CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Marak Virus Corona, GrabFood Hapus Menu Daging Ular di Daftar Pesanan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e43efcd88b3cb29ef6e682f/marak-virus-corona-grabfood-hapus-menu-daging-ular-di-daftar-pesanan

Marak Virus Corona, GrabFood Hapus Menu Daging Ular di Daftar Pesanan

Marak Virus Corona, GrabFood Hapus Menu Daging Ular di Daftar Pesanan
12 Feb 2020, 18:42 WIB
Marak Virus Corona, GrabFood Hapus Menu Daging Ular di Daftar Pesanan

Foto pada 24 Agustus 2018 memperlihatkan pelanggan menyantap olahan daging ular di sebuah restoran khusus provinsi Yen Bai, Vietnam. Daging ular menempati peringkat pertama sebagai hidangan ekstrem yang digemari banyak orang Vietnam. (AFP/Nhac NGUYEN)
Liputan6.com, Jakarta - Isu penyebaran virus corona, ternyata sampai menyebabkan pedagang kaki lima sajian ular dan biawak di Pasar Lama, Kota Tangerang, mengeluh. Pasalnya, menu masakan ekstrim tersebut dihapus dari list Grab Food.
Ian, pedagang sate ular di Tenda Dua Cobra mengatakan, menunya tiba-tiba hilang dari pencarian menu Grabfood setelah merebaknya isu virus Corona. "Iya di Grabfoos dihapus," katanya.
Ian yang sehari-hari berjualan berbagai menu olahan dari ular sanca, ular kobra dan biawak itu, buka setiap sore hingga malam hari. Tiba-tiba saja pada beberapa hari lalu, mendapat penjelasan bahwa kulinernya dengan bahan utama daging ular dan biawak itu bisa menjadi penyebab infeksi virus Corona.
"Katanya nggak boleh jualan ular sama biawak alasannya virus corona," katanya.

Padahal, selama kurun lebih 17 tahun dia berjualan sate kobra, tidak pernah ada riwayat meninggal karena makanan yang dia sajikan ataupun komplain dari pelannggannya.
"Kalau benar mengandung (virus) Corona juga dari dulu kita sudah mati," keluhnya.
Dalam pesan resmi juga tertulis imbauan apabila warung tenda yang Ian kelola masih menjual olahan daging ular dan biawak, Grabfood akan menonaktifkan warung Dua Kobra dari pencarian Grabfood.
Adapun sebelumnya isu virus Corona yang menyebar dari hewan liar pernah menjadi dugaan di beberapa kuliner ekstrim di China. Salah satunya adalah sup kelelawar yang laris manis dijual di Kota Wuhan tempat Corona mewabah pertama kali.

[hr]
Grab Juga Batasi Menu Ekstrim Lainnya
Marak Virus Corona, GrabFood Hapus Menu Daging Ular di Daftar Pesanan

Layanan GrabFood di Indonesia yang terus tumbuh (Liputan6.com/Agustinus M.Damar)
Sementara, Hadi Surya Koe, Head of Marketing, Grab Indonesia membenarkan adanya pembatasan tersebut. Menurutnya, hal tersebut adalah langkah tegas bagi merchant GrabFood yang masih menjual makanan yang mengandung daging liar.
"Kalau masih menjual juga, selain berupa penghapusan menu, nanti penutupan akun merchant tersebut di aplikasi GrabFood secara sementara maupun permanen," katanya dalam keterangan resmi yang diterima Liputan6.com.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sebagai langkah untuk melindungi konsumen sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen ⁣ dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012, tentang Pangan serta peraturan perundang-undangan terkait lainnya, sekaligus sebagai tindakan pencegahan terkait peringatan akan bahayanya penyebaran Novel Coronavirus (COVID-19) di Indonesia.
"Grab Indonesia juga telah bertemu dengan salah satu organisasi pecinta hewan, Animal Defender Indonesia, untuk bersama-sama berkomitmen dalam melakukan upaya pencegahan terhadap penjualan daging hewan liar dalam Aplikasi GrabFood," kata Hadi.
GrabFood juga mengundang peran aktif masyarakat dalam memantau penjualan daging liar dan GrabFood telah menyediakan kanal khusus bagi masyarakat untuk melakukan pelaporan jika menemukan menu daging liar di luar kategori pangan pada Aplikasi GrabFood.
Daging-daging yang diluar kategori pangan versi GrabFood adalah daging anjing, buaya, hiu, ikan pari, kadal, kalajengking, kelelawar, kucing, kura-kura, kura-kura tempurung lunak, musang, tikus, tokek, trenggiling, dan ular. (Pramita Tristiawati)

https://www.liputan6.com/bisnis/read...daftar-pesanan
Liatnya aja uda jijik... Gila aja yang mau makan... emoticon-DP
Daging sapi dan ayam lebih enak, kenapa makan daging ular?

"Kalau benar mengandung (virus) Corona juga dari dulu kita sudah
mati," *Lah iya etdah..
emang ada yg pernah mamam ular?emoticon-Takut
Animal Defender mah fokusnya sama hewan peliharaan doang, utamanya kucing dan anjing. Kalo memang sesuai namanya, harusnya pasar hewan di Jatinegara ga ditemukan hewan yg dilarang diperjualbelikan dong.

Menurut gue Grabfood ambil langkah tepat sih. Lagian pedagang yg diwawancara itu ngeluh omsetnya turun drastis, artinya omsetnya mayoritas dari Grabfood dong? Kalo udah dagang 17 tahun, harusnya punya pelanggan tetap dan omsetnya pun paling besar dari pembeli offline.
Lihat 1 balasan
langkah yg bagus jg
emang ada yah menu daging ular??
blm pernah nemu si di appnya
bagusnya kalau skrg memang dihentikan dlu utk meminimalkan resiko
daging cicak aj jual
di GrabFood di hapus, lanjut antar alamat emoticon-Traveller
bukan dari dulu. baru sekarang tuh virus
virusnya baru2 ini bambangggg.......
Balasan post legor
animal defender selama belum jd vegetarian ane cmn anggep BS emoticon-Leh Uga
profile-picture
raafirastania26 memberi reputasi
G pernah makan daging ular cobra, mirip daging ayam. Bagus buat obat kulit. Dl kl kulit gatel2 atau korengan makan itu sembuh ga gatel lg dan lukanya cepet menutup.

Empedu ular nya buat hilangin alergi juga mujarab.

Tapi skrg udah ga pernah konsumsi lagi.

Itu virus corona kan memang sebenernya sudah ada dari dulu, tp dl ga bisa menular ke manusia, baru2 ini saja virus nya berevolusi hingga bisa menular dari hrwan ke manusia, dan manusia ke manusia.
profile-picture
raafirastania26 memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di