CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / IDNTimes /
9 Kenyataan Pahit Quarter Life Crisis yang Justru Bakal Menguatkanmu
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e422d4f82d495671f4b21d1/9-kenyataan-pahit-quarter-life-crisis-yang-justru-bakal-menguatkanmu

9 Kenyataan Pahit Quarter Life Crisis yang Justru Bakal Menguatkanmu

9 Kenyataan Pahit Quarter Life Crisis yang Justru Bakal Menguatkanmu

Istilah Quarter Life Crisis kerap disebut sebagai kondisi di mana seseorang mempertanyakan arah hidupnya pada rentang usia 20-30 tahun. Berbagai isu terkait finansial, relasi, karier, hingga merasa terjebak dalam situasi tertentu muncul dari QLC.

Periode ini juga dikenal sebagai krisis emosional ketika seseorang mengalami keraguan, ketakutan, kesedihan, atau bingung terhadap masa depan. Padahal, QLC justru bisa jadi drive buat menempa seseorang. Berikut sederet kenyataan dari QLC yang justru berpeluang melatihmu jadi lebih kuat dari sebelumnya.

1. Kamu mulai memahami bahwa hidup bukan hanya tentang dirimu9 Kenyataan Pahit Quarter Life Crisis yang Justru Bakal Menguatkanmu
Saat kamu lulus sekolah atau kuliah, kamu mulai tahu bahwa hidup bukan hanya tentang dirimu. Ada orang-orang yang harus kamu jaga, kamu menyadari bahwa saat ini kamu terikat dengan keluarga.

Segala keputusan yang kamu ambil dan jalan hidup yang kamu pilih terikat dengan orang-orang terdekatmu. Kenyataan ini gak bisa kamu mungkiri, sebab manusia selalu membutuhkan orang lain untuk hidup. 

2. Kamu sadar tentang identitas dan dan nilai yang harus kamu pegang9 Kenyataan Pahit Quarter Life Crisis yang Justru Bakal Menguatkanmu
Ketika kamu berusia pertengahan dua puluhan, ada prinsip-prinsip yang kamu pegang. Di mana, prinsip atau nilai tersebut yang melatarbelakangi kamu saat melakukan sesuatu. Nilai ini seperti rambu lalu-lintas saat kamu sedang berkendara.

Kamu punya identitas dan itulah yang membuatmu berbeda. Cara kamu mengelola dan menerapkan identitas itu bisa jadi akan bersinggungan dengan orang lain. Namun semakin kamu mengenali dan memahami identitas kamu, semakin kamu bisa berdamai dengan perbedaan itu. 

3. Di batas keindahan dan perihnya menghadapi dunia, kamu selalu punya waktu buat aktualisasi diri9 Kenyataan Pahit Quarter Life Crisis yang Justru Bakal Menguatkanmu
Kamu tahu ada waktunya senang dan ada waktunya sedih. Kamu mulai menyadari hal ini dan terbiasa mengatasi emosimu dengan cara-cara yang semakin adaptif. Kamu mulai menyadari bahwa hidup berjalan demikian adanya.

Itulah kenapa kamu merasa yang perlu kamu lakukan sekarang cukup aktualisasi diri, di mana itu merupakan tingkat tertinggi dari teori kebutuhan oleh Abraham Maslow.

4. Kamu punya idealisme dan mimpi, namun kamu bisa menyeimbangkan dengan realitas yang terjadi9 Kenyataan Pahit Quarter Life Crisis yang Justru Bakal Menguatkanmu
Idealisme atau mimpi itu layaknya bekal dalam perjalananmu, kamu perlu dan gak bisa lepas dari itu. Namun semakin ke sini, kamu jadi mengerti bahwa kamu perlu menyesuaikan self ideal kamu dari waktu ke waktu.

Kamu mungkin akan kewalahan mewujudkan diri ideal ketika gak melihat kenyataan yang ada. Dunia ini berubah sepanjang waktu, yang bertahan adalah mereka yang punya fleksibilitas dalam memandang segala sesuatu.

5. Kamu mulai memahami bahwa ketika kamu memberi, hidupmu jadi lebih berarti9 Kenyataan Pahit Quarter Life Crisis yang Justru Bakal Menguatkanmu
Pernahkah kamu merasa menjadi manusia sesungguhnya ketika memberi sesuatu pada orang lain? Itulah kenapa manusia selalu membutuhkan satu dengan yang lain. Hidupmu akan bermakna ketika kamu bermanfaat dan mau lebih banyak memberi untuk orang lain.

6. Kamu mungkin punya isu komitmen dalam hubungan, namun kamu juga berusaha membuka peluang9 Kenyataan Pahit Quarter Life Crisis yang Justru Bakal Menguatkanmu
Kegundahan tentang relasi, hal-hal yang berkaitan dengan hubungan seperti menjadi momok sendiri untuk dibicarakan. Namun pada praktiknya, kamu yang memiliki isu komitmen justru punya peluang buat membuka hati kembali.

Sekelam apa pun masa lalu yang pernah kamu hadapi, kamu selalu berhak hidup bahagia dan membina sebuah keluarga. Kamu tahu ini, maka kamu selalu berusaha membuka diri terhadap orang yang datang padamu.

7. Di ambang gelap dan terang menghadapi dunia, kamu selalu punya hal yang bisa disyukuri9 Kenyataan Pahit Quarter Life Crisis yang Justru Bakal Menguatkanmu
Dia masa QLC, kamu mungkin akan merasa terhimpit waktu dan harus menyelesaikan semuanya dalam waktu dekat. Namun alih-alih terperosok dengan segala ambisi, kamu mensyukuri apa yang sudah kamu miliki sekarang.

8. Kamu tahu tidak mudah menghadapi rentang masa ini, namun kamu terus melangkah ke depan apa pun yang terjadi9 Kenyataan Pahit Quarter Life Crisis yang Justru Bakal Menguatkanmu
Masa lalu adalah pengalaman supaya kamu bisa belajar jadi pribadi yang lebih baik. Sementara itu kamu gak bisa menampik bahwa segala tuntutan masa depan membuatmu gusar. Namun alih-alih cemas, kamu justru menghadapinya dengan penuh antusias.

Kamu bukan peramal yang tahu masa depanmu akan seperti apa, dan itulah kenyataan hidup yang harus kamu jalani. Ketidakpastian justru membuatmu bebas menjadi seperti apa yang kamu mau.

9. Kamu mulai menerima segala hal tentang dirimu, sehingga kamu bisa menikmati apa yang kamu lakukan sekarang9 Kenyataan Pahit Quarter Life Crisis yang Justru Bakal Menguatkanmu
Kunci dari menghadapi QLC adalah mau menerima segala hal tentang dirimu. Baik itu tentang masa lalu, hal yang kamu lakukan saat ini, dan rencana kamu ke depan. Apabila kamu sudah menerima dirimu sepenuhnya, kamu akan lebih mudah menikmati hidup. Fokus kamu adalah apa yang kamu lakukan sekarang, sebab kamu hidup di masa ini. 

Itu tadi beberapa gambaran tentang kenyataan pada Quarter Life Crisis yang harus dihadapi oleh setiap orang. Alih-alih menghantui tiap hari, rentang masa ini justru memantik seseorang agar lebih semangat dalam hidup. Bagaimana kalau menurutmu? 


Sumber : https://www.idntimes.com/life/inspir...mpaign=network

---

ane juga pernah mengalaminya, tapi tetap semangat aja lah emoticon-Merdeka
Quarter Life Crisis emang harus dilewati sih karena fase itu fase sesungguhnya yang membentuk karakter kita


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di