CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Inspirasi /
Apakah Perilaku Baik Menunjukkan Bahwa Watak Kita Telah Berubah?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e45302a9a972e42b33c0193/apakah-perilaku-baik-menunjukkan-bahwa-watak-kita-telah-berubah

Apakah Perilaku Baik Menunjukkan Bahwa Watak Kita Telah Berubah?

Setelah mendengarkan persekutuan Saudara Lin, aku berpikir dalam hati, "Kita benar-benar hidup dalam dosa dan tidak mampu melepaskan diri kita sendiri, dan ini adalah sesuatu yang tidak dapat disangkal oleh siapapun. Namun kita telah sedikit berubah …." Jadi aku berkata kepada Saudara Lin," Saudara, apa yang baru saja kau persekutukan adalah kebenaran. Benar bahwa kita sekarang sering berbuat dosa dan kita belum membuang ikatan dosa. Namun kita telah sedikit berubah sejak kita mulai percaya kepada Tuhan. Beberapa saudara-saudariku di gereja, misalnya, menjalani kehidupan yang sederhana dan tidak pernah bertengkar dengan siapa pun. Beberapa orang percaya memiliki hubungan yang buruk dengan pasangan mereka sebelum mereka percaya kepada Tuhan, tetapi setelah itu, hubungan mereka membaik. Ada juga beberapa orang yang sebelumnya selalu berkelahi atau menghina orang lain, tetapi sejak mereka mulai percaya kepada Tuhan, mereka menjadi toleran dan sabar—bukankah ini merupakan perubahan? Aku berpikir bahwa selama kita benar-benar percaya kepada Tuhan dan bertindak sesuai dengan firman-Nya, kita akan dapat membuang ikatan dosa sedikit demi sedikit dan disucikan, dan ketika Tuhan datang, kita kemudian akan dapat diangkat ke surga." Satu demi satu, saudara-saudari lainnya setuju dengan pandanganku.

