CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Pendudukan Masjidil Haram 1979, Ketika Darah Tumpah di Tanah Suci
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e46c018b8408806171d1a8f/pendudukan-masjidil-haram-1979-ketika-darah-tumpah-di-tanah-suci

Pendudukan Masjidil Haram 1979, Ketika Darah Tumpah di Tanah Suci

Pendudukan Masjidil Haram 1979, Ketika Darah Tumpah di Tanah Suci

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Shalom, salam sejahtera. Om swastiastu. Namo buddhaya. Wei de dong tian.

emoticon-I Love Indonesia

Hai, GanSis. Apa kabar? Kali ini ane mau membahas tentang peristiwa yang menggemparkan dunia Islam pada akhir dekade 70-an.

emoticon-I Love Indonesia

Pendudukan Masjidil Haram 1979, Ketika Darah Tumpah di Tanah Suci
Kakbah yang terletak di dalam kompleks Masjidil Haram, Mekkah.
Sumber

Mekkah jatuh ke tangan Rasulullah Muhammad SAW saat peristiwa Fathu Makkah (kembali ke Mekkah) pada tahun 630 M atau 8 H. Bisa dibilang ini momen penaklukkan yang minim korban jiwa sebab tidak terjadi peperangan, hanya amnesti massal dan eksekusi 10 orang. Selanjutnya Mekkah dikenal sebagai tanah haram yang menurut para ulama bermakna wilayah yang mengharamkan beberapa perilaku, seperti berburu, mengangkat senjata, mematahkan tumbuhan, dll.

Namun pada tanggal 20 November 1979, kelompok Ikhwan di bawah pimpinan Juhaiman bin Muhammad bin Saif al-Otaybi menduduki Masjidil Haram. Pemberontakan sipil bersenjata beranggotakan 400-500 orang ini menyerukan penggulingan Bani Saud penguasa Kerajaan Arab Saudi. Perampasan situs Tanah Suci ini kontan mengejutkan dunia Islam.



Latar Belakang
Pendudukan Masjidil Haram 1979, Ketika Darah Tumpah di Tanah Suci
Juhaiman bin Muhammad bin Saif al-Otaybi.
Sumber

Juhaiman bin Muhammad bin Saif al-Otaybi adalah seorang mantan tentara Garda Nasional Arab Saudi yang berasal dari suku Ikhwan, salah satu entitas keluarga yang lumayan berpengaruh di Najd. Ikhwan dikenal sebagai pasukan Saudi pertama yang sebagian besar berasal dari suku nomaden tradisional. Mereka membentuk kekuatan militer yang memainkan peran penting bersama Bani Saud dalam menguasai Semenanjung Arab.

Hubungan keduanya retak saat Ikhwan yang berpaham konservatif radikal tak sejalan dengan Bani Saud yang dianggap lunak perihal agama. Apalagi saat itu modernisme Inggris mulai memengaruhi sendi-sendi kehidupan masyarakat Arab. Perbedaan prinsip ini meruncing menjadi konflik serius. Ikhwan yang dipelopori kabilah Utaybah (Otaybi), Mutayr, dan Ajman mulai memberontak dan berujung Pertempuran Sabilla (1929).

Pendudukan Masjidil Haram 1979, Ketika Darah Tumpah di Tanah Suci
Penunggang unta Ikhwan.
Sumber

Pertempuran tak seimbang antara penunggang unta vs kavaleri bersenjata modern ini mutlak dimenangkan oleh Bani Saud. Para pemimpin Ikhwan ditangkap dan disingkirkan, sedangkan sisa-sisa milisi diorganisir ulang menjadi unit tempur baru bernama Tentara Putih, cikal-bakal Garda Nasional Arab Saudi yang menjadi salah satu dari tiga cabang utama militer resmi Kerajaan Arab Saudi.

Menurut pandangan Bani Saud, kemenangan atas Ikhwan dianggap supremasi yang menegaskan kemampuan Bani Saud menaklukkan Semenanjung Arab. Sementara itu, Ikhwan menganggap Pertempuran Sabilla (1929) sebagai pembantaian, pengkhianatan, dan tanda takluknya Bani Saud terhadap pengaruh Barat (Inggris).

