CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Nasabah Jiwasraya Sakit Hati dengan Sri Mulyani
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e43b929facb954f8640cbd4/nasabah-jiwasraya-sakit-hati-dengan-sri-mulyani

Nasabah Jiwasraya Sakit Hati dengan Sri Mulyani

Jakarta, CNN Indonesia -- Nasabah korban gagal bayar PT Asuransi [url=Jakarta, CNN Indonesia -- Nasabah korban gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengaku tersakiti dengan pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sakit hati mereka sampaikan terkait pembayaran polis jatuh tempo.  Sebelumnya, Sri Mulyani itu menegaskan tak mau asal-asalan dalam menggelontorkan dana untuk mengatasi persoalan Jiwasraya. Ia tidak ingin masyarakat beranggapan jika negara dengan mudah mengatasi permasalahan perusahaan pelat merah dengan menggunakan APBN.  "Kalau tidak, nanti orang akan gampang, oh ini miliknya pemerintah, lalu dirusak-rusak saja. Nanti kemudian kalian akan bilang oh kepercayaan kepada pemerintah rusak, maka menteri keuangan akan bail in memberikan dana," katanya, Jumat (7/2).  Ia mengaku akan menunggu proses hukum berjalan.  Lihat juga: BEI Pernah Sanksi dan Suspensi Saham Koleksi Jiwasraya Salah satu nasabah Jiwasraya, Machril menyatakan nasabah Jiwasraya tidak memiliki keterkaitan dengan kasus hukum.  "Satu orang pun tidak terlibat dengan kejadian tersebut. Jadi jangan dikaitkan, itu yang menyakitkan, itu yang kami tegaskan. Terus terang penjelasan Bu Sri Mulyani itu kami tidak suka," katanya, Rabu (12/2).  Sebagaimana diketahui, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan enam orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi Jiwasraya. Tiga orang diantaranya merupakan manajemen terdahulu Jiwasraya. Sedangkan tiga lainnya berasal dari pihak swasta.  Lihat juga: Jokowi Hapus Aturan Insentif Direksi BPJS Kesehatan  Nasabah lainnya, Tomy Yusman mengaku tidak setuju dengan rencana Kementerian BUMN memprioritaskan  nasabah polis tradisional dan pemegang dana pensiun. Menurutnya, perusahaan asuransi jiwa pertama di Indonesia itu justru mampu bangkit dari keterpurukan masa lalu karena ditopang penjualan produk JS Saving Plan.  Namun demikian, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pemerintah akan mendahulukan pembayaran golongan nasabah pemegang polis tradisional dan dana pensiunan. Sebab, mayoritas dari kelompok tersebut memiliki beban ekonomi lebih berat.  "Jiwasraya itu bisa hidup kembali dari uang kami, nasabah saving plan. Dari jauh hari mestinya dia sudah bangkrut kan, ternyata kami yang membiayai itu. Kenapa sekarang giliran untuk bayar kembali ke kami, kami malah di belakang? Itu yang kami tidak setuju," tegasnya.  Lihat juga: Sri Mulyani Tak Mau Asal Suntik Jiwasraya Untuk diketahui, JS Saving Plan adalah produk asuransi dengan nilai premi minimal Rp100 juta. JS Saving Plan menawarkan bunga tinggi sebesar 9-13 persen per tahun. Izin produk itu dikeluarkan oleh Bapepam-LK pada 18 Desember 2012.  Dalam catatan OJK, sepanjang 2013-2017, pendapatan premi Jiwasraya meningkat karena penjualan produk JS Saving Plan dengan periode pencairan setiap tahun. Laporan keuangan Jiwasraya pada 2017 positif dengan raihan pendapatan premi dari produk JS Saving Plan mencapai Rp21 triliun. Selain itu, perseroan meraup laba Rp2,4 triliun naik 37,64 persen dari tahun 2016.  Atas dasar itu, Tomy meminta pemerintah menarik kembali pernyataan tersebut.  "Tolong statement itu ditarik dan diperbaiki omongannya," ucapnya.][/url]Jiwasraya (Persero) mengaku tersakiti dengan pernyataan Menteri Keuangan [url=Jakarta, CNN Indonesia -- Nasabah korban gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengaku tersakiti dengan pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sakit hati mereka sampaikan terkait pembayaran polis jatuh tempo.  Sebelumnya, Sri Mulyani itu menegaskan tak mau asal-asalan dalam menggelontorkan dana untuk mengatasi persoalan Jiwasraya. Ia tidak ingin masyarakat beranggapan jika negara dengan mudah mengatasi permasalahan perusahaan pelat merah dengan menggunakan APBN.  "Kalau tidak, nanti orang akan gampang, oh ini miliknya pemerintah, lalu dirusak-rusak saja. Nanti kemudian kalian akan bilang oh kepercayaan kepada pemerintah rusak, maka menteri keuangan akan bail in memberikan dana," katanya, Jumat (7/2).  Ia mengaku akan menunggu proses hukum berjalan.  Lihat juga: BEI Pernah Sanksi dan Suspensi Saham Koleksi Jiwasraya Salah satu nasabah Jiwasraya, Machril menyatakan nasabah Jiwasraya tidak memiliki keterkaitan dengan kasus hukum.  "Satu orang pun tidak terlibat dengan kejadian tersebut. Jadi jangan dikaitkan, itu yang menyakitkan, itu yang kami tegaskan. Terus terang penjelasan Bu Sri Mulyani itu kami tidak suka," katanya, Rabu (12/2).  Sebagaimana diketahui, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan enam orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi Jiwasraya. Tiga orang diantaranya merupakan manajemen terdahulu Jiwasraya. Sedangkan tiga lainnya berasal dari pihak swasta.  Lihat juga: Jokowi Hapus Aturan Insentif Direksi BPJS Kesehatan  Nasabah lainnya, Tomy Yusman mengaku tidak setuju dengan rencana Kementerian BUMN memprioritaskan  nasabah polis tradisional dan pemegang dana pensiun. Menurutnya, perusahaan asuransi jiwa pertama di Indonesia itu justru mampu bangkit dari keterpurukan masa lalu karena ditopang penjualan produk JS Saving Plan.  Namun demikian, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pemerintah akan mendahulukan pembayaran golongan nasabah pemegang polis tradisional dan dana pensiunan. Sebab, mayoritas dari kelompok tersebut memiliki beban ekonomi lebih berat.  "Jiwasraya itu bisa hidup kembali dari uang kami, nasabah saving plan. Dari jauh hari mestinya dia sudah bangkrut kan, ternyata kami yang membiayai itu. Kenapa sekarang giliran untuk bayar kembali ke kami, kami malah di belakang? Itu yang kami tidak setuju," tegasnya.  Lihat juga: Sri Mulyani Tak Mau Asal Suntik Jiwasraya Untuk diketahui, JS Saving Plan adalah produk asuransi dengan nilai premi minimal Rp100 juta. JS Saving Plan menawarkan bunga tinggi sebesar 9-13 persen per tahun. Izin produk itu dikeluarkan oleh Bapepam-LK pada 18 Desember 2012.  Dalam catatan OJK, sepanjang 2013-2017, pendapatan premi Jiwasraya meningkat karena penjualan produk JS Saving Plan dengan periode pencairan setiap tahun. Laporan keuangan Jiwasraya pada 2017 positif dengan raihan pendapatan premi dari produk JS Saving Plan mencapai Rp21 triliun. Selain itu, perseroan meraup laba Rp2,4 triliun naik 37,64 persen dari tahun 2016.  Atas dasar itu, Tomy meminta pemerintah menarik kembali pernyataan tersebut.  "Tolong statement itu ditarik dan diperbaiki omongannya," ucapnya.]Sri Mulyani[/url]. Sakit hati mereka sampaikan terkait pembayaran polis jatuh tempo.

