CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Inspirasi /
Keselamatan Tuhan: Seorang Kristen Menemukan Jalan untuk Membuang Dosa
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e43dc4c365c4f48a3520c35/keselamatan-tuhan-seorang-kristen-menemukan-jalan-untuk-membuang-dosa

Keselamatan Tuhan: Seorang Kristen Menemukan Jalan untuk Membuang Dosa

Keselamatan Tuhan: Seorang Kristen Menemukan Jalan untuk Membuang Dosa

Ketidakmampuanku untuk Membuang Dosa Menyebabkan Aku Mengalami Banyak Kesusahan

Aku seorang Kristen. Sebagai seorang wanita muda, sebelum aku mulai percaya kepada Tuhan, aku selalu memiliki dorongan yang kuat untuk mengungguli orang lain. Aku selalu merasa bahwa aku lebih berpendidikan daripada ibuku dan aku selalu mengabaikan nasihat ibuku. Ibuku juga memiliki pendirian yang sangat keras, selalu berusaha membuatku melakukan apa yang dia katakan, jadi kami berdua seringkali berselisih karena berbeda pendapat. Aku merasa sangat kesal dengan hubunganku yang buruk ini dengan ibuku, tetapi aku merasa tidak ada yang bisa kulakukan untuk mengubahnya. Setelah aku mulai percaya kepada Tuhan, saudara-saudariku memberiku persekutuan dengan mengatakan, "Tuhan Yesus disalibkan di kayu salib untuk menebus kita dan Dia mengampuni dosa-dosa kita agar kita dapat menikmati anugerah-Nya yang berlimpah. Tuhan mengasihi kita dan mengajar kita untuk mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri. Oleh karena itu, kita harus belajar untuk mengasihi orang lain …." Kasih Tuhan Yesus menyentuhku amat dalam, dan aku ingin melakukan sesuai dengan ajaran Tuhan dan mengasihi keluargaku dan orang-orang di sekitarku. Setelah itu, setiap kali aku tidak setuju dengan ibuku tentang hal apapun, aku akan membiarkan ibuku berbicara terlebih dahulu dan aku mencoba sekuat tenaga untuk tidak berdebat dengannya. Jika aku gagal berdamai pada saat itu dan kami akhirnya berdebat tentang sesuatu, aku kemudian akan mendatanginya dan mengakui kesalahanku. Setelah beberapa saat, aku merasa bahwa kesabaranku meningkat pesat, dan hubunganku dengan ibuku menjadi sedikit lebih mudah.

Aku kemudian berpikir bahwa hubunganku dengan ibuku akan menjadi semakin baik, tetapi ternyata tidak seperti itu. Seiring berjalannya waktu, aku masih tidak mampu mengendalikan sifat pemarahku dan aku mulai berdebat lagi dengan ibuku. Meskipun kadang-kadang aku tidak mengatakan apa pun kepadanya, aku tetap bersungut-sungut di dalam hati. Ibuku juga menegurku, katanya, "Kamu percaya kepada Tuhan sekarang, jadi bagaimana mungkin kamu masih berperangai buruk seperti itu?" Mendengarnya mengatakan ini membuatku merasa tidak enak, dan aku merasa seakan-akan semua kerja keras dan perubahan yang telah kulalui sia-sia belaka. Akan tetapi, ketika memikirkannya lagi, inilah yang sebenarnya telah terjadi. Meskipun aku ingin berubah, aku tidak bisa menahan diri agar tak kehilangan kesabaranku sepanjang waktu. Pada saat itu, aku mau tidak mau memiliki beberapa pertanyaan, "Mengapa aku masih sering bertengkar dengan ibuku? Mengapa aku tidak bisa melakukan firman Tuhan? Bagaimana aku bisa membuang ikatan dosa?"

