CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
ISIS : Tolak FTF Demi Keamanan, Pulangkan Anak Demi Humanisme
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e4530f55cf6c472b742744d/isis--tolak-ftf-demi-keamanan-pulangkan-anak-demi-humanisme

ISIS : Tolak FTF Demi Keamanan, Pulangkan Anak Demi Humanisme


Spoiler for Anak-anak:



Spoiler for Video:



Kita semua setuju bahwa teroris tidak akan pernah memiliki tempat di hati rakyat Indonesia. Mereka telah membawa luka dan nestapa. Mereka telah menyulut amarah bagi seluruh rakyat Indonesia, serta memberi rasa trauma. Oleh karena itu, banyak dari masyarakat yang tak setuju akan wacana pemerintah untuk memulangkan 689 WNI Eks ISIS.

Pada akhirnya pemerintah menolak memulangkan mereka. Pertimbangannya adalah kekhawatiran akan munculnya teroris baru yang membahayakan 267 juta rakyat Indonesia.

Menko Polhukam Mahfud MD memastikan bahwa pemerintah tak akan memulangkan WNI terduga eks ISIS ke Indonesia. "Pemerintah tidak ada rencana memulangkan teroris. Bahkan tidak akan memulangkan FTF (Foreign Terorist Fighter) ke Indonesia," kata Mahfud setelah rapat tertutup dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, 11 Februari 2020.

Sumber : Kompas [Saat Negara Menolak Kepulangan WNI Teroris Pelintas Batas dan Eks ISIS]

Hal yang jadi pertanyaan apakah 689 WNI eks ISIS tersebut semuanya merupakan FTF? Bagaimana dengan WNI eks ISIS yang merupakan perempuan dan anak-anak?

Berdasarkan Kajian Kontra Terorisme dan Kebijakan, Tantangan dan Solusi Pemulangan Simpatisan ISIS oleh Habibie Center, sekitar 30 ribu – 42 ribu orang dari lebih 110 negara telah terbang ke Suriah dan bergabung dengan ISIS bahkan sejak sebelum ISIS mendeklarasikan kekhilafahannya pada Tahun 2014.

Maret 2018, Pasukan Demokratik Suriah menggempur pertahanan terakhir ISIS di daerah Dayr az-Zawr. Hasilnya, mereka menahan 6000 orang kombatan ISIS. Sementara para anggota keluarga kombatan yang terdiri dari perempuan dan anak-anak ditempatkan di beberapa kamp pengungsian. Kamp terbesar, yakni Al-Hawl dihuni lebih dari 73 ribu anggota keluarga simpatisan kombatan ISIS. Sekitar 49 ribu dari 73 ribu orang tersebut merupakan anak-anak usia di bawah 12 tahun.

Berdasarkan data yang disebutkan sebelumnya saja kita bisa simpulkan bahwa sebagian besar dari ISIS merupakan keluarga para FTF. Bahkan lebih dari 50% ISIS terdiri atas anak-anak.

Oleh karena itu, pemerintah tetap membuka opsi memulangkan anak-anak dari WNI FTF dan terduga eks ISIS ke Indonesia. Harus diingat bahwa mereka sama sekali tak terlibat aksi terorisme orang tuanya.

Pemerintah juga akan mengkaji lebih dalam case by case jika anak-anak yang dipulangkan ternyata telah terpapar paham radikalisme dan terorisme. "Anak-anak di bawah 10 tahun akan dipertimbangkan, tapi case by case. Ya lihat aja apakah ada ortunya atau tidak, yatim piatu (atau tidak)," ujar Mahfud MD.

Sumber : Kompas [Tak Hanya Eks ISIS, Semua WNI Terduga Teroris Lintas Batas Tak Akan Dipulangkan]

Namun pemerintah harus segera memulangkan anak-anak tersebut, karena apabila makin lama dibiarkan berada di sana, maka akan makin mudah dan lebih cepat mereka terkontaminasi atmosfer yang buruk di kamp pengungsian. Apalagi hingga saat ini, pemerintah belum memiliki data detail tentang jumlah anak-anak dari total rombongan para WNI FTF dan terduga eks ISIS.

SETARA Institute mengatakan pemulangan terhadap anak-anak adalah hal yang cukup mendesak. Sebab, semakin lama anak-anak tinggal di kamp tahanan, atmosfer yang buruk di sana akan berdampak pada mereka. Mereka juga akan makin terpapar paham ekstrem ISIS.

Sumber : CNN Indonesia [SETARA Minta Jokowi Pulangkan Anak-anak WNI eks ISIS]

Akan tetapi, bagaimana dengan nasib WNI Eks ISIS perempuan yang bukan merupakan FTF?

Kita memahami bahwa langkah pemerintah tidak memulangkan WNI FTF adalah untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan dan ancaman terorisme. Akan lebih baik lagi apabila pemerintah juga turut mengkaji kepulangan perempuan WNI Eks ISIS yang bukan FTF. Hal ini juga menunjukkan bahwa pemerintah mengedepankan kemanusiaan.

