CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Warga di Labuan Bajo Tolak Kawasan Eksklusif Super Premium Dengan Tiket USD 1.000
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e43dccd7414f56f61327b41/warga-di-labuan-bajo-tolak-kawasan-eksklusif-super-premium-dengan--tiket-usd-1000

Warga di Labuan Bajo Tolak Kawasan Eksklusif Super Premium Dengan Tiket USD 1.000

Aksi--Peserta aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Manggarai Barat (Mabar), Rabu (12/2/2020). POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS.

Warga di Labuan Bajo Tolak Kawasan Eksklusif Super Premium Dengan Harga Tiket USD 1.000

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Warga di Labuan Bajo yang terdiri dari terdiri dari pelaku konservasi dan wisata yakni Asita, Askawi, HPI, Formapp, P3Kom, DOCK, Gahawisri, Garda Pemuda Komodo dan Sunspirit for Justice and Peace, melakukan aksi demonstrasi pada Hari Rabu (12/2/2020).

Salah satu poin yang dituntut dalam pernyataan sikapnya adalah menolak penerapan pariwisata super premium yang menyebabkan harga tiket mencapai Rp 14 juta atau USD 1.000.

Para peserta aksi hari itu melakukan orasi dan menuju empat tempat yaitu Kantor Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Kantor DPRD Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Kantor Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLF) dan Kantor Bupati Mabar.

"Kami menolak pemberlakuan kawasan Pulau Komodo dan perairan sekitarnya sebagai kawasan wisata ekslusif super premium dengan tiket masuk sebesar USD 1000 yang dikelola oleh PT Flobamor dan pihak lainnya," kata Aloysius Suhartim yang membaca tuntutan mereka saat itu.

Mereka menilai, penerapan pariwisata super premium merupakan bentuk monopoli bisnis yang merugikan, baik masyarakat Komodo sendiri maupun para pelaku pariwisata di Labuan Bajo pada umumnya.

"Sebaliknya, kami mendesak Pemerintah untuk tidak merevisi PP nomor 12 tahun 2014 tentang PNPB dan tetap mempertahankan angka tarif masuk ke TNK yang telah berlaku sejak tahun 2019," kata Aloysius.

Pihaknya juga kata dia, mengutuk keras rencana untuk menata ulang kawasan Loh Buaya dalam waktu dekat, mengingat paket-paket wisata untuk 2020 umumnya sudah direncanakan dan akan terganggu akibat kebijakan yang mendadak dan serampangan.

"Sebaliknya rencana penataan destinansi harus dilakukan lewat perencanaan yang transparan dan akuntable," kaya Aloysius.

Mereka juga meminta agar sejumlah pulau kecil di daerah itu tidak diganggu demi kepentingan investasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

"Kami menolak utak-atik status sejumlah pulau yang berada dalam zona rimba dan zona inti di dalam Kawasan Komodo untuk menjadi bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK," kata Aloysius.

Di poin lain tuntutan mereka disampaikan, mendesak pemerintah secara khusus BTNK untuk segera menerapkan kebijakan carrying capacity di tempat-tempat wisata seperti Pulau Siaba, Long Beach dan tempat-tempat lain demi menjaga kelangsungan ekologi dalam kawasan TNK.

Menuntut pemerintah untuk mengeluarkan jaminan tertulis dan permanen bahwa warga Komodo tidak akan dipindahkan dan atau diganggu dengan rencana kebijakan relokasi serta menuntut kebijakan yang memperhitungkan hak-hak dan partisipasi aktif mereka dalam konservasi dan pariwisata.


Meminta kepada pemerintah untuk mengembangkan model-model pembangunan pariwisata yang berbasis masyarakat seperti memaksimalkan dan melakukan pembinaan terhadap para pelaku UMKM lokal di Manggarai Barat dan membentuk BUMD yang diisi oleh orang-orang lokal. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus)

https://kupang.tribunnews.com/2020/0...tiket-usd-1000

Akhirnya yang diuntungkan cuma kaum kapitalis
profile-picture
doremifasol memberi reputasi
buat desa wisata aja atuh.
Tawarin sharing profit... dijamin diem
profile-picture
darck91 memberi reputasi
nonton tipi aje gratis ah elah. kalau ntar yg dateng orang-orang milyuner juga lu pasti kecipratan
wisatawan lokal cukup liat biawak disungai terdekatemoticon-Ngacir emoticon-Ngacir
aspirasi warga sekitar
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.

Gak boleh ada yg namanya wisata premium tiket2an mahal. Itu melanggar uud.

Yg boleh itu paket wisata premium, exlusive dll.

Jadi, ngak boleh ada yg namanya pantai premium, pulau premium, taman premium.

Yg boleh paket pantai premium ,contoh ntar fasilitasnya, di pantai disediakan tempat pijat, cewek cantik dll.
Quote:


Jelas, wisatawan juga datang karena statusnya alam yang masih asri dan alami.
profile-picture
god.dexvils memberi reputasi
kalo yg sebelum2nya digunakan masy umum lalu dibikin premium, tentunya byk penolakan ya.
kecuali bikin lokasi baru yg sebelumnya kosong / gak di gunakan masy umum.

emoticon-Traveller
Ini yang mempopulerkan 'Premium' wartawan atau pihak terkait sih?

Kesannya manusia dibeda-bedakan. Padahal di negara republik itu semua golongan boleh ke mana saja. Satu-satunya tempat eksklusif di negara Republik cuma yang berhubungan dengan PERTAHANAN dan itu logis serta dilindungi undang-undang.

Contohnya Amerika Serikat. Lu di kantong cuma punya KTP tapi Lu dilindungi UU untuk pergi ke tempat paling mewah hingga paling terpencil asalkan Lu hormati privasi orang lain dan tidak bikin kekacauan. Akan tetapi, mau Lu orang terkaya di dunia nggak bisa seenaknya masuk Area 51. Berani nerobos Area 51 siap-siap aja peluru tembus kepala.

Bayangkan saja jika jaman dulu Gubernur Nevada ngomong "Las Vegas akan dibikin tempat mewah premium khusus orang kaya" sudah jelas Hispanik, Kulit Hitam, Kulit Putih langsung berontak.

Atau yang sekarang contohnya NEOM. Bahasa komunikasi publik yang dipakai bukan 'Tempat Mewah' atau 'Tempat Premium' tapi tempat paling High Tech di jagad raya sebab visi misi Saudi puluhan tahun ke depan adalah menyusul Eropa di segala bidang. Yang muncul dengan bahasa publik yang demikian bukan polemik, tapi semangat nasionalisme mendukung program Kerajaan tersebut. Bayangkan jika Saudi ngomong 'Tempat Premium' 'Tempat mewah' sudah pasti bakal muncul keresahan dan aliran macam al qaeda, im, hingga isis bakal masuk dengan mudahnya.

Jadi keresahan masyarakat sekitar Labuan Bajo saat ini terjadi karena bahasa komunikasi publik yang dipakai. Mumpung masih banyak waktu sebaiknya diganti apa kek gitu contohnya 'Cagar Alam Paling Luas di Dunia' 'Jurassic Park Dunia Nyata' atau apa saja selain kata-kata 'Premium'.

Meskipun saat sudah jadi memang benar yang bisa masuk cuma orang-orang berduit, pekerja lokal di sana, dan wartawan tapi tidak menimbulkan keresahan saat proyek dimulai.
profile-picture
profile-picture
kaiserwalzer dan mows memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di