CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Meski Bayar Ganti Rugi, Tersangka Jiwasraya Tetap Dipidana
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e4271ffb41d3022a24de831/meski-bayar-ganti-rugi-tersangka-jiwasraya-tetap-dipidana

Meski Bayar Ganti Rugi, Tersangka Jiwasraya Tetap Dipidana

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyidikan kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terus berlanjut. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung) Febrie Adriansyah mengomentari kelanjutan nasib para tersangka kasus dugaan korupsi Jiwasraya (Persero).

Dia menilai, hingga kini belum ada itikad dari para tersangka untuk mengembalikan kerugian negara.

"Yang jelas aja gak ada tanda tanda bagaimana mereka [para tersangka] berniat baik dan seterusnya," kata Febrie di Kejagung, Senin (03/02/2020) ketika ditanya kelanjutan perkara pidana jika para tersangka membayar kerugian negara yang ditimbulkan.


Febrie menegaskan bahwa setiap perkara yang sudah dibuat maka harus ada hukuman yang menjerat. Dia beralasan pada ketentuan hukum yang berlaku.

"Dalam Tipikor pasal 4 kan tidak mengilangkan pidananya," sebutnya.

Sebagai informasi, Asuransi Jiwasraya memiliki kewajiban jatuh tempo polis produk JS Saving Plan pada Oktober-Desember tahun lalu sebesar Rp 12,4 triliun. Untuk tahun 2020 ini, kebutuhan likuiditas penyelesaian JS Saving Plan diketahui nilainya sebesar Rp 3,7 triliun.

Dengan demikian total kebutuhan likuiditas penyelesaian JS Saving Plan dalam waktu dekat mencapai Rp 16,13 triliun. Besaran dana tersebut terungkap dalam Dokumen Penyelamatan Jiwasraya yang diperoleh CNBC Indonesia belum lama ini.


Seperti diketahui, Kejagung telah resmi menahan lima orang terkait dugaan korupsi di Jiwasraya. Lima tersangka yaitu Benny Tjokrosaputro atau Bentjok adalah Dirut PT Hanson International Tbk (MYRX), Heru Hidayat adalah Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), Hary Prasetyo merupakan Direktur Keuangan Jiwasraya Jiwasraya periode Januari 2013-2018, Hendrisman Rahim, Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018, dan Syahmirwan, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya.

Salah satu tersangka, Benny Tjokro, dalam kesempatan sebelumnya juga menolak untuk dikambinghitamkan dalam dugaan korupsi Asuransi Jiwasraya.

Dia mempertanyakan kenapa Kejagung tidak menangkap sejumlah pihak yang membuat Jiwasraya rugi, meski hal tersebut mudah ditelusuri.

"Ada puluhan manager investasi, berarti ada puluhan/ratusan jenis saham yang bikin rugi. Kenapa nggak semua ditangkap? Kenapa cuma Hanson," tulis Benny Tjokro dalam sebuah surat yang diserahkan kepada wartawan seusai pemeriksaan di Kantor KPK, Senin (3/2/2020).

Lebih lanjut, sebelumnya, Febrie Adriansyah mengatakan tidak bisa mengungkap detail peran masing-masing tersangka karena takut mengganggu penyelidikan. Tetapi kesalahan lima tersangka karena investasi sahamnya tidak likuid dan tidak harus dilakukan.

tangkap jangan kasi kendor

pertamax emoticon-Cool
Diubah oleh inovator.4id
Bagi ane yg penting, apa semua aktor intelektual ditangkap ?

Kl cm berhenti di benttjok, percuma......

Pdhl bentjok udh kasih daftar nama
Nanti kayak kasus anas urbaningrum
Cm berhenti di dia

Kasus hambalang.
Cm berhenti di sana

Berani lanjut ?
Risiko rusuh krn the big boss akan mbuat demo gila gilaan ?
Quote:


Makanye DEMOKRAT ngebet banget ngajak PKS "silaturahmi kebangsaan", soalnye grassrootnya PKS militan nebar hoax.

Pinter emg DEMOKRAT, cuma udeh kebaca.

Jangan ampe jadi Pansus, Tar malah runyam.
Lihat 1 balasan
Balasan post mamatmetalpisan
Quote:


bahasa apa itu silaturahmi kebangsaan emoticon-Wkwkwk

bata!
hukum memang harus ditegakkan
ya harus itu, mentang2 ganti rugi pengen kelar masalah. TUMANNN emoticon-Blue Guy Bata (L)
Diubah oleh ZallJunky
enak banget korupsi cuma bayar ganti rugi akhirnya bebas.


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di