CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Survei: Pengusaha Jepang Tak Puas dengan Produktivitas Pekerja RI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e43e35d5cf6c40e2f3f7611/survei-pengusaha-jepang-tak-puas-dengan-produktivitas-pekerja-ri

Survei: Pengusaha Jepang Tak Puas dengan Produktivitas Pekerja RI



Survei: Pengusaha Jepang Tak Puas dengan Produktivitas Pekerja RI



Proses perakitan mobil di Pabrik Wuling Motors Indonesia, Cikarang, Bekasi, 9 Mei 2018. Dok, Wuling.

Tempo.Co, Jakarta - Laporan Organisasi Dagang Eksternal Jepang alias Jetro teranyar menunjukkan sebagian besar perusahaan asal negeri Sakura menilai bahwa produktivitas pekerja di Indonesia tidak selaras dengan upah minimum regional.

"Lebih dari 50 persen merasa upah dan produktivitas di Indonesia tidak sesuai, kenaikan upah dinilai sangat tinggi," ujar Direktur Senior Jetro Jakarta Wataru Ueno di kantornya, Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020.

Berdasarkan survei Jetro, tampak bahwa hanya 23,7 persen perusahaan yang menilai upah minimum regional di Tanah Air sesuai dengan produktivitas pekerja di Indonesia, adapun 55,8 persen menilai tidak sesuai, dan 20,4 persen tidak tahu.

Tingkat kepuasan perusahaan Jepang itu masih di bawah rata-rata Asean. Secara umum di Asean, 42,2 persen perusahaan merasa upah dan produktifitas di regional sudah tepat. Adapun 30,6 persen merasa kurang sesuai dan 27,2 persen tidak berpendapat.

Apabila nilai produktivitas di Jepang adalah seratus, Wataru mengatakan survei menilai produktivitas di Indonesia hanya 74,4 atau berada pada urutan ketiga terendah di kawasan Asean. Sedangkan, negara-negara pesaing Indonesia seperti Thailand dan Vietnam masing-masing mengantongi nilai 80,1 dan 80.

Adapun negara di Asean yang paling banyak menuai kepuasan pengusaha Jepang adalah Filipina. Wataru mengatakan kepuasan perusahaan Jepang di Filipina salah satunya karena banyaknya insentif dari pemerintah yang menguntungkan mereka. "Perusahaan Jepang di Filipina menikmati situasi itu," ujar dia.

Dari hasil sigi yang sama, 74,2 persen perusahaan Jepang menilai produktivitas dan upah di sana sudah sesuai. hanya 6,5 persen yang menilai upah minimum di sana tidak sesuai dengan produktivitasnya dan 19,4 persen tidak menjawab.

Selain Filipina, negara lain yang dinilai upah dibanding produktivitasnya sudah layak dan sesuai adalah Laos dengan 66,7 persen dan Myanmar. Negara-negara tersebut saat ini memiliki bisnis yang berkembang di Industri pengolahan untuk tujuan ekspor, yang memanfaatkan biaya tenaga kerja yang relatif rendah sehingga berada di posisi tertinggi.

Survei Jetro dilakukan dengan metode kuesioner pada periode 26 Agustus - 24 September 2019. Adapun responden survei meliputi seluruh perusahaan dan kantor cabang serta perwakilan perusahaan kepang dengan rasio minimal investasi langsung maupun tidak langsung dari Jepang sebesar 10 persen yang beroperasi di 20 negara.

Jumlah jawaban valid yang diperoleh dalam pengambilan survei ini adalah 5.697 jawaban dari total 13.458 perusahaan responden. Adapun untuk Indonesia ada 614 jawaban valid dari total 1.726 perusahaan responden.

 Sumber : https://bisnis.tempo.co/read/1306330...tas-pekerja-ri


Kalau di samain sm orang Jepang ya pasti beda. Tp pasar di mari menggiurkan loh. Terutama sektor otomotif..
Halaman 1 dari 2
yg penting demo lancar,..
Survei: Pengusaha Jepang Tak Puas dengan Produktivitas Pekerja RISurvei: Pengusaha Jepang Tak Puas dengan Produktivitas Pekerja RI
profile-picture
profile-picture
profile-picture
westciss dan 2 lainnya memberi reputasi
Coba test dlu pindah ke jateng n jatim emoticon-Big Grin
Quote:


emoticon-Najisemoticon-Najisemoticon-Najis
profile-picture
MahoImperator memberi reputasi
Lihat 1 balasan
pekerja indo katanya murah walaupun ada yg lebih murah lg
tapi sayangnya pekerja indo lebih banyak nuntut hak ketimbang kewajiban
kerja kurang minta gaji semesta alamemoticon-Cape d...emoticon-Ngakak
Indonesia itu jagonya ngebeli... Gak jago ngebuat... Terus uangnya dari mana? Ya rahasia negara donk...
Kan dibandingkan dengan Vietnam, Thailand dan Philipinas
Banyak nuntut tapi produktifitas memble...


Binaan si iqbal tuh
profile-picture
gojira48 memberi reputasi
Kalau gak puas, pindah aja sana emoticon-Mad

Kami gak butuh perusahaan tapir emoticon-Mad
























































Eh emoticon-EEK!
hati-hati lho jepun-san.
bisa-bisa dipenjara karena menghina buruh cum ulamak. emoticon-Big Grin
Yakk mereka cabut, banyak phk salah jokowi dong
Padahal mereka demo ga ngotak
Kerja buruh pengen gaji kayak pengusaha
emoticon-Leh Uga
Diubah oleh converti
Betul ts nya
Negara kita ini pasar yg luar biasa buat produk jepang dan china
Silahkan pindahkan pabrik ke luar indonesia
Paling penjualan kalian turun drastis
Mana bisa barang2 kalian di vietnam selaris manis macam negara indoneaiaemoticon-Big Grin
Naik gaji duitnya juga balik ke kantong jepang juga
Lu kira buruh nyicil beli motor/mobil buatan eropa?emoticon-Ngakak (S)
Tuh jepang ga tau petani2 indon pagi2 buta ud dilapangan, kuli2 indon bekerja siang malam ga pake pelindung.


Bayangkan kalo buruhnya diganti nastaik semua , bakalan tambah ancur

Gimana bisa fokus kerja, tiap detik tiap ada thread, langsung direply, apalagi kalo ngebahas kodrun


emoticon-Traveller
Quote:


Duitnya balik ke mereka pastinya. Gak bela, buruh juga. Tp gak bela pengusaha jepun juga. Di mari jepun termasuk istimewa apalagi ada wibu dllnya. Pasar kita menarik buat mereka. Terlepas soal produktivitas ya emang udh beda kultur budaya..
kalau kata Iqbal dan serikat buruh: Kita juga gak puas dengan gaji yg rendah, kinerja ya sabodo amat emoticon-Ngacir
Produktivitas 74 dari 100 tapi gajinya mungkin 20 dari 100 kalau dibandingin jepang. Jadi masih untung gede sih.
Lihat 1 balasan
pengusaha jepang di indonesia kaga puas sm pekerja indonesia, tp klo orang indo yg kerja di jepang pada puas tuh... malah karyawan orang jepangnya pada kesel sm orang indo gara2 orang indo kerajinan kerjanya suka lembur.
wkwkwkwk .... tiap tahun produktivitas tetep segitu, giliran masalah upah/gaji minta dinaikin selangit emoticon-Ngacir2
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di