CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Balada 3 Penjual Mi Aceh di Medan, Terjerat Hukum Setelah Berduel dengan Preman
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e41be5f88b3cb222e6ebf52/balada-3-penjual-mi-aceh-di-medan-terjerat-hukum-setelah-berduel-dengan-preman

Balada 3 Penjual Mi Aceh di Medan, Terjerat Hukum Setelah Berduel dengan Preman

Balada 3 Penjual Mi Aceh di Medan, Terjerat Hukum Setelah Berduel dengan Preman

MUJUR tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Peribahasa itu sepertinya pantas dialamatkan kepada tiga penjual mi Aceh yang berduel dengan preman bertato, di Delicios Cafe-Mie Aceh Pasar Baru, Kelurahan Titirantai, Medan Baru, Sumatera Utara, Rabu (29/1).

Ketiga penjual mi Aceh ini telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tewasnya preman bertato yang juga seorang mandor angkot, Abadi Bangun. Padahal dari cerita banyak saksi, ketiga orang ini awalnya berusaha membela dan menyelematkan diri mereka dari ancaman sang preman yang beringas saat meminta paksa sebungkus nasi goreng.

Ketiga penjual mi Aceh itu adalah Mahyudi (38) yang juga sebagai pemilik kafe dan dua karyawannya, Mursalin (32) dan Agussalim (32). Kini, ketiganya mendekam di balik jeruji besi Polrestabes Medan, Sumatera Utara setelah dijerat pasal 338 junto 351 ayat 3, tentang penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.

Pengacara H Syarwani SH dari Law Office Syarwani SH & Associates akan mendampingi ketiga penjual mi Aceh ini untuk mendapatkan keadilan hukum.

“Peristiwa pidana ini harus dilihat secara utuh jangan parsial, harus komprehensif. Harus dilihat niat jahat itu awalnya dilakukan oleh siapa, dan ini fakta semua orang di situ malam itu tahu, niat jahat awalnya dari Abadi Bangun,” kata Syarwani dalam sebuah rekaman video yang dikirim Staf Ahli Anggota DPD RI, H Sudirman (Haji Uma), Muhammad Daud MSi, kepada Serambi Senin (3/2).

Kemarin, Haji Uma mengutus staf ahlinya, Muhammad Daud untuk membezuk Mahyudi, Mursalin, dan Agussalim yang kini ditahan di Polrestabes Medan, serta bertemu pengacara mereka, H Syarwani SH.

Dalam video yang direkam oleh Muhammad Daud itu, Syarwani menceritakan, malam itu Abadi Bangun datang ke kafe Mahyudi lalu meminta nasi secara paksa dan tidak membayar. Agussalim yang bertugas menjawab akan melapor dulu pada Mahyudi selaku bos kafe tersebut.

“Lalu dia marah dan memecahkan steling rak. Abadi lalu pergi dan ternyata dia balik lagi membawa parang dan menyerang,” katanya.

Di sini lah mulai ada perlawanan dari Mahyudi selaku pemilik kafe yang bertanggung jawab mengamankan suasana di kafenya itu. Mahyudi dengan sigap menangkis parang yang dihujam ke ke dirinya.

Dia berhasil, namun jempolnya luka sobek karena menangkis parang Abadi Bangun.

Setelah itu, terjadi perkelahian, Mahyudi yang harus terus membela diri tetiba mengambil kayu dan memukul Abadi Bangun lalu jatuh tersungkur.

“Karena dilihat ada balok, Mahyudi mengambil  untuk menyelematkan diri karena terancam jiwanya akan dibunuh. Lalu dipukulnya, kena leher dan Abadi terjatuh,” kata Syarwani.


Abadi belum menyerah, dia kembali bangun untuk menyerang. Seketika, Mursalin dan Agussalim pun bertindak, mereka berusaha merebut parang dan saat itu Mursalin secara reflek menendang bahu dan leher Abadi Bangun, untuk melindungi diri dan pengunjung dari Abadi Bangun yang cukup beringas.

“Saat itu ada massa juga di situ. Jadi semuanya dilakukan oleh mereka karena ingin membela diri. Makanya peristiwa ini harus dilihat secara utuh, kita lihat nanti saat gelar perkara,” ujar Syarwani.

Menurutnya, tak cocok polisi menjerat mereka dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, pasal 351 tentang penganiayaan, dan pasal 170 tengan pengeroyokan.

“Semua pasal itu tidak layak, dia membela diri karena jiwanya terancam dan tertekan. Seharusnya Pasal 49 karena mereka melakukan pembelaan diri dengan terpaksa dan itu tidak boleh dipidana,” pungkas Syarwani.

