CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Merasa Rendah di Hadapan Orang Lain dengan Pekerjaan Anda Sekarang? Simak Ini
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e460ca848c38d175b397b81/merasa-rendah-di-hadapan-orang-lain-dengan-pekerjaan-anda-sekarang-simak-ini

Merasa Rendah di Hadapan Orang Lain dengan Pekerjaan Anda Sekarang? Simak Ini

Di tempat saya bekerja dulu, ada kebijakan rotasi ke kantor cabang. Ada beberapa karyawan terpilih, dimutasikan ke cabang pembantu maupun cabang sebelah sebagai pembelajaran, sekaligus pembekalan agar bertemu beragam nasabah, dan melakukan analisa lapang selama dinas di tempat yang ditunjuk dalam waktu yang telah ditentukan. Kebetulan saya termasuk di dalamnya.

Di kota yang terbilang masih baru bagi saya, dan ajakan teman-teman lain untuk lebih berhemat, saya ikut mengontrak sementara bersama teman-teman "baru" yang sudah lama di cabang tersebut. Mengontrak rumah yang agak besar, biaya ditanggung perusahaan, kami, beberapa lelaki, kompak senasib sepenanggungan menganggap rumah tersebut rumah kami sendiri.

Merasa Rendah di Hadapan Orang Lain dengan Pekerjaan Anda Sekarang? Simak Ini
Orang berkarir, terbersit pertama kali di pikiran seseorang memakai baju rapi, memakai dasi, sepatu kulit mengkilap, meski zaman sekarang sudah berubah, orang berkarir di segala bidang, dengan performa yang beragam, sumber gambar ey.com

Sebagai intro, saya bersama beberapa teman kantor yang mengontrak rumah tersebut terdiri dari berbagai jabatan kalau dilihat dari kacamata structural manajemen perusahaan, ada yang admin, security kantor, marketing, dan office boy. Bagaimanapun kami menyatu di dalamnya, tanpa ada gesekan yang berarti, saling menghormati dan menghargai satu dengan lainnya.

Semua berjalan seperti biasa, sampai pada suatu momen, ada secuil kisah, singkat banget, yang mungkin biasa saja bagi saya, tapi sepertinya tampak menggugah hati kawan bicara saya kala itu. Siapa tahu bisa menggugah hati beberapa kawan pembaca.

Tahu sendiri kan office boy job desk nya apa? Melayani para petinggi kan? Minimal karyawan perusahaan di tempat dia bekerja, selain bersih-bersih, menjaga kerapian, dan berbagai hal teknis yang memang pada umumnya termasuk pertanggungjawaban office boy dalam bekerja.

Dia masih muda, untuk ukuran lelaki, kulitnya putih banget, rendah hati dan tidak sombong, hanya terpaut antara 1 hingga 2 tahun dengan saya. Kami seumuran dan sama-sama muda.

Merasa Rendah di Hadapan Orang Lain dengan Pekerjaan Anda Sekarang? Simak Ini
Tidak hanya bertanggung jawab interior, tapi di luar kantor juga dia jaga kebersihan dan kerapian nya, sumber gambar spmsakti.co.id

Kantor kami ada dua lantai, dan dia selalu bekerja dengan maksimal, humble, bersikap sopan pula dengan seluruh karyawan, tidak pernah mengeluarkan kosakata yang tidak sopan, saya pikir dia adalah anak baik-baik, dari keluarga baik-baik pula.

Dia sangat rajin dalam melayani saya, dan hampir seluruh karyawan. Saya yakin, posisi yang saat itu saya miliki bisa didapatkan siapa saja, tidak terkecuali dia. Hanya saja mungkin Tuhan menghendaki lain, selain pengalaman kerja, dia belum bisa mengenyam pendidikan setinggi saya dan dominan para pembaca, jadi mau tidak mau sementara dia kala itu berprofesi sebagai office boy.

Kisah ini dimulai ketika dia suatu kali melayani saya seperti biasa, bedanya waktu itu di rumah kontrakan, tapi tetap perlakuannya sama saja, sama persis seperti di kantor, tetap menghormati orang lain, rendah hati, menjaga ibadah, hanya saja kalau di rumah kontrakan dia tidak memakai seragam yang biasanya dipakai selama di kantor.

"Bang, mau minum apa, saya buatin,"

Katanya sopan ke saya.

"Udah gak usah nanti saya bisa bikin sendiri, kita ini teman, saling membantu, tadi di kantor kamu seharian kerja mulu, sekarang waktunya kamu istirahat, silakan istirahat sekarang jika sudah capek, nanti saya akan buat minuman sendiri, ini saya lagi ngerjain laporan kantor sebentar,"

Jawab saya lebih sopan lagi daripada dia. Tapi jawaban dia berikutnya, menjadi bahan saya menulis artikel ini.

