CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Cinta yang tak pernah Usai
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e419cc02525c33d5446df5f/cinta-yang-tak-pernah-usai

Cinta yang tak pernah Usai

INTRO


"Senja belum lagi beranjak saat kenangan itu kembali datang menyesakan dada. Sepenggal kisah diantara kita, tiba-tiba saja berdesakan memenuhi segenap rongga didada, Kulayang kembali pandangan jauh-jauh menembus gugusan awan sore ini yang bersemburat keemasan.
"Aku merindukanmu sangat dalam"

Q: "ini fiksi apa Real gan?"
A: Ini Real gan bukan Fiksi.

Bukan berarti saya tak suka cerita fiksi ya gan!
Sesungguhnya saya termasuk penggemar karya Fiksi, sperti Novel Tulisannya Bang Andrea Hirata (laskar pelangi, sang pemimpi,Edensor dan Maryamah Karpov) yang kemudian hari memberikan banyak motifasi kepada saya dalam mengejar mimpi, termasuk karya fiksi dengan Nuansa Religius karya kang Habibburahman (AAC, KCB dll). Tapi semenjak beberapa tahun menjadi SR di forum SFTF, Ratusan Thread yang sudah saya baca, mulai dari yang katanya kisah nyata, maupun yang yang "base on true Story". Kisah hidup yang dibagikan master dan sesepuh di forum ini, memberikan banyak pelajaran yang kemudian saya Ambil Hikmahnya, bahkan Mengubah perjalan hidup saya, saya mengamatinya sebagai "fenomena Psycologi". Walaupun latar belakang pendidikan saya Teknik Arsitektur dari fakultas Teknik di salah satu Kampus di Yogyakarta, akan tetapi sudah sejak lama saya merasakan ketertarikan yang kuat terhadap Dunia fisicologi, membaca kisah mereka bagi saya sperti mengamati dari dekat Karakter seseorang, pola perilaku, kisah perjalanan hidupnya, Rasa putus asa saat jatuh dan memotivasi diri sendiri yang membuat mereka kembali bangun, Reaksi yang mereka rasakan di ujung keputus asaan adalah suatu pelajaran menarik bagi saya, hingga tampa terkecuali juga kisah-kisah yang dilabeli 18++, semuanya telah menjadi Cermin bagi saya untuk merefleksikan diri.

Oia sebelum dilanjut, Perkenalkan dulu ya gan, saya Erick
(nama samaran gan alias tak plesetin dikit). Perawakan ga Tinggi cuma 168 cm, Kulit Putih tapi sayang sekali banyak Bulu 😁, berat 68 Kg, wajah ga tampan, biasa-biasa saja (Alias Jelek ya gan 😆😆), tapi dijamin sekali senggol sudah banyak wanita yang dibuat klepek-klepek gan! Hehe

Harapan Saya, semoga ada Hikmah dan pelajaran yang bisa saya bagikan, atau paling tidak bisa jadi bahan tertawaan buat agan-agan ledekin.
Banyak-banyak minta maaf sama agan-agan, sista-sista sesepuh dan dedengkot Kaskus. Karena cara penulisannya saya yang kaku, maklum di RL saya orangnya juga kaku gan, bawaannya serius ga suka bercanda kecuali dengan sahabat dekat itupun jarang, walupun demikan tapi murah senyum gan 😁.

Dan Ini untuk pertama kalinya saya mencoba menulis. Niat awalnya sih buat curhat lewat tulisan pada salah satu tokoh yang ada di Cerita ini gan (mudah-mudahan dia baca gan 😀), kerena baru pertama kali itu, Jadi masih bingung juga menulis plotnya Ceritanya. yang Awalnya saya menggunakan Nama asliTokoh-tokoh yang ada di Cerita ini, namun setelah saya pertimbangkan lagi, demi tidak mengganggu RL para Tokoh di dalam cerita ini, walau sudah terlanjur menulis beberapa Part dengan akun sebelumnya, akhirnya saya putuskan membuat akun baru, mudah-mudahan tak bisa dilacak ya gan 😀.

Oia gan dan sista, mohon maaf sebelmnya, penggunaan panggilan "Lu/Guwe"  yg Umum/sudah baku digunakan agan dan sista di forum Sftf ini, masih merupakan kata yang asing bagi saya, karena saya orang yg datang dari latar belakang orang kampung, jadi pengunaan kata-kata Lu/gw dalam kehidupan sehari-hari dalam pikiran saya yg kampungan ini, sudah terbentuk image jika kata-kata tersebut digunakan anak-anak gaul Jakarta yang sehari-hari tongkrongannya di mall cafe, bukan seperti saya yang paling mentok nongkrong di angkringan wkwkwk. Coba kalian bayangkan lagi panggilan "Lu/Gw" digunakan oleh orang Jawa dengan logat medok, mungkin sosok mas Pur di Sitkom "TOP" yang diputar tiap hari di RCTI bisa jadi Studi kasusnya, sangat lucu sekali bukan!! 😁😁😁
Pokoknya terlalu wah untuk saya yg dari kampung. Jadi dalam RL sayapun merasa tak biasa menggunakannya, walaupun berhadapan dengan teman-teman yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya.

Sebelum kita lanjutkan
Saya meMohon saran dan kritiknya ya gan. Tolong kasih Cendol atau Lempari Bata aja.
Bagi yang mau ngasih caci maki Hinaan dan bullyan juga dipersilahkan..
emoticon-Big Grin

Cinta yang tak pernah Usai



Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
syd1210 dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ErickNouvel
oh ok deh sudah aku baca

Bandung Akhir April 2004

Part 1


Sore ini  Udara Bandung Lumayan Segar, karena Debu-debu yang berterbangan semenjak dimulai Proses kontruksi  jalan layang Kiara Condong disapu bersih oleh hujan deras yang turun semenjak siang tadi. Hari ini saya berencana mengecek jadwal perjalan Kereta di stasiun Kiara Condong, ya beberapa tahun Sudah domisili di Bandung, merasakan ritme kehidupannya,berinteraksi dengan Keramahan orang-orang nya, berbagai macam orang dari berbagai latar belakang dan daerah asal, saling berdesakan berebut peluang untuk membangun kehidupan dan mimpi-mimpi indah mereka disini dan kadang harus berhadapan dengan kenyataan yang pahit, Sperti ungkapan "kenyataan tak seindah yang dibayangkan".
Akhirnya keputusan itu datang juga, keputusan yang berat tentunya, Tentu bathinlah yang akan paling merasakan penderitaan sebagai suatu konsekuensi. Konsekuensi dari pilihan yang diambil, karena sekali lagi saya harus pergi jauh meninggalkanya, seseorang yang sangat saya cinta, seseorang yang menjadi "separoh nafas" jiwa.