Haji Uma utus staf ahli

Ditahannya tiga penjual mi Aceh dalam kasus itu membuat Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma turun tangan. Kemarin, Haji Uma mengutus staf ahlinya, Muhammad Daud MSi untuk membezuk Mahyudi, Mursalin, dan Agussalim yang kini ditahan di Polrestabes Medan.

“Saya datang untuk mendengar langsung pengakuan mereka terkait kasus ini. Dan kita sudah mendengarnya, memang jelas ketiganya membela diri pada malam itu karena mereka duluan diserang. Jadi, kita berharap, mereka dibebaskan,” kata Muhammad Daud.

Haji Uma kata Muhammad Daud prihatin atas kasus tersebut. Senator Aceh itu akan berusaha berkoordinasi dengan sejumlah pihak dalam menyelesaikan kasus tersebut. “Makanya hari ini saya diutus ke sini untuk mendengar dulu pengakuan mereka seperti apa. Dan tenyata sudah kita dengar, benar mereka memang membela diri,” kata Muhammad Daud


Muhammad Daud menceritakan, dalam pertemuan kemarin, ketiganya ingin bebas dan tidak dijerat dalam kasus itu. Kepada Serambi, Muhammad Daud mengatakan, Mahyudi berasal dari Desa Meuke Beurabo Kecamatan Padang Tiji, Pidie.

Agussalim (Kepala botak) warga asal Desa Meuke Beurabo Kecamatan Padang Tiji, Pidie. Sedangkan Mursalin warga asal Desa Karieng Kecamatan Grong-grong Pidie. “Harapan mereka semua dibebaskan dalam kasus ini,” pungkas Muhammad Daud.

Dijerat Pasal 338

Dikutip dari Tribun Medan, Polrestabes Medan telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka atas kasus tewasnya preman bertato yang juga seorang mandor angkot, Abadi Bangun, di Delicious Cafe-Mie Aceh Pasar Baru, Kelurahan Titirantai, Medan Baru, Jumat (31/1).

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Maringan Simanjuntak menyebutkan ketiga tersangka tersebut adalah pemilik kafe Mahyudi (38) dan dua karyawannya, Mursalin (32) dan Agus Salim (32).

"Ketiganya dijerat pasal 338 junto 351 ayat 3, tentang penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain," kata Maringan Simanjuntak melalui Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polrestabes Medan AKP Rover Samosir, Jumat (31/1).

Polisi telah memeriksa dua belas orang saksi. "Dari keterangan para saksi itu kemudian tiga orang itu diduga kuat yang melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban tewas," tambahnya.

Pasca-penganiayaan itu, Delicious Cafe dan Mie Aceh Pasar Baru ditutup dan diberi tanda garis polisi. Steling Mie Aceh Pasar Baru tampak seluruhnya pecah dengan pecahan kaca berserakan di depannya

https://konfrontasi.com/content/raga...preman-bertato

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Nah ini contoh hukum adat mukakpetak sumut, walau jari sobek ditebas parang preman fefek makpetak, dan membela diri pakai balok kayu, tetap saja anda bersalah dan wajib dipenjara, dipandang dari sudut hukum kearifan lokal mukakpetak sumut emoticon-Sundul Up

Seharusnya yang terjadi, supaya tidak kenak pidana, berdasarkan hukum lobang branak mukakpetak adalah :

Balada 3 Penjual Mi Aceh di Medan, Terjerat Hukum Setelah Berduel dengan Preman

Nah kalo ini, tidak ada pidana, oceh, lae aceh ? emoticon-Toast

Ingat kalau di medan/sumut, anda membela diri dari preman, maka anda yang ditahan, hancur masa depan orang baik, sebagai perwujudan kearifan lokal moyang sumut emoticon-2 Jempol

Balada 3 Penjual Mi Aceh di Medan, Terjerat Hukum Setelah Berduel dengan Preman

Balada 3 Penjual Mi Aceh di Medan, Terjerat Hukum Setelah Berduel dengan Preman

Balada 3 Penjual Mi Aceh di Medan, Terjerat Hukum Setelah Berduel dengan Preman

Balada 3 Penjual Mi Aceh di Medan, Terjerat Hukum Setelah Berduel dengan Preman

Balada 3 Penjual Mi Aceh di Medan, Terjerat Hukum Setelah Berduel dengan Preman



Kemaren kita di group medsos, petain daerah2 yang paling rame preman, dari medan, riau, jabodetabek, salah satu temen nyeletuk "kok daerah2 rayon jenderal mukakpetak sumut yang selalu paling rame preman?" emoticon-Ngakak

