CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Female / Sista /
[LOVE LETTER 4] Goresan Rasa Untuk Lelaki Renta
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e512c2d349d0f4a130198b8/love-letter-4-goresan-rasa-untuk-lelaki-renta

[LOVE LETTER 4] Goresan Rasa Untuk Lelaki Renta

Cinta Sejati

Suci, abadi, tanpa pamrih, tak terganti, hingga nanti.

[LOVE LETTER 4] Goresan Rasa Untuk Lelaki Renta

Teruntukmu lelaki terkasih.

Izinkan aku menuliskan goresan rasa ini.

Apa kau tahu?

Meski kini raga kita terpisah jarak berkilo-kilo meter, namun ... tak sedikit pun rasa cintaku berkurang padamu.

Meski lidahku terkadang kelu, tak mampu lisan ini mengucap rindu, namun ketahuilah ... dalam mindaku selalu parasmu yang berlalu.

Apa kabarmu Lelakiku?

Kuharap dirimu baik-baik saja. Tak lupa, selalu kulangitkan doa, agar kau senantiasa dilimpahi nikmat sehat jiwa dan raga.

Maaf, beribu maaf kuhaturkan.

Demi kodrat sebagai istri, harus kupilih jalan ini. Demi bakti kepada suami, tak bisa lagi kau kudampingi.

Maaf Ayah, di hari-hari senjamu, justru kini kita semakin jarang bertemu.

Maaf Ayah, di masa kau renta, aku tak bisa hadir menjaga.

Berat. Ini teramat berat bagiku, juga kau. Aku tahu.

Tetapi kau bilang, birrul walidain tak harus bersua. Saat raga jauh dari jangkauan, cukupkan saja dengan doa.

Meski dari mulutmu mengucap ikhlas, batas waktu tanggung jawabmu atas diriku telah lepas. Namun tetap saja di sudut matamu sisa tangis membekas.

Ayah, bolehkah aku berkeluh kesah? Nyatanya hidup di perantauan tak seindah yang terbayang. Aku sering kali menagis sendirian, kala rindu akan kampung halaman datang menyesaki perasaan. Rindu rumah masa kecilku dulu, rindu kau, rindu ibu, pun adik-adikku.

Namun, kuingat ucapmu lagi, meski jauh di mata bukankah kita dekat di hati. Meski berada di kota yang berbeda, bukankah kita memandang lagit yang sama.

Ayah, Kau selalu berusaha menguatkanku. Padahal kutahu hatimu pun rapuh. Tetaplah begitu, menjadi pria tangguhku selalu.

Kini tahun-tahun berlalu, aku tak lagi secengeng dulu. Waktu memang akan mendewasakanku, katamu. Tetapi Ayah, hati ini tetap saja sesekali terasa pilu. Kala terkenang kebersamaan kita di masa lalu.

Ikhlas, sungguh aku telah ikhlas atas takdir yang telah tergariskan.
Manusiawi bukan, jika sesekali aku terbawa perasaan.
Tak apa ... Aku kuat Ayah, dan kau pun lebih kuat. Aku yakin.

Kini, hanya bisa kutitipkan dirimu kepada Sang Pemilik Kehidupan. Tolong, jagakan lelaki rentaku ... Wahai Sang Maha Penjaga.


Salam cinta, dari putri terkasihmu.

Bandar Lampung, Febuari hari ke 22.
















profile-picture
profile-picture
profile-picture
tien212700 dan 5 lainnya memberi reputasi
Thread sudah digembok
Cinta Kepada Orang Tua, adalah yang paling sejati.
profile-picture
anna1812 memberi reputasi
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di