CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Tak Berikan Pemasukan ke Negara, Erick Thohir Ancam Hilangkan Telkom
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e462f65c0cad7228d0134e2/tak-berikan-pemasukan-ke-negara-erick-thohir-ancam-hilangkan-telkom

Tak Berikan Pemasukan ke Negara, Erick Thohir Ancam Hilangkan Telkom

INDOPOLITIKA.COM – Satu per satu, perusahaan BUMN dipelototi oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Perusahaan BUMN yang tidak memberikan kontribusi ke negara akan dihilangkan.

Kini giliran PT Telkom yang dibidik oleh Erick Thohir. Erick menilai, kontribusi Telkom yang belum besar bagi negara, karena sebagian besar pendapatan perusahaan itu hanya berasal dari anak perusahaannya, yakni Telkomsel. Karenanya, akan lebih baik jika hanya Telkomsel saja yang langsung di bawah kementerian.

“Saya juga enak (Kalau) jadi Telkom, Telkomsel dividen, revenue Telkomsel digabung ke Telkom hampir 70 persen, mendingan enggak ada Telkom, langsung aja dimiliki oleh Kementerian BUMN, dividennya jelas,” kata dia di Menara Mandiri, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Erick pun berharap Telkom bisa berubah menjadi perusahaan teknologi termuktahir yang fokus dalam mengembangkan data dan bisa menjadi pusat data di Tanah Air. Bukan malah data nya dimiliki negara asing.

“Karena itu, kita mau ke depan yang namanya Telkom berubah, ke arah salah satunya ke data, big data, cloud. Masa cloud-nya dipegang Ali cloud, database sedemikian besar masa database kita diambil negara lain,” tegas Erick.

Sebagai informasi, secara bisnis, perusahaan tersebut memang tidak buruk, bahkan masih mencetak laba pada 2019. Hingga kuartal III 2019, Telkom mencatatkan kenaikan laba bersih 15,67 persen secara tahunan menjadi Rp 16,46 triliun.

Sementara EBITDA Telkom naik 11,4 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp50 triliun. Padahal, pendapatan hanya tumbuh 3,46 persen menjadi Rp102,63 triliun.[ab]

Sumur

Sebagai pengguna tri saya mengucapkan
Tak Berikan Pemasukan ke Negara, Erick Thohir Ancam Hilangkan Telkom
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dede4141 dan 26 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 10
Post ini telah dihapus oleh KS06
Balasan post harakiri1
Jangan sampai lah nasib Telkom seperti Indosat di jamannya mbok'e.
Lah kemana aja dujt yang masuk ? ane aja langganan Indihome bayar mahal tiap bula lho
Balasan post nowbitool
@nowbitool

Yah cthnya data E-KTP, lbh baik punya "rumah sendiri" ketimbang numpang, jika terjadi insiden spt kebocoran data, kan bisa tau siapa yg sedang "mengacak - acak rumah"
Quote:


Ah... Situ aja yang kebanyakan gosip, jadi paketnya cepet abis emoticon-Ngakak
akal akalan telkom itu mainin anak perusahaan untuk menghindari pajak
Thohir and BTP for president and vice president. Indonesia bakalan jadi negara keren.
profile-picture
nowbitool memberi reputasi
Quote:


ho oh
Quote:


dih gak tetep pendirian emoticon-Betty
Balasan post yueda
Quote:


Myrep atau yg lebih mhal nusan*t
telkomsel aja bisa tetap eksis karena ada singtel yang ikut terlibat di manajemennya. kalau murni intern TLKM sih nasibnya sama kayak anak2 usaha TLKM yang lain. TLKM habis diacak2 orang2 nggak kompeten, kadrun, sampai titipan pejabat (termasuk adiknya salah 1 menteri kesayangan pak dhe). bagusnya harus ganti manajemen dengan profesional yang bagus, bukan urut kacang orang2 intern yang rata2 sudah di zona nyaman.
user kampret nyimak emoticon-Cool
Balasan post punin
Enggak download apapun yg berat2. Kalaupun download yg berat2 (kayak film, atau update steam dll) dibandingkan dengan paketan axiata malaysia yg 45 GB per bulan yg pernah gue pake, malah masih sisa sampai bill period bulan berikutnya.
Balasan post timeflow
Quote:


yg d kota besar sih enak banyak pilihan, kaya d komplek rumah gw, ada indihomo, Firstmedia, Indovision, dan katanya mo masuk lagi myRepublik emoticon-Stick Out Tongue

yg d kota kecil sini yg gak punya pilihan, di tempat kerjaan gw aja di Ponti sini cuma ada Telkom group (Indohome atau Astinet) dfan baru penetrasi awal masuk yg swasta, Biznet, sisanya yg pake modem non kabel emoticon-Amazed

apalagi di kabupaten2 nya di Kalbar, udah ada Indihomo aja udah bersyukur, masih masuk internet rumahan kaya di kota2 besar emoticon-Malu emoticon-Embarrassment
Quote:
lah... Ane kira juga datanya dipegang produk lokal
Balasan post khloekarmike
Quote:

Tri lawannya telkomsel bos, yg dibahas disini telkom, parent nya telkomsel, bisnis tri vs telkomsel

Malah ama si tohir mau di buat langsung ke pemerintah gak lewat telkom,

Ini anak lebih produktif dari kepala keluarga nya, ya mau diangkat jadi kepala keluarga sekalian biar si pemerintah dapat langsung,, selama ini telkom yg dapat dividen telkomsel
jangn kasi kendor rikk.,.. plototin atu2 ...
masa badan usaha pemerintah kalah ama swasta...