Ini pula yang menjadi latar belakang Juhaiman al-Otaybi membajak Masjidil Haram. Sebetulnya keluarga Juhaiman al-Otaybi dekat dengan Bani Saud. Kakeknya adalah kawan berkuda dari Abdulaziz bin Saud, pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Arab Saudi. Anggota keluarganya juga banyak yang menjadi pejabat dan tokoh ulama. Ia sendiri pernah menjadi pengkhotbah dan kopral di Garda Nasional Arab Saudi.

Pada awalnya Juhaiman al-Otaybi bergabung ke dalam organisasi Salafi bernama Al-Jamaa Al-Salafiya Al-Muhtasiba. Kelompok ini memiliki banyak pengikut mahasiswa teologi Universitas Islam Madinah yang dipimpin oleh ulama terkenal Sheikh Abdul Aziz bin Baz. Namun dalam perjalanannya Juhaiman menjadi lebih radikal. Bahkan ia berbalik melawan gurunya Sheikh Abdul Aziz bin Baz dengan menyuruhnya kembali ke tradisi Islam asli dan murni tanpa pengaruh Barat, seperti peniadaan siaran televisi, radio, serta mengusir para non-Muslim. Ia juga menganggap Bani Saud telah kehilangan wibawa akibat korupsi dan perilaku bermegah-megahan ala Barat yang menurutnya bisa menghancurkan kebudayaan Arab.

Karena khotbah ekstremnya, Mabahith (polisi rahasia Arab Saudi) menjebloskan Juhaiman al-Otaybi ke penjara pada 1978. Di sana ia bertemu Muhammad al-Qahtani yang notabene saudara iparnya. Mereka berdua kompak masalah akidah. Muhammad al-Qahtani sendiri mengaku sebagai Imam Mahdi yang akan menuntun manusia pada Hari Penghakiman. Pengikutnya melakukan glorifikasi bahwa nama Muhammad serupa dengan Rasulullah Muhammad SAW dan kelak sama-sama datang ke Mekkah melalui sisi utara.



Pendudukan
Pendudukan Masjidil Haram 1979, Ketika Darah Tumpah di Tanah Suci
Juhaiman al-Otaybi berkhotbah di depan Kakbah.
Sumber

Setelah bebas, mereka menyusun rencana menduduki Masjidil Haram. Tanggal penyerangan diputuskan 20 November 1979 yang dalam kalender Hijriah bertepatan dengan mujaddid, kepercayaan masyarakat Arab bahwa pada pergantian abad kalender Islam akan muncul seseorang untuk memurnikan Islam dari pengaruh-pengaruh asing dan bid'ah.

Juhaiman al-Otaybi dan Muhammad al-Qahtani mendapat banyak sumbangan dari pengikut yang kaya. Beberapa pengikut juga merupakan anggota/mantan militer mumpuni. Melalui prajurit Garda Nasional Arab Saudi yang simpati, kelompok mereka menyelundupkan senjata, amunisi, masker gas, dan perlatan tempur lainnya ke dalam kompleks Masjidil Haram seminggu sebelum hari H. Semuanya diletakkan di ratusan kamar sempit bawah tanah di bawah kompleks masjid.

Pagi hari tanggal 20 November 1979, imam Masjidil Haram, Sheikh Mohammed al-Subayil baru selesai memimpin salat Subuh 50.000 jamaah saat tiba-tiba sekitar 400-500 orang pemberontak yang menyamar sebagai peziarah mengeluarkan senjata dari balik jubah. Mereka mengunci gerbang setelah sebelumnya membunuh 2 polisi yang hanya bersenjatakan tongkat kayu. Ketika itu Masjidil Haram sedang direnovasi oleh Saudi Binladin Group. Seorang pekerja konstruksi sempat melaporkan insiden pembajakan ke dunia luar sebelum para pemberontak memotong saluran komunikasi.

Para pemberontak membebaskan sebagian besar sandera, terutama peziarah non-Arab yang tak mampu berbahasa Arab, beberapa di antaranya peziarah asal Indonesia. Sisanya dibiarkan terkunci di dalam area kompleks masjid. Mereka mengambil posisi bertahan di tingkat atas masjid. Penembak jitu pemberontak ditempatkan di menara-menara masjid.

Dunia gempar atas insiden di Tanah Suci. Pemimpin Iran Ayatollah Khomeini menuding Amerika Serikat dan Zionis sebagai dalang kejadian. Amerika Serikat menuding balik Iran sebagai otak penyerangan. Sementara itu, di Islamabad, Pakistan, gedung Kedubes Amerika Serikat diserang dan dibakar massa. Seminggu kemudian hal serupa terjadi di Tripoli, Libya. Demonstrasi anti-Amerika meluas di sejumlah negara, seperti Bangladesh, Filipina, Turki, dan UEA. Arab Saudi bagian timur tak luput dari aksi demonstrasi, meskipun aparat berwenang menyatakan tak ada keterlibatan Amerika Serikat dalam insiden di Masjidil Haram.

