CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Dinkes DKI: Pemantauan 115 Orang Terkait Corona Dilakukan Langsung-Via Telepon
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e5c63359a972e4c0c2da84a/dinkes-dki-pemantauan-115-orang-terkait-corona-dilakukan-langsung-via-telepon

Dinkes DKI: Pemantauan 115 Orang Terkait Corona Dilakukan Langsung-Via Telepon

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut terdapat 115 orang di DKI yang tengah dalam pemantauan terkait virus Corona. Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI menyebut pemantauan dilakukan setiap hari.

"Untuk pemantauannya ada yang dilakukan, kan itu bentuk pemantauannya setiap hari ya," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes DKI Dwi Oktavia, saat dihubungi Minggu (1/3/2020).

Baca juga:
Anies Pantau 115 Orang soal Corona, Golkar DKI: Lakukan Action

Dwi menyebut pemantauan dilakukan dengan berbagai cara, tergangung kondisi orang tersebut. Menurutnya, pemantauan bisa dilakukan via telepon maupun pengecekan langsung.

"Baik melalui telepon, pengecekan langsung. Itu tergantung kondisi masing-masing," kata Dwi.

Dwi menjelaskan, pihaknya mengikuti kriteria yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam memilih orang yang masuk dalam pemantauan. Salah satunya, yaitu apabila orang tersebut memiliki riwayat perjalanan dari wilayah terjangkit, hingga adanya keluhan demam dan batuk.

"Jadi kita mengikuti kriteria yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, sehingga orang yang punya riwayat perjalanan dari wilayah terjangkit kemudian dalam 14 hari setelah masuk ke Indonesia, ke Jakarta," kata Dwi.

"Dalam hal ini mereka punya gejala atau keluhan demam, batuk, tetapi sifatnya ringan, itu mereka masuk dalam kelompok orang yang dipantau. Selama sekitar 14 hari atau sampai terjadi perbaikan," sambungnya.

Dihubungi terpisah, Dirjen P2P Kemenkes RI Anung Sugihantono mengatakan terdapat beberapa hal yang diperiksa dalam pemantauan terkait virus Corona. Diantaranya adalah suhu tubuh, gejala atau tanda batuk, hingga sesak napas.

"Monitor suhu tubuh, gejala tanda batuk, pilek, keluarkan dahak serta sesak napas," tuturnya.

Baca juga:
Anies: 115 Orang di Jakarta dalam Pemantauan Terkait Virus Corona

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengatakan, dalam kurun satu bulan, ada 115 orang dalam pemantauan terkait virus Corona. Selain itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta tengah mengawasi 32 orang terkait virus mematikan ini.

"Sekarang saya bicara Corona. Ada beberapa hal, sampai saat ini, selama satu bulan lebih di DKI ada 115 orang yang dalam pemantauan dan ada 32 orang pasien dalam pengawasan. Ini semua mengikuti kriteria yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan," ujar Anies di sela acara HUT Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta ke-101, Jakarta Pusat, Minggu (1/3)

https://m.detik.com/news/berita/d-49...lepon?single=1
lha 115 orang dikarantina nggak ?
Kalo tidak dikarantina ya bukan antisipasi virus Corona.
Ini cuma supaya viral di media saja ato wartawan kurang bahan berita
"Halo. Selamat Pagi"
"Pagi."
"Gimana keadaan disana ? Ada masalah ?"
"Saya baik-baik aja pak disini. Gak ada masalah."
"Oke. Terima kasih."
"Sama-sama."
_______________________________________________________
Kesimpulan: Hari ini masih tidak ada masalah, sudah kami telpon dan ybs bilang kalau tidak ada masalah.
profile-picture
darck91 memberi reputasi
Ha? Pantau via telepon? Abud dan jajarannya punya otak gak si?
akibat Wan Aibon kerja ga pakai otak.... Ga aneh jajaran nya juga sama.



Wkwkwkwkwkwkwk
Awas suspectnya jangan sampe kebanjiran wan


emoticon-Wakaka
Anjrittttt, ini Pemda DKI lama2 Tingkat kegoblokannya terus meninggi, kalo empang suspect ya harus dikarantina, kecuali emang cuma nyari sensasi
Hujan2 gini kesehatan orang gampang drop.
Kalo udah kesehatan drop misal beneran kena corona bakal nyebar lgsg ke area sekitar.
profile-picture
kangteknik memberi reputasi
Hingga saat ini, belum ditemukan kasus positif SARS CoV-2 di Indonesia. Kata Menkes.

Seoang pria Jepang yang sempat berlibur ke Bali, beberapa waktu yang lalu positif SARS-CoV-2 ( Ada gejala, tapi ringan, tidak seperti yang di Wuhan ) tapi Negatif Covid-19.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, menjelaskan bahwa berdasarkan pendapat sejumlah pakar, SARS CoV-2 memiliki perbedaan yang merupakan bentuk mutasi dari virus yang awal ada di Wuhan yang dikenal dengan novel coronavirus.

Mutasi tersebut diyakini menyebabkan beberapa kasus positif SARS CoV-2 menunjukkan gejala klinis yang ringan atau bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali alias asimptomatik.

Pasien yang dinyatakan positif SARS CoV-2 di Jepang, kata Achmad, menunjukkan "ada gejala, tapi ringan, tidak seperti yang di Wuhan itu."

Keyakinan akan mutasi itu membuat Kementerian Kesehatan memperpanjang masa observasi para WNI yang bekerja di kapal Diamond Princess menjadi 28 hari dari yang biasanya hanya dua pekan.