Belakangan, aku berbicara dengan saudara-saudariku di gereja tentang masalah ini, dan beberapa dari mereka berkata kepadaku, "Engkau harus belajar menahan diri. Ketika hubungan kita dengan Tuhan semakin dekat, kita menjadi semakin toleran terhadap anggota keluarga kita." Dan beberapa dari mereka berkata kepadaku, "Tahap pasang surut ini benar-benar normal, tetapi perubahan kita selalu bergerak naik ke atas, dan yang pasti adalah bahwa kita menjadi semakin baik ketika kita berubah semakin banyak, jadi jangan punya keraguan apa pun. Keselamatan Tuhan sepenuhnya lengkap dan Dia akan memulai pekerjaan-Nya dalam kehidupan kita agar kita menjadi ciptaan yang baru." Aku juga menghibur diri dengan berpikir, "Mungkin aku hanya kurang keras mencobanya. Terlebih lagi, aku belum lama percaya kepada Tuhan dan tingkat pertumbuhanku kecil, itulah sebabnya aku tidak bisa mengendalikan emosiku. Jika aku sudah percaya kepada Tuhan dalam waktu yang lama, aku akan bisa menerapkan firman Tuhan." Setelah itu, setiap kali aku berdebat dengan ibuku tentang perbedaan pendapat kami, aku melakukan segala yang aku bisa untuk menahan diriku agar tidak marah. Berlatih dengan cara ini kadang-kadang memberikan hasil, tetapi aku tidak pernah bisa menahan diri untuk waktu yang lama sebelum aku kembali kehilangan kesabaranku. Dalam kesakitanku, satu-satunya yang bisa kulakukan adalah datang ke hadapan Tuhan untuk berdoa, "Ya Tuhan! Aku tidak pernah bisa menahan diri agar tidak marah dan aku tidak bisa mengekang diri. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Kumohon dapatkah Engkau membantuku? …"

Akankah Tuhan Melakukan Pekerjaan Baru Ketika Dia Datang Kembali?

Sebuah kebetulan membuatku berkenalan tanpa sengaja dengan beberapa saudara-saudari secara online. Kami sering belajar Alkitab dan menghadiri pertemuan dengan satu sama lain, dan bersama-sama membahas pemahaman dan pengetahuan kami tentang ayat-ayat Alkitab. Secara khusus, persekutuan dari Saudara Lin khususnya menerangi dan mencerahkan; aku menuai banyak manfaat darinya dan memahami banyak kebenaran yang belum pernah kupahami sebelumnya. Aku sangat suka menghadiri pertemuan dengan saudara-saudari ini.

Pada suatu pertemuan, kami membahas topik tentang kedatangan Tuhan Yesus kembali. Saudara Lin mengirimi kami dua ayat dari Alkitab, "Jadi Kristus satu kali dikorbankan untuk menanggung dosa banyak orang; dan kepada mereka yang mencari-Nya, Dia akan menampakkan diri kedua kalinya tanpa dosa untuk keselamatan" (Ibrani 9:28). "Yang dijaga oleh kuasa Tuhan oleh iman kepada keselamatan yang siap untuk dinyatakan pada akhir zaman" (1 Petrus 1:5). Dia kemudian memberikan kami persekutuan dengan mengatakan, "Kita dapat melihat dari kedua ayat ini bahwa ketika Tuhan Yesus datang kembali pada akhir zaman, Dia akan melakukan pekerjaan baru untuk menyelamatkan kita sepenuhnya dari ikatan dosa agar kita dapat disucikan dan mencapai keselamatan Tuhan yang sejati."

Mendengarkan persekutuan Saudara Lin, aku merasa bahwa aku tidak bisa sepenuhnya menerima apa yang ia katakan, jadi aku memberi tahu dia pendapatku, "Meskipun kita masih mampu melakukan dosa, penyaliban Tuhan Yesus telah menebus kita dan Dia tidak lagi menganggap kita sebagai orang berdosa. Terlebih lagi, Tuhan berfirman, 'Selesai sudah' ketika Dia tergantung di kayu salib, yang menunjukkan bahwa keselamatan Tuhan sudah lengkap dan pekerjaan-Nya untuk menyelamatkan umat manusia sudah selesai. Jadi bagaimana engkau dapat mengatakan bahwa Tuhan masih memiliki pekerjaan baru untuk dilakukan pada akhir zaman?"