Tak ada seorang pun yang tahu berapa jumlah sandera. Pada saat kejadian, Putra Mahkota Pangeran Fahd sedang menghadiri KTT Arab di Tunisia. Komandan Garda Nasional Arab Saudi Pangeran Abdullah juga sedang kunjungan ke Maroko. Raja Khalid melimpahkan tanggung jawab kepada Pangeran Sultan (Menhan) dan Pangeran Nayef (Mendagri) untuk menyelesaikan insiden.



Pembebasan
Pendudukan Masjidil Haram 1979, Ketika Darah Tumpah di Tanah Suci
Tampak asap membumbung saat pertempuran di Masjidil Haram.
Sumber

Dengan cepat 100 petugas keamanan Kemendagri berusaha melumpuhkan pemberontak, namun gagal dan justru menimbulkan banyak korban jiwa. Pasukan gabungan Tentara Kerajaan dan Garda Nasional Arab Saudi bersiaga di luar kompleks masjid. Atas permintaan Kerajaan, 3 komandan GIGN (unit taktis militer Perancis) ditunjuk sebagai penasihat. Menjelang malam, Mekkah telah dievakuasi keseluruhan. Pangeran Sultan menunjuk kepala intelejen Turki bin Faisal al-Saud untuk mengambil alih garis depan.

Kerajaan Arab Saudi dibuat kebingungan karena Islam melarang segala jenis kekerasan di Masjidil Haram. Melalui tarik-ulur Kerajaan dengan pihak ulama, akhirnya dikeluarkan fatwa untuk memungkinkan penggunaan kekerasan demi menguasai kembali Tanah Suci.

Serangan dilancarkan ke 3 gerbang utama, namun tetap bisa dihalau karena pertahanan pemberontak sangat solid Sebaliknya penembak jitu di menara-menara masjid leluasa mengincar pasukan Saudi yang tanpa perlindungan. Sementara itu, pemberontak terus menyuarakan tuntutan melalui pengeras suara yang menginginkan agar Arab Saudi menghentikan ekspor minyak ke Amerika Serikat dan pengusiran semua sipil dan militer asing di jazirah Arab.

Pendudukan Masjidil Haram 1979, Ketika Darah Tumpah di Tanah Suci
Pasukan Saudi bertempur di bawah tanah Kakbah.
Sumber

Secara resmi Kerajaan Arab Saudi menyatakan menghindari korban jiwa dan memilih pengepungan total agar pemberontak kelaparan, padahal serangan sesungguhnya justru lebih frontal dengan mengebor lantai masjid dan penggunaan tabung gas yang ditembakkan dengan kabel bahan peledak. Hal ini membuat pemberontak kocar-kacir. Menurut kabar Kedubes Amerika Serikat tanggal 1 Desember 1979, beberapa pemimpin pemberontak lolos pengepungan. Mereka ini yang beberapa hari ke depan mengobarkan pertempuran sporadis di luar kompleks masjid.



Setelah Insiden
Pendudukan Masjidil Haram 1979, Ketika Darah Tumpah di Tanah Suci
Penangkapan sisa-sisa pemberontak di Masjidil Haram.
Sumber

Pertempuran berlangsung selama 2 minggu dan berakhir tanggal 4 Desember 1979. Insiden ini menewaskan 255 orang yang terdiri dari peziarah, pemberontak, dan militer, serta melukai 560 lainnya. Dari pihak militer Saudi melaporkan 127 tewas dan 451 terluka.

Muhammad al-Qahtani tewas dalam pertempuran, sementara Juhaiman al-Otaybi dan 67 rekannya yang selamat ditangkap. Tak ada keringanan hukuman dari Dewan Mufti yang menyatakan semua terdakwa bersalah atas 7 kejahatan:

1. Melanggar kesucian Masjidil Haram.

2. Melanggar kesucian bulan Muharram.

3. Membunuh sesama Muslim.

4. Tidak mematuhi otoritas yang sah.

5. Menunda salat di Masjidil Haram.

6. Berdosa dalam mengidentifikasi Imam Mahdi.

7. Mengekspolitasi orang yang tak bersalah untuk tindakan kriminal.

Juhaiman al-Otaybi dan 67 lainnya dihukum pancung. Semua pemberontak dipenggal di depan umum di 8 kota: Buraidah, Dammam, Mekkah, Madinah, Riyadh, Abha, Ha'il, dan Tabuk. Tujuannya sebagai shock therapy kepada mereka yang kemungkinan terpapar radikalisme ekstrem.

