CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Saat Si Jago Merah Merampas Tempat Pengajian Ratusan Anak di Kukar
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e46acf028c9913e4f06c5ab/saat-si-jago-merah-merampas-tempat-pengajian-ratusan-anak-di-kukar

Saat Si Jago Merah Merampas Tempat Pengajian Ratusan Anak di Kukar

Saat Si Jago Merah Merampas Tempat Pengajian Ratusan Anak di Kukar

Presisi - Rabu (12/2) dini hari sekitar pukul 02.15 Wita, Sudirmantoko Pembina Taman Pengajian Al-Quran (TPA) Darul Quran Al-Falah, dibikin panik lantaran kobaran api tengah asik menari, menyambar satu per satu bangunan berkontruksi kayu, termasuk tempat dimana dia membina ratusan anak di Desa Kota Bangun Ulu.

Saat itu, Sudirmantoko, bersama istri dan keenam anaknya tengah beristirahat. Setelah cukup lelah, menyiapkan dekorasi milad ke 8 tahun TPA Darul Quran Al-Falah, yang rencananya di gelar pada Sabtu (15/2) malam besok.

Sayangnya, amukan si jago merah lebih dahulu melahap habis bangunan yang di tinggalinya selama lebih kurang 8 tahun, untuk membina ratusan anak dalam menumbuh kembangkan pengetahuannya tentang agama Islam.

“Ruangan itu sudah kami dekor, untuk persiapan milad dan festival santri yang ketiga. Tahun ini, sudah kami persiapkan ada 10 cabang lomba, sekaligus untuk pembibitan anak-anak di MTQ,” kenang Sudirmantoko, saat ditemui Presisi.co ditempat pengungsian sementaranya di kawasan Perumahan BPP, Kota Bangun, Kamis (13/2).

Tepat pada bulan Februari, 8 tahun silam. Saat itu, Sudirmantoko melihat potensi pengembangan minat anak-anak di Desa Kota Bangun Ulu, untuk bisa menjadi bibit pendakwah dan imam masa depan.

Saat Si Jago Merah Merampas Tempat Pengajian Ratusan Anak di Kukar

Foto : Sudirmantoko, Pembina TPA Darul Quraln Al-Falah di Desa Kota Bangun Ulu.

“Mulai sejak awal saya ajak anak-anak, disini bukan sekadar belajar ngaji, makanya habis ngaji jangan pulang. Kita latihan untuk jadi imam dan dakwah,” kenang Sudirmantoko.

Tahun ini, tak kurang dari 125 anak, aktif mengikuti kegiatan di TPA Darul Quran Al-Falah. Jumlah itu, dikatakannya berkurang mengingat 2 tahun lalu, jumlah anak binaanya mencapai lebih dari 200 anak.

Namun demikian, Sudirmantoko mengaku, menumbuh kembangkan semangat anak-anak terhadap agama amatlah penting. 

Apa lagi, dalam perayaan milad dan festival santri yang kini gagal terlaksana, dirinya menyebut sudah mempersiapkan 102 piala bagi anak-anak binaannya.

“Supaya saat tampil, anak-anak sudah bersemangat melihat piala itu. Saya berusaha, meski mereka kalah, tetap diberi hadiah, asal berani tampil,” ungkapnya.


Saat Si Jago Merah Merampas Tempat Pengajian Ratusan Anak di Kukar

Pasca peristiwa kebakaran itu, dengan nada yang cukup berat, Sudirmantoko mengaku sulit menjawab pertanyaan yang dilontarkan anak-anak binaannya terkait lanjut atau tidaknya pengajian yang rutin mereka hadiri, sebelum TPA mereka hangus terbakar.

“Kalau Pak Ustad masih ada yang mau ngaji, pasti diajarin. Sekarang kita ngajinya dimana?,” ungkapnya.

Diakui Sudirman, meski TPA mereka habis terbakar, namun sehari setelah kejadian masih banyak anak binaannya yang menanti di Masjid Al Jamal, Kecamatan Kota Bangun.

“Anak-anak ini mengira, pengajian dipindah ke Masjid. Sementara, pengajian diliburkan. Hingga ada tempat baru untuk menjaga motivasi belajar anak-anak.” Tuturnya.

Meski turut menjadi korban atas peristiwa kebakaran ini, namun semangat membina generasi pendakwah di Kota Bangun yang dimiliki oleh Sudirmantoko, wajib diacungi jempol.

Dibantu dengan beberapa remaja yang ikut membina anak-anak di TPA Darul Quran Al-Falah, Sudirmantoko hingga saat ini masih terus mencari lokasi baru tempat dirinya melanjutkan proses pembinaan anak-anak Kota Bangun, mempelajari ilmu agama Islam, sejak dini.

“Terpenting adalah semangat belajar anak-anak, jangan sampai kendor. Kalaupun ada tempat baru, meski jauh saya pasti hadir untuk melanjutkan pembinaan,” ungkapnya lagi.

Selama ini, Sudirmantoko mengaku tak pernah membatasi siapa saja yang bisa ikut di TPA Darul Quran Al-Falah. Diantara ratusan anak yang dibinanya, ada pula yang berumur tiga tahun, hingga remaja.

Dia berharap, jajaran desa bisa ikut mengkondisikan lokasi tempat kebakaran itu, dapat kembali dipulihkan sebagai pusat kegiatan Keislaman, mengingat lokasi tersebut disebutnya strategis dan mudah diakses masyarakat.

“Sebagian besar anak binaan kami, berasal dari situ. Masjid juga dekat.” Tutupnya.

Sumber Berita :

https://presisi.co/read/2020/02/14/4...empat-mengaji

profile-picture
nomorelies memberi reputasi
Kalo ngikutin logika kadrun, musibah kaya gini berarti sedang diazab awloh emoticon-Imlek
profile-picture
profile-picture
pickachoose dan Ranchufish memberi reputasi
turut prihatin
profile-picture
pickachoose memberi reputasi
cebong ga us ikut2 kampret nyumpahin org susah
azab yesus kristus yg sangat pedih bagi nasbung @noiscatt
azab dari dewi amaterasu emoticon-Takut
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Lihat 1 balasan
Balasan post noiscatt
inilah kampret pecinta bencana.. mudah2an ente dihindarkan dari bencana..
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Lihat 1 balasan
Balasan post noiscatt
nggak jg.. gw ga punya urusan sama gereja..
monyet goblog! emoticon-Big Grin
wakakakakaka...
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Lihat 1 balasan
astajim, tempat ngaji dirampas si jago merah emoticon-Kagets
Balasan post noiscatt
emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
Orang kena musibah kok pada kesenangan
Lagian noh ya orang di kota bangun ini jangan lu samain dengan daerah terkutuk cem jabar ama sumatra

Orangnya beda bener
Makanya bisa jadi ibukota karena kaga mungkin preman agama bisa idup disana
mampus
Azab ? Dewa api mejusi?
azab kata kadrun mah emoticon-Traveller
coba kalau ga nari, ga kebakaran ga tuh
azab atau cobaan?



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di