CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
Perbedaan Hedging dan Netting dalam Fitur Broker Forex
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e5ca93165b24d228c37e5f3/perbedaan-hedging-dan-netting-dalam-fitur-broker-forex

Perbedaan Hedging dan Netting dalam Fitur Broker Forex

Untuk memahami aturan forex yang sebenarnya, ada baiknya Anda memahami perbedaan hedging dan netting yang ada di dalam fitur broker forex. Bagi yang sudah lama aktif di trading, pasti Anda sudah tahu mengenai regulasi peng-ilegalan hedging dalam satu pair forex beberapa waktu yang lalu. Hal ini terjadi karena adanya regulasi forex dari Amerika Serikat (AS). 

Aturan yang dikeluarkan ialah mengenai aturan First in dan First Out (FIFO). Karena aturan yang diberlakukan ini menyebabkan kekurangan. Kemudian beberapa kalangan mencari solusi untuk hal ini, yaitu dengan cara membentuk platform trading yang dilengkapi dengan fitur khusus, yang dikenal dengan anti-hedging fitur. Tujuannya ialah untuk memfasilitasi para trader, karena berkenaan dengan legalisasiaturan FIFO tersebut.

Namun, bukan malah mendapatkan pengakuan dan dukungan dari trader lain di seluruh dunia melainkan mereka menolak keras akan ide ini. Solusi yang bisa diambil atas kondisi ini yaitu dengan adanya pengembangan. Para broker juga diharuskan untuk memberikan opsi hedging dan netting pada setiap platform trading yang ada sekarang. 

Setiap trader bisa menyesuaikan fitur broker ini dengan jenis akun mereka, apakah ingin diaktifkan atau di-nonaktifkan. Hal yang membuat banyak kalangan bingung ialah mengenai perbedaan hedging dan netting yang hingga para trader bisa mengambil keputusan yang tepat untuk akunnya. Perbedaan utama yang harus Anda ketahui ialah ada pada sistem pembukuan posisi trading yang masih aktif atau dibuka pada saat itu.

Perbedaan Hedging dan Netting dalam Fitur Broker Forex 
Keunggulan Hedging, Fleksibel Mengatur Close Tiap Posisi 

Dalam waktu bersamaan, ternyata Anda bisa membuka posisi buy dan sell yang banyak di satu pair forex. Setiap dari posisi yang Anda buka itu nantinya akan dibukukan dengan catatan sebagai posisi trading independen. Posisi tersebut itu sepenuhnya terpisah dari posisi trading yang awalnya Anda aktifkan tadi. Untuk lebih memahami akan perbedaan hedging dan netting ini, akan coba diberikan contoh yang sesuai.

Misalnya, saat Anda membuka posisi buy 2 lot pada GBP/AUSD, dalam waktu dua jam kemudikan Anda membuka posisi sell 1 slot pada GBP/AUSD. Meski transaksi yang terjadi itu berkaitan satu sama lain, namun transaksi yang tercatat itu terpisah. Selain itu, juga akan tercatat sendiri pada transaksi dan harus ditutup pada posisi terpisah.

Jika Anda ingin menutup posisi 1 slot tadi terlebih dahulu juga bisa, baru kemudian membiarkan posisi buy 2 lot lainnya untuk floating di waktu yang Anda inginkan. Sebelum membahas perbedaan hedging dan netting, berikut ini akan dijelaskan keuntungan dari fitur hedging dalam trading forex.

Keuntungan pertama ialah bisa membuka posisi long dan short pada instrumen trading jenis apa saja secara bebas. Para trader juga bisa mencoba target Stop Loss (SL) dan Take Profit (TP) pada trading apa saja secara berbeda. Namun, kekurangan dari penggunaan hedging ialah atas tanpilan dari daftar transaksi yang bisa membuat Anda sesak melihatnya. 

Pada semua volume trading yang ditempatkan di satu pair, Anda harus menghitung titik impas secara mandiri. Saat melakukan proses perhitungan titik ini ada kemungkinan Anda melakukan kesalahan. Dimana saat membuka posisi sempat terjadi ketidakseimbangan antara posisi profit yang berpengaruh pada posisi lain yang menjadi loss. 

Keunggulan Netting, Manajemen Risiko Lebih Sederhana 

Jika hendak mencari informasi mengenai netting yang berhubungan dengan perbedaan hedging dan netting, pastikan Anda menambahkan kata kunci trading. Karena jika tidak, informasi yang Anda dapatkan akan berubah menjadi permainan bulu tangkis. Istilah ini dikenal secara luas di dalam bahasan Forex, dimana artinya hanya dibolehkan memiliki satu posisi saja di dalam satu pair. 

Jika si trader bersikeras ingin menambahkan posisi trading lain, maka volume trading milik Anda sebelumnya akan berkurang di pembukuan transaksi. Sebagai contoh, Anda membuka posisi sell 1 lot pada GBP/USD disusul satu jam kemudian menambah 1 lot lagi, maka yang kedua ini akan tertutup parsial secara otomatis. Maka, posisi trading Anda hanya akan tercatat satu posisi saja.

Masih ada banyak lagi trik lainnya yang bisa Anda pahami setelah bergabung menjadi trader generasi selanjutnya. Tetapi, pastikan Anda bergabung dengan kami yang sudah terbukti masuk ke dalam kategori broker forex terbaik di Indonesia. Selain itu, Anda akan diberi pemahaman lanjutan mengenai keunggulan masing-masing dari perbedaan hedging dan netting. 


Diubah oleh SalmaMarkets
Brarti jika penjelasannya seperti itu, maka posisi averaging tidak bisa dilakukan karena saat menambah posisi yang sama, maka posisi yang sebelumnya akan di force close


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di