Sebelumnya, Sri Mulyani itu menegaskan tak mau asal-asalan dalam menggelontorkan dana untuk mengatasi persoalan Jiwasraya. Ia tidak ingin masyarakat beranggapan jika negara dengan mudah mengatasi permasalahan perusahaan pelat merah dengan menggunakan APBN.

"Kalau tidak, nanti orang akan gampang, oh ini miliknya pemerintah, lalu dirusak-rusak saja. Nanti kemudian kalian akan bilang oh kepercayaan kepada pemerintah rusak, maka menteri keuangan akan bail in memberikan dana," katanya, Jumat (7/2).


Ia mengaku akan menunggu proses hukum berjalan. 

Salah satu nasabah Jiwasraya, Machril menyatakan nasabah Jiwasraya tidak memiliki keterkaitan dengan kasus hukum.

"Satu orang pun tidak terlibat dengan kejadian tersebut. Jadi jangan dikaitkan, itu yang menyakitkan, itu yang kami tegaskan. Terus terang penjelasan Bu Sri Mulyani itu kami tidak suka," katanya, Rabu (12/2).

Sebagaimana diketahui, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan enam orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi Jiwasraya. Tiga orang diantaranya merupakan manajemen terdahulu Jiwasraya. Sedangkan tiga lainnya berasal dari pihak swasta.


Nasabah lainnya, Tomy Yusman mengaku tidak setuju dengan rencana Kementerian BUMN memprioritaskan  nasabah polis tradisional dan pemegang dana pensiun. Menurutnya, perusahaan asuransi jiwa pertama di Indonesia itu justru mampu bangkit dari keterpurukan masa lalu karena ditopang penjualan produk JS Saving Plan.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir berjanji mulai mencicil pembayaran klaim polis jatuh tempo pada akhir Maret. Namun demikian, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pemerintah akan mendahulukan pembayaran golongan nasabah pemegang polis tradisional dan dana pensiunan. Sebab, mayoritas dari kelompok tersebut memiliki beban ekonomi lebih berat.

"Jiwasraya itu bisa hidup kembali dari uang kami, nasabah saving plan. Dari jauh hari mestinya dia sudah bangkrut kan, ternyata kami yang membiayai itu. Kenapa sekarang giliran untuk bayar kembali ke kami, kami malah di belakang? Itu yang kami tidak setuju," tegasnya.

Untuk diketahui, JS Saving Plan adalah produk asuransi dengan nilai premi minimal Rp100 juta. JS Saving Plan menawarkan bunga tinggi sebesar 9-13 persen per tahun. Izin produk itu dikeluarkan oleh Bapepam-LK pada 18 Desember 2012.


Dalam catatan OJK, sepanjang 2013-2017, pendapatan premi Jiwasraya meningkat karena penjualan produk JS Saving Plan dengan periode pencairan setiap tahun. Laporan keuangan Jiwasraya pada 2017 positif dengan raihan pendapatan premi dari produk JS Saving Plan mencapai Rp21 triliun. Selain itu, perseroan meraup laba Rp2,4 triliun naik 37,64 persen dari tahun 2016.

Atas dasar itu, Tomy meminta pemerintah menarik kembali pernyataan tersebut.

"Tolong statement itu ditarik dan diperbaiki omongannya," ucapnya.
profile-picture
Kup4s memberi reputasi
Diubah oleh sukasuka406
wah masih adakah yg percaya ke Pemerintah kalau begitu emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga
profile-picture
dede4141 memberi reputasi
Semua produk investasi itu Ada disclaimernya, ane ikut prudent yg ada investasinya, dulu janji Manis agen kalo udah 10 tahun bakal bisa melipat itu duit, udah 10 taun taunya tetep aja, ga sampai melipet.
Apakah ane bisa tuntut itu prudent? Gaklah
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Lihat 5 balasan
benerin thread lu... sakit mata gue bacanya emoticon-Smilie
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Nasabah tergiur saving plan sultan padahal js saving plan itu bom aktif yg dirakit oleh jiwasraya

Dan sudah meledak
bu, investor itu emoticon-Wakaka
kok bgitu emoticon-Wakaka
bisa merosot ini daftar bumn di bei nya
Balasan post gigiemaskeren
Quote:


Sama kayak gw (asuransi ijo), ngga lagi2 deh beli2 unit link, sampah semua. 10 tahun setelah di kalkulasi inflasi dll boro2 gw dapet 2x lipat untung, 25% aja kaga emoticon-Busa
Mending reksadana sekalian lah kalau mau invest2, asuransi kalau mau yg pure asuransi jangan yg embel2 unit link, scam semua emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
lickmyballs dan galuhsuda memberi reputasi
Diubah oleh aleet
Balasan post aleet
Quote:


asuransi murni term life masih ada gtu? sekarang asuransi nawarinnya unit link melulu. term life pun nawarinnya sampe 99 tahun, pas di cek ada embel embel investasinya. emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga

profile-picture
profile-picture
chisaa dan galuhsuda memberi reputasi
Balasan post gigiemaskeren
orang kalau sudah sakit hati, susah buat maafin
wah ngeri juga ya Asuransi pemerintah aja kaya gitu
jangan jangan entar Bank Plat Merah juga sama
emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga
profile-picture
dede4141 memberi reputasi
Balasan post aleet
Quote:


aneh, term life harusnya murah, di kita malah mahal. emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
Rakyat yg menjadi tumbal

Mentri keuangan dan Mentri BUMN harus tanggung jawab itu
Balasan post jkwselalub3n4r
salah alamat keknya
kalau ditalangi pakai duit APBN, 270 juta rakyat Indonesia jelas lebih sakit hati emoticon-Nyepi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di