Udara sore yang segar, jarak ke stasiun yang cuma ditempuh dalam 5 menit dengan berjalan kaki, maka saya putuskan berangkat ke stasiun denganan jalan kaki saja, angin bertiup lembut membawa hawa sejuk cukup memberikan suasana relaksasi,masih sambil mengayunkan langkah kaki dengan santai saya mengedarkan pandangan jauh kedapan, kearah timur, didepan Jo**a Kiara Condong, mata saya tampa sadar dengan mode aoto focus, terpaku memandang sesosok wanita Cantik berKulit Putih, yang sedang berjalan kearah saya datang,sosok dengan perkiraan tinggi 165 cm, berambut pendek model Shag Lurus, celana Jeans Hitam, dipasangkan sepatu Kets warna putih, memakai Kemeja warna Putih kotak-kotak yg agak merah muda.
Ya!... Dialah orang yang belakangan ini sering mengisi hari-hari saya, kita sering menghabiskan banyak waktu bersama, Sosok yang akhir-akhir ini menyesaki angan-angan saya, walau saya cuma bisa mengaguminya dalam diam, dia yang selalu membuat Jantung ini berdebar tak beraturan saat berada didekatnya. ya!!.. dialah Rosi (saya memanggilnya Roci). Dari jauh kulihat Disamping Roci, berjalan bersampingan adalah sahabatnya, Aira. Ya sebenarnya sahabat saya juga 😁. Atau lebih tepat saya menggapnya sebagai adik.

Jarak kami makin Dekat,  nampaknya mereka berdua belum menyadarinya keberadaan saya, saya masih berjalan dengan santai , sambil menikmati momen ini, momen dimana saya bisa curi-curi pandang menatap wajah Roci, karena rasanya memang tak ingin menyia-nyiakan sedikitpun kesempatan ini, detik-detik terakhir di kota ini, karena besok kemungkinan saya sudah pergi jauh, bukan karena keinginan sendiri. tapi takdir yang kadang kejam dan menyakitkan, yang begitu saja tampa ampun merenggut kebersamaan dari dua insan yang sedang di mabuk cinta. Tidak ada perpisahan yang lebih pedih dari itu. ada sesak seketika merambat di dalam dada, karena menyadari betapa akan Merindukannya, ada banyak kata yang tak mampu saya sampaikan padanya.

Akhirnya kamipun berpapasan.

Aira: "Eh Aa... ci ini ada a Erick! "

(Aira menoleh kearah Roci yg berdiri disampingnya, padahal sahabatnya itu juga sudah lihat, ada Ekspresi senang dari Aira saat kita tampa sengaja bertemu, sedangkan sahabat disampingnya cuma sesekali senyum tipis yg dipaksakan tampa bicara sepatah katapun)

Aira: "Alhamdulillah bisa ketemu disini, ada yang kangen a"
(aira terus ngeledek sahabatnya itu, yang sekali lagi ditanggapi dengan senyum tipis yang dipaksakan)

Aira:"Mau kemana a?
Aku: "Mau ke stasiun Ra, mau lihat jadwal keberangkatan Kereta.. Aira sama Roci dari mana? "

Aira: "Dari Buah batu a. dan ini baru mau pulang!
         Eh... malah ketemu Aa disini, Aa jadi
         berangkat besok?"
( Rumah Roci di Daerah buah batu gan, mungkin agaknya hari ini Roci akan menginap di Rumah Aira lagi)

Aku: in sya Allah jadi Ra, ini baru mau cek jadwal kereta, sekalian beli Tiket.

Saat saya dan Aira ngobrol, sosok sahabat disampingnya cuma diam, tapi pandangan matanya tak pernah lepas menatapku, seakan ada pesan yang berusaha ia samapakan lewat tatapannya itu, sayapun membalas tatapan matanya, lewat tatapan ini sudah saya sampaikan semua yang saya rasakan, lalu sekilas matanyanya berkaca-kaca,ada getaran kesedihan terasa.
Ingin saya memeluknya saat itu, ingin menenangkan jiwanya yang resah, tapi apa daya saat itupun saya hanya terpaku diam menatap Roci dengan nanar, sambil berkata "jangan bersedih sayang, aku akan kembali untukmu, mengambil kembali seluruh rasa yang aku titipkan" ( tapi cuma dalam hati gan😀)

Aku "ya udah Aa lanjut ya Ra, sampai ketemu lagi besok, Aa sekalian pamit, siapa tau besok ga ketemu lagi"

Aku mengulurkan tangan untuk bersalaman yang langsung disambut oleh Aira, Namun saat aku mengulurkan tangan kepada Roci, Roci hanya diam mematung mengabaikan nya. Setelah tadi pamit ke Aira dan Roci saya lanjutkan melangkah meninggalkan mereka yang mungkin saja masih berdiri menatap punggungku, saat tadi baru melangkah, lirih Roci berbisik "jangan pergi a".
Tampa mempedulikannya saya terus melangkah meninggalkan mereka, sungguh se ketika ada buliran yang menyeruak dari balik kelopak mata, sedikit merembes membasahi sudut mata.
(Maafkan aa sayang, Aa harus pergi)


>>>>>>>>>>

profile-picture
berodin memberi reputasi
Diubah oleh ErickNouvel
pertamax menanti kelanjutannya gan

Bandung Awal April 2004

Part 2 

******
Semenjak Beberapa hari yang Lalu Kembali ke Kota Bandung ini, saya hampir tidak punya kegiatan apa-apa, mempertimbangkan antara mencoba mengirim lamaran Pekerjaan ke beberapa perusahaan di Kota ini, atau Mencoba mencari peruntungan di dunia usaha, masih dalam kebingungan mempertimbangkan dua opsi diatas, sahabat saya Aldi datang menawarkan opsi ketiga sebagai alternatif, ya! Walau dalam hal ini urutan tidak menunjukkan prioritas, bisa saja pilihan ketiga menjadi prioritas utama (jika ada dorongan dari faktor X), Aldi mengajak saya Hijrah Ke Pulau Nun jauh di Ujung Timur Pulau Jawa, yaitu Pulau Bali. kata Aldi "Merasakan Tantangan baru yang menguji adrenalin" (ini bisa jadi faktor X1) faktor lain yang bisa menjadikan opsi ketiga menjadi prioritas utama saya adalah, karena disana sebenarnya banyak keluarga besar dari ibu. (Faktor X2 ini gan 😁)

Beberapa hari yang Lalu saya sudah mengutarakan kebingungan saya kepada mia, walau Mia tidak mempermasalahkan saya memilih opsi pertama atau kedua, yang membuat Mia agak kwartir adalah jika saya memilih opsi ketiga, karena setelahnya ngobrol Kemaren saya melihat mia lebih banyak diam dan murung. Bagaimana tidak! Karena baru hitungan hari saya berada di Kota ini, setelah 8 bulan LDRan, Mia meminta saya untuk tetap bertahan di kota ini.

Mia : "Erick Kerja disini aja, jangan jauh-jauh lagi, Nanti Mia bagaimana kalo Erick jauh".
Sejenak saya hanya terdiam tak bisa memberikan jawaban apa-apa, karena sesungguhnya itu juga kekhwatiran saya.

