CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kontribusi Bisnis Nikotin Elektronik Tembus Rp426 Miliar Sepanjang 2019
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e43eb4cf4d69519e741c910/kontribusi-bisnis-nikotin-elektronik-tembus-rp426-miliar-sepanjang-2019

Kontribusi Bisnis Nikotin Elektronik Tembus Rp426 Miliar Sepanjang 2019

Merdeka.com - Kontribusi bisnis penghantar nikotin elektronik seperti
vape di Indonesia pada 2019 tercatat mencapai Rp426 miliar. Angka ini
meningkat dibanding 2018 yang hanya sebesar Rp154,1 miliar. Namun,
hal itu masih diselimuti isu miring soal nikotin elektrik.
Ketua Umum Aliansi Pengusaha Penghantar Nikotin Elektronik Indonesia
(APPNINDO), Syaiful Hayat bercerita bahwa dia membentuk APPNINDO
guna memudahkan penerapan kebijakan industri nikotin elektrik di
Indonesia.
"Dengan jumlah vapers sekitar 2 juta (jiwa), (didirikan) APPNINDO ini
(tujuannya untuk) bisa melakukan kolaborasi dengan stakeholder, guna
meluruskan kebijakan-kebijakan yang berimbang. Sehingga di Indonesia
bisa tumbuh dan (industri nikotin elektrik) bisa memberikan kontribusi
bagi industrinya, maupun kualitas kesehatan di Indonesia," ujar Syaiful
dalam peresmian APPNINDO, di Jakarta , Rabu (12/2).

Sebagai industri yang baru tumbuh, Syaiful menyebut ada beberapa
tantangan yang harus dihadapi oleh pelaku bisnis nikotin elektrik, serta
pemangku kepentingan. Di antaranya mengedukasi masyarakat dan
mensosialisasikan nikotin elektrik, dalam hal ini vape.
"Vape ini pilihan yang jauh lebih aman, kita ingin masyarakat
mendapatkan informasi yang seimbang tidak hanya negatif, tapi juga
sesuai dengan fakta dan riset yang sudah dilakukan," ujar Syaiful.
Dengan itu, Syaiful mengatakan, APPNINDO akan menjalankan tiga
agenda besar yang menjadi program kerja, di antaranya berkolaborasi
dengan pemerintah serta pemangku kepentingan untuk merumuskan
kebijakan yang berimbang.

Kemudian, pihaknya akan mendorong penelitian ilmiah dan diskusi, guna
terbentuknya kerangka kebijakan dan regulasi yang tepat sasaran.
"Sehingga memberikan jaminan kepastian berusaha, bagi pelaku bisnis di
industri penghantar nikotin elektronik, di Indonesia," ujarnya.


Sumber : https://m.merdeka.com/uang/kontribus...jang-2019.html


Nikotin elektrik ini ada pajak gak ya?
profile-picture
Nibrashilmy2 memberi reputasi
Pajaknya kan udh sepaket ama liquid bro

Pajak liquid aja udeh 40ribu emoticon-Ngakak


Lu kali dah ratusan ribu liquid, dah untung banyak pemerintah itu emoticon-Ngakak
Quote:


Baru tau ane gan wkwkw. Gak pernah make soalnya dan gak ngerokok juga. Mendingan nyamil ane gan emoticon-Bingung
Kalo yang mengandung nicotine ada pita cukainya, memang sekitar 40 ribuan

Kalo itung-itungan harga jadinya ga beda jauh sama rata-rata sepak per hari

Tapi memang yang 30ml bisa berhari-hari habisnya sih

Yang engga ada nicotinenya ya ga pake

Sayang offline shop kayaknya pada sepakatan ga mau jual yang 0mg nicotine

Rata-rata offline shop juga merangkap cafe/tempat nongkrong, kayaknya sekarang banyak beredarnya gosip negatif soal vaping gara-gara ada kasus kematian di luar negeri. Padahal yang mereka pake itu vape black market, dan untuk THC bukan yang berbasis VG/PG.

Orang awam yang ga research rata-rata asal njeplak aja soal masalah diatas.
profile-picture
DoDoLanDoDoL memberi reputasi
Quote:


Kasus vape meledak itu gan?
Lihat 1 balasan
Balasan post andrikfk
Quote:

bukan lah! itu kasus 5 tahun lalu kali emoticon-EEK!
yg kemaren heboh di amrik orang mati nyedot minyak ganja,
yg media salahin malah vape.
orang awam macam ente yg gatau vape tentu aja kemakan berita.
Quote:


Boro Boro mah gan. Berita vape di luar aja kagak tau ane emoticon-Big Grin
merokok itu ngak baik
enak sih nge vape menurut ane. bertahun tahun jadi perokok sudah dua bulan bisa move on ke vape
profile-picture
yoelromy memberi reputasi
Quote:


meledak gara-gara ga ngerti ilmu listrik sembarang ngoil kawatnya gan, batrenya yg meleduk, kalau jaman sekarang uda makin praktis pakai pod, ganti cartridge beres bebas resiko listrik

yg bikin tambah kenceng ini elektrik juga karena yg konvensional makin lama makin naik harganya


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di