CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Education /
Berpikirlah Cerdas Sebelum Menyebarkannya
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e545d9aeaab2523f63ef03e/berpikirlah-cerdas-sebelum-menyebarkannya

Berpikirlah Cerdas Sebelum Menyebarkannya

Berpikirlah Cerdas Sebelum Menyebarkannya
Selamat pagi, semuanya ....
emoticon-Haiemoticon-Haiemoticon-Hai
Awali hari dengan bahagia, nikmati dengan ceria dan tutup hari dengan luar biasa. 💪💪💪

Yuu kita langsung pada bahasan kali ini.
🌹🌹🌹
Di era digital seperti sekarang ini hampir setiap orang menggunakan aplikasi WA dalam handphonenya. Hampir semua orang juga mempunyai grup, entah grup keluarga, sekolah, gang dan lain sebagainya.

Kemudahan berkomunikasi ini memberi dampak positif juga negatif. Keduanya, hanya pribadi masing-masing yang dapat mengontrol. Termasuk beredarnya berita hoaks atau bohong.

Bentuk berita hoaks ini beragam, ada yang benar-benar bersifat propaganda, yang memang sengaja dibuat untuk menipu. Bersifat provokatif misalnya dengan mengunggah berita berupa gambar, video dari berita lama agar tetlihat seperti baru saja terjadi.

Hampir setiap hari kita mendapat kiriman berupa pesan atau video tersebut. Sekilas berita itu bermanfaat dan kita diijinkan oleh penulis yang entah siapa untuk menyebarkannya.

Dorongan saling berbagi kebaikan membuat kita mudah untuk ikut share, tanpa pikir panjang. Namun sadarkah jika hal itu bukan sesuatu yang terlalu baik. Sering kali berita yang kita kirimkan justru menebarkan rasa kekhawatiran berlebihan, juga sebuah kesalahpahaman berjamaah.

Mari kita tengok lagi kebelakang. Sempat beredar pesan watsap tentang penggunaan singkatan OTW dan BMW.
enulisan Insyaallah dan Inshaallah.
Pernah menerimanya? Atau mungkin menyebarkannya? Apa hasilnya? Sebuah pencerahan atau perdebatan?

Padahal keduanya beda konteks, penulisan Bahasa Arab dan Bahasa Indobesia, jelas berbeda. Belum lagi jika dikaitkan dengan KBBI. Penggunaan bahasa baku dan non baku pun berpengaruh.

Apa lagi jika berita itu berhubungan dengan keyakinan dan tata cara ibadah. Seharusnya kita bisa bersikap lebih bijaksana. Dengan menanyakan pada guru, ustadz atau ustadzah yang sudah jelas kridibilitasnya. Bukan langsung percaya dan meyakini begitu saja pada sebuah artikel dan tulisan yang kita sendiri tidak tahu siapa penulisnya, dari mana sumber tulisannya.

Seperti tulisan yang baru-baru ini viral juga, kalimat dalam buku Iqro seiring merebaknya virus Corona. Hampir sebagian besar dari kita langsung mengiyakan tanpa berpikir, kemudian membenarkan klarifikasi kesalahan tersebut tanpa beban.

Dari hal-hal yang telah dijelaskan di atas. Maka untuk menghindarkan diri dari korban dan pelaku persebaran berita hoaks, lakukan hal-hal berikut sebelum menyebarkannya.

1. Menyaring berita
Berpikirlah Cerdas Sebelum Menyebarkannya
Dari hal yang terkesan kecil dan remeh, marilah kita belajar untuk lebih waspada dan menyaring berita yang masuk. Jika sekiranya kita juga terganggu dengan pesan tersebut, mungkin juga hal itu terjadi pada orang lain. Cukup diamkan tak perlu disebarkan.

2. Kembangkan rasa keingintahuan untuk mencari kebeneran pesan yang diterima.
Berpikirlah Cerdas Sebelum Menyebarkannya
Berita apa pun itu, coba kembangkan rasa penasaran kita dengan mencari kebenarannya. Bisa melalui mesin penulusuran google atau media lainnya.

3. Chek sumber berita
Berpikirlah Cerdas Sebelum Menyebarkannya
Jika berita itu tak jelas sumbernya, itu artinya penanggung jawabnya pun tidak jelas. Bisa dilakukan dengan chek URL atau chek situs sumber berita. Jika situs itu tidak resmi, kebenarannya bisa diragukan. Berpikirlah lagi jika hendak meneruskan.