Secara "defacto" Mia adalah kekasih saya, walau kadang saya masih membiarkan sosok lain datang untuk main dan mampir dalam kehidupan saya. Tapi Mia adalah "direction" yang akan saya tuju, dimana pun saya berada saya selalu memalingkan hati saya kearah Mia, Kita sudah pacaran setahun ini, dan Hampir 8 bulan belakangan kita LDR,s aat LDR komunikasi kita seringnya Lewat surat-menyurat, dipisahkan oleh jarak yang begitu jauh, Bandung-Pekanbaru. Mialah alasan utama hingga saya hari ini kembali berada di Bandung. Mia kekasihku ini berkulit eksotis alias Hitam manis 😀, gadis Asli Bandung, kecantikannya khas ala Mojang Priangan. Tutur katanya Lembut, wajahnya teduh dengan lesung pipi yang membuat nya makin terlihat cantik, Tinggi kira-kira 160 cm, berat kira-kira 50 Kg (agak berisi/montok gan). Saya sangat mencintainya, Dia yang selalu membuat saya rindu Bandung. hingga hari inipun masih masih mengingat Kutipan Kalimat dari Surat-surat yang dikirim mia "Bukankah Aku Tercipta dari Tulang Rusukmu" surat-surat yang Mia kirim saat saya masih berada di Pekanbaru adalah Air penghapus dahaga saat saya rindu, surat-surat yang sangat Puitis, lewat kata-kata yang dirangkai mia, mia tau cara membuat saya makin jatuh cinta kepadanya, saya selalu penasaran, bagaimana mia bisa merangkai kalimat-kalimat yang begitu Indah, yang kadang membuat saya jadi kegeeran, mungkin ketika masuk kedalam mode "mabuk Cinta" itu bisa membuat semua kata-kata yang keluar dari mulutnya adalah kata-kata yang Indah, jemarinya menjadi begitu lues menuliskan kalimat-kalimat Cinta dengan bahasa Satra yang tinggi.  (sayang sekali sebelum saya kembali ke Bandung Kemaren, Surat-surat Mia yg saya sudah saya simpan dengan baik, dibakar Oleh seseorang yang Cemburu padahal bukan pacar ataupun gebetan emoticon-Malu)

Pagi tadi Mia SMS,mia minta ikut jogging dengan saya, pagi-pagi sekali, sekitar jam 5 setelah sholat subuh Mia sudah sampai Rumah saya. Pagi Ini kita berencana akan menghabiskan waktu dengan jogging dan olahraga ringan sambil cuci-cuci mata di seputaran Metro. (Daerah Margahayu, yg di jalan Sukarno-Hatta, ke arah RSI. maaf gan udah lupa persisnya maklum dah lama ga pulang ke Bandung).

***
Beberapa jam kemudian kita sudah berada di rumah, Walau tadi jam 8 sudah sempat sarapan, saat ini tatkala jarum jam baru menunjukkan jam10 tepat, terasa perut ini sudah kriuk-kriuk minta di isi lagi. Saya hanya menonton Mia yang sibuk menyiapkan makanan Untuk kita, ini kali pertamanya saya melihat Mia masak, dengan terampil mia mengolah bahan makanan yang tersedia, mia bilang Bumbu utama yang mempengaruhi cita rasa masakan adalah "memasak dengan penuh cinta" sambil sesekali mencuri pandang mia memperlihatkan senyumannya yang mempesona, tapi ketulusan yang saya lihat dimatanya mialah, yang membuat saya tidak bisa berpaling darinya, Sungguh suatu kebahagiaan pernah memiliki bidadari secantik mia, sosoknya lemah lembut dan penuh kasih sayang.

***
Selesai Sarapan kita lanjutkan bincang-bincang diruang Keluarga sambil Nonton TV. Kebetulan Rumah pagi ini sepi, orang Rumah sepertinya sedang punya kegiatan masing-masing di akhir pekan ini. aku menatap wajahnya yang teduh ini lekat-lekat, wajah yang selalu aku rindukan, aktivitas hari ini Sepertinya membuat Mia agak capek, maklum pagi sekali dia udah disini, aku tatap wajahnya yang teduh dengan penuh kasih sayang, sambil senderan ke sofa Mia merebahkan kepalanya di Dada saya , tak bosan-bosan saya membelai Rambutnya yg Hitam dan lembut, sambil sesekali mencium menghirup aroma dari Rambutnya yang mia wangi, tadi saat masak mia melepas kerudungnya, untuk pertama kalinya saya melihat Mia dalam keadaan seperti itu, tak henti-hentinya membuat saya kagum, kagum pada Rambut Mia yang Hitam, lebat tapi sangat Lembut. Tak berapa lama akhirnya kita sama-sama tertidur. Tak tau siapa yg tertidur duluan. Lumayan lama, mungkin ada 1-2 jam kita tertidur dalam posisi duduk saling berpelukan. Walau akhirnya terbangun duluan saya membiarkan Mia yang masih tertidur di Dada saya, entah beberapa lama akhirnya miapun terbangun, awalnya dia tak menyadari kalo saya masih menatap wajahnya yang teduh itu, saat dia menyadari akhirnya wajah itu menjadi kemerahan tersipu malu "iih sayang aku malu tau" ucap mia.

****
Tadi Sebelumn Tertidur Mia sempat menangis, dalam tangisnya mia bilang.

Mia: "Erick Jangan Pergi lagi, jangan tinggalin Mia lagi, mia sayang banget sama Erick, mia ga tau harus bagaimana kalo Erick jauh. Erick Kerja Disini aja"

Mia meminta saya memasukan lamaran kerja ditempat dia Bekerja, di sebuah gerai Retail besar di kota Bandung yang cabangnya menyebar hingga Jakarta dan Jateng.

Aku: " Iya Mia! Nanti ya aku pikirkan lagi, aku juga ga mau jauh dari Mia"


>>>>>>>>>



Spoiler
Senja itu Mia mengantarku ke Stasiun Kiara Condong,  Mia mengaitkan jari kelingkingnya. Dengan mata yang berkaca-kaca, mungkin sebentar lagi air matanya yg sekuat tenaga telah ia bendung akan Tumpah ruah mengiringi kepergianku yang akan pergi semakin jauh, Seiring musim yang akan datang silih berganti, kita tak tau musim mana yang akan mampu membawaku kembali keKota ini, tak ada jaminan juga aku bisa kembali keKota ini, atau mungkin saja aku bisa kembali, tapi dengan musim dan suasana yang telah berubah. apa boleh buat, kita hanya bisa pasrah Kepada Takdir sang maha pencipta.

Mia: "Erick janjiya Pulang lagi demi Mia"
Aku: " Iya Mia! Aku pasti Kembali"

Dengan langkah berat aku ayunkan kaki menuju peron, Karena Suara Announcer disana sudah memperingkan agar penumpang segera menaiki kereta.

(Ketahuilah Miaku, aku menangis saat itu)


Auraku-Ada Band

>>>>>>
profile-picture
berodin memberi reputasi
Diubah oleh ErickNouvel
boleh juga...next gan
amankan dulu pejwan emoticon-Ngakak (S)
buat index om emoticon-Malu (S)
Lihat 1 balasan
Balasan post berodin
Quote:



Maklum Newbie gan, belum tau cara bikin Index, nanti saya sertakan foto juga buat Mulustrasi.

