CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Langkah Erick Sehatkan Asabri Dilawan?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e41f2385cf6c44241635df0/langkah-erick-sehatkan-asabri-dilawan

Langkah Erick Sehatkan Asabri Dilawan?


Dengan dalih agar kasus Jiwasraya tidak kembali terulang, Menteri BUMN, Erick Thohir akan mempercepat pembentukan holding BUMN yang khusus mengurus dana pensiun. Namun, holding yang melibatkan PT Taspen, PT Asabri dan BP Jamsostek tersebut kini tengah digugat di MK karena dinilai dapat mengurangi manfaat dana pensiun yang diperoleh nasabah. Atas masalah itu pula, dicurigai terdapat dimensi politis tersendiri di balik rencana holding yang melibatkan Asabri yang disebut mengalami kasus serupa dengan Jiwasraya. Benarkah demikian?

Pada Januari 2019 lalu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada saat itu, Rini Soemarno telah mengungkapkan rencana pembentukan 8 holding BUMN, yaitu infrastruktur, perumahan, asuransi, pertahanan, farmasi, pelabuhan, semen, dan BUMN sektor kawasan.

Kendati diperkirakan akan rampung di akhir 2019, nyatanya sampai akhir masa jabatan Rini, rencana tersebut tidak kunjung terealisasi.

Kabar terbaru, di tengah hebohnya kasus gagal bayar BUMN asuransi, Jiwasraya, rencana untuk mempercepat pembentukan holding BUMN asuransi kini tengah dilakukan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir. Hal tersebut juga dilakukan sebagai langkah preventif agar kasus Jiwasraya tidak terulang kembali.

Langkah Erick dalam mempercepat pembentukan holding tersebut, boleh jadi mendapat persepsi baik dari publik. Itu misalnya terlihat dari survei yang dilakukan oleh Indonesia Political Opinion (IPO) yang menyebutkan bahwa mantan pemilik klub sepakbola Italia, Inter Milan tersebut adalah satu satu menteri yang paling disukai oleh publik dalam 100 hari kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Akan tetapi, persepsi baik tersebut nampaknya tidak berbanding lurus dengan penerimaan terhadap rencana percepatan pembentukan holding BUMN. Pasalnya, salah satu rencana holding tersebut, yaitu holding BUMN dana pensiun yang melibatkan PT Taspen, PT Asabri dan BP Jamsostek, tengah digugat di Mahkamah Konstitusi (MK).

Gugatan judicial review atau uji materi diajukan oleh sekitar 18 nasabah karena menilai rencana tersebut dapat mengurangi jumlah manfaat dana pensiun yang akan diperoleh.

Senada dengan penggugat, Direktur Utama PT Taspen, Antonius N. Steve Kosasih juga menilai bahwa rencana holding tersebut memang dapat mengurangi jumlah manfaat dana pensiun. Pasalnya, seperti yang diungkapkan oleh Kosasih, terdapat perbedaan aturan, model bisnis, perundang-undangan, hingga sumber pendanaan dari masing-masing perusahaan.

PT Taspen misalnya adalah lembaga yang memberikan jaminan dana pensiun kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pensiunan. Dengan jumlah nasabah sebanyak 4,1 juta PNS, perusahaan pelat merah tersebut mengelola dana sebesar Rp 263 triliun.

Kemudian BP Jamsostek, perusahaan tersebut lebih kepada lembaga penjamin dana pensiun bagi pegawai swasta. Dengan jumlah nasabah empat kali lipat dari PT Taspen, yakni 16 juta orang, dana yang dikelola mencapai Rp 412 triliun.

Sedangkan PT Asabri, sebagaimana diketahui merupakan lembaga penjamin dana pensiun bagi seluruh prajurit TNI dan Polri. Lalu, laporan keuangan terakhir perusahaan ini disajikan pada 2017 dengan total aset mencapai Rp 44,8 triliun.

Namun, dengan kabar yang menyebutkan perusahaan pelat merah ini tengah dilanda kasus yang sama seperti Jiwasraya, terdapat kemungkinan adanya penurunan aset yang signifikan saat ini.

Melihat data ketiga perusahaan tersebut, dengan melakukan kalkulasi sederhana, kita sepertinya dapat memahami mengapa terdapat ketakutan dari berbagai pihak mengenai adanya potensi penurunan jumlah manfaat dana pensiun jika holding dilakukan.

Lantas mengapa rencana tersebut ingin dieksekusi? Ataukah terdapat intrik politik tertentu di baliknya?

Artikel selengkapnya Langkah Erick Sehatkan Asabri Dilawan? hanya di Pinterpolitik.com

Web: http://bit.ly/2hBqPxf
YouTube: http://bit.ly/PinterPolitik
Instagram: http://bit.ly/2gdJwGP
Facebook: http://bit.ly/2ycBqF6
Twitter: http://bit.ly/2ygW5HT
Podcast: http://bit.ly/Podcast-Pinpol
LINE@: http://goo.gl/J4As4i



profile-picture
profile-picture
profile-picture
genragen dan 2 lainnya memberi reputasi
Well, ya susah emang ini, perusahaan2 itu selama ini udah jatahnya institusi masing2, jadi kalo digabung bakal bnyk yg hilang kuenya..
profile-picture
angga_nero memberi reputasi
Ketika Kue lebih penting dibandingkan fungsi dari perusahaan itu sendiri.
Moga menteri BUMN g dipecat oleh sesuatu
Kadrun kalau megang kekuasaan.... ya begitulah....


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di