Saudara Lin melanjutkan dengan sabar dan mengatakan, "Banyak orang mengalami perubahan perilaku setelah mereka mulai percaya kepada Tuhan. Misalnya, mereka tidak lagi terlibat perkelahian atau menghina orang lain, mereka bisa mengasihi orang lain, mereka bisa bertoleransi dan sabar dan dapat memberi kepada orang-orang yang membutuhkan dan mendedikasikan diri mereka kepada Tuhan, dan seterusnya. Namun memiliki perilaku-perilaku baik yang tampak dari luar ini tidak menunjukkan bahwa kita sedang membuang ikatan dosa atau bahwa watak-watak kita sedang berubah. Karena natur dosa kita masih belum terselesaikan, kita masih berada dalam bahaya terus-menerus untuk melawan Tuhan dan mengkhianati Tuhan." Setelah mengatakan ini, Saudara Lin kemudian membacakan firman ini bagi kami, "Perubahan yang hanya berkaitan dengan perilaku tidak akan bertahan. Jika tidak ada perubahan dalam watak kehidupan seseorang, maka cepat atau lambat, sisi jahatnya akan tampak dengan sendirinya. Karena sumber perubahan dalam perilaku mereka adalah semangat, diikuti oleh sedikit pekerjaan Roh Kudus pada saat itu, sangat mudah bagi mereka untuk menjadi bersemangat, atau menunjukkan kebaikan pada suatu waktu. Seperti yang dikatakan orang tidak percaya, 'Melakukan satu perbuatan baik itu mudah, yang sulit adalah melakukan perbuatan baik seumur hidup.' Manusia tidak mampu melakukan perbuatan baik seumur hidup mereka. Perilaku mereka diarahkan oleh kehidupan, apa pun kehidupan mereka, begitu juga perilaku mereka dan hanya apa yang dinyatakan secara alamilah yang merepresentasikan kehidupan dan sifat seseorang. Hal-hal yang palsu tidak akan bertahan. … Memiliki sikap baik tidak sama dengan menaati Tuhan, apalagi menjadi serupa dengan Kristus. Perubahan dalam perilaku didasarkan pada doktrin dan lahir dari semangat—bukan didasarkan pada pengetahuan sejati akan Tuhan, atau akan kebenaran, dan perubahan itu tidak berdasar pada bimbingan Roh Kudus. Walau ada waktu-waktu di mana sebagian dari apa yang manusia lakukan diarahkan oleh Roh Kudus, ini bukanlah ungkapan kehidupan, apalagi dianggap sama dengan mengenal Tuhan, tidak peduli seberapa baik perilaku seseorang, hal itu tidak membuktikan mereka menaati Tuhan atau mereka melakukan kebenaran" ("Perbedaan antara Perubahan Lahiriah dan Perubahan Watak, Perkataan Kristus pada Awal Mulanya" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Saudara Lin melanjutkan persekutuannya, mengatakan, "Perikop ini memperlihatkan kepada kita bahwa perilaku baik berasal dari semangat dan kebaikan orang, serta sedikit pekerjaan Roh Kudus. Dengan meninggalkan kedagingan kita untuk sementara waktu, kita kemudian dapat menerapkan perilaku yang baik, tetapi ini tidak menunjukkan bahwa kita telah mengambil kebenaran sebagai hidup kita, juga tidak menunjukkan bahwa watak-watak kita telah berubah. Jika natur berdosa kita tetap tidak terselesaikan dan, melalui perilaku yang baik, kita dapat menahan diri untuk sementara waktu, kemudian seiring berjalannya waktu mau tidak mau kita akhirnya mengulangi pelanggaran yang sama seperti yang kita lakukan di masa lalu, sedemikian rupa sehingga kita bahkan menjadi mampu melakukan hal-hal yang melawan Tuhan setiap saat, menyinggung watak Tuhan, dan lalu kita akan kehilangan kesempatan untuk memperoleh keselamatan sejati. Dalam hidup kita, kita semua dapat menghargai bahwa, biasanya, kita dapat menerapkan toleransi dan kesabaran dalam pergaulan kita dengan orang lain, dan kita bisa menghindari pertengkaran dengan mereka. Namun demikian, ketika orang lain mulai melanggar kepentingan kita, kita bisa membuat keributan dan bertengkar dengan mereka, dan kita bahkan bisa menjadi musuh bebuyutan. Banyak saudara-saudari yang tampaknya memiliki perilaku yang baik dari luar, tetapi saat bencana buatan manusia atau bencana alam menghampiri mereka atau sesuatu yang buruk menimpa keluarga mereka, mereka kemudian menyalahkan dan salah paham terhadap Tuhan, sedemikian rupa sehingga mereka bahkan dapat menyangkal dan mengkhianati Tuhan. Beberapa pemimpin gereja dan rekan kerja mungkin tampak rendah hati dan sabar dari luar, tetapi sifat mereka congkak dan, ketika mereka bekerja dan memberikan khotbah, mereka tidak meninggikan Tuhan, mereka tidak memimpin orang untuk menerapkan atau mengalami firman Tuhan, tetapi sebaliknya mereka memamerkan diri pada setiap kesempatan, selalu berbicara tentang pengalaman-pengalaman penderitaan mereka demi Tuhan agar orang lain menghargai mereka dan mengagumi mereka. Beberapa bahkan bersaing untuk memperebutkan kekuasaan dan posisi di dalam gereja dan mereka menyalahgunakan dana gereja. Orang-orang Farisi pada zaman Yesus tampaknya hidup sangat saleh, mereka bersikap mengasihi orang lain, dan mereka memberi kepada orang-orang yang membutuhkan dan mendedikasikan diri mereka bagi Tuhan—bahkan jumbai pada jubah mereka bertuliskan ayat-ayat Kitab Suci. Namun demikian, ketika Tuhan Yesus datang untuk melakukan pekerjaan-Nya, mereka dengan panik menentang dan mengutuk-Nya sampai pada titik di mana mereka bahkan bersekongkol dengan penguasa Romawi untuk menyalibkan Dia di atas kayu salib. Ini menunjukkan bahwa, seberapa pun baiknya perilaku luar kita, hal ini tidak dapat menunjukkan bahwa kita mengenal Tuhan atau menaati Tuhan, atau bahwa kita sesuai dengan Tuhan, apalagi bahwa kita telah disucikan. Karena itu, perubahan perilaku lahiriah tidaklah sama dengan perubahan dalam watak, dan kemampuan kita untuk menerapkan beberapa ajaran Tuhan secara lahiriah tidak menunjukkan bahwa kita telah membuang ikatan dosa."

Setelah mendengarkan persekutuan Saudara Lin, aku merasa bahwa aku menyetujuinya dengan sepenuh hatiku, dan aku berkata, "Saudara, persekutuanmu sesuai dengan diri kita yang sebenarnya! Meskipun perilaku lahiriah kita mungkin sedikit berubah, natur berdosa kita masih mendominasi kita dari dalam, sehingga perilaku baik kita tidak pernah bisa bertahan lama. Sebagai contoh, aku selalu berusaha keras untuk menahan diri agar tidak bertengkar dengan ibuku dan, meskipun dari luar aku tampak agak sabar, aku masih tidak merasakan hal ini dalam hatiku, dan mau tidak mau aku akhirnya bertengkar dengannya. Ini menunjukkan bahwa aku masih berada di bawah kendali natur berdosaku dan bahwa aku belum disucikan. Ketika kita melihat orang lain, kita hanya melihat luarnya saja; namun demikian, Tuhan tidak hanya meminta kita untuk mengubah luarnya saja. Yang terpenting, Tuhan menuntut agar kehidupan batin kita mengalami perubahan."