Bandung Masih di Awal April 2004

Part 3

Saya masih melamun di Rooftop, Ruang dengan ukuran 4x6 meter ini, biasanya difungsikan  sebagai ruang menjemur pakaian, Dipinggirnya ada kursi berjejer menghadap ke timur, disampingnya ada sungai (kali) yang mengalir, duduk disini mata bisa lebih rileks, karena kita bisa meringankan kerja otot mata, melayangkan pandangan sejauh mungkin, menatap aliran sungai, lalu Sejenak saya membayangkan "Suasana Sore yang Indah Dipinggir sungai la Seine, menatap jauh melewati kapal-kapal pesiar yang hilir mudik membawa para wisatawan, kemudian pandangan saya Berhenti di Pont du Garigliano, menikmati sinar matahari sore yang hangat diawal musim semi, ditemani secangkir Teh yang mengepulkan asap tipis ditangan kanan, disampingku ada seorang wanita cantik sedang bersender dibahu, kita sama-sama menikmati belaian angin yang bertiup lembut dari arah la rive droite, membawa aroma bunga pohon Elm dan Lemon yang mulai bermekaran. Tak.. tok.. tak.. tok.. seketika aku tersadar, semua lamunan tadi buyar, (Rupanya saya masih diBandung  gan😁)
Suara langkah kaki tadi semakin mendekat, dan tak lama berhenti tepat didepanku, Sosok wanita Cantik 70% mirip Masayu Anastasia (kalo penasaran silahkan di Browsing aja ya gan 😁), ya aku mengenalnya sebagai Sosok yang Atraktif, ekspresif dan selalu Ceria. Sangat jauh berbeda dengan Mia yang Kalem dan tenang.
Tadi sebelum dia sampai dihadapanku, aku sempet mendengar dia bertanya pada seseorang "Aa Erick dimana?" katanya, yang dijawab oleh seseorang "Diatas lagi ngelamun" hampir tiap hari dia menyempatkan untuk mampir kesini, sepulang kerja atau pagi sebelum berangkat, dan setiap weekend dia pasti menginap disini, dialah putri, gadis yang aku kenal semenjak beberapa tahun yang lalu.

Putri: " Aa... Ih!! Aku cari dari tadi, ga taunya disini" ucap Putri dengan gemes sambil langsung gelendotan dibahuku.
Aku:"baru pulang kerja Put?"
Putri:" Iya Aa aku langsung kesini, kangen sama kamu"
Putri type cewek yang tidak malu-malu mengutarakan isi hatinya, blak-blakan. Pun begitu sebaliknya, jika dia tidak suka, maka dia akan langsung dia utarakan.

Tak ada hubungan apa-apa antara kami, tak lebih dari sekedar hubungan pertemanan, Putri sangat akrab dengan kakak sepupu, makanya dirumah ini dia bebas, sudah seperti Rumahnya sendiri. Jujur dulu memang sempat dekat, dengan wajahnya yang manis tentu sangat mudah bagi lelaki normal spertiku untuk menyukai sosok seorang putri, tapi itu dahulu sebelum aku memiliki mia, dahulu ada suatu peristiwa kecil yang  pernah terjadi diantara kami, yang membuatku kehilangan semua perasaan kepada putri, yang tersisa cuma rasa sayang sebagai teman. tidak dengan Putri, dia memperlakukan saya sebagai pacarnya yang kadang membuat saya risih, di depan orang lainpun putri tidak malu-malu menunjukkan perasaannya, Saat mampir kesini Putri Rajin menyiapkan sarapan untuk saya, bahkan diam-diam putri selalu mengambil pakaian  saya yang kotor dari keranjang pakaian dan mencucinya.

Putri:"makan diluar yu a" sambil masih gelendotan dilenganku. "Aku pengen jalan berdua sama Aa, kenapa Aa selalu ga ada waktu buat aku"
Aku: " Maaf Put Aa lagi malas keluar, lagi pengen dirumah aja"  padahal nanti malam, saya sudah membuat janji dengan mia.
Putri: " Ah si Aa selalu begitu, trus kapan kita bisa jalan berdua aja?"
Aku:"Nanti ya Put kalo lebaran.." sambil tertawa aku ngeledekin Putri.
Putri:"Ih kok lama sekali a"

Agak lama kita ngobrol berdua aja, membahas hal-hal yang tidak penting yang membuat putri sesekali tertawa riang,disela canda dan tawa kami, Putri tidak segan-segan menyerangkan cium mautnya kearah bibirku, yang kadang membuat hasrat laki-lakiku terpancing. Putri agresif sekali mencium bibir saya, mendorong lidahnya sampai masuk ke mulut saya, kadangpun saya membalas dengan iseng, melorotin celananya 😁😁😁.. (tapi cuma sampai sebatas itu gan) saya tak berani melakukan lebih dari itu, karena sebagai seseorang yang memposisikan diri sebagai teman, maka saya ingin menjaganya sebagai seorang teman, tak akan merusaknya.

***
Malam ini Putri Uring-uringan karena tau saya akan pergi keluar, padahal dia tidak tau kalo saya sudah janjian dengan Mia, kalau saja pitri tau, pasti ngmbeknya bisa tujuh hari tujuh malam..

Putri:"Mau kemana sih a? Kok malam begini, tadi siang katanya lagi malas keluar"
Aku:"itukan tadi siang put 😃😃" jawab saya sambil ketawa "Lagian cuma janjian mau ketemu temen Put, ca bentar aja" aku membujuk Putri biar dia tidak terlalu sedih.
Putri:"ya udah" Putri masih ngambek "tapi jangan lama-lama, aku tunggu aa di atas sampai pulang"


***
Saya berangkat dari Rumah selepas magrib. Kita jalan Dan makan malam di seputaran Cikutra, Dan tentu saja mia juga tidak akan mau cepat-cepat pulang. Hingga Saat saya pulang jam hampir menunjukkan jam 12 malam. kak Lia mengingatkan, katanya Putri masih menunggu diaatas (roof top). Sayapun menyusul Putri ke rooftop, disana saya melihat sosok Putri sedang tertidur di kursi, Sungguh pemandangan yang membuat saya terenyuh, putri ketiduran di kursi di udara terbuka yang cuma beratapkan langit Bandung malam ini yg sudah mengembun. Entah apa yang difikirkannya, disini saya merasa sudah jahat kepada Putri, karena kesalahan kecilnya dulu saya tidak pernah lagi mencoba memberikan kesempatan kepada putri untuk membuktikan dirinya.
Kemudian saya mendekati Putri, sebentar menyempatkan diri menatap wajahnya yang polos, kemudian saya coba membangunkan Putri "Put bangun Put, pindah ke kamar aja" dalam keadaan belum sepenuhnya terbangun, setengah menggigau Putri menyahut "Aa kok lama, katanya cuma bentar" ada sedikit rasa simpati menggelitik dihati, yang kemudian saya jawab "iya Put maaf ya! ayo pindah ke kamar" . "Iya a! Tapi gendong ya" jawab Putri masih sambil merem tapi dengan bibir tersenyum. Kemudian saya ngantar Putri berjalan sampai ke kamarnya.

