CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e43e6b4f4d695722c167896/nilai-asetmu-di-mata-pajak-bank-dan-fintech

Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech


Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech
#480

Yang dimaksud ASET di sini adalah PENGHASILAN PER BULAN.


Bulan Nopember 2019 lalu, Ane ke Kantor Pelayanan Pajak untuk mengurus NPWP, sebagai salah satu pendukung persyaratan pinjaman di sebuah Bank. Ane ngurus NPWP Perorangan/Pribadi, sebagai Pekerja Bebas.

Ane mengisi data penghasilan/aset kotor perbulan berkisar antara 2 - 3 juta rupiah. Selanjutnya Ane dikasih info bahwa pajak UMKM seperti Ane ini adalah 0,5% dari jumlah aset perbulan. Dengan ketentuan tersebut, Ane membayangkan maksimal setiap bulan bayar pajak sebesar Rp.15.000,-

Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech

Setelah mengantongi NPWP, Ane mengajukan pinjaman di Bank. Permohonan Ane diterima, namun jumlah yang disetujui hanya 50% dari yang Ane ajukan. Alasannya, aset penghasilan Ane 'tidak begitu menjamin' bahwa Ane mampu membayar cicilannya setiap bulan.

Daripada tak dapat pinjaman, ya Ane terima aja jumlah pinjaman yang disetujui itu. Maka pada bulan Januari kemarin, Ane mulai bayar pajak dan cicilan pinjaman Bank.

Yang bikin Ane kaget adalah tagihan pajak yang di luar ekspektasi. Ternyata Ane dikenakan pajak sekitar 1% atau Rp.25.000,- per bulan. Atau mungkin tetap dikenakan pajak 0,5%, tapi aset Ane ditaksir 5 juta rupiah per bulan.

Nilai Asetmu di Mata Pajak, Bank dan Fintech

Awalnya Ane 'protes', namun setelah dijelaskan oleh petugas pajak, akhirnya Ane nerima saja, meski masih belum 'puas' dengan alasan yang dikemukakan petugas tersebut.

****

Dari peristiwa ini Ane bisa mengambil pelajaran, bahwa aset yang kita miliki, dinilai oleh orang lain sesuai dengan kepentingannya.

Pihak Pajak, mungkin akan menilai aset kita sangat banyak dan bernilai tinggi, sehingga pajak yang dikenakan juga tinggi, meski kita sudah mengemukakan bukti-bukti penghasilan kita yang sebenarnya.

Pihak Bank, akan menghitung aset kita berdasarkan harga terendah, sehingga nilainya juga rendah, dan nilai jaminannya pun rendah. Karena itu, mereka hanya memberikan pinjaman sesuai 'analisis kemampuan membayar' dari nasabah.

Dari peristiwa terlihat bahwa Pihak Pajak begitu 'yakin' menganggap kita mampu membayar pajak. Sebaliknya Pihak Bank 'sangat skeptis' terhadap kemampuan kita membayar cicilan.

Perbedaan pola pandang ini, karena perbedaan kepentingan dari kedua lembaga tersebut. Pihak Pajak tentu menginginkan income yang besar dari Wajib Pajak. Sedangkan Bank, sangat mengantisipasi kredit macet yang dapat menghambat usaha mereka. Karena itu, pajak ditetapkan berdasarkan penghasilan kotor terbesar WP. Sedangkan Bank menilai aset bersih terkecil dari nasabah. Dengan kata lain, pengelolaan manajemen risiko dari pihak Bank menekan nilai aset nasabah, sementara Pihak Pajak mengangkat nilai aset WP.

Beda lagi dengan Fintech. Mereka tidak menilai aset kita, tapi cukup dengan data yang membuat mereka yakin bahwa kita mampu membayar pinjaman. Surat menyurat hanyalah persyaratan formal, yang tidak menambah atau mengurangi nilai aset kita di mata mereka. Selama kita mampu bayar pinjaman tepat waktu, kita akan dinilai sebagai orang yang tepercaya, sehingga quota jumlah pinjaman akan bertambah untuk pinjaman berikutnya.

Begitulah, nilai aset kita dilihat dari kepentingan setiap orang yang menilainya. Silakan nilai dan anggap dirimu hebat, kaya dsb, tapi penilaian akhir tetap tergantung pengakuan orang lain.

