di