(maaf ya put, andai saja hati Aa bisa diisi dua orang maka Aa akan membiarkan kamu masuk, saat ini didalam sana sudah ada mia yang Aa cintai, wajahnya yg teduh itu selalu memberi ketenangan.. maaf juga buat miaku sayang jika aku kadang masih nakal... )

>>>>>>>>>
Diubah oleh ErickNouvel

D 16,4°C First Impression

Part 4

Pagi belum datang saat aku terbangun, kulihat jam digital dimeja baru menunjukkan angka 04:10, Oh.. sebentar lagi akan masuk waktu subuh, setelah Sejenak mengumpulkan kesadaran, aku segera bangun dan lalu berjalan kearah kamar mandi, aku mulai membasuh wajah, tangan, rambut telinga dan kaki, Air yang mengucur dari kran terasa sangat dingin sekali, tadi aku lihat pengukur suhu menunjukkan pagi ini Bandung mendekati 16, 4° C, sentuhan air wudu membawa kembali segenap kesadaran yang tadi hilang, aku segera kembali melangkah ke kamar, cepat-cepat ku ambil sajadah kemuadian ku bentangkan dipojok kamar, masih ada waktu untuk tahajud dulu.Ku benamkan wajah agak lama dalam sujud, pasrahkan seluruh diri kepada pemilik-Nya, ditengah keheningan pagi ini aku berusaha menemukan kembali ketenangan diantara resah yang datang, melupakan pertanyaan-pertanyaan yang tak kunjung jua datang jawabnya.

****
Ditemani secangkir kopi Hitam yang mengepulkan asap tipis aku kembali duduk di Rooftop, Matahari sudah naik 4° meninggalkan Horizon. gluk.. gluk.. Setelah meminum seteguk dua seteguk Kopi yang masih panas aku kembali menaruh cangkir itu dimeja. Setelahnya ku coba pejamkan mata, menghirup dalam-dalam udara Bandung pagi ini, ku hembuskan kemba perlahan, kemuadian ku ulang beberapa kali. Berharap Semoga semua gelisah ini pergi seiring nafas yang kutiupkan...

Hidup sebagai pengangguran ternyata ada positif nya juga memberi aku waktu untuk lebih banyak berfikir, ku coba riview kembali apa yang telah aku lewati setahun dua tahun belakangan, sekejap sperti gulangan pita film yang berputar lambat Semua kenangan berkelebat dalam kepalaku, mundur ke masa beberapa bulan yang lalu, saat aku masih bekerja di Pekanbaru, bayangan dalam kepalaku terus berkelebat seperti gerakan slowmotian membawa semua kenangan, gerakannya makin melambat pada ingatan setahun yang lalu saat aku masih bekerja di Negara Singa, membawaku pada sebuah kenangan Cinta pertamaku..

***
Kembali ke Bandung pagi ini, nanti siang aku berencana berkunjung ke Rumah sahabat lamaku Aldi, setelah aku tinggalkan 8 bulan ke Pekan baru, ada rasa kangen juga pengen ngobrol-ngorol. Tapi berhubung pagi ini Aldi berada disekitar sini, maka dia mengajak aku ketemuan dirumah kekasihnya Santi yang juga merupakan sahabatku, aku memanggilnya Teteh Santi, Teh Santi memiliki dua orang adek, yaitu Leni dan Aira.

Tok.. tok.. Tok.. :"Assalamualaikum" aku mengucapkan salam. "Wa Alaikum salam" terdengar ada beberapa suara yang menjawab salam ku..

Lalu ada seorang yang datang membukakan pintu..
Aldi:"Masuk Rick, ga usah malu-malu, anggap aja Rumah sendiri wkwkw" becanda Aldi dan langsung merangkul ku.

Aldi adalah sahabatku, aku pertama kali mengenalnya dikota ini beberapa tahun yang lalu, perawakan lebih Tinggi dari aku Kira-kira 175cm berat 60 (agak kurus) tapi imbanglah sama kekasihnya yang juga tinggi.

Aku menyalami satu persatu Orang-orang yang ada di Ruang tamu Rumah ini, rupanya selain Aldi dan tiga kakak beradik ini juga masih ada satu orang yang belum aku kenal, sosok itu duduk disebelah Aira, Masih dalam posisi bersalaman, agak lama aku tertegun menatapnya. "Woiii itu tangan jangan lama-lama, kasian anak orang" ujar Aldi coba menggodaku.. saya hanya bisa menahan malu tak bisa membalas ledekan Aldi. "Erick" saya coba memperkenalkan diri. "Roci.." Jawabnya pendek, memperkenalkan diri.... Kami masih saling bertatap mata...

>>>>>>>>>>>>>

Mulustrasi

Cinta yang tak pernah Usai
Mia

Cinta yang tak pernah Usai
Putri

Cinta yang tak pernah Usai
Roci
Ketulusan yang terpancar dari matanya tak akan pernah bisa aku lupakan.
profile-picture
berodin memberi reputasi
Diubah oleh ErickNouvel

Between haze and dew

Part 5

Kabut putih Malam ini turun menyelimuti Bumi Parahyangan, kemudian mengendap di Ujung Genteng dan atap-atap Beton menjadi butiran Embun, Malam hari di musim kemarau udara jauh lebih dingin, Rata-rata Suhu dimalam hari antara 16-18° C, mungkin inilah salah satu alasan kenapa Bandung menjadi kota yang nyaman Untuk didiami, pada tingkat suhu udara yang rendah dan kelembaban yang tinggi, Proses metabolisme tubuh berjalan lebih lambat, dengan demikian proses penuaanpun terjadi lebih lambat, karena inilah wanita-wanita Bandung terlihat lebih cantik, karena kulit mereka selalu segar (ini cuma Hipotesis saya gan😁).

***
Sudah dua hari ini aku belum ketemu Mia, karena kesibukan Mia kerja yang selalu pulang malam, jadi ga tega jika aku minta Mia untuk datang ke Rumah Tiap hari, karena akan mengurangi jam Istirahatnya. Sperti malam ini, walaupun beban Rindu sangat menyiksa, aku berusaha menahannya, suatu prinsip hidup yang kini aku jalani, jika Cintapun harus mengalah kepada kenyataan. Sebagai laki-laki kita harus lebih mendahulukan kepentingan orang yang kita cintai dari pada kepentingan kita sendiri, ya aku akan melakukan apapun demi kebahagiaan Mia. Untuk meredam rasa rindu ku coba menelfon mia, walaupun cuma sebentar saja.

Tut.. Tut....
Tak menunggu lama, suara diujung sana langsung menjawab dengan semangat
Mia: "Assalamualaikum sayangku"
Aku:" Waalaikum salam sayang"
Mia:"Sayang kemana aja, aku tunggu dari tadi tau"
Aku:"iya.. ga kemana-mana, Mia tadi pulang jam brp"
Mia:"Plng jam setengah sembilan, sampai Rumah jam sembilan kurang seperempat" jawab mia "Sayang udah makan?"lanjutnya.
Aku:" Udah tadi sore, masih kenyang"
Mia:" Makan lagi dong! nanti sayangku sakit gimana, kalo sakit nanti ga ada yang jaga akunya kan jauh" (padahal dekat gan, cuma 15 menitan, Saya di Kebaktian, Rumah mia di daerah Karapitan)
Mia:"sayang! Ucap mia.
Aku ga dasar jika diujung sana seseorang sedang memanggilku.
Mia:"sayang....." Aku masih saja diam.. 
Mia:"ih sayanggggggg kok diam, ngelamun ya??"
Mia:" Ih Erick sayang ih"
Sesaat kerinduanku kepada sosok Mia membuatku buyar, aku sangat merindukannya malam ini, aku bahagia saat aku bisa menyelam kedalaman jiwanya, ketulusannya dan keteduhan tatapan matanya yang selalu membuatku tenang, memberiku kekuatan untuk terus berjuang menghadapi dunia. Karena tadi sempat larut dalam fikiran sendiri, aku speti melupakan sosok mia diujung sana"
Aku:"sayang!..."
Mia:"iyaa, sayang lagi mikirin apa sih"jawab mia sedikit ngambek. " kok ga cerita ke aku" lanjut Mia..
Aku:" mikirin kamu, aku sayang kamu" ungkapku dari dalam relung hati terdalam, aku meresapinya setiap kata-kata yang aku ucapkan. sambil memejamkan mata. kubiarkan rinduku berjelaga.
Mia:"ih sayang gombalin aku ya" ucapnya malu-malu "ga mempan tau" lanjutnya diiringi tawanya yang renyah.
aku bisa membayangkan sosok kekasih ku diujung sana sedang tersenyum, dengan lesung pipinya yang mempesona. Andai aku bisa memeluknya malam ini.. Entahlah...

