CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
"WN Jepang Positif Corona Sepulang dari Bali, Dinkes Kesulitan Lacak Tempat Menginap"
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e58bc30337f9305aa4dbe83/quotwn-jepang-positif-corona-sepulang-dari-bali-dinkes-kesulitan-lacak-tempat-menginapquot

"WN Jepang Positif Corona Sepulang dari Bali, Dinkes Kesulitan Lacak Tempat Menginap"

DENPASAR, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan Provinsi Bali melacak lokasi mana saja yang pernah dikunjungi turis Jepang yang positif mengidap virus corona usai berlibur di Bali. Kepala Dinas Kesehatan Bali, Ketut Suarjaya mengatakan, telah mengantongi identitas turis Jepang itu. "Kita antisipasinya dengan mencari tahu tempat menginap, dengan siapa saja kontaknya. Ada apa ngga yang terpapar," kata Suarjaya ketika dihubungi, Senin (24/2/2020). Baca juga: Sempat Diperingatkan Warga Tak Susur Sungai, Pembina Jawab Kalau Mati di Tangan Tuhan Dinas Kesehatan kesulitan melacak tempat menginap turis asal Jepang tersebut selama di Bali. Karena, data yang diterima sangat sedikit. "Kami minim data dan informasi. Hanya nama saja. Jadi kami kesulitan di mana dia menginap. Kita terus cari tahu di mana dia menginap," jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, pria berusia 60 tahun asal Jepang yang bekerja sebagai staf fasilitas perawatan lansia dinyatakan positif terinfeksi virus corona pada Minggu (23/2/2020). Pria ini sempat mengunjungi institusi kesehatan di Jepang setelah mengalami gejala serupa flu pada 12 Februari 2020. Setelah diperiksa, ia diizinkan pulang karena didiagnosa bebas dari penumonia. Pria itu kembali bekerja pada 13 dan 14 Februari 2020. Pada 15 Februari, pria itu berkunjung ke Indonesia bersama keluarganya. Ia menghabiskan liburan di Bali. Pria itu berada di Bali hingga 19 Februari 2020. Setelah kembali dari liburan, ia menjalani aktivitas seperti biasa di Jepang. Pada 22 Februari, ia kembali berobat ke rumah sakit di Jepang karena merasa tak enak badan. Setelah dirawat, pria itu divonis positif mengidap virus SARS CoV-2. Baca juga: Siswi SD Diperkosa Guru sejak Kelas VI, Pertama di Ruang Kepala Sekolah Kementerian Kesehatan RI menampik pria itu terjangkit virus corona saat berlibur di Bali. Sebab, pria paruh baya itu telah mengeluh sakit sejak 12 Februari. Baca berikutnya Dirut Metro TV Mundur dari… Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "WN Jepang Positif Corona Sepulang dari Bali, Dinkes Kesulitan Lacak Tempat Menginap", https://regional.kompas.com/read/2020/02/24/19271661/wn-jepang-positif-corona-sepulang-dari-bali-dinkes-kesulitan-lacak-tempat.
Penulis : Kontributor Bali, Imam Rosidin
Editor : Dheri Agriesta


sumur
https://regional.kompas.com/read/202...-lacak-tempat


sudah waktu nya waspada gan..
kemungkinan besar sudah ada yg tertular cuma masih dalam masa inkubasi 14-21 hari jadi belum bisa di deteksi..

pemerintah harus lebih serius nih terutama di BALI karen banyak turis mancanegara..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
king.aslan dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
seperti biasa ya ditutup2i lah demi lancarnya investasi asing aseng
kalo investasi macet kan rejim gak dapat komisi fee gak bisa korupsi
petugas kpps mati serentak 700 orang aja diem2 bae
malah ada dokter yg merasa aneh mempertanyakan malah dipanggil diperiksa polisi <ngakak>
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ganjabang dan 6 lainnya memberi reputasi
Quote:


Senang kali lah ya kau kuntul kalau ada yg mati ya

Banyak baca kau njeng
Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, mengatakan ia menyebut pria Jepang yang dinyatakan positif virus corona setelah pulang berlibur di Bali itu bukan merupakan kasus COVID-19, karena otoritas kesehatan Jepang berkali-kali mengatakan bahwa wisatawan tersebut terinfeksi SARS Coronavirus Tipe 2 (SARS CoV-2).