"Gejala yang muncul sekarang lebih ringan, ada beberapa malah tanpa gejala. Dan inkubasinya tidak lebih dari 14 hari, tapi ada beberapa laporan yang memanjang sampai lebih dari dua kali 14 hari, seperti yang terjadi di Diamond Princess," kata Achmad kepada BBC News Indonesia.

Laporan situasi COVID-19 yang diterbitkan WHO pada tanggal 21 Februari menyebutkan bahwa dari 1.200 laporan kasus di luar China, 30 pasien yang terdeteksi tidak menunjukkan gejala atau asimptomatik.

Ilmuwan di China juga melaporkan bahwa dalam studi terhadap satu keluarga, ditemukan orang-orang yang terdeteksi positif SARS-CoV 2 namun tidak menunjukkan gejala.

Dalam laporan yang diterbitkan di jurnal ilmiah Lancet, seorang laki-laki bepergian dari kota Wuhan ke Guangzhou menggunakan kereta api bersama istri dan anaknya.

Ketiganya dinyatakan positif SARS-CoV 2 lewat uji qRT-PCR namun hanya sang suami yang mengalami gejala sakit seperti kenaikan suhu tubuh, radang tenggorokan, dan berkurangnya jumlah limfosit.

Tri Yunis Miko Wahyono, pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI), mengatakan bahwa seseorang bisa saja terinfeksi SARS-CoV 2 tapi tidak menderita sakit Covid-19. Hal itu tergantung dari jumlah virus yang masuk ke dalam tubuh dan ketahanan tubuh orang tersebut.

"Semakin banyak virus yang masuk, semakin berat melawannya. ... Yang pertahanan tubuhnya menang, bisa asimptomatik atau [gejala] ringan," ujarnya kepada BBC News Indonesia.

Namun orang yang asimptomatis tetap bisa menyebarkan virus, kata Miko. Karena itu ia mengatakan otoritas kesehatan perlu memperketat pengawasan dan pemantauan pada mereka yang menjalani karantina rumah karena ada kemungkinan terdapat kasus yang tidak terdeteksi oleh skrining di bandara.

Ia memperingatkan bahwa dinas kesehatan dan Puskesmas di sejumlah daerah wisata seperti Bali bisa kesulitan dalam melakukan pengawasan karena jumlah wisatawan yang begitu banyak.

"Jumlah dinas kabupaten dan Puskesmasnya kan terbatas, stafnya juga terbatas untuk mengawasi begitu banyak, ya agak sulit," ujarnya.

Sebanyak 61 negara telah mengkonfirmasi adanya temuan infeksi virus corona.

Melansir SCMP, Minggu (1/03/2020), total ada 86.529 kasus wabah corona secara global, 2.979 kematian, dan 41.958 orang yang dinyatakan sembuh.

Di mana 5 urutan terbanyak kasus adalah China, Korea Selatan, Italia, Iran dan Jepang.

WHO sudah meningkatkan kesiagaan level risiko penularan dan risiko dampak dari virus Covid-19 untuk skala global menjadi sangat tinggi atau setara dengan China. Peningkatan status ini menyusul kasus baru virus corona di dunia per Jumat (28/2) yang mencapai 1.027 orang.

Tetap waspada dan berhati-hati baik itu Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan juga Masyarakat, sebab kita semua tidak tau kapan Wabah Virus Corona akan berakhir'
kayakny ini taktik biar formula e g jd di jakarta jd kalo cancel wan abud aman kaga dibuli, tapi bisa jd moto gp aja dicancel, kemungkinan fe juga bisa dicancel ini
Astaghfirullahaldziim.
Terduga corona diawasi kata Wan Aibon ternyata cuma pengawasan via telepon.
Ya elah sekalian aje monitor status WA dan postingan fesbuk.

Wan Aibon emang jago banget merangkai kata padahal gak ngapa-ngapain.
Heran JKT58 masih cinta mati sama dia.

Sekarang Wiwi jadi pendukung Wan Abud pula.
Alamat 2 periode dan jadi pesinden lah.
emoticon-Ultaha
Dukungan politik Wiwi ke Wan Aibon dalam wujud rekayasa cuaca berbulan-bulan sehingga masyarakat menganggap Wan Aibon berhasil menanggulangi banjir.
Dulu zaman Wiwi di Jekardah hujannya lebih sering tapi dimodifnya cuma sebentar sama pepo.
Daripada telpon,pake dukun skln sj,ckp diterawang dari jarak jauhemoticon-Big Grin
RS : halooo, kamu kena corona ya??
suspect : gak om, saya cuma kena hiv
RS : ok deh kalo gitu, dadah emoticon-Hai
Petugas : halo pak, apakah keadaan bapak/ibu baik baik saja?

Terduga : uhuk uhuk hoekkkssss ciuh srosotttt grugrugu cuhhh.............. Gpp petugas saya sehat sehat saja

Petugas : barusan kenapa pak?

Terduga : keseleg...

Petugas : oke, selamat menjalani hari pak semoga sehat terusss


emoticon-Hammer2 emoticon-Hammer2 emoticon-Hammer2 emoticon-Hammer2
via telp emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak

cihuy 1, 6 triliyun melayang

formula eek dijamin batal emoticon-Imlek
Ini para pejabat” pemprov dki makan apa ya? Kok pada dongok, kalo bikin statement kayak main”


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di