-------
Malam itu aku minta Mia untuk segera istirahat, karena besok dia masih bekerja, dengan berat hati Mia akhirnya mau menutup telfonnya, dengan syarat Besok malam aku harus menemani Mia Makan malam, Mia bilang besok akan pulang lebih awal..

-------
Saat ini Mia adalah prioritas Utama dalam hidupku, aku bahagia bila bisa membuatnya senang dan bahagia, sebagai lelaki aku punya prinsip, boleh saja kita membiarkan wanita lain datang untuk main dan mampir kedalam hidup kita, tapi kita tidak boleh menyia-nyiakan Cinta orang yang kita Cintai, apapun yang terjadi seorang Laki-laki tak boleh Pergi Meninggalkan kekasihnya. Aku telah berjanji kepada diri sendiri, aku tak akan pernah meninggalkan mia. (hingga malam ini, saat aku sedang menerawang angkasa luas yang temaram, disaksikan Milyaran Bintang yang masih sama, tak terhitung sudah berapa kali purnama kulewati, entah berapa musim yang sudah datang dan pergi, kesadaran ku satu, tak ada yang bisa menggantikan keindahan Mia di hatiku)

***
Masih Minggu pertama di bulan April 2004

>>>>>>



Diubah oleh ErickNouvel
ditunggu part 5 nya om sementara ane kasih cendol om biar seger kek liat anu wkwk

oya mampir juga om ke thread ane🙏🙏🙏
profile-picture
ErickNouvel memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post syd1210
Ok Siip mantap..
Makasih gan
Wahh mantap nih kayaknya ceritanya, semoga nggak kentang emoticon-Big Grin

Dejavu

Part 6

Hari sudah kembali berganti, pagi ini aku kembali duduk di Rooftop ditemani secangkir kopi Hitam untuk sedikit menghangatkan badan, Beginilah caraku melarikan diri dari hiruk-pikuk kehidupan, pada dasarnya aku memanglah seorang yang berkepribadian tertutup, menyimpan semua masalah dan kegundahan untuk diri sendiri, walau punya banyak teman aku jarang sekali menghabiskan waktu untuk sekedar Hangout atau nongkrong diluar Rumah.

****
Kembali ke dua hari yang lalu, saat aku berkunjung keRumah teh Santi...

"Oleh-olehnya mana Rick? 😁😁😁" Teh Santi bertanya sambil terkekeh. "Oleh-oleh apa teh? Durian mau " jawabku. "Ya mau dong kalo dibawain " jawab teh Santi lagi, tapi kali ini serius. "Nanti ya teh.. hehe" jawabku sambil tersenyum. (Oia Kemaren waktu balik ke Bandung, saya bawa banyak sekali durian gan , memang sengaja buat dijual lagi gan 😁, bawa satu truck gan).

"Gimana Rick, Ga betah diPekan Baru?" Tanya Aldi, kemudian saya jawab "iya ga cocok sama udaranya panas" jawabku. "Panas apa panas??" Tanya Aldi sambil Nyengir-nyengir mencurigakan. "Yah terang aja, pacarnya disini wkwk" lanjutnya tertawa senang, ya karena berhasil membuatku ga bisa jawab apa-apa, saya cuma bisa diam sambil tersenyum pahit. yang artinya begini gan, seolah-olah Aldi bilang begini, "jangan mau sama Erick dia sudah punya pacar", atau Aldi sedang membangun berrier/penghalang agar saya tidak mendekati Salah satu cewek yang barusan aku kenal diruang ini (itupun kalo aku mau dekat-dekat ya ga gan?? lah saya kan orangnya Setia gan 😁). Sesungguhnya diruangan ini cuma Aldi yang tau hubunganku dengan Mia dan beberapa kenakalanku. Mungkin saja menurut si Aldi wanita ini terlalu baik dan terlalu cantik buat laki-laki ga jelas seperti saya. Ah biarlah Aldi ngomong apa saja, dia kan belum tau saya sepenuhnya, ga ada yang bisa menghalangi pesona seorang Laki-laki (hahaha. mode pede abis gan buat ngibur diri sendiri 😄).

Saya asik bercengkrama dengan Aldi dan Empat cewek yang ada diruang ini, yang sesekali diiringi gurauan dan candaan Aldi yang bikin kita tertawa, saya perhatikan sosok wanita yang duduk disebelah Aira disana, yang beberapa menit lalu baru saya kenal, sangatlah irit sekali bicara, Entah karena memang dasarnya pendiam atau karena dia masih merasa belum nyaman dengan kehadiran orang asing (saya) yang belum begitu dia kenal. Tapi senyumnya..., ya senyum paling tulus yang pernah saya lihat. Diam diam beberapa kali saya mendapati dia juga mencuri pandang, sepersekian detik kita saling tertegun, bertukar kata tanpa bicara, saya biarkan Roci melihat kedalam jiwa saya apa adanya, saya biarkan dia merasakan getaran-getaran aneh yang tiba-tiba saya rasakan. Entah saya cuma terpesona oleh kecantikannya, atau Entahlah! Bagaimana mungkin saya merasa sudah sangat mengenal dia dari lama, sperti Dejavu..

***
Tidak terasa sudah 2 jam aku bertamu dirumah ini, bercengkrama dgn Aldi,Tiga beradik dan dengan seorang wanita misterius tentunya, akhirnya saya putuskan untuk pulang, karena sebentar lagi sudah masuk Waktu shalat Asyar, sekalian nanti pas pulang saya mau mampir dulu nyari makan, karena cacing-cacing Protes, untuk itu saya harus segera makan buat mengganjal perut yang keroncongan.
Pulang dari Rumah Teh Santi sore ini, saya membawa segemgan rasa penasaran dan segunung rasa lain yang belum saya temukan definisinya..

Sore itu di awal April 2004, ada yang mencoba menggedor dinding hati, yang sudah ada pemiliknya.

>>>>>>>



profile-picture
richokusuma memberi reputasi

Alpha Canis Majoris

Part 7:

Malam ini bumi Parahyangan dilingkupi langit berkubah cayaha rembulan, Newmoon akan terjadi dipertengahan bulan, disertai dengan gerhana matahari. aku kembali menyendiri di Rooftop dengan secangkir kopi Hitam yang masih mengepulkan asap, Kusapukan pandangan ke segenap penjuru, melintas jagat, menyebrangi galaksi Bimasakti menuju Alpha Canis Majoris, ribuan tahun cahaya dari tepi galaksi Bimasakti. ada Ursa Mayor, Tujuh konstelasi bintang yang bercahaya paling terang sebagai penanda Langit bagian Utara.