"Kita mengklarifikasi ke otoritas kesehatan Jepang, mereka menjawab bahwa turis tersebut dirawat dengan infeksi SARS Coronavirus Tipe 2 (SARS CoV-2). Kita konfirmasi lagi, tetap jawabannya adalah SARS Coronavirus Tipe 2," ujarnya kepada BBC News Indonesia.

"Ini berbeda dengan statemen otoritas kesehatan Jepang juga terhadap para ABK kita yang ada di [kapal] Diamond Princess, yang sudah tegas disebut sebagai COVID-19."

Achmad menjelaskan bahwa bahwa berdasarkan pendapat sejumlah pakar, SARS CoV-2 memiliki perbedaan yang merupakan bentuk mutasi dari virus yang awal ada di Wuhan yang dikenal dengan novel coronavirus .

Mutasi tersebut diyakini menyebabkan beberapa kasus positif SARS CoV-2 menunjukkan gejala klinis yang ringan atau bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali alias asimptomatik.

Pasien yang dinyatakan positif SARS CoV-2 di Jepang, kata Achmad, menunjukkan "ada gejala, tapi ringan, tidak seperti yang di Wuhan itu."

Keyakinan akan mutasi itu membuat Kementerian Kesehatan memperpanjang masa observasi para WNI yang bekerja di kapal Diamond Princess menjadi 28 hari dari yang biasanya hanya dua pekan.

"Gejala yang muncul sekarang lebih ringan, ada beberapa malah tanpa gejala. Dan inkubasinya tidak lebih dari 14 hari, tapi ada beberapa laporan yang memanjang sampai lebih dari dua kali 14 hari, seperti yang terjadi di Diamond Princess," kata Achmad kepada BBC News Indonesia.

Laporan situasi COVID-19 yang diterbitkan WHO pada tanggal 21 Februari menyebutkan bahwa dari 1.200 laporan kasus di luar China, 30 pasien yang terdeteksi tidak menunjukkan gejala atau asimptomatik.

Ilmuwan di China juga melaporkan bahwa dalam studi terhadap satu keluarga, ditemukan orang-orang yang terdeteksi positif SARS-CoV 2 namun tidak menunjukkan gejala.

Dalam laporan yang diterbitkan di jurnal ilmiah Lancet, seorang laki-laki bepergian dari kota Wuhan ke Guangzhou menggunakan kereta api bersama istri dan anaknya.

Ketiganya dinyatakan positif SARS-CoV 2 lewat uji qRT-PCR namun hanya sang suami yang mengalami gejala sakit seperti kenaikan suhu tubuh, radang tenggorokan, dan berkurangnya jumlah limfosit.

Tri Yunis Miko Wahyono, pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI), mengatakan bahwa seseorang bisa saja terinfeksi SARS-CoV 2 tapi tidak menderita sakit Covid-19. Hal itu tergantung dari jumlah virus yang masuk ke dalam tubuh dan ketahanan tubuh orang tersebut.

"Semakin banyak virus yang masuk, semakin berat melawannya. ... Yang pertahanan tubuhnya menang, bisa asimptomatik atau [gejala] ringan," ujarnya kepada BBC News Indonesia.
profile-picture
profile-picture
king.aslan dan hantupuskom memberi reputasi
Lihat 2 balasan
tetap waspada dan hati²
kenapa semua berita yang kena kebanyakan dari koalisi uncle sam?

emoticon-Traveller
selevel Dinkes sampai gak bisa bedain SARS-CoV-2 itu adalah nama virusnya sedangkan Covid-19 adalah nama penyaktinya.

emoticon-Cape d... emoticon-Cape d... emoticon-Cape d... Jelas2 kerjaan rejim buat nutup2in agar ekonomi gak kolaps.

Jelas2 dari website WHO sendiri yang menerangkan hal ini. tapi tetap dibantah.

Quote:



Jajaran kementrian paling tolol yang selama hidup ane. emoticon-Cape d... emoticon-Cape d... emoticon-Cape d... emoticon-Cape d... emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
hantupuskom dan jd101 memberi reputasi
Lah, ngelacaknya aja gak bisa, gimana kerjanya ini? Tau2 yg di Bali pada sakit, baru gempar dah.
Ya tunggu aja ampe tgl 4 maret ,klo gk ada temuan apa stelah tgl 4. Berarti kemungkinan besar dia gk kena d bali.

Bisa juga belum tentu dia kena d bali
Krena inkubasi 2 minggu itu untuk cari aman aja.

