CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e42776588b3cb21531641cb/call-me-yola

CALL ME YOLA

Prolog

Yola berjalan mantap masuk ke dalam kelab malam. Dadanya dibusungkan dan tatapannya lurus ke depan. Beberapa pasang mata mengawasinya dari ujung kepala sampai ujung kaki, tapi Yola sama sekali tidak peduli.  

CALL ME YOLA

"Yola," panggil seseorang yang sedang duduk di kursi depan bartender.

Yola menoleh ke arahnya lalu menghampiri pria tersebut.

"Yola lo gila ya? Besok lo sidang skripsi Yol, dan lo justru ngajak gue minum?" tanya-nya tak habis pikir melihat tingkah sahabat satunya itu.

"Erdin sayang, gue minum itu ya niatnya baik. Kepala gue sakit banget, berhari-hari nyiapin ini itu buat sidang. Nah makanya sekarang gue mau mabok biar besok fresh dan bisa lancar saat sidang," jawab Yola dengan wajah tak berdosanya.

"Eh babi, yang ada besok lo justru tambah kacau!" sahut Erdin sambil menepuk jidat Yola.

"Otak lo gak dipake ya? Jual aja jual, pasti mahal," tambahnya lagi.

"Berisik deh," jawab Yola sambil mengalihkan pandangannya ke arah bartender yang ada di depannya.

"Vodka," ucap Yola kepada bartender tersebut.

"Siap," ucap bartender tersebut sambil berlalu untuk mengambil apa yang Yola butuhkan.

"Erdin," panggil Yola sedikit keras karena suara bising musik mendominasi.

"Hmm," gumam Erdin tanpa menoleh dan asik dengan minumannya.

"Setelah lulus gue mau kerja di Semarang."

Sebelum Erdin menjawab, bartender tadi datang dan meletakkan minuman yang Yola pesan. Yola hanya mengangguk dan tersenyum kepada bartender tersebut.

"Emang lo bakalan lulus?" jawab Erdin sambil menoleh ke arah Yola dengan mimik yang dibuat serius.

"Brengsek lo!," sahut Yola sebal.

"Hahaha, ya lagian lo gila sih."

"Gue serius babi," Yola berdecak sebal seraya memukul lengan Erdin.

"Oke oke, lo kenapa gak kerja di sini aja?" Tanya Erdin setelah menghentikan tawanya.

"Gue tuh pengen cari suasana baru," jawab Yola sambil meneguk gelas ketiganya.

"Suasana baru atau mangsa baru?" Erdin bertanya dengan nada menggoda.

"Dua-duanya sih," Yola menaik turunkan alisnya sambil tersenyum miring.

"Jijik gue liat tampang lo gitu," ujar Erdin dengan ekspresi yang seolah jijik melihat Yola.

Yola hanya tertawa sambil menikmati minumannya. Sesekali mereka bercanda dan saling mengejek. Mereka berdua benar-benar larut dalam suasana kelab yang semakin memanas. Suara teriakan dan goyangan-goyangan dari manusia santuy di lantai dansa semakin menjadi.

Yola sudah kehilangan kesadarannya dan sesekali bercerita tak jelas. Sedangkan Erdin masih cukup sadar dan tidak melanjutkan untuk minum. Ia tahu bahwa Yola akan merepotkan, maka Erdin harus bersiap mengurus Yola.

"Er, gue ke toilet ya," ucap Yola di samping telinga Erdin.

Erdin mengangguk dan beranjak untuk mengantar Yola, ia tidak mungkin membiarkan Yola berjalan sendiri dalam keadaan yang sudah mabuk.

Yola segera berjalan memasuki toilet karena merasa ingin buang air kecil. Saat ia baru saja keluar dari toilet, tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangannya dan langsung memeluknya.

"Yol, gue kangen sama lo," ucap seseorang tersebut yang ternyata adalah mantan Yola.

"Lepasin gue brengsek!" dengan sekuat tenaga Yola mendorong Devan sampai menjauh.

"Yol, lo mabok?" Tanya Devan seraya mendekatinya.

Sebelum Yola menjawab, Erdin segera menyeret tangan Yola untuk keluar.

"Jauhin Yola!" ucap Erdin memperingatkan.

Mereka berjalan menuju ke mobil Erdin. Yola yang belum sadar hanya mengikutinya dan menurut tanpa protes.

"Yol, gue sayang sama lo," ujar Erdin saat mereka sudah berada di dalam mobil.

"Hmm, gue juga sayang sama lo sebagai sahabat baik gue," gumam Yola tidak jelas.