Aku membaringkan badan menghadap ke langit, entah kenapa aku selalu menikmati suasana sendiri seperti ini, memberiku ruang untuk merenung, membangun harapan-harapan dan mendesign masa depan dialam imaginerku. Sayup-sayup aku mendengar suara langkah kaki mendekat, suara telapak kaki yang bersentuhan dengan ubin dari granit, beriringan dengan muncul suara langkah kaki, aroma wanginya telah lebih dahulu menyergap penciumanku, Aroma yang belakangan ini aku sudah hapal sekali siapa pemiliknya. Tak lama sosok itupun muncul dihadapan ku, Rambutnya yang panjang di ikat keatas ujungnya degelungkan kedapan, malam ini dia memakai kaos putih lengan pendek agak ketat dengan celana Denim Hitam selutut. Dan Aku tak pernah menafikan kecantikannya.Ya! dia memang cantik.

Putri datang memegang cangkir keramik ditangan kanannya serta sesuatu ditangan kirinya, ya mungkin saja Roti bakar atau mungkin juga Banana cake kesukaanya, aku belum tau apa itu.
"Aa" Putri datang menghampiriku, "aku duduk disini ya a" Putri makin mendekat seraya duduk disampingku, aku yang tadi masih berbaring di kursi langsung bangun "iya put silahkan" jawabku. "Kamu habis mandi put?" Tanyaku sambil menoleh ke Putri, "Kok Aa tau" jawab Putri sambil menoleh lagi kepadaku. "Kamu wangi sekali.. hehehe" jawabku sambil kembali menoleh ke depan. "Biasa aja kok a hehe" jawab Putri sambil tersenyum manis. "Masih ada ga put? Atau sebotol dipakai semua?? Hahaha" Putri hanya melirik heran sambil mengangkat kedua bahunya. Mungkin Putri gak nyambung dengan candaanku barusan, yang akhirnya aku tertawa sendiri dengan candaan garing tadi.

Putrilah yang sering menemani malam-malamku di Rooftop, Putri selalu berusaha menghibur dan memberikan perhatianya. Ataukah Putri memang sedang berusaha membuatku untuk jatuh cinta lagi kepadanya, tapi tetap sangat sulit bagiku untuk membuka hati lagi kepadanya. Apalagi sekarang ada sosok Mia.

Saat masih bincang-bincang dengan Putri, Hp yang dari tadi aku letakkan dimeja bergetar, ada notifikasi pesan masuk. Sebentar Putri sempat melirik, kemudian kembali memalingkan wajahnya.

emoticon-mail From Mia: "Sayang"
emoticon-mail to mia : "iya sayang.. Assalamualaikum"
emoticon-mail From Mia:"Eh iya maaf sayang!, Waalaikum salam 😁"
        "Lagi di Rooftop ya?"
emoticon-mail to Mia:" iya hehe.. seperti biasa"
emoticon-mail From Mia :" Maafin Mia ya.."
emoticon-mail to Mia:" maaf kenapa sayang"
emoticon-mail From Mia:"Mia sibuk kerja, ga bisa nemenin kamu, kamu pasti kesepian kan?" Aku membayangkan wajah murung kekasihku di ujung sana.. hatinya begitu lembut..

Aku senyum-senyum sendiri membaca pesan singkat dari mia, lalu aku melirik ke arah Putri yang masih duduk disebelah ku " eh.. Maaf ya put hehe" aku merasa bersalah karena mengacuhkan keberadaan Putri. Tapi kemudian Putri bangun "aku tidur duluan ya a" ucap Putri sambil dengan cepat berlalu, dengan wajah yang cemberut meninggalkan ku, bahkan aku belum sempat mengucapkan apa-apa. (kenapa tuh anak? Aku membathin)

Kembali aku mengetik pesan membalas SMS mia, yang tadi belum sempat aku balas.

emoticon-mail to Mia :"gpp kok sayang, aku sangat bersyukur Karena Allah telah mengirim kamu dalam hidupku, aku bahagia"
emoticon-mail From Mia:"makasih sayangku, Besok Weekend jadi kan?"
emoticon-mail to Mia :"iya sayang"

Malam itu aku akhiri bertukar pesan dengan Mia, supaya dia bisa segera istirahat, Mia anak pertama dalam keluarganya, menjadi Yatim sudah sejak lama, dirumahnya Mia tinggal berempat dengan Ibu dan dua orang adiknya, ibu Mia hanyalah seorang ibu Rumah tangga biasa, Otomatis Mia adalah tulang punggung keluarga, keadaan mendidik Mia menjadi seorang wanita mandiri dan kuat. Aku tak mau jika keberadaan ku menambah beban dalam kehidupan Mia, inilah salah satu alasan, kenapa tidak mudah bagiku untuk berpaling dari Mia, aku ingin menjadi sosok pelindung bagi Mia..

****
Malam ini, seperti janjiku kepada Mia Kemaren, kita akan jalan menikmati malam di kota Bandung, sekedar untuk cari makan diluar, karena sudah beberapa hari kita tidak bertemu. Beberapa jam kemudian kita sudah duduk disalah satu meja di Cafe Se****h dibilangan Cikutra, kita duduk memilih meja Outdoor yang dikelilingi oleh Taman.

"sayang mau pesan apa?" Mia menyodorkan Daftar menu kepadaku, "Dipilihin Sayang aja, kalo ga samain aja" jawabku sambil menolak buku daftar menu yang disodorkan mia. Kemudian Mia memesan Jus Sirsak kesukaannya, dan Orang Juice buat aku. "Sayang kamu belum makan kan? Nasi goreng aja ya buat kamu" lanjut Mia sambil masih membolak-balik daftar menu yang ada di tangannya. "Aku mau yang ringan aja" lanjutnya lagi..

