CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Forex, Option, Saham, & Derivatifnya /
petani gula minta import gula diperhitungkan secara matang
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e43e3174601cf647c5f65c2/petani-gula-minta-import-gula-diperhitungkan-secara-matang

petani gula minta import gula diperhitungkan secara matang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) meminta pemerintah bersama Asosiasi Gula Indonesia (AGI) untuk menghitung secara matang kebutuhan impor untuk gula konsumsi. Pasalnya, volume impor yang melebihi kebutuhan dipastikan akan menekan harga gula di tingkat petani.

Ketua Umum APTRI, Soemitro Samadikoen, mengatakan, impor gula juga diharapkan dalam bentuk gula yang siap dikonsumsi masyarakat. Bukan raw sugar yang harus diolah terlebih dahulu oleh pabrikan di dalam negeri. Soemitro mengatakan, hal itu agar pabrik gula yang ada bisa fokus untuk mengolah tebu lokal.

"Untuk gula konsumsi kalau mau impor, imporlah secukupnya. Jangan raw sugar, tapi langsung gula konsumsi. Volume impor harus sesuai dengan yang dibutuhkan," kata Soemitro saat dihubungi, Rabu (12/2).

Soemitro menegaskan, pemerintah harus lebih fokus untuk mendorong produktivitias tebu rakyat dan kapasitas giling tebu oleh perusahaan pabrik gula. Tanpa ada keberpihakan pada petani, iklim usaha tebu rakyat tidak akan berkembang dan sulit bagi Indonesia untuk menuju swasembada gula.

"Gairah petani harus dijaga kita akan tidak semangat kalau banyak impor dan akhirnya produksi dalam negeri turun setiap tahun," kata Soemitro menambahkan.

Di sisi lain, APTRI pun mengharapkan agar pemerintah bisa menaikkan harga acuan gula di tingkat petani. Saat ini harga acuan sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 96 Tahun 2018, harga acuan gula di tingkat petani sebesar Rp 9.100 per kilogram. Soemitro mengharapkan agar ada kenaikan harga acuan bisa naik ke Rp 12.000 per kilogram.

Ia menjelaskan, tingginya keinginan harga gula di tingkat petani lantaran tingkat rendemen tebu menjadi gula yang masih sekitar 5-6 persen. Berbeda dengan negara produsen gula terbesar di dunia seperti Thailand, India, dan Australia yang bisa mencapai 12 persen.

"Jangan kita disuruh jual dengan harga sama seperti di negara lain yang rendemennya lebih tinggi," kata Soemitro.

Asosiasi Gula Indonesia (AGI) memperkirakan akan terjadi defisit neraca gula kristal putih (GKP) ada tahun 2020. Hal itu berdasarkan proyeksi penurunan produksi gula selama setahun ke depan. Diperlukan tambahan impor gula untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri.

Direktur Eksekutif AGI, Budi Hidayat, mengatakan, produksi gula tahun 2020 diperkirakan hanya mencapai 2,05 juta ton. Selain itu terdapat sisa stok 2019 yang menjadi stok awal 2020 sebanyak 1,08 juta ton sehingga total ketersediaan gula tahun ini sebanyak 3,13 juta ton.
profile-picture
suhukho memberi reputasi
jangan kebanyakan import
profile-picture
mata_malaikat memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Balasan post suhukho
siplah kalau begitu, okelah kalau begitu
profile-picture
suhukho memberi reputasi
Balasan post suhukho
[mention]mata_malaikat[/mention] sama sama, boleh dong minta info yang lain
Balasan post suhukho
[mention]mata_malaikat[/mention] trus berkarya yaa


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di