CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Tahukah Kamu, Inilah 3 Ketakutan Terbesar Manusia dalam Hidupnya
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e466f9d9a972e4556161b4b/tahukah-kamu-inilah-3-ketakutan-terbesar-manusia-dalam-hidupnya

Tahukah Kamu, Inilah 3 Ketakutan Terbesar Manusia dalam Hidupnya

Tahukah Kamu, Inilah 3 Ketakutan Terbesar Manusia dalam Hidupnya

Selamat sore kaskuser dan pembaca setia akun Katakhoi. Semoga hari ini adalah hari yang paling membahagiakan setelah begitu lama dinanti-nantikan.

Jika berbicara tentang ketakutan, ada begitu banyak hal yang ditakutkan manusia dalam hidupnya. Mulai dari hal besar hingga hal terkecil sekali pun. Mengingat bahwa manusia adalah makhluk yang diciptakan begitu sempurna dengan akal sehatnya yang sempurna juga, pasti akan ada banyak ketakutan yang seringkali menghantuinya. Bahkan, tidak hanya menghantui, ketakutan-ketakutan itu terkadang membuat manusia enggan untuk mencoba, dipenuhi rasa khawatir, dan semacam kegelisahan yang lain.

Namun, yang namanya hidup memang tidak akan terlepas dari yang namanya ketakutan. Rasa takut merupakan salah satu dari pasang surutnya sebuah perasaan. Jadi memang wajar saja jika ketakutan itu membuat kita khawatir. Akan tetapi jangan sampai ketakutan itu membuat kita menutup diri dari yang lainnya. Tahukah kamu bahwa ketakutan-ketakutan terbesar dalam hidup manusia dan yang paling umum, dalam artian mau muda atau tua pasti pernah merasakan ketakutan itu.

Tahukah Kamu, Inilah 3 Ketakutan Terbesar Manusia dalam Hidupnya

Agar tahu lebih jelasnya, yuk, simak penjelasan di bawah ini tentang 3 ketakutan terbesar manusia dalam hidupnya.


1. Takut kehilangan

Tahukah Kamu, Inilah 3 Ketakutan Terbesar Manusia dalam Hidupnya

Tidak bisa dipungkiri bahwa ketakutan manusia akan kehilangan itu sudah menjadi darah daging yang sangat sulit untuk dihilangkan. Baik itu takut kehilangan cintanya, kehilangan keluarganya, kehilangan barang-barang berharganya, kehilangan jabatannya dan segala kehilangan-kehilangan lainnya yang menimbulkan rasa takut begitu besar dalam diri manusia.


Namun, meskipun rasa takut itu begitu besar, yang namanya kehilangan pasti semua orang akan merasakannya. Mengingat bahwa di dunia ini tidak ada yang abadi, maka setakut apa pun manusia akan kehilangan, mereka harus benar-benar menyiapkan diri untuk menghadapinya.

2. Takut kegagalan

Tahukah Kamu, Inilah 3 Ketakutan Terbesar Manusia dalam Hidupnya

Baik orang kaya atau miskin, semua pasti pernah merasakan yang namanya takut gagal. Baik orang tua, remaja, anak-anak semua pasti pernah merasakan takut gagal. Di dunia ini hanya ada dua pilihan dalam setiap perjuangan: keberhasilan dan kegagalan. Mereka yang pada akhirnya berhasil pasti pernah merasakan yang namanya takut gagal saat ingin memulai dan mencoba.


Namun, ketahuilah, saat ketakutan ini kamu pelihara dalam hati dan pikiranmu, maka percayalah tidak akan pernah ada keberhasilan untukmu. Semua manusia di dunia ini pernah merasakan takut gagal, tapi tidak semua manusia di dunia ini bisa mengalahkan rasa takutnya akan kegagalan.

3. Takut kematian

Tahukah Kamu, Inilah 3 Ketakutan Terbesar Manusia dalam Hidupnya

Siapa makhluk hidup di dunia ini yang tidak takut akan kematian? Terlepas dari sudut pandang agama, pasti sekecil atau sebesar apa pun ada rasa takut akan kematian. Mengapa? Karena kematian adalah sesuatu yang hanya bisa terjadi satu kali seumur hidup manusia. Dan jika sudah terjadi, maka tidak ada lagi kesempatan untuk hidup di dunia. Itulah mengapa kematian menjadi sesuatu yang paling menakutkan.