4. Menempatkan diri jika kita berada pada posisi yang diberitakan.
Berpikirlah Cerdas Sebelum Menyebarkannya
Tentu kita pernah menerima berita kecelakaan dilengkapi foto korban dengan kondisi mengenaskan. Coba jika hal itu terjadi pada diri kita, relakah gambar kita tersebar ke mana-mana. Jika sekiranya berita itu sekedar untuk menginformasikan suatu kejadian, tanpa ada tujuan jelas kemanfaatnya, sebaiknya tak perlu diteruskan lagi.

Kelalaian lebih sering terjadi pada saat kita menerima berita dengan kapasitas kesalaha kecil. Dalam artian efek dari berita tersebut tidak terlihat secara langsung. Misalnya saja tentang ciri-ciri suatu penyakit, atau penyebab kematian yang menimpa seseorang.

Respon setiap orang pasti berbeda, bagi orang yang cenderung cuek hal ini mungkin tidak terlalu berpengaruh. Namun bagi orang yang mudah terbawa perasaannya akan menimbulkan rasa kekhawatiran, ketakutan dan lain sebagainya. Maka dari itulah kita dituntut kehati-hatian dalam hal ini.

Okey. Terimakasih sudah mampir, dan sampai jumpa di therad-therad yang lain.

Salam santy dan salam bahagia.

emoticon-Shakehand2


Sumber gambar koleksi pribadi yang dibuat melalui media Canva
Sumber tilisan opini pribadi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nibrasulhaq dan 13 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh husnamutia
Halaman 1 dari 4
saya suka khilaf menyebarkan hoax emoticon-Sorry maafkeunnnnnnn
profile-picture
husnamutia memberi reputasi
khilaf hal yang lumrah, asal tidak sengaja aj. Beda urusan
biasanya wa emak2 ni yg kayak giniemoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
husnamutia dan Rapunzel.icious memberi reputasi
Harus check dari berbagai sumber terpercaya
profile-picture
husnamutia memberi reputasi
Think smart. emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
husnamutia dan Rapunzel.icious memberi reputasi
Smartphone tapi usernya yasudahlah. Yg penting eksis dulu/kebutuhan konten. Valid/hoax nya belakangan. Auto terkenal emoticon-shakehand
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nyimak92 dan 2 lainnya memberi reputasi
klo di grup wa keluarga ada yg bigot yaudah kelar
profile-picture
husnamutia memberi reputasi
susah si apalagi kalo soal SARA hmm... diemin aja dah
profile-picture
profile-picture
caseopia dan husnamutia memberi reputasi
Di filter dlu ...
profile-picture
husnamutia memberi reputasi
kadrun mah ga perlu di cek, semua omongan junjungannya insya allah pasti bener
profile-picture
husnamutia memberi reputasi
masih banyak yang nganggep berita2 yang ada di WAG ato grup2 laen yang diikutinya pasti bener
profile-picture
profile-picture
husnamutia dan joyabrakadabra memberi reputasi
Quote:

kadang kalo udah terlalu benci/terlalu suka sesuatu... ogah mencari kebenarannya...

..gw punya temen grup WA kayak gitu, asal posting aja... gak ada yg ladenin, soalnya udah tau orangnya kayak gimana..emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
kingoftki dan husnamutia memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Untuk beberapa orang...
Hoax bagaikan makanan 4 sehat 5 sempurna
profile-picture
husnamutia memberi reputasi
yapsss setujuuu nihh, kita mesti menyaring berita biar ga menyebarkan kebohongann
profile-picture
husnamutia memberi reputasi
kalo ane sih biasanya ngeliat dri siapa yg menyebarkan berita ituu, kalo emang akunnya valid dan resmi bisa tuh buat disebarkan..tpi kali akunnya gajelas sih mending di keep sendiri ajaa jgn disebarluaskann
profile-picture
husnamutia memberi reputasi
Quote:


nextt lebih pinter lagi gamn menyaring beritanya berarti hehe
profile-picture
husnamutia memberi reputasi
Quote:


Iya gan gpp asal ga dengan sengaja dan malah membuat berita hoax yang merugikan hehe
profile-picture
husnamutia memberi reputasi
Quote:


Nahhh ini dia gan harus di teliti dulu kalo ada berita jangan langsung di share gitu aja hehehe
profile-picture
husnamutia memberi reputasi
bagus tuh komunitas anti hoax, yang didirikan sama anaknya gus dur
profile-picture
husnamutia memberi reputasi
berfikir dengan cerdas sebelum nebar yg ga bener

kasian orang itu dibilang gini-gitu padahal ga bener
profile-picture
husnamutia memberi reputasi
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di