Lucunya pihak Kerajaan tidak bereaksi melawan pergolakan, sebaliknya para ulama dan golongan konservatif agama justru mendapat lebih banyak kekuasaan di era berikutnya. Raja Khalid beranggapan bahwa solusi untuk pergolakan agama itu sederhana: lebih banyak agama.

Dimulai dari pelarangan foto-foto perempuan di media massa, lalu penutupan bioskop dan toko musik. Kurikulum agama bertambah jam studinya dan kelas mata pelajaran sejarah non-Islam dicabut. Pemisahan gender semakin ketat dan polisi agama memiliki porsi luas. Sementara itu, Sheikh Abdul Aziz bin Baz kelak menjadi mufti besar Arab Saudi.

emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia

Sumber Referensi:
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7

emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia

Sekian thread dari ane. Ambil bagusnya, buang buruknya. Semoga bermanfaat. Bye.

emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Rate 5 Star
profile-picture
profile-picture
profile-picture
androidiot dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Mungkin GanSis Berminat Melihat Thread Ane yang Lain Hehe?

Pendudukan Masjidil Haram 1979, Ketika Darah Tumpah di Tanah Suci

~Thread HT~
7 Olahraga Beregu Ini Populer Banget di Negara Lain, Tapi Gak di Indonesia HT #1

Terbaru! Negara ASEAN Mana yang Paspornya Paling Sakti? Indonesia? HT #2

Jenis-Jenis Anak Kost/Kontrakan di Mata Pemilik Kost/Kontrakan HT #3

Peta Kekuatan Lawan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 HT #4

Beberapa Fakta Unik Bendera Negara-Negara di Dunia HT #5

Indonesia vs Malaysia, Apa Kata Orang Malaysia? HT #6

Kucing Kesayangannya Mati, Pengusaha Muda Tiongkok Memilih Kloning HT #7

GanSis Bahasa Indonesia Sebenarnya Punya 2 Bunyi Vokal "O" Loh! HT #8

Parah! Makanan Dijadikan Pembatas Buku HT #9

Pembantaian Liga Bodo, Bersih-Bersih Komunis Ala Korea Selatan HT #10

Sepasang Kodok yang Baru Dinikahkan Harus Cerai Paksa Karena Hujan Lebat HT #11

Gokil! Eksisnya Polisi, Damkar, Tentara, dan Emergency di Viral Tetris Challenge HT #12

Teror Orang Bunian di Gunung Daik HT #13

Acara Pemakaman Geger, Suara dari Dalam Kubur: Keluarkan Aku, di Sini Sangat Gelap! HT #14

Cuitan Gokil Warganet Tentang Anggaran Lem Aibon 82 Miliar di Dinas Pendidikan DKI HT #15

Polskie Sily Powietrzne, Sepak Terjang Pilot Polandia di Perang Dunia II HT #16

Mau ke Perancis Atau Suka Melihat Liga Perancis? Jangan Salah Ucap Nama Kota-Kota Ini HT #17

Yang Kyoungjong, Balada Hidup Prajurit Korea yang Membela 3 Negara di Perang Dunia II HT #18

Sakoku, Saat Jepang Menutup Diri dari Dunia Luar HT #19

6 Perusahaan Produsen Handphone Tertua di Dunia, Dulu Mereka Menjual Apa Ya GanSis? HT #20

Lucu! Begini Jadinya Kalau Kucing Berukuran Lebih Besar Daripada Manusia HT #21

16 Kepala Negara/Pemerintahan Ini Ternyata Seorang Poliglot! Ada Bung Karno GanSis! HT #22

5 Jenis Olahraga Seru yang Wajib Menggunakan Kuda, Apa Saja GanSis? HT #23

Penghargaan Ballon d'Or 2019 Menjadi Milik Messi GanSis! HT #24

Cina, China, Chinese, Tionghoa, Tiongkok, RRC, RRT... Apa Sih Perbedaannya? HT #25

Konflik Nagorno-Karabakh, Jalan Terjal Armenia dan Azerbaijan Menuju Perdamaian HT #26