Tidak ada persahabatan yang murni antara seorang laki-laki dan perempuan. Salah satu dari mereka pasti akan mempunyai perasaan lebih yang tidak bisa di kendalikan. Perasaan melebihi seorang sahabat biasa dan menginginkan untuk sebuah hubungan lebih. Namun karena tidak mau merusak persahabatan, terkadang salah satu dari mereka memilih untuk diam dan menyembunyikan perasaan suka itu daripada merusak persahabatan yang sudah mereka bangun. Begitupula dengan Erdin, dari pertama kali mereka bertemu Erdin sudah menyukai Yola sampai sekarang.
Diubah oleh rahma.syndrome

Part 1

“Disti,” panggil Elena, kakak tiri Yola. 

Yola hanya meliriknya sekilas lalu kembali fokus pada ipad miliknya.

Elena adalah anak dari Papa tirinya. Sejak pertama Elena hadir dalam kehidupan Yola, ia sudah tidak menyukainya karena sifat Elena yang selalu mengatur. Mama yola menikah lagi saat Yola SMA, lebih tepatnya kelas 12.

Elena adalah satu-satunya orang yang memanggil Yola dengan nama Disti. Sudah berkali-kali Yola mengingatkan namun diabaikan oleh Elena. 

Elena menghampiri Yola yang sedang duduk sofa. 

“Dis, gue mau tanya sama lo,” ujar Elene sambil duduk disamping Yola.

“Tinggal tanya,” jawab Yola ketus.

“Gue masih gak ngerti kenapa lo cerai sama suami lo itu yang ganteng terus kaya?” 

Perhatian Yola teralihkan setelah mendengar pertanyaan Elena yang menurutnya tidak penting.

“Itu urusan gue, dan lo gak perlu ikut campur,” mata Yola kembali fokus ke arah ipadnya. Sesekali mulutnya berkomat-kamit membaca komentar dari warganet yang mengomentari videonya.

Yola Adisti, seorang beauty vlogger dengan subsribe lebih dari tiga juta di channel YouTubenya. Selain menjadi youtuber, ia juga menjadi perawat di salah satu rumah sakit terbesar di kota Semarang. Namun sayangnya, Yola gagal dalam membina rumah tangga.

“Mending lo pulang deh, ngapain juga di apartement gue,” tambah Yola.

“Kok lo malah ngusir gue sih? Gue tanya serius ke lo.” Sahut Elena tidak terima. 

“Kemarin mama sama papa tanya ke gue, makanya lo pulang dan jelasin ke orang tua,” imbuhnya lagi.

“Kalo gak sibuk juga gue bakalan balik,” sahut Yola.

“Yaudah deh terserah lo, gue mau pulang,” jawab Elena seraya beranjak dan melangkah keluar begitu saja.

Yola hanya mengabaikannya dan memilih untuk fokus pada ipadnya. Ia terkejut ketika banyak orang yang berkomentar menanyakan kenapa dirinya menghapus foto-foto bersama mantan suaminya di sosial media. 

Arga Dirgantara, mantan suami Yola yang resmi bercerai satu minggu lalu. Arga merupakan seorang pengusaha tampan yang cukup terkenal di dunia bisnis. Ia dikenal sebagai lelaki ramah, sopan, baik hati, murah senyum, dan bertanggung jawab. Yola menyukainya dan memutuskan untuk menjalin hubungan dengan Arga. Saat masih berpacaran, sifat Arga masih seperti biasa. Namun siapa sangka, ternyata ada satu sifat Arga yang tidak diketahui banyak orang. Sifat yang membuat Yola memutuskan untuk bercerai dengannya. Arga merupakan orang yang temperamen dan kasar, beberapa kali Yola pernah ditampar oleh Arga dan dibentak. Sifat yang jauh dibandingkan saat berpacaran dulu.

Yola masih tak habis pikir kenapa ia bisa jatuh cinta kepada pria yang salah dan berakhir menyedihkan. Yola memikirkan bagaimana cara menjawab pertanyaan dari penggemarnya di YouTube. 

“Apa gue harus bikin video khusus ya? Atau QnA?” gumam Yola sambil terus menscrol komentar-komentar penggemarnya.

“Gini nih susahnya jadi public figur, gak ada privasi sama sekali,” ujar Yola kesal.

Drtt…drrt…drrt

Ponsel Yola bergetar menandakan ada seseorang yang meneleponnya. Ia segera meraih benda pipih itu dari atas meja. Ia melihat sekilas nama yang tertera dilayar sebelum memutuskn untuk menerimanya. Vivi,batinnya.

“Halo,” jawab Yola.

“Lo lagi dimana?” tanya Vivi tanpa basi-basi.

“Apart, kenapa?” sahut Yola. 

“Besok lo bisa gantiin gue shif malem gak?” 

“Emang kenapa?” dahi Yola mengernyit heran karena baru kali ini Vivi minta bertukar shift.

“Gue mau kencan,” sahut Vivi malu-malu.