Saat itu juga, salah seorang saudari lainnya berkata, "Ya, memang benar bahwa kita hanya mengubah perilaku lahiriah kita dan bahwa hidup kita belum berubah sama sekali. Setiap kali aku berselisih dengan rekan kerjaku, aku membenci orang itu dari lubuk hatiku, dan aku tidak ingin berhubungan lagi dengannya. Meskipun aku tahu bahwa Tuhan mengajarkan kepada kita untuk bersikap toleran dan sabar, dan aku dapat menahan diriku mungkin sekali atau dua kali, seiring berjalannya waktu, aku tidak bisa lagi menahan diri. Tampaknya seolah-olah jika kita hanya mengubah perilaku lahiriah kita sementara watak-watak hidup kita tidak berubah, kita tidak dapat melakukan firman Tuhan untuk waktu yang lama dan kita masih seringkali berbuat dosa." Saudara-saudari lainnya kemudian secara bergiliran berbicara tentang kesakitan mereka karena tunduk pada ikatan dosa selama bertahun-tahun mereka hidup sebagai orang yang percaya kepada Tuhan.

Setelah diskusi selesai, Saudara Lin melanjutkan, "Saudara-saudari, pekerjaan penebusan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus membebaskan kita dari dosa-dosa kita, tetapi natur dosa kita tetap belum terselesaikan di dalam diri kita. Akibatnya, tidak peduli seberapa banyak kita membaca Alkitab, seberapa banyak kita mengaku dosa dan bertobat atau seberapa banyak kita berusaha mengendalikan diri, kita tetap tidak mampu membuang ikatan dosa. Tuhan tahu kebutuhan kita dan, pada akhir zaman, Dia telah datang kembali menjadi manusia dengan nama Tuhan Yang Mahakuasa untuk melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai di rumah Tuhan demi memungkinkan kita membuang dosa secara menyeluruh dan disucikan. Hal ini secara tepat menggenapi nubuat dalam Alkitab, 'Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu' (Yohanes 16:12-13). 'Dan kalau ada orang yang mendengar perkataan-Ku, dan tidak percaya, Aku tidak menghakiminya: karena Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan dunia. Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman' (Yohanes 12:47-48). 'Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan' (1 Petrus 4:17). Hanya dengan menerima pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman, dengan mengalami penghakiman dan hajaran oleh firman Tuhan dan dengan mengubah watak-watak kita yang rusaklah kita dapat memperoleh keselamatan sejati dan masuk ke dalam kerajaan surga."



Pada titik ini, aku dan saudara-saudari lainnya tercengang, dan kami bertanya dengan penuh semangat, "Apakah Tuhan Yesus telah datang kembali? Apakah ini benar? Hal ini tidak terbayangkan!" Aku berkata, "Aku merasa seolah-olah perkataan-perkataan yang telah kita baca selama pertemuan ini bukanlah perkataan biasa, tetapi semua itu memang merupakan firman Tuhan. Aku tidak pernah membayangkan, bahkan dalam mimpiku yang paling liar, bahwa aku akan pernah bisa menyambut kedatangan Tuhan kembali—aku sangat diberkati! Saudara Lin, setelah mendengarkan firman Tuhan dan persekutuanmu, aku sekarang mengerti bahwa pekerjaan penebusan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus membebaskan kita dari dosa-dosa kita. Namun natur berdosa kita masih belum terselesaikan di dalam diri kita, jadi meskipun kita tampaknya melakukan perbuatan-perbuatan baik, kita masih mampu terus-menerus berbuat dosa dan melawan Tuhan. Jika Tuhan tidak melakukan pekerjaan-Nya untuk menyelamatkan kita, kita sama sekali tidak akan mampu membuang ikatan dan belenggu dosa dengan kekuatan kita sendiri. Aku dulu berpikir bahwa selama aku selalu berpegang pada jalan Tuhan, aku akan disucikan, tetapi sekarang aku melihat bahwa hal ini sama sekali tidak benar. Namun demikian, engkau baru saja mengatakan bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali pada akhir zaman dan sedang melakukan pekerjaan penghakiman untuk benar-benar mengubah dan menyucikan manusia. Lalu bagaimanakah cara Tuhan melakukan pekerjaan menyucikan dan mengubah manusia ini? Apakah engkau dapat bersekutu dengan kami lebih lanjut tentang hal ini?"

Diubah oleh Sharonwhite


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di