Harga2  di medan naik lagi barusan, semua barang naik 1500-2000, dari medsos warga medan,  preman makin ramai di mana2, gerombolan kampung badur dan aur seperti hafitz, alex, jack, tony, bersama wajah2 baru malak ramai2 di sekitar jalan pemuda dan jalan pegadaian, sementara gerombolan preman Doni, malak sopir grab mobil di kfc megamas

Warga yang tinggal sekitar kantor camat medan kota juga ngeluh, katanya jumat malam kemaren, bocah2 kampung badur setelah main bola jam 11 an malam, terus berantem karena salah satu kubu menolak bayar, ternyata mereka judi halal syariat rosul petak kali deli tiap maen bola jam kalong, dan selalu bikin ribut/mencuri/merusak tanaman warga setiap kali pulang ke kampung badur emoticon-Rate 5 Star

3 faktor utama inflasi medan yang melebihi ibukota dan hancurnya kota medan :
1. jendral mukakpetak
2. rohaniawan mukakpetak (ulama, pendeta, pastor, pala plontos)
3. mekik makpetak, jaminan produsen penjahat, jenderal bandit tersohor hingga malaysia dan inggris

TERIMAKASIH JENDERAL PETAK, HARGA2 NAIK LAGI,FEFEK MAMAK NGEBUL ASOY




profile-picture
profile-picture
profile-picture
MUF0REVER dan 3 lainnya memberi reputasi
Ybs dipidana karena berusaha membahayakan dan/atau memusnahkan warisan peninggalan budaya tak tampak dan/atau tampak oleh mata. emoticon-Cool
Yg bego ini polisinya milih pasal yg akan di olah, atau sengaja nakutin biar keluar duit. Semoga pengadilannya gak sebegok para polisi

Tapi ketika membela diri, memang sebaiknya jangan membunuh kalo lawan bisa di lumpuhkan.
duel of fatesemoticon-Big Grin
Quote:


Preman : give me your fried riceemoticon-Mad
Seller : so you chose death
serem2 amat kalo duel maut
ah tau ndiri polkis bakal bela siapa
piaraan dibunuh jelas bakal diusut sampe ribet emoticon-Big Grin
Tewas oleh nasi goreng.
kesimpulan thread ini...nampaknya TS warga kampung badur..yang tiap hari dagangan nya dipalak preman...casi closet..emoticon-Angkat Beer
Kurang lebih kaya kasus begal yang dibunuh korbannya itu ya gan.
makanya jangan bunuh peliharaan polisi,
Kalo sampah masyarakat kyk gitu mah harusnya biarin aja dibasmi
Kalo masalah ini sih, di semua bagian negara +62 akan seperti ini. Inget kasus yang bela pacarnya mau diperkosa begal, berantem sama begal , begalnya mati malah yang bela diri yang jadi tersangka?

Makanya gue sih mending menghindar kalo ketemu kayak gini. Biar petugas lagi dikeroyok, mending gua lari ke pos terdekat buat lapor. Kalo ternyata si pos kosong dan pas balik tuh petugas udah mati, ya nasib dia. Kalo gua bela, pas lawan gua ga sengaja mati, gua juga yang disalahin. Jadi sori to say. Bukannya gak mau bela. Gue bela malah gua jadi tersangka. Ya gak mau lah gue. emoticon-Big Grin
profile-picture
kurapbadak memberi reputasi
Diubah oleh greengeckoijo1
Pak Chairul Tanjung aja gak minat buka taman hiburan di kota MEDAN ini lantaran dia dah tau bakalan banyak biaya tambahannya
Diubah oleh r0man0
Makin jelek aja nama si coklat gak becus ngurus ginian!
bawa parang + nyerang malah dia yang mampus. emoticon-Ngakak
Sori.
Tp susah.

Harusnya diproses trs.
Kmdn grasi.

Kl nggak diproses, nanti srtiap pbunuhan alalsannya bela diri
Polisi mestinya berterima kasih
perekonomian indonesia ga akan kalo masih ada kaya gini


gimana mau sukses baru jualan sebentar udah di palakin kanan kiri, polisi ngapain? diem aja lapor juga cuma di catat doang ga ada tindakan jadi inget ojol dulu di gebukin opang tapi polisi kaga ngapa ngapain, jualan pun begitu rahasia umum lah kalo pedagang kecil selalu bayar upeti sama preman di situ

punya masyarakat pun goblok udah jelas di jajah bangsa sendiri, tapi masih nyalahin orang china

kadang Gw pikir negara mending ga usah merdeka sekalian
profile-picture
kucingnyapakrt memberi reputasi
seharusnya bebas dari hukum..
mereka kan sudah membantu polkis mengurangi populasi preman emoticon-Traveller


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di