fitrijunita
TS
fitrijunita
[LOVE LETTER 4] Hanya lima menit, Sayang!
Sumber : Pinterst


Dear, My Lovely Daughter.

Saat itu Ummi begitu bahagia kala mengetahui ada kamu di perut ummi. Seperti pelangi, sangat indah rasa ini. sungguh tak bisa ummi uraikan dengan kata-kata. Meski morning sickmenyerang hampir tiap pagi, tapi rasa tak nyaman itu langsung berubah semangat kala mengingat akan hadirmu. 

Sungguh begitu dahsyat arti hadirmu, Sayang.

Sembilan bulan ummi lalui dengan suka cita meski sempat terserang demam, tapi lagi-lagi. Entah apa yang merasuki, semua terasa indah.
Ya ... karena kamu, Nak.

Hingga, tiba masa itu.

Masih melekat dengan sempurna ingatan dalam pikiran ini, bulan ramadhan, menjelang shubuh, saat kamu menemani ummi menyiapkan santap sahur untuk laki-laki yang akan kamu panggil dengan sebutan “Abi”.

Sepertinya betul kata orang-orang, bahwa ikatan antara ibu dan anak begitu kuat. Seperti kita, bukan?

Dengan feeling kamu akan segera hadir di dunia, hingga semua terjadi begitu cepat sesuai firasat ummi. Tepat hari pertama di Bulan September 2010, kamu hadir dengan sangat menggemaskan. Kamu hadir dengan melengkapi kebahagiaan ummi. Kamu hadir membawa suka cita untuk semuanya. Kamu hadir memberi arti peran baru bagi ummi.
Dan semua bermulai dari kehadiranmu.

Sayang, tak terasa sepuluh tahun sudah berlalu, kamu tumbuh dengan sehat meski tak sama dengan yang lain.
Tidak, kamu tidak berbeda! kamu hanya butuh pendampingan, dan jangan khawatir, Sayang, ummi selalu berada di sampingmu.

Delapan tahun lebih kamu jalani terapi perilaku dan terapi wicara.
Tidak, Sayang, kamu sama dengan yang lain, meski ada beberapa orang yang menatapmu dengan tatapan aneh.

Sayang?

Boleh kah ummi mengatakan sesuatu?
Ummi rindu dengan sapaanmu, rindu pelukan manjamu, rindu tawa lepasmu dan juga rindu lincah ekspresimu.

Bolehkan ummi kembali merasakan hal itu semua?
Tak perlu lama jika kamu tak ingin. Hanya lima menit cukup, Sayang!
Lima menit melihat senyuman manismu, lima menit mendengar gelak tawamu dan hanya lima menit menyimak ocehanmu.

Sungguh, ummi rindu!
Bisakah kamu peluk ummi hangat, sama seperti dulu kamu takut karena ada orang lain yang mendekat ke arahmu.

Sayang, maafkan atas ketidakbecusan ummi saat menemani awal hari-harimu. Sungguh ummi hanyalah seseorang yang miskin ilmu dan baru menjadi orang tua tanpa ada yang mendampingi.
Tidak, sayang, tidak! Ummi tak pernah ingin membela diri, karena memang ummi menyadari kalau semua yang terjadi pada dirimu adalah salah ummi.

Namun, jika ummi diizinkan untuk memiliki satu harapan saja.
Ummi hanya ingin Tuhan kita yang maha pengasih, berkenan memberikan mukjizat bagimu, agar kamu tak ditatap aneh lagi oleh mereka, meski ummi harus melepas semuanya, bahkan nyawa ini sekalipun!

Sayang, semoga kelak kamu bisa menemukan dan membaca surat ini, dan bisa merasakan bahwa ummi sangat teramat menyayangimu. 

With Love
Wanita yang melahirkanmu

Minangkabau, 13 Februari 2020


tata604aldysaditien212700
tien212700 dan 12 lainnya memberi reputasi
13
807
9
Thread Digembok
Urutan
Terbaru
Terlama
Thread Digembok
Komunitas Pilihan