Kamp Sobibor, Antara Kematian dan Pemberontakan HT #27

Pendudukan Masjidil Haram 1979, Ketika Darah Tumpah di Tanah Suci

~Thread Lainnya~
Nostalgia GanSis, 3 Lagu Pengiring Pada Serial TV Kera Sakti

Kocak! Bapak Ini Membeli Snack Keju, Eh Isinya Cuma Sebiji

Ceroboh! Pesawat Mendarat Darurat Gara-Gara Kopi Pilot Tumpah ke Panel Kokpit

Seorang Wanita AS Bermimpi Menelan Cincin Pertunangannya, Eh Ternyata Betulan!

Tegas, Ini Cara Negeri Selangor Malaysia Menghukum Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan

Beijing Daxi International Airport Bandara Terbesar di Dunia Bakal Beroperasi GanSis!

Nekat Melawan Ular, Seekor Pitbull Berkorban Nyawa Demi Melindungi Tuannya

Hagibis, Musim Topan Pasifik yang Menjadi Momok Menakutkan Negeri Sakura

Penghargaan Nobel 2019, Siapa Saja Peraihnya?

Jangan Tertukar, Bentuk Negara dan Bentuk Pemerintahan Itu Dua Hal Berbeda GanSis!

Gak Sadar Mempunyai Lukisan Berharga di Dapurnya, Nenek Ini Menjadi Miliarder GanSis!

Negara-Negara Ini Memiliki Tanggal Hari Kemerdekaan yang Sama GanSis! Ada Indonesia!

Pendudukan Masjidil Haram 1979, Ketika Darah Tumpah di Tanah Suci

Pendudukan Masjidil Haram 1979, Ketika Darah Tumpah di Tanah Suci

~Thread Kaskus Kreator~
Stop Rasisme, Memang Bisa?

Dari Palangkaraya, Jonggol, Karawang, ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara

Komnas Perempuan, Saat Habibie Menghormati Perempuan dengan Caranya Sendiri

Ada Apa Dengan Olahraga Indonesia? Gak Ada Apa-Apa Kok GanSis

Merajut Bhinneka Tunggal Ika Dengan Berkomunitas

Win-Win Solution Polemik Pulau Komodo, Konservasi dan Ekonomi Sama Pentingnya

Samhain, Festival Panen Bangsa Kelt yang Menjadi Cikal-Bakal Halloween

Naskah Film Pendek: ANTARA MI GORENG, TELUR MERAH, DAN TEMPE MENDOAN

Jultagi, Kesenian Berjalan di Atas Tali dari Korea
Diubah oleh mengeja
sip, Gan. jadi sedikit lebih tahu sejarahnya 😊
Berarti ini asal usul awal nongolnya kadrun radikal ya

Pantesan ikhwanul muslimin dianggap teroris oleh arab
Lihat 1 balasan
Memang mazhab Hanbali itu ketat banget, ya. Cuma unik saja, sih. Bani Saud saja bisa dianggap lunak, apa kabar kelompok Ikhwan ini?

emoticon-Hammer (S)
Lihat 1 balasan
Balasan post afo.mikami
Ini beda sama ikhwanul muslimin, kalo Al Ikhwan nama kabilah, sementara Ikhwanul Muslimin nama organisasi yang didirikan di Mesir (meskipun dua-duanya sama sama ekstrem).

Al Ikhwan ini adalah faksi radikal dari kelompok Wahabi saja, bukan organisasi radikal internasional.
loper koran living with loper koran = big problem
Balasan post astrophel
Quote:


ketat dalam hal apa puh?
dalam hal fiqh, Hanbali cenderung menerima banyak hadits dha'if buat hujjah mereka, dimana hadits-hadits itu tidak hanya isnad-nya yang bermasalah, tapi juga matan-nya yang banyak mengandung eksklusifisme. makanya kebanyakan radikal fundamentalis datang dari madzhab ini, meskipun sebenarnya 'ulama-'ulama terdahulunya bisa dibilang cukup moderat kok, termasuk Ahmad bin Hanbal sendiri.
Diubah oleh tyrodinthor
Quote:

Aku sepuh, berarti Gan Tyro embahnya sepuh.

emoticon-Hammer (S)

Itu kurang penulisan. Maksudnya orang yang mengadopsi mazhab ini, bukan mazhabnya.
Lihat 1 balasan
Quote:


gak lah.

