CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
KEUNTUNGAN PROJEK KILANG MARJIN, PERTAMINA "SULIT" MENGGUNAKAN MODAL SENDIRI ?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e5854e3c8393a549306ddf0/keuntungan-projek-kilang-marjin-pertamina-quotsulitquot-menggunakan-modal-sendiri

KEUNTUNGAN PROJEK KILANG MARJIN, PERTAMINA "SULIT" MENGGUNAKAN MODAL SENDIRI ?

INGIN UNTUNG DALAM INVESTASI MEMBANGUN KILANG, MALAHAN BUNTUNG

Seperti disambar geledek disiang bolong, Pertamina dan seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 17 Desember 2019 mendengar Presiden Jokowi mengatakan bahwa kemajuan pembangunan Kilang di Indonesia hanya KURANG dari 1%. Berita yang gencar dan menggebu-gebu di media cetak dan elektronik mengenai pembangunan Upgrading Kilang maupun Pembangunan Kilang baru (Grassroot Refinery), ternyata faktanya jalan ditempat atau hampir tidak ada kemajuan sama sekali. Padahal sangat disadari dan diketahui bahwa pembangunan kilang di Indonesia adalah sangat mendesak dan sangat penting, Indonesia ingin meningkatkan ketahanan stock dan supply BBM dan/atau produk kilang serta menurunkan harga BBM. Hanya dengan jaminan stock dan pasokan yang tinggi atau secure serta harga BBM yang relatif murah, industri produksi produk dapat bersaing serta transportasi dapat lebih murah. Persaingan terjadi sangat ketat dalam era globalisasi saat ini, di industri produk bukan hanya sulit memenangkan persaingan, tetapi dapat bertahanpun tidak mudah. Hingga kini telah banyak perusahaan industri yang terpaksa harus tutup atau gulung tikar.

Dengan kemajuan yang sangat lambat dalam upgrading dan
pembangunan kilang baru, seolah-olah usaha industri produk Indonesia tidak mempunyai harapan kedepannya. Ekonomi biaya tinggi akan tetap terjadi, defisit yang sedang dialami Indonesia akan berkepanjangan dan sulit disembuhkan.

TARGET PEMBANGUNAN KILANG

Dengan geramnya Presiden Jokowi mengatakan dengan terbuka mengenai kemajuan Pembangunan kilang minyak di Indonesia yang SANGAT LAMBAT dan akhirnya Presiden tidak memberi ampun dengan memberi target antara 3 hingga 4 tahun projek pembangunan kilang dapat direalisasikan.

MITRA PERTAMINA BERGUGURAN

Selama Partamina mempunyai projek upgrading dan pembangunan kilang baru, telah tercatat dalam jumlah yang banyak partner atau mitra Pertamina dalam projek upgrading dan pembangunan kilang baru BERGUGURAN. Partner Pertamina yang dapat bertahan hingga saat ini tidak banyak. Beberapa mitra Pertamina barupun belum dapat meningkatkan kepercayaan bahwa projek kilang dapat direalisasikan.

BENARKAH MARJIN KEUNTUNGAN PEMBANGUNAN KILANG TIPIS ATAU BAHKAN TIDAK EKONOMIS ?

Incremental atau kenaikan Value atau Nilai dari crude oil menjadi produk kilang dikenal sangat TIPIS. Crude processing dalam pabrik kilang tidak meningkatkan Nilai yang tinggi crude oil menjadi produk kilang. Sehingga dikenal keuntungan projek pembangunan Kilang minyak sangat marjinal. Hampir tidak mungkin terjadi sebuah perusahaan yang TIDAK MEMILIKI CRUDE OIL atau minyak bumi ingin memiliki bisnis kilang. Biaya investasi pembangunan kilang yang sangat besar tentunya sangat sulit dikembalikan dengan keuntungan yang sangat tipis.

