CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Upah Buruh Tak Bekerja karena Sakit, Cuti Melahirkan hingga Haid Terancam Tak Dibayar
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e470e1c337f9342c13de9fd/upah-buruh-tak-bekerja-karena-sakit-cuti-melahirkan-hingga-haid-terancam-tak-dibayar

Upah Buruh Tak Bekerja karena Sakit, Cuti Melahirkan hingga Haid Terancam Tak Dibayar

Upah Buruh Tak Bekerja karena Sakit, Cuti Melahirkan hingga Haid Terancam Tak Dibayar

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja mengubah beberapa ketentuan mengenai ketenagakerjaan untuk meningkatkan investasi di dalam negeri.

Hal menarik dalam omnibus law tersebut salah satunya adalah ketentuan mengenai kewajiban pengusaha untuk memberikan upah kepada pekerja yang sedang sakit dilonggarkan.


Jika di dalam UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pemerintah mengatur mengenai kewajiban pemberi kerja untuk tetap membayarkan upah kepada pekerja yang sakit, hari pertama dan kedua masa haid hingga melahirkan, hal tersebut tidak disebutkan dalam omnibus law.


Baca juga: Dalam Omnibus Law, Pekerja yang Kena PHK Tak Bisa Tuntut Perusahaan?

Dalam perubahan pasal 93 RUU tersebut hanya dijelaskan, ketentuan ketentuan pekerja tidak dibayar ketika tidak melakukan pekerjaan tidak berlaku hanya bila pekerja atau buruh tidak masuk kerja atau tidak melakukan pekerjaan karena berjalangan.


Selain itu, keputusan untuk tetap dibayar atau tidak juga bergantung pada pemberi kerja yang bersangkutan.

Berikut isi perubahan pasal 93 UU Ketenagakerjaan dalam RUU Omnibus Law Cipta Kerja:

1) Upah tidak dibayar apabila pekerja/buruh tidak melakukan pekerjaan.

(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku dan pengusaha wajib membayar upah apabila:

a. pekerja/buruh tidak masuk kerja dan/atau tidak melakukan pekerjaan karena berhalangan;

b. pekerja/buruh tidak masuk kerja dan/atau tidak melakukan pekerjaan karena melakukan kegiatan lain diluar pekerjaannya dan telah mendapatkan persetujuan pengusaha;

c. pekerja/buruh bersedia melakukan pekerjaan yang telah dijanjikan tetapi pengusaha tidak mempekerjakannya karena kesalahan pengusaha sendiri atau halangan yang seharusnya dapat dihindari pengusaha; atau

d. pekerja/buruh tidak masuk kerja dan/atau tidak melakukan pekerjaan karena menjalankan hak waktu istirahat atau cutinya.

Sementara, di dalam pasal 93 UU Ketenagakerjaan, pemerintah lebih detil dalam memberikan ketentuan-ketentuan pengecualian tersebut.

Misalnya sajak ketika buruh tidak bekerja karena menikah, menikahkan atau mengkhitankan anaknya, juga ketika pekerja membaptiskan anaknya, isteri melahirkan atau keguguran kandungan, suami atau isteri atau anak atau menantu atau orang tua atau mertua atau anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia.

Berikut isi UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan:

(1) Upah tidak dibayar apabila pekerja/buruh tidak melakukan pekerjaan.

(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak berlaku, dan pengusaha wajib membayar

upah apabila :

a. pekerja/buruh sakit sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan;

b. pekerja/buruh perempuan yang sakit pada hari pertama dan kedua masa haidnya sehingga tidak

dapat melakukan pekerjaan;

c. pekerja/buruh tidak masuk bekerja karena pekerja/buruh menikah, menikahkan, mengkhitankan,

membaptiskan anaknya, isteri melahirkan atau keguguran kandungan, suami atau isteri atau

anak atau menantu atau orang tua atau mertua atau anggota keluarga dalam satu rumah

meninggal dunia;

d. pekerja/buruh tidak dapat melakukan pekerjaannya karena sedang menjalankan kewajiban

terhadap negara;

e. pekerja/buruh tidak dapat melakukan pekerjaannya karena menjalan-kan ibadah yang

diperintahkan agamanya;

f. pekerja/buruh bersedia melakukan pekerjaan yang telah dijanjikan tetapi pengusaha tidak

mempekerjakannya, baik karena kesalahan sendiri maupun halangan yang seharusnya dapat

dihindari pengusaha;

g. pekerja/buruh melaksanakan hak istirahat;

h. pekerja/buruh melaksanakan tugas serikat pekerja/serikat buruh atas persetujuan pengusaha;

dan

i. pekerja/buruh melaksanakan tugas pendidikan dari perusahaan.

Selain itu, aturan tersebut juga mengatur mengenai besaran upah yang dibayarkan kepada pekerja atau buruh yang sakit. Untuk 4 bulan pertama, dibayar 100 persen dari upah, kemudian untuk 4 bulan kedua, dibayar 75 persen dari upah, untuk 4 bulan ketiga, dibayar 50 persen dari upah dan untuk bulan selanjutnya dibayar 25 persen (dua puluh lima perseratus) dari upah sebelum PHK dilakukan oleh pengusaha. Sementara, hal tersebut tidak dijelaskan dalam omnibus law.

