CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
SP2020 : Satu Data Indonesia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e457216018e0d4a1b79a3d7/sp2020--satu-data-indonesia

SP2020 : Satu Data Indonesia

SP2020 : Satu Data Indonesia


Jakarta, 13 Februari 2020 - FMB9 Keberhasilan pembangunan sedikit banyak ditentukan dari keseimbangan demografis di suatu wilayah, baik itu terkait tingkat kelahiran maupun kematian. Keseimbangan demografispun tidak hanya terkait angka kelahiran dan kematian semata, Tapi juga meliputi jumlah tenaga kerja produktif, non-produktif, tingkat pendidikan, dan beberapa hal lainnya.

Untuk itu diperlukan data kependudukan yang valid dan terbarukan. lni salah satu indicator yang akan memberikan patokan dasar pemerintah dalam merencanakan pembangunan nasional di berbagai sektor, seperti pendidikan, tenaga kerja, kesehatan dan sektor penting lainnya.

Ambil contoh, dengan data penduduk yang valid menurut kelompok umur, pemerintah dapat memperkirakan jumlah penduduk usia sekolah menurut wilayah tempat tinggal atau domisili. Ini akan dijadikan acuan perencanaan pembangunan infrastruktur sekolah serta sarana prasarana pendukung lainnya.

Di lain sisi, data kependudukan ini dapat dijadikan referensi para pelaku usaha. Misalnya dengan melihat pola sebaran penduduk baik menurut usia maupun gender, akan diperoleh informasi wilayah mana saja yang berpotensi dijadikan target prioritas dalam melakukan pemasaran atau pendistribusian produk.

Penentu Rencana Kebijakan Pemerintah

Beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo bahkan mengeluarkan pernyataan bahwa data sebagai kekayaan baru bangsa. ”Oleh karenanya kedaulatan data harus diwujudkan,“ begitu tegas Presiden Jokowi.

Semua tentu akan berawal dari Sensus Penduduk, yang datanya akan digunakan untuk merencanakan kebijakan pembangunan sekaligus upaya pengentasan kemiskinan. Harapannya, bukan saja kebijakan itu secara teoritis adalah benar, melainkan lebih jauh juga tepat sasaran dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

"Data yang akurat sangat penting untuk membuat keputusan tepat. Data yang akurat sangat penting untuk mengeksekusi program yang tepat sasaran. Jangan sampai memutuskan, membuat perencanaan mengeksekusi program nggak pegang data," ujar Presiden.

Badan Pusat Statistik (BPS) selaku garda terdepan telah menyiapkan terobosoan baru, diantaranya penerapan metode kombinasi konvensional (door to door) dengan metode berbasis registrasi (administrasi penduduk). Data administrasi yang tersedia pada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri akan dikombinasikan dengan pencacahan lapangan. Dengan demikian, data kependudukan yang dihasilkan nantinya tidak hanya didapatkan secara de jure (berdasarkan administrasi/kartu keluarga) tetapi juga secara defacto (berdasarkan tempat tinggal).

Langkah ini tentu jadi upaya penting sekaligus keseriusan BPS mewujudkan cita-cita nasiona "Satu Data Indonesia” dengan di awali ”Satu Data Kependudukan Indonesia".

Tahapan SP2020

Terobosan kedua adalah untuk pertama kalinya SP menerapkan system Online atau yang disebut juga Sensus Mandiri yang akan dimulai pada Februari hingga Maret 2020 mendatang. Metode ini menjadi tahapan awal dari SP2020. Dengan memanfaatkan teknologi informasi serta jaringan internet, Sensus Penduduk Online ini diharapkan mampu mengakomodir setiap orang agar bisa turut berpartisipasi meng-update data dirinya masing-masing kapan pun dan dimana pun selama periode pencacahan. Masyarakat cukup memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) bisa mengakses website Sensus Online dengan alamat sensus.bps.go.id.

Masyarakat tak perlu khawatir ketika tahapan pertama terlewatkan, karena pada tahapan kedua, adalah pencacahan lanjutan secara konvensional oleh para petugas BPS door to door pada bulan Juli 2020 yang disebut Sensus Penduduk Wawancara (SP Wawancara).

Dari dua tahapan ini, hal yang ingin ditegaskan BPS adalah semua penduduk Indonesia tercatat. Tidak ada satupun yang terlewat atau terdata lebih dari satu kali (data ganda), yang sekali Iagi, ini untuk dasar perencanaan kebijakan pembangunan. Untuk mendukung ini semua, Tahun 2019 BPS telah melaksanakan kegiatan Pemetaaan dan Pemutakhiran Wilayah Kerja Statistik. Dengan memanfaatkan teknologi GPS pada perangkat andriod, jaringan internet, serta citra satelit, BPS berhasil memetakan dengan membagi habis seluruh wilayah Indonesia hingga level satuan lingkungan setempat (SLS) terkecil, atau dalam hal ini wilayah Rukun Tetangga (RT).

Tahapan terakhir dari trilogy SP2020 adalah Pencahan Sampel yang akan dilakukan pada Juli 2021.

lntegrasi data menjadi kata kunci Iainnya menuju kedaulatan data seperti yang diperintahkan Presiden Jokowi. Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakhrulloh pun telah memerintahkan jajarannya bahkan hingga ke Dinas terkait di tingkat Provinsi dan Kabupaten untuk memperkuat kelembagaan, bersama BPS.

"Hasil SP2020 ini akan memperkuat data kependudukan kita. Saya mengajak seluruh jajaran Dukcapil dan BPS di semua tingkatan untuk memperkuat kelembagaan, membangun chemistry serta merapikan semua prosesnya, sehingga nanti pas pelaksanaan sensus apabila terjadi bias data tidak saling menyalahkan," katanya.

Kemajuan suatu bangsa banyak ditentukan oleh kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah. Namun tanpa data yang valid, kebijakan tersebut besar kemungkinan akan menjadi tanggung jawab BPS atau Iembaga terkait, melainkan juga menjadi tanggung jawab bersama seuruh rakyat Indonesia. Terbangunnya kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dan suksesnya pelaj
ksanaan Sensus Penduduk tahun 2020.

Sejauh mana BPS bersama Ditjen DukcapiI Kemendagri mengelaborasi kemampuan olahan data yang valid dan akurat menuiu '"Satu Data lndonesia" dengan di awali  "Satu Data Kependudukan Indonesia" ini, kemudian bagaimana pula kemampuan kedua Iembaga ini membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya SP2020? semuanya akan dikupas tuntas dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat FMB9 bertajuk "SP2020 : Satu Data lndonesia" bertempat di Ruang Serbaguna Roeslan Abdulgani, Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Kamis (13/2/2020), mulai pulul 15.00 WIB.

Hadir dalam FMB 9 kali ini adalah Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono, Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakeqaan Kementerian PPN/Bappenas Pungky Sumadi, dan Sekretaris Direktorat Jendral Kependudukan darn Pencatatan Sipil Kemendagri, l Gede Suratha.


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di