Saudara Lin berkata, "Saudari, apa sebenarnya yang Tuhan Yesus maksudkan ketika Dia berkata, 'Selesai sudah' di atas kayu salib? Jika mengikuti pemahaman kita sendiri dan mengatakan bahwa dengan mengucapkan, 'Selesai sudah,' maksud Tuhan Yesus adalah bahwa pekerjaan Tuhan sepenuhnya selesai, lalu bagaimana firman Tuhan akan digenapi ketika Dia bernubuat, "Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" (Yohanes 16:12-13). Juga, Tuhan bernubuat bahwa, ketika Dia datang kembali pada akhir zaman, Dia akan melakukan pekerjaan memisahkan gandum dari jerami, domba dari kambing dan gadis-gadis yang bijaksana dari gadis-gadis yang bodoh. Dalam Wahyu 14:6 dikatakan, "Dan aku melihat malaikat lain terbang di tengah-tengah langit, membawa Injil kekal untuk diberitakan kepada mereka yang tinggal di bumi, dan kepada seluruh bangsa, kaum, bahasa, dan suku." Jika Tuhan tidak melakukan pekerjaan baru pada akhir zaman, bukankah nubuat semacam ini akan sia-sia? Oleh karena itu, keyakinan kita adalah bahwa dengan mengatakan 'Selesai sudah,' maksud Tuhan Yesus adalah bahwa pekerjaan Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia sudah selesai sepenuhnya, tentunya merupakan pemahaman yang muncul dari konsepsi dan imajinasi kita sendiri, dan kenyataannya tidak sesuai dengan fakta-fakta pekerjaan Tuhan. "

Ketika aku mendengarkan persekutuan Saudara Lin, aku merasa terdorong untuk berpikir, "Itu benar. Jika pekerjaan Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia sudah selesai, lalu bagaimana nubuat-nubuat yang diucapkan oleh Tuhan Yesus ini akan terjadi? Tuhan itu setia, dan nubuat-nubuat-Nya tidak mungkin sia-sia …. "