jauh sebelum ini.


i bring you back to 7th century.


ngakak
Balasan post astrophel
Quote:


Hanbali dari sisi fiqh sangat fleksibel. mereka terbiasa berupaya mengangkat hadits-hadits yang dha'if menjadi hasan, bahkan shahih.

persyaratannya juga ringan, misalnya ada hadits mursal/terputus (dimana hadits mursal adalah pada dasarnya hadits dha'if), namun di mata Hanbali, bila perawinya tsiqah, hadits itu sudah bisa jadi shahih.

lalu hadits-hadits semacam ini sudah bisa jadi hujjah (argumen). kadang juga ditemui kasus dimana hadits yang mukhtalaf (diperselisihkan) juga bisa menjadi hasan, dan bisa dijadikan hujjah.

hasilnya, madzhab Hanbali melahirkan Islam yang rada ketat dan sering dianggap fundamentalis radikal.

berbeda dengan Syafi'i, yang dari sisi fiqh mereka lebih ketat. kebalikan dengan Hanbali, Syafi'i bahkan tidak serta-merta menjadikan hadits yang shahih sebagai hujjah.

bahkan, hadits dha'if yang bisa diangkat ke tingkat hasan saja syaratnya cukup banyak. misalnya hadits mursal, tidak cukup dengan perawi yang tsiqah.

hadits mursal itu harus didukung riwayat bil-ma'na lain (hadits berbeda matan namun maknanya sama).

lalu juga riwayat itu harus lebih kuat (isnadnya bersambung/muttashil), artinya tidak munkar (menyelisih perawi lain yang lebih tsiqah) atau disebut rajih.

hasilnya, madzhab Syafi'i melahirkan Islam yang moderat dan non-fundamentalis.

sedangkan dari sisi hadits, Hanbali lebih ketat. bagi mereka dalil itu paling utama, akal itu nomor belakangan (begitu juga dengan Maliki dan Hanafi). berbeda dengan Syafi'i, mereka berupaya menyeimbangkan dalil dengan akal.

just sharing aja ya puh, no OOT emoticon-Embarrassment

btw bukan sekali dua kali Ka'bah itu diserbu, atau jadi medan perang. di masa Zubairiyyah 2x ekspedisi 'Umayyah, Ka'bah bahkan hancur lebur. di masa Fathimiyyah juga Hajarul-Aswad pernah dicuri. begitu seterusnya, jadi gak perlu heran jika ada sabotase Ka'bah. Ka'bah secara simbolis seringkali menjadi tempat asal-usul Imam Mahdi dan akan di-bai'at ummat Muslim di sana, sehingga sejumlah revolusioner/teroris memang muncul dari tempat itu dan mengklaim diri sebagai Imam Mahdi.
Quote:


wah... ini ulama kebanggaan FE neh emoticon-Ngakak (S)

btw, kalau saja kemarin ISIS tetap digdaya, mereka sudah mengancam akan menyerbu Makkah dan menghancurkan Kakbah, mungkin bakal lebih parah lagi kali dr peistiwa 1979 ini emoticon-Ngacir
Quote:

Ya, maksud ane ketat adalah penganutnya yang tekstual banget.

Salah satu faktor mazhab Hanbali sepi peminat juga mungkin itu, lebih mendahulukan nash daripada qiyas. Terlepas mazhab ini memang muncul belakangan dibandingkan tiga aswaja lainnya dan cenderung ketat dengan dalih amar ma'ruf nahi munkar.

Bisa jadi mereka begitu karena lahir di era mu'tazilah, ya? Ibarat SJW agama.

emoticon-Hammer (S)

Imam Ahmad sendiri pun sempat dipenjara oleh Ma'mun ar-Rasyid, pemimpin Abbasiyyah yang dekat dengan ilmuwan Islam.

Omong-omong tanggapan Gan Tyro bagaimana nih melihat Saudi yang saat ini semakin moderat? Obsesi mereka kan Saudi Vision 2030.
profile-picture
tyrodinthor memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Balasan post astrophel
Quote:


yap. betul puh. mihnah itu salah satu pemicu bangkitnya ahlus-sunnah. ketika Al-Mutawakkil mencabut kebijakan mihnah, ahlul-hadits mulai marak menulis/men-takhrij hadits.