..unggulnya cuman satu... di syarat dan ketentuan...


Balasan post SuperMat
@nowbitool Yap selain, ane tambahin dikit yak, selain infrastuktur, kebutuhan jg harus ada, adanya kebutuhan analytics klo ada pertanyaan, kaya
"ko bisa growth melambat? apa faktor cashflow ga cukup ampe kahir tahun finansial?" banyak dari kita yang bikin alesan, byar kayanya yawesh gada masalah gitu, orang2 yang mau maju, ngolah data yang dia punya jadi informasi yang keliatn ato klo istilah orang analytics:

data visibility.

Untuk dorong kemauan itu harus ada kejujuran, lebih ke mental. kultur kita professionally.

klo ada indikasi borok malah ditutupin, kliatan laporan jelek, ditambal. Teros buat apa analytics big data, klo ujung2nya di make up juga laporanya maleeehhh....

Buat apa forecasting pake rolling forecast yang datanya riil didiambil dari transaksi database barcode dari gudang kalo pas di consolidasi angkanya di tip-ex jugeee....

tekhnologi ga akan ada ruang untuk ngasi solusi gan, ujungnya maw d kasi cloud super computer, jg akhirnya ga da yg make hehehe. ibarat bikin masjid gede gada yg solat gegara ga da yg bisa. Tapi bukanya belajar solat malah sibuk ngatain orang yang mau blajar solat, trus gitu tuh banyak kita tuh.

Klo masalah networking ane blas, masalah tembak singapore itu kan dah lama isunya, tapi again ane ga bs komen masalah itu palapa ring, yg ane tau udah di laydown, ntah pake t1 t2 apa t3, apa cp kabel, itu jauh dari bidang ane....

Balasan post SuperMat
Quote:


Noted, komentar2 agan w simpen buat w pelajarin...

Buat w konektivitas penting...

Buat yg agan sebutin itu, menurut w butuh persiapan infra dulu... Percuma ada HR klo gak ada lapangan, kayak isu ahli2 keilmuan saintek yg lebih milih kerja di luar daripada di negara ini Karena gak ada lapangan kerjanya disini.

Setahu w jaringan internet itu pakai kabel optik dan jaringan internet kita di tarik dari singapore...

W gak tahu seberapa besar biaya tarik kabel mengingat negara Indonesia ini bentuknya kepulauan bukan negara daratan...
profile-picture
SuperMat memberi reputasi
Quote:



Ane ciyus dikit ni ya gan,

1. Klo ngmngin cloud, itu penyedia layanan harus brangkat dari kebutuhan tekhnologinya. AWS, Azure, IBM SAAs. Itu udah punya jaringan distribusi yang ujung tombaknya bisa jualan cloud ke perusahaan2 ya g mmpu beli. Mereka punya distributor intrnasional kaya Techdata trus nyambung ke partner kecil2 yang bisa bikin deal ratusan ribu dollar per transaksi per bulan. Indonesia jaringanya lemah, karena prusahaan yang btuh lom banyak so klo telkom maw bikin server sapa bs masarin? Itu tntanganya.

2. Knapa prusahaan2 ky gtu? Karena lom ada kbutuhan analisis data yang urgent. Perusahaan2 di ngara maju, klo ga bkin dashboard (misalnya aging debt bucket, di financial year baru) klo mreka ga bs predict, bisa ilang competitive advantagenya ujung2nya cashflownya bs macet. Di indo, daaahh pake feeling aja. Analisis di level grup pake data asumsi 80% sing penting Yakin (case en point financial YE report garuda sm jiwasraya, ane yaken bank jg gtu). Di negara maju beuuuhhh forecastingnya harus bs pake rolling FC. Ga cm d grup loh, di local entity, sampe anak prusahaan yg paling kecil, trial balancenya harus pake rolling forecast. Coba akunting pake excel suru blin gtu. Lompat mreka dari jendela 😆😆😆

3. Data governance. Di eropa ada GDPR, standard akuntansinya ada IFRS sm GAAP di us. Disitu disuruh rigid, buat apa aja yang harus di buka ke publik, itulah yang ngedorong kebutuhan analisis

4. Resource yang nguasain arsitektur buat bikin arsitektur cloud, integrasi manage dan transform itu masi terbatas dinegara2 maju orang2 ky gtu aja langka, apa lg d indo. Kolega2 yang ane knal brilliant, mereka ga d hargain di indo, gaji kecil kerjaan ga jelas project amburadul senen kemis tergantung politik perusahaan2 yang ngebet implementasi di awal, pas jalan project letoy. Bbrp bank dan lembaga negara kita udah pake OLAP tekhnologi, tapi expertnya dari India, knapa ga pke indo, kaga ada orang... Brapa orang yg punya sertifikasi kelas admin aja di AWS? Itu certifikatnya gratis loh. Sumberdaya kita potensial bnyk di indo yg pinter2. Tp yg tersertifikasi masih minim.

5. Backbone baru kebangun si palapa ring itu, untested loh belon di stress test pake traffic yg tinggi. Pgalaman kita listrik aja ngap pas ada traffic tinggi

Garis besarnya ane sangat sepakat ama om Erick. Ane dukung. Ane salut angkat topi, cm yang ane uraikan ini kondisi riil di lapangan tantangan yang bakal diadepin.
profile-picture
nowbitool memberi reputasi
Diubah oleh SuperMat
Lihat 2 balasan
Halaman 1 dari 10


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di