"Bang, gimana pun Abang atasan saya, saya harus melayani dengan baik, meskipun tidak di kantor,"

Lalu dia melanjutkan kosakata verbalnya.

"Saya mah apa bang, cuma office boy, nggak seperti Abang, udah keren, ke mana-mana diantar mobil kantor, saya cuman naik motor, pendidikan saya juga rendah, nggak seperti Abang, pengalaman juga lebih banyak Abang,"

Hati saya meleleh mendengarnya.

Merasa Rendah di Hadapan Orang Lain dengan Pekerjaan Anda Sekarang? Simak Ini
berkarir dituntut untuk bisa melakukan pekerjaan dengan perfect, sumber gambar womanthology.co.uk

Guys, sebenarnya bekerja menjadi apapun, sama saja, yang membedakan adalah hasilnya halal atau tidak halal, cara mencari uang nya dengan cara yang baik, atau tidak baik, seperti peribahasa barat, there is just 2 option, be bad or be good.

Kadangkala kita terbuai ketika melihat atau mendongak ke atas. Misalkan melihat orang yang berpakaian rapi, memakai jas, sepatu hitam kulit memikat, turun dari mobil warna hitam merk Lexus terbaru. Timbul rasa kagum, ingin seperti orang yang kita lihat tersebut, atau pada moment berikutnya malah muncul merasa kita tidak ada apa-apanya dibanding dia, dan segala hal yang berangkat dari perasaan Inferiority Complex, di mana bahasa Skotlandia nya biasa disebut "rendah diri".

Merasa Rendah di Hadapan Orang Lain dengan Pekerjaan Anda Sekarang? Simak Ini
Merasa rendah diri daripada orang lain bisa di alami siapa saja, tak terkecuali saya, sumber gambar techcrunch.com

Setiap orang itu mempunyai tipikal masing-masing, ada rezekinya sendiri-sendiri yang sudah ditetapkan Tuhan, malahan, Tuhan membuka opsional kedua, Dia mampu merubah kondisi seseorang selama seseorang itu mau berusaha.

Sebenarnya ada sikap yang lebih baik daripada merasa rendah diri, utamanya ketika melihat kenikmatan orang lain seperti itu, menaiki mobil bagus, berbusana rapi dan terlihat karirnya melejit, yaitu mendoakan yang terbaik bagi orang tersebut, satu sisi, kita jadikan sebagai cambuk diri sendiri untuk dorongan instant mau berusaha lebih baik lagi dari pada sebelumnya.

Karena kalau dilihat secara kacamata agama, Tuhan sebagai Pencipta kita, menyukai yang baik-baik, malaikat Nya pun bertebaran di muka bumi, ada beberapa malaikat yang suka mengaminkan doa manusia. Coba pikir, saat itu seseorang melihat hal yang sama, seperti contoh di atas, kemudian mendoakan yang jelek-jelek terhadap orang tersebut, takutnya waktu itu malaikat ada yang dekat di situ, lalu mengaminkan doa orang itu. Nah loh.

Apalagi Tuhan sendiri, Dzat maha Perkasa yang tidak ada tandingannya, ketika ada doa yang baik, untuk diri sendiri maupun mendoakan orang lain, Tuhan akan memberikan hal yang berlipat-lipat kepada si pendoa, selain mengabulkan doa kepada orang yang didoakan.

Point kedua, penjelasan yang saya berikan ke teman office boy tersebut lebih ke pemahaman apa itu kerja, serta berbagai hal positif yang ada di baliknya.

Sekarang dia office boy. Bekerja kurang lebih 8 jam sehari, pada akhir bulan mendapat gaji. Apakah sudah cukup di situ?

Menurut saya belum. Saya meyakinkan dia bahwa selama bekerja, dengan mencurahkan pikiran dan tenaga, dia sedang menanam banyak kebaikan.

Merasa Rendah di Hadapan Orang Lain dengan Pekerjaan Anda Sekarang? Simak Ini
Profesi terkait tidak terbatas laki-laki wanita pun ada yang melakukannya, sumber gambar kumparan.com

Menjaga kebersihan, adalah sebentuk kebaikan, apalagi kalau secara kacamata agama, eksis peribahasa kebersihan sebagian dari iman. Menjaga kerapian kantor pula. Keduanya sebentuk membantu orang kantor, agar seluruh ruangan selalu tampak bersih, nyaman, rapi, sehingga seluruh karyawan bisa bekerja dengan maksimal. Bukankah itu menanam kebaikan? Dan dia mendapat dua hal, gaji iya, pahala iya.