Quote:


semakin moderat kalo masih fundamentalis juga gak guna sih puh. gw gatau soal Saudi Vision 2030, boleh dijelasin puh? barangkali ada agenda non-fundamentalisme di dalam proyek tsb. penyakitnya Saudi kan di sini. awal mulanya dulu mereka cukup sekuler, bahkan sampe tahun 1970an masih banyak cewe-cewe Saudi gak berjilbab. gw pernah liat video wawancara ke salah satu siswi/mahasiswi di Jeddah tentang sunnah berhijab, kata mereka itu cuma tradisi kolot.

tiba-tiba Saudi jadi fundamentalis secara perlahan karena niat awalnya mungkin memang untuk meredam radikalisme dengan memberi peluang besar buat mufti dan 'ulama dalam kancah religious authority. setelah melihat perkembangannya, ternyata malah semakin mengkhawatirkan. kadrun seperti Osama bin Laden adalah salah satu produknya. dan gw rasa, masalah utamanya adalah pemikiran yang fundamentalisme.

gw rasa cara yang bisa ditempuh Saudi adalah sekularisasi dunia pendidikan dan liberalisasi pemikiran agama harus dikembangkan biar kembali lagi seperti masa jaya intelektual Muslim di masa lalu, zaman dimana ikhtilaf tumbuh-subur di kalangan 'ulama klasik. dan gw lebih suka melihat Islam seperti itu. Islam yang kritis, inklusif, liberal, plural, moderat, dan dialektik. dan ini gak susah buat Saudi kok, asal mau serius menghapus fundamentalisme dan kembali ke Saudi yang moderat.
Diubah oleh tyrodinthor
Balasan post tyrodinthor
Quote:


nih puh @astrophel ane nemu video wawancaranya.

Balasan post tyrodinthor
Quote:


Gak segampang itu puh Tyr.
Kerajaan Arab Saudi itu lahir dari perpaduan pragmatisme politik dinasti Saud dengan wahabisme dan support kabilah tradisional sbg pilarnya.

meskipun Rajanya sekalipun mendukung modernisasi tapi berkembangnya demokrasi dan liberalisme yg lebih ditakuti dinasti Saud karena berpotensi pada tuntutan mengurangi privilege para pangeran bahkan dapat meruntuhkan eksistensi dinasti Saud itu sendiri. Spt hal nya monarki2 Hashemid, Pahlevi dan Yahya Imamat yg disapu gelombang revolusi di era Perang dingin.

Jadi kelompok konservatifme dan tradisional akan tetap jadi pilihan utama dinasti Saud utk melanggengkan kekuasaanya. Dg memberi authority lebih kepada kaum tradisional adalah konsekuensi yg harus dibayar.

Ambil contoh saat Raja Abdulah berkuasa tahun 2005. Segenap program modernisasi dan moderat sudah digelontorkan

1)menunjuk 30 perempuan untuk menempati Majlis al-Shura—dewan penasihat kerajaan. Langkah ini adalah gebrakan yang fenomenal mengingat perempuan selalu termarginalkan di lanskap sosial-politik Saudi. Dengan penunjukan tersebut, Abdullah seperti ingin menegaskan kepada khalayak bahwa Saudi bisa menjunjung tinggi hak maupun partisipasi perempuan.
2) Kemudian, pada 2009, Abdullah meresmikan institusi pendidikan bernama King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) yang dibangun dengan biaya sekitar 10 miliar dolar.
3)Di saat bersamaan, Abdullah juga menyediakan beasiswa bagi anak-anak muda Saudi yang ingin belajar ke luar negeri.
4)Abdullah turut merombak kurikulum di mana doktrin-doktrin non-Wahabi dapat diajarkan di setiap sekolah.
5)Sedangkan dari segi ekonomi, Abdullah menggelontorkan ratusan miliar riyal untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Saudi dengan, di antaranya, memberi kompensasi kepada mereka yang tengah mencari pekerjaan sampai menaikkan gaji semua pegawai negeri. Di luar itu, Abdullah juga mendorong swasta agar lebih aktif berpartisipasi dalam pembangunan.