Ya siapa tw dri kena. Gk perlu masa inkubasi lana udah kena
Lihat 1 balasan
Pokoknya Indonesia harus ada corona emoticon-Mad
WN indonesia harus banyak yg mati krn corona emoticon-Mad
RS2 harus penuh dengan pasien corona emoticon-Mad
Tenaga medis indonesia udah pasti inkompeten emoticon-Mad
Lab indonesia aja ecek2, fasilitas aja sama kayak warung bakso, mana bisa periksa corona emoticon-Mad


Apalagi?
profile-picture
profile-picture
pemburu.kobokan dan smogal memberi reputasi
Ga niat amat. Cek nama, cek kedubes, telpon yang bersangkutan klo perlu. Cek Dinas pariwisata. Cek semua hotel di Bali klo perlu. Ga pro amat Hari gini bilang susah Cari informasi.
profile-picture
angelo.ogbonna memberi reputasi
Diubah oleh Jalan Cinta
Quote:


Sebelum jadi menteri kan doi dah kontroversial dengan terapi cuci otaknya

Nah selarang ya nikmati aja
profile-picture
angelo.ogbonna memberi reputasi
Quote:


Ya makanya 15-19 kan , berarti 2 minggu dri sana anggap ja minggu awal maret.

Klo lewat itu gk ada apa , ya bisa berarti emang gk ada.

Tpi gw yakin , d indonesia virus covid-19 cuma jdi kya flu musiman biasa
Makanya orang juga males berobat
Klopun kena
hmm, susah ngomong sih kalo bali , banyak wisatawan dari berbagai negara , bisa aja si orang jepang itu interaksi sama turis dari negara lain yang kebetulan udah terinfeksi virus corona, bisa di hotel, pantai atau tempat2 hiburan lain nya
Lihat 1 balasan
betul itu, emang banggsaad semua koontoll
dokter jepang lebih cerdas drpd dokter indonesia

ane lebih percaya jepang

arab aja ga percaya indonesia bebas corona
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pemburu.kobokan dan 2 lainnya memberi reputasi
Jadi kyknya ada perbedaan pendapat antara

1. Orang yg terinfeksi/positif Sars Cov 2 sudah pasti menderita Covid 19

2. Orang yg terinfeksi/positif Sars Cov 2 tp tidak menderita Covid 19

Kemenkes harusnya lebih terbuka, bukan mendiagnosa sampe tegak Covid 19 karena telah timbul gejala yg sesuai, tapi ya sampaikan saja, apakah pernah memeriksa orang yg positif Sars Cov 2 di Indonesia dan apakah kemudian melakukan karantina sampai virus Sars Cov 2 nya negatif?

Karena masalahnya, yg positif Sars Cov 2, walopun ga sampe sakit Covid 19, masih bisa menularkan virus tersebut ke orang lain..

Klo sampai saat ini belum sampai mewabah, mungkin karena kebetulan, kemana pun si virus menginfeksi, ketemu sama orang yg sistem imunitasnya baik, sehingga tidak bergejala dan tidak terdeteksi, sampe sembuh dengan sendirinya..

Jadi kemenkes, sebaiknya mencoba melakukan random screening positif Sars Cov 2, dan melakukan karantina thd orang yg ditemukan positif, walopun ga sakit..


profile-picture
angelo.ogbonna memberi reputasi
Quote:


Pesanan kanjeng sptnya gan..jd satu suara smua..virus ini itu yg ptg negatif corona ..tetep waspada dr diri sendiri ga usah dengerin pemerintah
profile-picture
pemburu.kobokan memberi reputasi
bahaya nieh. langsung aja bali di isolasi. hadeh
tgl 15 ke bali tgl 19 balik jepang tg 22 Positif corona .... bukannya selama inkubasi itu belum bisa menular ya... kalau kenanya tgl 22 otomatis diankena virusnya harusnya pas dj jepang kenanya antara tanggal 9 sampai 12 pas dia kena gejala flu mungkin awal kena flunya itu..

asumsi saya
Lihat 2 balasan
coba di cek lagi bener kena pas di bali kah ? atau dia bener ke bali kah ?

dunia memaksakan indonesia harus kena kolorna pirus
aneh memang

konspirasi kah ?

Lihat 1 balasan
negara maju coy. masa gabisa ngelacak sih. ahli IT mana nih sama mat mata intelegennya. emoticon-Leh Uga
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di