Namun, meski sebesar apa pun rasa takut itu semua makhluk hidup di dunia ini pasti akan merasakannya. Yang membedakan hanya waktu. Orang bilang persiapkanlah diri kalian sebelum ajal menjemput, itu memang benar banget. Karena kalau kematian telah menjemput, maka tidak akan ada lagi kesempatan untuk yang kedua kalinya.

Nah, seperti itulah penjelasan dari 3 ketakutan manusia terbesar di dalam hidupnya. Meskipun kita juga sama merasakan hal tersebut, semoga ketakutan itu tidak pernah menghambat kita dalam menjalani kehidupan ini dan tentunya dalam berbagi kebaikan juga.


Narasi dan ide: murni imajinasi sendiri
Sumber gambar:
1
2
3
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bekticahyopurno dan 6 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 7
Selamat membaca. Semoga bemanfaat. ❤
profile-picture
profile-picture
bekticahyopurno dan embunsuci memberi reputasi
Ada yang bisa jawab, mengapa saya tidak memilih takut kemiskinan sebagai ketakutan terbesar manusia dalam hidupnya?
profile-picture
embunsuci memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Aku takut akan ke tiganya.

Quote:


emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
NovellaHikmiHas dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Jika itu membuatmu takut, apalagi aku. Aku tidak bisa tanpamu. emoticon-Wakakaemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan Khadafi05 memberi reputasi
Balasan post Katakhoi
Kalau orang terlahir miskin, apa yang perlu ditakutin karenanya.
Walau memang kalau terlahir miskin, rasa takut akan kelaparan, juga kehilangan orang-orang yang telah mensupport dia selama itu mungkin cenderung lebih dominan.
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan Katakhoi memberi reputasi
Quote:


Nah, bener juga. emoticon-Selamat
Jadi ketakutan akan kemiskinan kurang umum untuk seluruh manusia di dunia ini. Karena hanya orang kaya yang mungkin takut miskin, tapi orang miskin tidak akan takut, ada ketakutan yang lebih dari itu.
profile-picture
embunsuci memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Bener banget siiii, takut kehilangan emang jadi ketakutan terbesar
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan Katakhoi memberi reputasi
Quote:


Memang seperti itu. Ketakutan dasar manusia tapi efeknya begitu besar. emoticon-Frown
profile-picture
embunsuci memberi reputasi
Quote:


Wadauuu ...
Melepuh jantung abang dik emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan Katakhoi memberi reputasi
Diubah oleh Khadafi05
Quote:


Wkwk. Waduhhhh, bahaya kalau sampe melepuh.
Jangan sampe, nanti sakit, aku paling tidak suka melihatmu sakit. Sebab itu adalah kesakitanku juga. emoticon-Wakakaemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
Khadafi05 dan embunsuci memberi reputasi
Balasan post Katakhoi
Dominan, tidak selalu harus diartikan hidupnya dirundung ketakutan. Cenderung ke "cemas".

Tapi bila kemudian orang yang bersangkutan, menempa dirinya dengan puasa-tirakat, dan hidup menyendiri (tidak dalam artian mengucilkan diri, tetapi cenderung membiasakan diri untuk tidak lagi memberati orang-orang yang dekat dengannya), maka kecemasan itupun telah "dikuasai".
Kalau kemudian dalam hidup bertirakat itu, orangnya juga menjalani serangkaian proses meditasi, dan karena kebetulan atau lainnya ia bisa tiba "disana", maka ia juga tidak lagi cemas akan kematian.
Bila karenanya ... ia dapat memperoleh hikmah dari kejadian itu, dan kemudian menyederhanakan segala keinginannya, maka ia tidak lagi cemas akan kegagalan.
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan Katakhoi memberi reputasi
Quote:


Memang ada beberapa orang yang seperti itu, maksudnya ia tidak takut apa pun dalam hidupnya karena ia sudah terbebas dari keinginnanya. Prinsipnya menjadi, "Berkeinginanlah untuk hidup, bukan hidup untuk berkeinginan". Namun, sayangnya, yang mendominasi dan paling umum di dunia ini manusia dengan tingkat mayoritas pasti pernah merasakan takut akan kegagalan dalam hidupnya. Baik itu dulu, sekali, atau kapan pun itu.
profile-picture
embunsuci memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post Katakhoi
Kalau sudah berkali-kali gagal, itu nanti kebal terasa ..., mati rasa.
Jeleknya, kurang empati-simpati terhadap para "perengek".
Obatnya kemudian cuma satu, yaitu "love". Kalau tidak mendapatkannya, karakternya menjadi keras.

profile-picture
profile-picture
embunsuci dan Katakhoi memberi reputasi
Diubah oleh bingsunyata
Quote:


Pasti. Seseorang tidak akan pernah lagi merasa ketakutan saat ia sudah berulang kali mencobanya. Namun, sayangnya itu tidak berlaku untuk kematian.
profile-picture
embunsuci memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post Katakhoi
emoticon-Ngakak
"Hampir" mati bisa berkali-kali, tapi mati itu cuma sekali. Diartikan, tidak ada trauma yang membuat ia merasa takut untuk mati lagi.
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan Katakhoi memberi reputasi
Diubah oleh bingsunyata
Quote:


Wkwk. Kalau masih hampir berarti belum merasakan mati yang sesungguhnya tuh kayak gimana. Yang membuat seseorang takut itu sebenarnya gak cukup di kematian saja, tapi mereka takut kejadian setelah kematian itu. Dogma-dogma agama yang dipercayai itu benar-benar membuat manusia enggan dan sangat takut akan kematian.
profile-picture
embunsuci memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post Katakhoi
Itu tergantung bagaimana orang tersebut memaknai "aku". Kalau yang ia pandang sebagai "aku" itu adalah raganya yang terdiri dari sekian banyak partikel yang mana terus beraktivitas saat ia mati, patutlah ia cemas. Tapi bila diketahui bahwa partikel yang menyusun tubuhnya itu telah mengada semenjak alam semesta ini terbentuk, buat apa pula dicemaskan. Terkait ini ..., setiap orang di dunia ini sebetulnya mempunyai usia yang sama, ditinjau dari umur partikel yang menyusun raganya. Sehingga konsep usia yang saat ini digunakan, bukanlah terkait dengan seberapa lama raga itu mengada di alam semesta ini.

Tapi kalau "aku" yang dimaksud adalah suatu bentuk kesadaran yang terbentuk dari pola hidup-pikir tertentu, maka ketika ia mengalami kejadian saat kesadarannya itu berada pada keadaan kosong, pada saat itu dia telah "mati". Karena biasanya pada saat setelah itu ketika orangnya "hidup" lagi, pola hidup atau minimal pola pikirnya tidaklah lagi serupa dengan kehidupannya yang lampau. Dan karena ia telah mempunyai pengalaman mengenai itu, maka tidak juga ia dapat dikatakan dapat merasa takut dengannya.
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan Katakhoi memberi reputasi
Quote:


Wah, mantap. Luas sekali pemikirannya.
Memang seperti itu, kak. Tetapi maksud dari, "setiap orang di dunia ini sebetulnya mempunyai usia yang sama, ditinjau dari umur partikel yang menyusun raganya", jadi yang membuat manusia mati lebih dulu itu karena ulah dan perilaku nya sendiri?
profile-picture
embunsuci memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post Katakhoi
Itu meninjaunya mulai dari peristiwa "big bang". Itupun karena kita belum dapat secara pasti mengetahui keadaan seperti apa yang terjadi sebelum proses singularitas. Semua partikel ada dan "terlahir" pada saat yang hampir bersamaan. Mungkin selisih paling banyak cuma sekian jam.

Mengenai perilaku ...
Terkait itu saya masih belum mempunyai pengetahuan yang cukup, sehingga tidak dapat menarik suatu kesimpulan mengenainya.
Namun kalau dari sisi ilmu fisika-kimia, diketahui bahwa atom itu mengalami proses peluruhan, dimana partikel-partikel penyusunnya ada yang menghilang entah kemana. Tentunya dengan menghilangnya partikel tersebut, kemampuan dari si atom untuk melakukan jenis aktivitas tertentu juga menjadi berkurang karenanya.
Sebagai contoh kasar adalah accu/batteray basah. Secara "idealnya", itu dapat dipakai untuk selamanya, asalkan proses perawatan dan pengoperasiannya menuruti acuan yang diberikan. Namun pada prakteknya, sekalipun itu sudah dilakukan by the book, akan ada suatu saat dimana batteray itu harus diganti dengan yang baru.
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan Katakhoi memberi reputasi
Quote:


Wahhhh. Memang benar juga sih semua partikel ada dan "terlahir" pada saat yang hampir bersamaan. Saya pernah baca juga. Berarti jika seperti itu, mengenai makhluk yang pertama kali tercipta di bumi, secara turun temurun hingga sampailah pada manusia yang memang katanya turunan dari populasi kera?

Masuk akal juga sih. Pengibaratan batteray basah itu emang pas banget untuk setiap organ tubuh bagian dalam manusia.
profile-picture
embunsuci memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Halaman 1 dari 7


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di