Benarkah keuntungan yang sangat tipis yang menjadi penyebab utama projek pembangunan kilang di Indonesia selalu gagal dan gagal ? Ataukah dikarenakan investor upgrading kilang dan pembangunan kilang baru kurang bonafide, mereka tidak memiliki minyak bumi dan/atau tidak memiliki modal yang cukup atau tidak mendapatkan kepercayaan bank dan institusi keuangan untuk mendapatkan hutang ?

Akhirnya hingga akhir tahun 2019 dikatakan Presiden Jokowi bahwa progres projek pembangunan kilang sangat kecil atau hampir tidak ada kemajuan sama sekali (kurang dari 1%). Bagaimana progres kemajuan pembangunan kilang pada akhir bulan Februari tahun 2020 atau menjelang kwartal pertama tahun 2020 ? Apakah tetap sama kurang dari 1% ? Tim Presiden Jokowi harus menganalisa progres pembangunan kilang dimaksud.

HARUSKAH PERTAMINA MEMBIAYAI PROJEK KILANG DENGAN MODAL SENDIRI ?

Apakah Pertamina memiliki crude oil yang cukup untuk membangun kilang baru ? Apakah Pertamina memiliki dana yang cukup untuk membiayai projek kilang dengan modal sendiri atau equity ? Apakah perhitungan Keekonomian Pembangunan kilang yang dilakukan Pertamina Ekonomis ? Atau dapat memberikan keuntungan ?

Pertamina yakin tidak melakukan sharing investasi dan sharing risk ? Hanya ingin meraih target kilang dapat terbangun 4 tahun kedepan, Pertamina mengabaikan prinsip-prinsip bisnis ? Emangnya Pertamina milik Nenek Loe ? Kata Menteri BUMN Erick Tohir.


Bogor 28 Februari 2020

Abimanyoe Sapoetra
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan Gentayaumal memberi reputasi
Pertanyaannya adalah.. seberapa banyak cadangan minyak bumi indonesia? Kualitasnya bagaimana? Tingkat kesulitan pengangkatan dan pengolahannya seberapa?
Negara timteng bisa kaya raya karna bangun kilang minyak kenapa negara kita ga berani ikuti?
Lagipula kalau bangun sendiri akan ada pengalaman dan teknologi yg bisa diserap putra putri anak bangsa untuk bekal pembangunan kilang2 berikutnya
Diubah oleh chenzahendratan
Keuntungannya:
1. Mandiri.
2. Tidak tergantung pasar,
3. Ngasih kerjaan ke rakyat Indonesia.

Jadi keuntungan ga melulu ttg uang ya.

Lagian ni kilang tujuannya buat ngolah CPO, setau gw.
Diubah oleh nontonyukahhh
Lihat 2 balasan
Jadi Klaim kemaren cuman omong kosong doang.
Negara laen udah mulai pindah dari minyak bumi, Indon masih angan2 bangun kilang. Bisnis yg mulai memudar malah mau masuk besar2an kan goblok namanya.
Kilang selesai 2027, negara laen udah pakeelectric car, nganggur tong gak efisien. Udah telat bangun kilang.

Kilang minyak cuman mimpi masa lalu

emoticon-Imlek
Lihat 3 balasan
Pertamina memang tidak terbiasa membangun kilang minyak sendiri, bukan karena tidak mampu, tapi karena penuh ketidak pastian, mulai dari tahap mendeteksi cadangan minyak, mengexplorasi, melakukan perhitungan keekonomisan , belum tentu usaha ini bisa menghasilkan minyak yang ekonomis, padahal biaya2 untuk tahap2 awal / explorasi sendiri sangatlah besar ....

Pertamina terbiasa duduk manis, menunggu perusahaan minyak besar dunia yang melakukan kegiatan explorasi , dan jika ternyata ditemukan cadangan minyak yang ekonomis untuk dibuat kilang minyak, barulah pertamina minta jatah "preman" , (bagian dari jatah gratis pemerintah yang wajib diberikan oleh perusahaan minyak dunia yang mau berusaha di indonesia) , untuk diolah jadi BBM (avtur, solar, pertamax dll)


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di