Harus diingat bahwa korban terorisme bukan hanya korban serangan teror dan efek psikis dampak serangan teror di dalam negeri. Anak Istri para FTF ISIS juga telah menjadi korban terorisme. Mereka dibawa ke Suriah untuk tujuan yang tidak benar. Seperti Nada Fedulla, remaja perempuan asal Indonesia yang terpaksa ke Suriah dan menjadi anggota ISIS karena ajakan orang tuanya.

Kini ia terlunta-lunta di kamp pengungsian bersama pengungsi perempuan lainnya.

Sumber : BBC [WNI eks ISIS di Suriah yang ingin kembali ke Indonesia: 'Saya sangat lelah, saya sangat berterima kasih jika menerima kami pulang']




profile-picture
profile-picture
mr.brownies dan kutil75 memberi reputasi
Halaman 1 dari 4
Yang belum pernah ke negeri isis aja bisa bikin bom dan jadi bomber. Apalagi yg sudah pernah ke sana ya
RI Dah final demikemanusiaan yg lebih besar
Quote:


Betul. Tapi anak-anak bisa diubah. Nantinya bisa juga mereka diselidiki
Lihat 1 balasan
Quote:


Betul, tapi RI juga harus melihat sisi kemanusiaan dengan melakukan karantina ke anak2 ini. Lama2 mereka di sana justru bisa terkontaminasi lebih parah
Lihat 4 balasan
Cukup anak2 aja yg dipulangkan dan yg dipilih emg berdasarkan pertimbangan tertentu. Pas pulang direhab dulu selama beberapa bulan. Anak2 yg ikut kesna ane yakin karena ajakan orang tuanya bukan atas kesadaran diri sendiri. Lagian anak2 masih gk bisa bedain mana yg bener dan salah
Quote:


Nah bener. Apalagi kalau anak2nya itu lahir di sana. Ga tau2 apa, udah berada di lingkungan seperti itu
Anak-anak boleh dibawa pulang,dengan syarat dimasukkan panti asuhan yang jauh dari paham kadrun,biar melupakan asal usul orang tuanya & bahagia dengan cara hidup yang toleran & beradab



Eh..ga ding,ngabisin tenaga,pikiran & anggaran aja,biar aja disana aja,anggep aja karma dari kedunguan orang tuanya,klo meninggal pun mreka bisa masuk surga,kan masih anak2 yg blm punya dosa
Diubah oleh gantengimut
paling benci gw yang bikin judul atau statement mereka itu WNi eks ISIS, yang benar itu mereka ISIS eks WNI
Quote:


Duh kalau dibiarkan di sana bisa terpengaruh paham ekstrem dan mengacau di negeri org. Nanti pemerintah lagi yg disalahkan
dipulangin nanti kasusnya memisahkan anak dari orang tua emoticon-Cape d...
nanti dipertimbangin lagi mulangin ortu mereka, nanti kaum anti kb ini malah terus nge we jadi pabrik anak biar bisa pulang, malah jadi efek domino ga berujung emoticon-Cape d...
tanggung jawab mereka sendiri mana, tanggunglah konsekuensi perbuatan mereka
banyak kasus wni baik2 susah pulang tapi yg diperhatikan malah para teroris emoticon-Cape d...
Diubah oleh aloha.duarr
Quote:


Baiklah silahkan bilang ISIS eks WNI hehe
Ingat isis EX WNI


Langsung eksekusi aja kan biar mereka menemukan surga mereka sendiri


emoticon-fuck
kalo pun emang anak2nya dipulangin, tetep harus dideradikalisasi dan dibina untuk cinta nkri, dan pancasila. takutnya karena sedari kecil udah liat yg ngga2 disana malah terkontaminasi. CMIIW
Quote:


Bukan cuma itu pertimbangannya. Menurut ku lebih baik diawasi ketat di sini daripada merusuh di sana. Tapi ya semua tergantung lagi pada pemerintah
Balasan post NegaraTerbaru
Karna RI dah final agan aja yg ngurus anak2 itu demi kemanusian dan keyakinan agan.. silahkan hubungi pemerintah... Ane tunggu actionnya... Share disini
Quote:


kalo menurut ane lebih baik diawasi ketat di sana di kamp terpusat dan terpantau daripada merusuh di sini
Balasan post NegaraTerbaru
Quote:


Lebih susah.

Belajar di masa kanak2 bagai menulis di atas batu. Belajar di masa tua bagai menulis di atas air.
ISIS ex WNI, bukan WNI ex ISIS.
Menurut ane malah cukup balita aja yg ditarik kembali jd WNI. Jaman skrg anak SD di Indo aja udh bisa teriak2 bunuh tapir, apalagi yg tiap hari liat tapir dipenggal.

emoticon-Traveller
Quote:


Baik, tapi bedakan dengan eksekusi di PP ya emoticon-Betty
Lihat 1 balasan
Balasan post NegaraTerbaru
Quote:


GIF
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di