Tapi langkah2 progresif tersebut justru menjebak raja abdulah dalam dilema karena Dinasti Saud terancam dg sikap kritis warga nya thd ketimpangam dan kebobrokan dinasti Saud. Akibatnya Raja kembali berpihak pada kebijakan lama utk mendapat dukungan kelompok konservatif spt
- meski memberi peran lebih kepada perempuan dlm politik tetapi Sistem perwalian dipertahankan shg perempuan dilarang bepergian sendiri, menjalankan bisnis, atau melakukan prosedur medis tertentu tanpa izin dari wali laki-laki mereka.
- Penangkapan sewenang-wenang tanpa proses pengadilan yang proporsional menjadi pemandangan yang jamak dijumpai. Mereka yang ditangkap adalah orang-orang yang kritis terhadap pemerintah dan kebobrokan kerajaan.
- Rezim Abdullah juga tak ragu untuk memberedel media yang mencoba mengkritik kebijakan pemerintah sampai ulama, di samping menangkapi aktivis pro-reformasi dan HAM yang getol menyerukan pembaharuan.

- Bukan kali ini saja Abdullah bermasalah dengan pelanggaran HAM. Pasca-9/11, sekitar 10 ribu orang telah ditangkap atas tuduhan terorisme. Banyak di antara mereka diringkus tanpa bukti yang kuat. Setelah ditangkap, mereka diwajibkan mengikuti program deradikalisasi. Ada yang dilakukan dengan cara “lunak,” ada pula yang ditanggapi dengan “keras.” Celakanya, tujuan deradikalisasi tersebut banyak yang berujung senjata makan tuan. Setelah bebas, mereka justru bergabung dengan kelompok militan yang berafiliasi kepada Al-Qaeda dan melancarkan teror di kawasan Semenanjung Arab.

Sumber : https://tirto.id/raja-abdullah-dan-reformasi-arab-saudi-yang-cuma-retorika-euh2

jadi menurut ane reformasi MBS pun akan bernasib sama dg abdulah. Selama Dinasti Saud tidak mau mereformasi dirinya sendiri jangan harap negara Arab Saudi akan berubah
Diubah oleh mamorukun
Balasan post mamorukun
Quote:


why edited om kun?
kasian deh liat video siswi Saudi di atas, cita-cita mau kuliah di US, terus jadi social worker. gamau pake jilbab, "jt's just Muslim custom". gatau deh abis itu, cita-citanya sempet kesampean apa kandas jadi hijaber emoticon-Turut Berduka
Balasan post tyrodinthor
Quote:


Udah ane update om diatas nya
Suku Ikhwan sekutu al-Saud tidak memberontak dari raja Abdulaziz.
Itu hanya perbedaan pendapat beberapa fraksi, terutama masalah penyerangan ke Utara. Dan mereka tidak semua disikirkan, suku mereka ada sampai hari ini.
Dan mereka juga tidak mewaikili semua Ikhwan ataupun sukunya saat itu.

Dan si Juhayman memamglah dari suku Ikhwan yang bertranformasi menjadi SANG (Saudi Arabia National Guard). Tapi Juhayman terpengaruh oleh nilai-nilai Muslim Brotherhood yang diberi kebebasan oleh Kerajaan untuk mengisi sektor pendidikan.

Orang IM/MB yang lari dari Mesir diberi tempat di Saudi. Dan mereka memanglah banyak membantu Saudi dan sekutunya saat perang Dingin Arab melawan orang Arab-baath.

Tapi watak mereka memang ingin berkuasa, tak puas mereka hanya jadi pengajar.
Dan setelah kejadian ini Kerajaan mulai memusuhi Ikhwanul muslimin.

Tolong bedakan suku Ikhwan ibn Saud & Ikhwanul Muslimin Hasan al-Banna!
Diubah oleh king.mbs
Quote:


emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin

Oh ya, jadi kelompok radikal fundamentalis apa yang ada di negara major Hanbali?

Lalu major Shafi'i moderat non-fundamentalis? Setahu saya Kartosuwiryo, Mujahideen Indonesia Timur, Aceh movement itu ada di Indonesia.

Dan itu belum yang lainnya.
Diubah oleh king.mbs
Quote:



4)Abdullah turut merombak kurikulum di mana doktrin-doktrin non-Wahabi dapat diajarkan di setiap sekolah.

↑ Raja Saudi tak akan melakukan itu.
Sayang sekali teman, itu tak kan terjadi.


Dibawah MbS, Saudi sudah-sudah sangat banyak berubah, Ekonomi, Sosial-Politik, bahkan Militer dan tentunya kebijakan luar negeri.

Tapi jikala maksud anda Saudi berubah dan akan menjadi non-Wahabi, itu tak akan terjadi.
MbS tak akan menambah nambah cara ibadah, seperti Maulid (muhammad birthday).

Maaf ya. emoticon-Malu (S)
Diubah oleh king.mbs
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di