Karena itu, ungkapan bijak mengatakan: "Tak perlu kau tunjukkan kelebihanmu, sebab orang yang membencimu tak percaya itu, dan orang yang menyukaimu tak perlu itu.(*)
****
Opini pribadi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
joehamzah dan 38 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Aboeyy
Halaman 1 dari 6
Reservasi
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
kalau pajak mereka ngitungnya dari penghasilan om, bukan asset ... paling petugas pajak ingin tahu asset yang dipunyai wajib pajak buat kroscek apakah masih wajar atau tidak dengan penghasilannya wajib pajak punya asset segitu

terus gw ngga nyambung maksud situ yg bayar pajak 10% sebesar 25.000 ...
iya, kalo tarif pajak UMKM = 0,5% dari omset (dan disetor tiap bulan)...
terus 10% itu darimana ? setahu gw 10% itu pajak ppn, pajak resto
kalaupun emang dikenai 10%, harusnya situ bayar pajak 200rb-300rb per bulan dong
profile-picture
profile-picture
profile-picture
decodeca dan 5 lainnya memberi reputasi
Quote:


Asset pajak adalah penghasilan kotor per bulan. Oh iya, 1% maksud Ane, typo itu, karena rata2 penghasilan Ane sekitar 2,5 juta, jadi dikenakan pajak 25ribu.
profile-picture
profile-picture
jipop dan ciptawan memberi reputasi
Diubah oleh Aboeyy
Lihat 3 balasan
Balasan post Aboeyy
Quote:


gw baca ulang terus coba browsing-browsing, jadi tarif pajak UMKM awalnya 1% terus berkurang jadi 0,5% ... nah ternyata ada kriteria tertentu yg ga bisa pakai tarif 0,5%, salah satunya pekerja bebas

Quote:

Sumber : Online pajak.com
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jipop dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh fery11pro
Nice info gann,
Ane baru mulai kerja di tempat baru selama 2 bulan
dan baru ngerasain ternyata potongan pajak itu sakit banget



emoticon-Wakaka
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
Quote:


Gaji agan di atas ptkp kah? Tapi iya sih ane awam soal pajak, takut ntar dikasih surat cinta dari kantor pajak padahal gaji ane dibawah ptkp emoticon-Big Grin
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post salvation101
ya begitulah gann emoticon-Malu
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
Dalam SPT tahunan yg Ane laporkan hari ini, memang aset bruto Ane tertulis Rp.5 juta per bulan, yg berarti sekitar 2x lipat dari rata2 penghasilan real Ane.
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Balasan post Aboeyy
Pajak itu sesuai dengan omset bruto yang dilaporkan (bukan asset), jadi kalo omset yang dilaporkan 5 juta sebulan, sudah tentu pajak finalnya 0,5% * 5 juta = 25 ribu sebulan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lonelyboy13 dan 2 lainnya memberi reputasi
Yoi bre, makin melejit makin mantap.
emoticon-Hammer2
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
uwooogh 😱😱😱😱
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
Aset itu bukan penghasilan

Aset adalah harta

Penghasilan adalah tambahan kemampuan ekonomis

Yg dimaksudkan petugas pajak tadi... agan dikenakan PP 23 yaitu kewajiban setor 0,5% dari omzet (penerimaan penjualan) per bulan

Sayang tidak disebutkan profesi TS... bs jadi tidak diwajibkan setor. Misal sebagai karyawan atau melakukan pekerjaaan yg dikecualikan dari PP23/PP46
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Michaelwise dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
rumah ane sama bank dianggap gubug, padahal buat ane rumah ane itu adalah istana megah bak sultan emoticon-Mewek
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ambarawan dan 3 lainnya memberi reputasi
umkm hidup segan mati tak mau, di pajakin. kampret lah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lonelyboy13 dan 3 lainnya memberi reputasi
Deal gaji ane sm company Rp. 5 misalnya....
Tiap bulan ane terima ya Rp. 5
Tapi, di slip gaji, bujubuneng... Potongan ini itu ini itu.....!
Untung gaji ane tetep utuh....!
emoticon-Travelleremoticon-Ngacir
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
hmmm buat npwp ah biar taat pajak
{thread_title}
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
Diubah oleh indra.blora
Balasan post Aboeyy
Quote:


Kalo itu omset gan... Bukan asset
profile-picture
profile-picture
aguspriambodo dan ciptawan memberi reputasi
Yang penting aset melimpah ruah gan, mau apa, mau apa serba keturutan... 👌
profile-picture
profile-picture
ciptawan dan Aboeyy memberi reputasi
Yang fintech ane masih penasaran sih ngekajinya lewat data doang kok main percaya ya, padahal menurut ane analisanya ngga bisa "semudah" itu
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
Opini yang mantap Gan...
emoticon-Cool
profile-picture
ciptawan memberi reputasi
Halaman 1 dari 6


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di