“WHAT? Lo ninggalin pasien demi kencan?” teriak Yola yang sontak membuat Vivi menjauhkan ponselnya diseberang sana.

“Yaelah Yol, sekali doang,” jawab Vivi membela diri.

One night stand ? Yola menebak seperti biasanya. 

“Gue udah tobat yang begituan, sekarang bukan one night lagi.”

“Ya udah deh oke,” sahut Yola pasrah.

“Thanks Yolaku sayang. Udah dulu ya, bye.”

***

Seperti yang sudah Yola duga, hari ini ia benar-benar lelah. Paginya disambut dengan kedatangan lima pasien baru dengan berbagai macam penyakit. Benar-benar melelahkan. Batin Yola.

Ia berusaha bekerja semaksimal mungkin, bersabar dalam menghadapi pasien yang menurutnya sangat menyebalkan. Ada pasien yang tidak menurut, ada yang selalu protes, dan ada yang banyak maunya. Yola selalu berusaha tersenyum dan menyembunyikan kejengkelannya. Banyak yang menyukai Yola karena selaian cantik, ia juga dikenal sebagai perawat yang baik, ramah, dan sopan. 

Sekitar pukul 15.05 WIB, Yola pulang dengan mengendarai mobilnya. Sesampainya di apartement, ia segera menjatuhkan tubuh di atas sofa empuknya. Ia memejamkan matanya sambil mengatur napas. Setelah dirasa cukup rileks, ia mengambil ponsel yang berada di tas kecilnya. 

Banyak sekali notifikasi di sosial media dari mulai YoTube, Instagram, dan WhatsApp. Ia membukanya satu persatu untuk mengecek apakah ada yang penting. Namun bukannya hal penting yang ia temukan, tapi ia justru menemukan banyak orang yang mengiriminya DM dan menanyakan hubungannya dengan Arga.

“Sial,” ucap Yola lirih.

Yola tidak habis pikir kenapa banyak sekali orang yang menanyakan tentang masalah pribadinya. Perhatian Yola teralihkan ketika matanya melihat DM seseorang yang mengiriminya foto. Setelah membukanya, ia sedikit terkejut dengan apa yang dilihatnya.

Jadi ini penyebab orang-orang yang selalu menanyakan masalah pribadi gue. Batin Yola.

Foto tersebut menampilkan sosok Arga yang mengenakan stelan jas dan disampingnya ada seorang perempuan cantik yang mengenakan gaun berwarna hitam senada dengan warna jas Arga.
Yola hanya tersenyum miring melihat foto tersebut.

Setelah dirasa cukup lama bermain ponsel, Yola segera mengganti pakaian dan mencuci muka. Ingin rasanya ia rebahan dan bermalas-malasan, tapi Yola harus mengedit video yang sudah dibuatnya tiga hari lalu.

Matanya fokus ke arah laptop, tangannya terus bergerak menggeser kursor. Yola merupakan seseorang pekerja keras dan fokus dalam pekerjaanya. Setelah selesai, ia segera mematikan laptopnya dan keluar untuk sekedar mencari makan. 

Yola berjalan ke sebuah restoran yang hanya berjarak 50 meter dari apartementnya. Sesampainya disana, Yola menjadi pusat perhatian para lelaki yang sedang makan. Bagaimana tidak, saat ini Yola hanya mengenakan hotpans dan kaos stripe, sedangkan rambut coklatnya ia gerai begitu saja. Dengan tubuh langsing, tinggi, dan putih mulus sudah pasti Yola akan menjadi pusat perhatian dimana saja.

Yola memilih untuk duduk di pojok belakang. Ia menunggu makanan sambil memainkan ponselnya. Lagi dan lagi ia melihat komentar yang menanyakan hubungannya dengan Arga.
Apa gue posting foto aja ya? Terus dikasih caption gitu. Pikir Yola.

Yola pun berselfie dengan pose tersenyum dan memiringkan kepalanya. Saat ia sedang asik berselfi, tiba-tiba makanan yang dipesan datang menghentikan acara selfie rianya. 

“Silahkan mba,” ucap pelayan tersebut.

Yola hanya mengangguk dan kembali fokus ke layar ponselnya. ia memilih foto tercantiiknya untuk di unggah di Instagram. Kasih caption apa ya? Batinnya bingung. Caption menjadi sesuatu yang sangat penting dan selalu dipikirkan banyak orang ketika akan menggunggah foto.

I’m single and I’m happy!

Tulis yola setelah 10 menit memikirkan caption. Ia benar-benar bingung akan menuliskan caption apa yang cocok untuk dirinya. Setelah selesai menunggah foto, ia segera makan karena sebentar lagi harus berangkat bekerja.

To be continued...
Diubah oleh rahma.syndrome


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di