Sama seperti security, dia membantu karyawan kantor, pemilik usaha, dan berbagai elemen lain, agar merasa nyaman. Jadi si security ini mendapatkan gaji, juga menurut kacamata saya pribadi, dia sedang menanam kebaikan, menjaga seluruh inventaris kantor, dan kondisi perkantoran agar selalu kondusif.

Saya dulu juga sempat merasakan berprofesi sebagai sales, naik motor, membawa barang dagangan, menawarkan barang ke sana ke mari, big store maupun toko kecil, meski terkadang lelah banget, apalagi kalau hujan deras turun.

Tapi saya paham satu sisi memang saya bekerja untuk bos, dan ada hak gaji di sana, tapi secara kacamata pribadi sekali lagi saya merasa sedang melakukan kebaikan, yaitu membantu menjualkan barang barang distributor agar bos saya mendapat profit.

Make a sense or not?

Dan sejuta profesi lain yang ada di muka bumi ini. Jika Anda merasakan salah satu dari yang saya sebut, atau mungkin pernah merasa rendah diri persis seperti yang teman saya rasakan, coba renungi sebentar, kemudian cari sisi sisi positif dari apa yang sedang Anda lakukan sekarang. Keluar dari topik pekerjaan Anda adalah berpahala karena anda sedang mencari nafkah untuk keluarga.

Merasa Rendah di Hadapan Orang Lain dengan Pekerjaan Anda Sekarang? Simak Ini
Sama seperti wanita juga, tiap-tiap orang mempunyai hak yang sama, dan mempunyai tingkat kebutuhan yang berbeda, melakukan pekerjaan dan berkarir adalah salah satu jalan untuk memenuhi segala kebutuhan dalam hidup, sumber gambar newonline.org

Tapi cari sisi teknis, sehubungan dengan implementasi pekerjaan Anda sehari-hari. Pasti Anda akan menemukan sisi sisi positif, harapannya sisi tersebut bisa menjadi bahan untuk lebih berbesar hati dan berlapang hati, sambil terus berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya.

Banyakin aja rasa bersyukur. Orang bisa menjadi apapun yang dia mau, asalkan mau berusaha. Young Lex aja dulunya berangkat dari office boy. Reza Arab dulunya hanya seorang penjaga warnet. Howard Schultz hanya seorang karyawan perusahaan biasa, sebelum menjadi pemilik Starbuck Coffee, dan memiliki hampir 16.000++ outlet di seluruh dunia.

Si gadis kecil yang dilahirkan di keluarga miskin, nggak punya apa-apa, makan aja susah dulunya, akhirnya dia mau berusaha, di mana sekarang dikenal di mana-mana sebagai Oprah Winfrey.

Si tukang ketik yang masih muda belia, menyimpan impian untuk merancang baju, meskipun bayaran sedikit tapi disisihkan untuk belajar dan berusaha design, akhirnya Ralph Lauren menciptakan brand Polo.

Merasa Rendah di Hadapan Orang Lain dengan Pekerjaan Anda Sekarang? Simak Ini
Waktu muda belia cuman tukang ketik doang, sumber gambar cfda.com

Tukang pel lantai, kelahiran Ukraina, belajar banyak tentang start up di sela-sela pekerjaannya, akhirnya dia, Jan Koum menemukan produk melegenda zaman ini, WhatsApp.

Del Vecchio adalah seorang buruh biasa, yang pada masa kecilnya pernah dibesarkan di panti asuhan karena mamanya pasca bercerai dengan suami merasa tidak mampu membesarkan dia dengan baik. Akhirnya dia bekerja di pabrik, dengan pekerjaan kasar, pernah kehilangan salah satu jarinya, tapi tetap tidak menyerah, melakukan berbagai percobaan, kemudian menemukan produk yang mendunia sampai sekarang. Pernah dengar Ray-Ban dan Oakley kan? Ini jenis kacamata kesukaan saya.

Merasa Rendah di Hadapan Orang Lain dengan Pekerjaan Anda Sekarang? Simak Ini
Berangkat dari bawah banget, sekarang jadi owner perusahaan pembuat kacamata ternama, sumber gambar yudidferdian.blogspot.com

Dulunya semasa sekolah Pinault sering di-bully hanya karena dia miskin. Akhirnya gara-gara itu dia putus sekolah. Tapi dia tidak menyerah, mencoba berdagang dengan komoditi berbagai hal, mencoba menciptakan produk, akhirnya produknya kenamaan hingga sekarang. Beberapa brand yang pernah dia miliki Gucci, Stella McCartney, Alexander McQueen, Yves Saint Laurent.

Dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu demi satu.

Jadi silakan mendongak. Tapi jangan lupa, luncurkan doa yang positif, sekaligus menjadikan pemaju diri agar mau berusaha lebih lagi daripada sebelumnya.

Karena semua tidak seperti yang tampak. Ada pula, orang yang mengendarai mobil mewah, ternyata di kepalanya pusing segala urusan bisnisnya, ataupun mungkin hutang yang menumpuk, kompleks.

Maka jurusnya cuman satu, bersyukur apa adanya, dibarengi dengan berusaha semampunya, kalau perlu, banyak kan lagi usahanya daripada yang kemarin kemarin udah dilakukan, sekaligus keep positive thinking.

Semoga bermanfaat, harapannya bisa jadi wacana tersendiri, lalu sedetik kemudian kita mulai coba membongkar, berbagai sisi positif apa yang terkandung di aktifitas kita dalam keseharian.

See you!


Merasa Rendah di Hadapan Orang Lain dengan Pekerjaan Anda Sekarang? Simak Ini


Sumber
Pengalaman pribadi
Plus di sini.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
orgbekasi67 dan 6 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 4
nice trit, merasa "tersenggol" Ane bacanya.
semoga Ane bisa jadi orang yang bersyukur, mau belajar, dan pastinya tetap rendah hati ... emoticon-Mewek
profile-picture
onee643 memberi reputasi
Diubah oleh rizalshinoda
Quote:


Semangat ya bray?
We.love you bray
Quote:


ANJAY

RENDAH HATI ANJAY

BUKAN RENDAH DIRI OI

TYPO YA
Lihat 1 balasan
Quote:


Semoga bermanfaat
Semoga tetap rajin dalam mencari rezeki dan tanpa menyerah
Semoga tetap rendah hati

Nah rendah hati yang bener
Balasan post onee643
Quote:


lah iya, saking terbawa suasana jadi salah sebut ... emoticon-Hammer (S)
profile-picture
onee643 memberi reputasi
Quote:


Semangat ya...

Ane dulu sumpah dr bawah jg

Jd sempat ngerasain
emoticon-Kiss
Quote:


Wkwkwkwkwk typonya dibenerin wkwkwk
ya udah, biar gak kaku grogi gitu, nikahin aja gan emoticon-Wakaka

Merasa Rendah di Hadapan Orang Lain dengan Pekerjaan Anda Sekarang? Simak Ini
profile-picture
onee643 memberi reputasi
Quote:


Wkwkwkwkek
nyimak
emoticon-Bedug
profile-picture
onee643 memberi reputasi
Diubah oleh grenademan24
Makasih bang udah bikin trit pencerahan kek gini, bikin ane semangat lagi bang, nakasih
profile-picture
onee643 memberi reputasi
Salut ane dengan kisah temen ente yang OB bray.
Bener2 berdedikasi dengan pekerjaannya, btw sekarang beliau apa sudah ada peningkatan karir?
profile-picture
onee643 memberi reputasi
Quote:


KUYYYYYY
Quote:


Iya bray

Semangat ya bray?

Ayok bangkit!
Quote:


Cerita ini sekitar 10 tahun lalu, Dan kalau itu memang dia ingin meningkatkan pendidikan dia, ada rencana resign kemudian ikut kursus, atau sekolah s1, cuma memang dia bingung kalau misalkan nggak kerja sama saja tidak ada pendapatan perbulan,

Teman-teman menyarankan dia mencari studi yang fleksibel, mengingat saya dulu kerja di bank, Sabtu Minggu kan libur, kami suruh dia mencari studi yang bisa dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu utamanya universitas swasta
Quote:


Kalau sekarang udah tidak ada kabar, Tapi terakhir beberapa tahun lalu sepertinya dia masih di sana, hanya saja pindah ke cabang lain, semoga segala yang terbaik, untuk studinya ane juga belum ngikutin, jadi studi apa tidak,

By the way ane masi tergabung di grup kerjaan yang dulu, nanti coba ane tanya mereka
Wuih kebetulan banget nemu trit gini, jadi sedikit lebih lega setelah bacanya. Makasih gan udah mau sharing pengalamannya emoticon-Blue Guy Cendol (L)
profile-picture
onee643 memberi reputasi
wirausaha jangan kerja emoticon-Cool
profile-picture
onee643 memberi reputasi
Quote:


Semoga bisa mengambil manfaat ya
Quote:


Satu sisi ini masuk banget emang

Karena kita kerja terbatas

kalau wirausaha penghasilan tak terbatas sejauh mana kita bisa promosi dan bekerja keras di dalamnya
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di