Saudara Lin melanjutkan persekutuannya, mengatakan, "Fakta sebenarnya, ketika Tuhan Yesus berkata, 'Selesai sudah' di atas kayu salib, maksud-Nya adalah bahwa pekerjaan Tuhan untuk menebus umat manusia sudah selesai, dan bukan bahwa pekerjaan-Nya untuk menyelamatkan umat manusia sudah sepenuhnya selesai. Ini karena pekerjaan Tuhan Yesus adalah pekerjaan penebusan dan dilakukan-Nya untuk membebaskan kita dari dosa-dosa kita; akan tetapi, pekerjaan ini tidak menghilangkan natur dosa dan watak-watak Iblis dalam diri kita. Karena itu, kita membutuhkan Tuhan untuk melakukan tahap pekerjaan lebih lanjut yang secara menyeluruh mengubah dan mentahirkan kita. Sekarang mari kita membaca beberapa bagian yang membahas masalah ini." Saudara Lin kemudian membaca, "Bagi manusia, penyaliban Tuhan mengakhiri pekerjaan inkarnasi Tuhan, menebus seluruh umat manusia, dan membuat-Nya mampu merebut kunci ke alam maut. Semua orang berpikir pekerjaan Tuhan selesai sudah sepenuhnya. Padahal, bagi Tuhan, hanya sebagian kecil dari pekerjaan-Nya yang selesai sudah. Dia hanya menebus umat manusia; Dia belum menaklukkan umat manusia, apalagi mengubah keburukan Iblis dalam diri manusia. Itu sebabnya Tuhan berkata: "Walaupun inkarnasi daging-Ku harus melewati rasa sakit kematian, itu bukanlah seluruh tujuan inkarnasi-Ku. Yesus adalah Anak-Ku yang Kukasihi dan dikayu salib bagi-Ku, tetapi Dia tidak menyelesaikan seluruh pekerjaan-Ku. Dia hanya melakukan sebagian darinya" ("Pekerjaan dan Jalan Masuk (6)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). "Meskipun manusia telah ditebus dan diampuni dosanya, itu hanya dapat dianggap bahwa Tuhan tidak lagi mengingat pelanggaran manusia dan tidak memperlakukan manusia sesuai dengan pelanggarannya. Namun, ketika manusia hidup dalam daging dan belum dibebaskan dari dosa, ia hanya bisa terus berbuat dosa, tanpa henti menyingkapkan watak rusak Iblis dalam dirinya. Inilah kehidupan yang manusia jalani, siklus tanpa henti berbuat dosa dan meminta pengampunan. Mayoritas manusia berbuat dosa di siang hari lalu mengakui dosa di malam hari. Dengan demikian, sekalipun korban penghapus dosa selamanya efektif bagi manusia, itu tidak dapat menyelamatkan manusia dari dosa. Hanya separuh dari pekerjaan penyelamatan telah diselesaikan, karena watak manusia masih rusak." ("Misteri Inkarnasi (4)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Setelah selesai membaca, Saudara Lin melanjutkan persekutuannya. "Kedua bagian ini berbicara dengan sangat jelas. Di Zaman Kasih Karunia, Tuhan Yesus menjadi manusia dan melakukan pekerjaan-Nya, Dia mengungkapkan jalan 'Bertobatlah engkau: karena Kerajaan Surga sudah dekat' (Matius 4:17), dan Dia mengajarkan orang untuk memahami banyak kebenaran. Setelah itu, Dia disalibkan, dan dengan demikian menyelesaikan pekerjaan-Nya untuk menebus umat manusia. Ketika kita percaya kepada Tuhan, selama kita datang ke hadapan Tuhan untuk bertobat dan mengakui dosa-dosa kita, maka dosa-dosa kita akan diampuni. Namun demikian, kita telah begitu dalam dirusak oleh Iblis sehingga watak-watak Iblis seperti menjadi congkak dan sombong, egois dan hina, bengkok dan menipu, jahat dan serakah, telah menjadi hidup kita; kita semua mendambakan kekayaan, status, ketenaran dan keberuntungan, dan, seperti halnya orang-orang duniawi, kita mengejar kehidupan mewah dan kebobrokan, dan kita menikmati kesenangan dari dosa. Ketika kita bergaul dengan orang lain, kita selalu berpikir bahwa pandangan kita sendiri amat pintar dan kita selalu berusaha unggul atas orang lain, untuk membuat orang lain mendengarkan kita, dan kita tidak memiliki toleransi atau kesabaran terhadap orang lain. Kita merasa kesulitan bahkan untuk bergaul dengan teman-teman dan keluarga kita sendiri. Seperti yang Rasul Paulus katakan, 'Karena dalam diriku ada kehendak; tetapi aku tidak mendapati cara berbuat apa yang baik. Karena apa yang baik yang aku mau tidak aku lakukan: tetapi yang jahat yang aku tidak mau, itu yang aku lakukan' (Roma 7:18-19). Kita tunduk pada ikatan dan belenggu watak-watak Iblis dalam diri kita, dan kita seringkali tidak mampu menghentikan diri kita sendiri untuk berbuat dosa dan melawan Tuhan. Sekalipun dosa-dosa kita diampuni seribu kali, kita akan tetap menjadi orang-orang yang telah sangat dirusak oleh Iblis. Bisakah kita mengatakan bahwa pekerjaan Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia sudah selesai? Jika Tuhan tidak datang pada akhir zaman untuk bekerja dan menyelamatkan kita, bagaimana kita—yang benar-benar kotor dan hina—dapat memenuhi syarat untuk memandang wajah Tuhan dan diangkat ke dalam kerajaan surga? Firman Tuhan berkata, 'Karena itu jadilah kudus, sebab Aku ini kudus' (Imamat 11:45). Tuhan itu kudus dan watak-Nya benar dan tidak dapat diganggu-gugat. Akibatnya, Tuhan tidak akan membawa orang-orang yang kotor dan rusak masuk ke dalam kerajaan-Nya. Hanya dengan menerima kehadiran dan pekerjaan Tuhan pada akhir zaman, dengan sepenuhnya membuang ikatan dan belenggu dosa dan mencapai perubahan dalam watak-watak kita, kita akan dapat mencapai keselamatan Tuhan secara lengkap dan memenuhi syarat untuk memandang wajah Tuhan dan masuk ke dalam surga."

Pelajari lebih lanjut: Masih banyak kesaksian iman Kristen , sedang menunggu Anda untuk membacanya 

Diubah oleh Sharonwhite


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di