Omnibus law pun tidak mengatur mengenai besaran kewajiban pemberian kerja dalam memberi upah karyawan yang sakit atau izin ketika menikah hingga pasangan atau orangtuanya meninggal dunia.


Adapun di UU Ketenagakerjaan diatur sebagai berikut:

a. pekerja/buruh menikah, dibayar untuk selama 3 (tiga) hari;

b. menikahkan anaknya, dibayar untuk selama 2 (dua) hari;

c. mengkhitankan anaknya, dibayar untuk selama 2 (dua) hari

d. membaptiskan anaknya, dibayar untuk selama 2 (dua) hari;

e. isteri melahirkan atau keguguran kandungan, dibayar untuk selama 2 (dua) hari;

f. suami/isteri, orang tua/mertua atau anak atau menantu meninggal dunia, dibayar untuk selama 2

(dua) hari; dan

g. anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia, dibayar untuk selama 1 (satu) hari.


https://money.kompas.com/read/2020/0...ingga?page=all

emoticon-Cape d... emoticon-Cape d...

Judul diubah karena terlalu panjang
profile-picture
farhan.faf memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
makanya jaga kesehatan
profile-picture
MUF0REVER memberi reputasi
Makanya jangan jadi Buruh..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
farhan.faf dan 2 lainnya memberi reputasi
Kayaknya mmg lose lose situation.
Buruh dan pengusaha sama sama nggak suka
intinya jangan sakit, jangan hamil, jangan haid, jangan nikah, jangan mati keluarganya dll.
makanya perwakilan buruh akan diajak dalam pembahasan omnibus law
Quote:


Hahaha kayanya sih gitu gan
Pokoknya hidup mati buat perusahaan aja emoticon-Hammer2
profile-picture
Can354dra memberi reputasi
Lihat 2 balasan
sejak kapan haid disuruh cuti & dibayar? emoticon-Bingung

cuti melahirkan ga dibayar diatas anak kedua mah gw setuju,
biar mikir klo bikin anak banyak2, sekaligus depopulasi emoticon-Shakehand2

ada istilah ijin & cuti, uda luas dipake koq
ijin = ga dibayar, biasanya klo sakit, acara keluarga, telat, dsb emoticon-Big Grin
cuti = dibayar gapok/tanpa tunjangan. klo sakit ampe opname baru boleh ambil
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Balasan post archangela13
Quote:


era kapitalisme
profile-picture
farhan.faf memberi reputasi
kalok demo kuat.. kenapa klok sakit jadi manja
guoblog
profile-picture
profile-picture
parmitu212 dan RyanYulio memberi reputasi
Setelah ada keputusan, semoga keputusan yg sama² menguntungkan antara pengusaha dan buruh
Lah loe yang nglahirin, gw yang suruh nanggung?
profile-picture
wen12691 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
tsnya buruh yg sakit hati sama kowi
gegara pengajuan kridit ninja 250 cc nya ditolak leasing
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan 2 lainnya memberi reputasi
kerja sewajarnya aja, kalau kita sakit, gak dibayar, kalau meninggal, tinggal cari ganti





















emoticon-Cool
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
heran aing sama mental buruh sini
jatah cuti pengen sama kek bule
tapi produktivitas & disiplin jauh di bawah bule
Kredit barang mahal pengen dibayarin sama perusahaan
Tiap bulan dipalak serikat preman anteng anteng ae
Goblog

Mending pabrik skg mulai beli robot aja lah

emoticon-fuck
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh wen12691
Balasan post nontonyukahhh
Quote:

Bikin anak sebanyak-banyaknya, pas gedenya ujung2nya jadi jongos kasar, yang pekerjaannnya mulai terancam sama efisiensi biaya emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan wen12691 memberi reputasi
haiyaaa ciilaaka luuwa weelas waaa

Ane gak gitu ngerti dgn situasi Indo tetapi ini serba salah segh waaa!!!!

Krn masih banyak org Indo yg tdk jujur menyalah gunakan kebaikan waaa!!!!

Tetapi dilaen pihak kapan Sila ke 5 bisee tercapai haaa????

emoticon-I Love Indonesia:
Kyknya karyawan swasta di perusahaan juga kl sakit atau ijin juga d potong gaji

Tapi smua santuy aja

emoticon-Bingung
Diubah oleh djinggo88
dimana bagian omnibus law yg nyebut sakit dan melahirkan gk dibayar?
keluar gak usah kerja, pengangguran sama jaenudin katanya setiap bulan mau di gaji, buat sampingan sambil nungguin progam jalan kerja jadi buzzer jasmek aja, kerja gampang cuma bully anies doangan di sosmed.
ok ok aja sih ,, gak ada masalah .. kita gak kerja gak di bayar ya lumrah .. kalo udah kerja tpi gak di bayar baru itu siap gelud .
profile-picture
wen12691 memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di