Sambil menunggu pesanan kami datang aku tak bosan-bosan menatap wajah cantik kekasihku yang duduk dihadapan ku ini, ada ketenangan terasa menjalar ke sekujur tubuhku saat aku menatap wajahnya yang teduh, malam ini dia tampak makin anggun, Mia memakai kerudung warna putih, kaos panjang warna hitam agak longgar, bawahannya pakai Rok Denim panjang warna biru pupus, dan sepatu Ballerina flat warna mocca. Aku masih terus menatapnya. Yang kemudian membuat Mia sedikit salah tingkah. "Sayang ih udah.. lihatnya jangan kayak gitu, aku malu..." ucap mia cemberut sambil menundukkan wajahnya yang tersipu malu. Masih sambil menatap Mia Aku hanya diam tak menanggapi perkataan Mia tadi, namun kemuadian aku beranikan meraih kedua tangan Mia yang diletakan Diatas meja, ku genggam dengan kedua tanganku, aku remas jemarinya yang lembut, kemudian kutaruh di pipiku, saat ini Mia tak lagi menunduk, dia menatap kedua mataku masih malu-malu "sayang... Maafin aku.." Ucapku.. yang tak langsung dijawab oleh Mia, sambil kelihatan memikirkan sesuatu Mia bertanya,
"Maaf buat apa? aku ga marah kok" lanjutnya, sambil memberikan senyumannya yang mempesona dengan dua lesung pipi di kedua pipinya. "Maafin aku jika aku belum bisa membuat Mia bahagia, maafin aku karena aku belum bisa berbuat banyak untuk kebahagian mia, maafin aku karena aku tak selalu ada disampingnya mia"lanjutku sambil terbata-bata.agak lama Mia terdiam sepertinya dia berusaha meresapi satu persatu kata-kata yang aku ucapkan, Perlahan aku melihat air mata menggenang dimatanya yang akhirnya mengalir perlahan membasahi pipi Mia. Mia melepaskan tangan kirinya dari gemgamanku, buru-buru mengambil sesuatu dari tas tangannya, kemudian Mia menghapus air mata yg membasahi pipinya. tangan itu kembali menggenggam tangan kiri ku. "Makasih sayang, makasih atas ketulusannya, makasih karena Erick sudah menyayangi mia, Mia bahagia, mia sayang Erick!" suara mia yang lembut sedikit agak parau, aku bisa merasakan ada getaran dari setiap kalimat yang di ucapkan mia "maafin Mia ya, Mia cengeng!" lanjutnya lagi yang kembali tersenyum. Kemudian aku mencium jemari Mia yang masih dalam genggamanku, aku sadar, seribu kata-kata Tak akan mampu untuk menyampaikan semua rasa yang kini aku rasakan.. "makasih sayang" Ucapku.

Tak lama setelahnya pesanan kitapun datang, sambil menikmati makanan yang tadi kita pesan, aku melihat rona kebahagian diwajah Mia, yang membuat aku sedikit lega, aku ingin selau melihat kebahagiaan diwajah mia..


***
Malam Ini aku tertidur dengan tenang, aku bahagia saat  melihat rona kebahagian diwajah Mia..

>>>>>>

Diubah oleh ErickNouvel

Self Defence

Part 8

***
Datang dari latar belakang keluarga berada bukan berarti akan mudah bagi kami menjalani hidup, Ayah saya adalah seorang Terkemuka didesa kami, dari keluarga Terpandang, Seorang yang memiliki derajat tinggi dalam Trah keluarga, Gelar kehormatan yang panjang melekat dibelakang nama beliau, ibupun Demikian dari keluarga Terhormat anak Perempuan satu-satunya dalam keluarga yang mewarisi Harta warisan keluarga yang berlimpah, tapi pada kenyataannya beliau harus tetap berjuang untuk anak-anaknya.

Anak-anak sperti kami dididik dengan berbagai keahlian dan Ilmu pengetahuan sedari kami belum mengenal bangku sekolah, diantaranya ilmu agama dan keahlian beladiri. Nilai-nilai spritual agama telah ditanamkan sedari kami baru mulai belajar berbicara, Bukan sekedar ritual dan seremoni rutin sehari-hari, tapi nilai-nilai kesadaran spritual sebagai kesadaran diri, yang membentuk karakter dan pola pikir kami, agar tangguh,kuat,tabah,sabar dan Iklas berhadapan dengan berbagai ujian kehidupan. Mental anak-anak sperti kami dipersiapkan untuk menjadi penakluk di Negeri orang.

Selepas dari sekolah menengah atas alih-alih melanjutkan ke jenjang keperguruan tinggi, saya malah memutuskan untuk bekerja, dengan rencana jangka panjang, nanti saat lanjut ke perguruan tinggi saya sudah memiliki kemampuan membiayai hidup dan pendidikan sendiri, tempat yang pertama saya tuju adalah Negara Singa, Bekerja di perusahaan Manufakturing Multinasional di Negara singa, saya mulai bekerja di perusahaan tersebut dengan tugas sebagai Kuli(Operator mesin), semua mesin yang dipakai untuk produksi sudah komputerise, dalam waktu tiga bulan Bekerja saya sudah dipercaya perusahaan untuk memimpin Unit kerja yang membawahi 20 orang, mereka rata-rata berumur Diatas 20 tahun, sementara saat itu saya baru 18 tahun. sebenarnya ini lebih karena faktor bahasa, bukan karena prestasi kerja sebenarnya, bahasa pengantar sehari-hari disini memang bahasa Melayu, tapi para petinggi Perusahaan ini tidak fasih dalam berbahasa Melayu, kecuali yang memang orang asli Melayu, itupun jumlahnya segelintir saja, agaknya dengan alasan tersebutlah saya ditunjuk memimpin unit kerja ini, karena diantara pekerja Indonesia, sayalah yang paling bisa diajak komunikasi dalam bahasa Inggris. (walaupun senarnya menurut saya masih belepotan 😁). Enam bulan berikutnya saya sudah diberi tugas mengontrol kualitas barang yang dikirim dari Singapura, di salah satu kantor pemasaran yang berada Di Beijing, tiga bulan bulan di Beijing akhirnya saya dipindahkan ke kantor pemasaran yang berada di Montreal Kanada. saya pribadi merasa ini sudah merupakan suatu pencapaian yang lumayan dalam pekerjaan untuk ukuran seseorang seperti saya yang hanya lulusan sekolah
menengah atas, saya tak punya harapan yang muluk-muluk dan tak punya Ekspektasi apa-apa. Walau demikian semua pencapaian tersebut tak membuat saya terlena begitu saja, rasanya ada sesuatu yang hilang, hidup rasanya hambar, karena saya tak bisa menikmati sesuatu yang diraih dengan mudah karena rasanya kehilangan esensi perjuangan, saya lebih suka bersusah payah memperjuangkan sesuatu, daripada didapatkan begitu saja secara cuma-cuma. Sedari kecil Kami telah dididik "jangan terlalu lama berada pada posisi yang membuat kita merasa nyaman, karena akan membuat daya tahan kita lemah, kesulitan akan membuat self defence kita kuat, ambil secukupnya saja, pelajari sebanyaknya, saat sudah tidak adalagi yang baru untuk dipelajari, maka bergegaslah pergi" hidup tampa tantangan dan penaklukan betapa akan sangat membosankan. genap dua tahun bekerja di perusahaan tersebut saya putuskan Untuk Resign dan pulang Ke Indonesia.

***
Kembali kebandung, Siang ini saya ingin berkunjung keRumah Aira,Sebelum keburu mati Mendadak karena bosan dirooftop sendirian, saya putuskan ada baiknya saya berkungjung kerumah tiga kakak beradik tersebut. kunjungan beberapa hari yang lalu masih membekas dalam ingatan saya, semoga saja dia juga sedang berada disana.

***
Tok.. Tok.. tok..
"Assalamualaikum"
"Wa 'alakum salam" Seseorang menjawab salamku, dari suaranya seperti bukan Teh Santi, Leni ataupun Aira. Karena aku sudah hafal betul suara mereka.
Ceklek... (Suara pintu dibuka dari dalam)
Saat pintu terbuka, wajah seseorang muncul dari balik pintu, seketika saya membeku. Diapun tertegun sesaat sebelum melemparkan senyuman yang mempesona itu, saya kembali Dejavu..

>>>>>




Diubah oleh ErickNouvel
nice post


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di