CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Spiritual /
Renungan Harian Kristen
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e4160bb68cc954d0b5b52ff/renungan-harian-kristen

Tuhan Dalam Daging adalah Mata Air Kehidupan


Lirik lagu rohani kristen 2020 - Tuhan Dalam Daging adalah Mata Air Kehidupan

Karya paling bernilai bagi manusia
yakni yang b'ri kata yang tepat,
tujuan yang jelas
dan yang dapat dilihat,
dan dapat disentuh.
Karya realistis dan bimbingan tepat waktu
yang sesuai selera manusia.
Karya yang nyata selamatkan manusia
dari watak rusak dan bejat.
Hanya inkarnasi Tuhan yang dapat
selamatkan manusia 
dari watak masa lalu yang rusak.
Dia tunjukkan betapa penting
karya-Nya dalam daging,
agar manusia paham
pentingnya daging ini bagi
keb'radaan manusia dan mengetahui nilai sejati-Nya
bagi pertumbuhan hidup.
Manusia harus tahu daging ini 'kan menjadi
mata air kehidupan
yang darinya manusia tak terpisahkan,
tidak dapat terpisahkan.

Banyak orang jadi musuh Tuhan
s'bab daging ini, tapi saat Dia
mengakhiri semua karya-Nya,
mereka bukan lagi
musuh yang melawan-Nya.
Sebaliknya, mereka menjadi saksi Tuhan,
semua ditaklukkan oleh-Nya.
Mereka menjadi selaras dengan Tuhan,
tak terpisahkan dari Dia.
Hanya inkarnasi Tuhan yang dapat
selamatkan manusia dari watak
masa lalu yang rusak.
Dia tunjukkan betapa penting
karya-Nya dalam daging,
agar manusia paham
pentingnya daging ini bagi
keb'radaan manusia dan mengetahui nilai sejati-Nya
bagi pertumbuhan hidup.
Manusia harus tahu daging ini 'kan menjadi
mata air kehidupan
yang darinya manusia tak terpisahkan,
tidak dapat terpisahkan.

dari "Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru"
Diubah oleh LiliMayasari

Apa Arti "Diangkat Sebelum Bencana"? Apa Arti "Dijadikan Pemenang Sebelum Bencana"?

Halo saudara-saudari pembaca Tanya Jawab Rohani,

Kita sekarang berada pada tahap terakhir akhir zaman. Aku telah membaca berita bahwa semua jenis bencana bertambah dan meningkat skalanya, dan yang merupakan masalah utama bagiku adalah apakah aku dapat diangkat sebelum bencana dan dijadikan pemenang sebelum bencana. Pendapatku tentang dua masalah ini adalah bahwa, selama kita berpegang pada nama Tuhan tidak peduli apa yang terjadi, bekerja keras untuk Tuhan dan tidak berbalik arah ketika melewati segala macam kesulitan, maka kita bisa menjadi pemenang. Dan ketika bencana datang, kita kemudian dapat diangkat ke langit untuk bertemu dengan Tuhan dan menikmati janji-Nya. Tetapi beberapa orang mempertanyakan pendapatku, mengatakan bahwa saat ini beberapa orang telah mencapai ini dan itu; selain itu, bencana semakin meningkat dan banyak jenis bencana telah menimpa kita, namun masih belum ada yang terlihat diangkat ke langit. Apakah diangkat benar-benar berarti diangkat ke langit? Dan apakah begitu sederhananya untuk menjadi pemenang, sehingga seseorang bisa dijadikan pemenang hanya dengan mencapai hal-hal tersebut? Aku tidak terlalu memahami semua ini, jadi aku ingin menanyakan pendapatmu. Aku tunggu balasanmu!

Salam,

Xiao Xiao

Halo Saudari Xiao Xiao:

Adalah sesuai dengan kehendak Tuhan jika kita mencari tahu dan bersekutu tentang masalah yang tidak sepenuhnya kita pahami. Berterima kasihlah kepada Tuhan!

Apakah kita dapat diangkat sebelum bencana dan bisa dijadikan pemenang sebelum bencana secara langsung berhubungan dengan apakah kita bisa masuk ke dalam kerajaan surga  atau tidak. Tetapi jika kita pada akhirnya ingin dijadikan pemenang dan diangkat ke surga, pertama-tama kita harus memahami apa sebenarnya makna diangkat, dan apa yang dimaksud dengan menjadi pemenang. Kedua masalah ini akan dibahas secara terpisah di bawah ini. Semoga Tuhan membimbing kita!

Renungan Harian Kristen

1. Apa Arti “Diangkat Sebelum Bencana”?

Jika kita ingin memahami apa artinya diangkat sebelum bencana, kita harus terlebih dahulu tahu apa artinya diangkat. Beberapa orang percaya bahwa diangkat berarti bahwa, ketika Tuhan datang kembali, Dia akan mengangkat kita ke langit untuk bertemu dengan-Nya, dan ini karena Paulus berkata dalam 1 Tesalonika 4:17: “Lalu kita yang masih hidup, dan masih tinggal akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan-awan, berjumpa dengan Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan bersama-sama dengan Tuhan selamanya.” Tetapi apakah ini yang Tuhan maksudkan? Inilah yang Paulus sendiri katakan; Tuhan Yesustidak pernah mengatakan ini, Roh Kudus tidak pernah memberikan kesaksian seperti itu, dan oleh karena itu kata-kata ini tidak dapat mewakili maksud Tuhan. Seperti yang kita semua ketahui, pada mulanya Tuhan menciptakan manusia di bumi menggunakan tanah liat, Dia menetapkan mereka untuk menguasai semua hal yang telah diciptakan Tuhan di bumi dan Dia memerintahkan mereka untuk menyembah Dia dan memuliakan Dia. Terlebih lagi, Tuhan sejak dahulu kala memberi tahukan kita dengan jelas bahwa Tuhan akan mendirikan kerajaan-Nya di muka bumi, bahwa Dia akan tinggal bersama manusia di bumi, dan bahwa kerajaan-kerajaan dunia semuanya akan menjadi kerajaan yang diperintah oleh Kristus. Sama seperti nubuat dalam kitab Wahyu yang mengatakan: “Lihatlah Bait Suci Tuhan ada bersama manusia, dan Dia akan tinggal bersama mereka dan mereka akan menjadi umat-Nya dan Tuhan sendiri akan ada bersama mereka, menjadi Tuhan mereka” (Wahyu 21:3). “Kerajaan-kerajaan di dunia ini menjadi milik Tuhan kita, dan Kristus-Nya; Dan Dia akan memerintah sampai selama-selamanya.” (Wahyu 11:15). Karena itu, ketika Tuhan datang kembali, Dia tidak akan mengangkat orang ke langit untuk bertemu dengan-Nya, tetapi akan mendirikan kerajaan-Nya di bumi, karena tujuan yang telah Tuhan persiapkan bagi kita dapat ditemukan di bumi. Selain itu, jika kita diangkat ke langit, kita tidak akan bisa bertahan hidup di sana. Jadi keyakinan bahwa diangkat berarti diangkat ke surga tidak sesuai dengan kebenaran dan tidak sesuai dengan fakta pekerjaan Tuhan ; itu hanyalah produk dari konsepsi dan imajinasi kita, dan itu adalah keinginan yang berlebihan.

Jadi apa artinya diangkat? Mari kita membaca satu perikop firman Tuhan  dan kita akan dapat memahaminya. Perikop ini menyatakan: “Diangkat” bukan diambil dari tempat yang rendah ke tempat yang tinggi seperti yang orang bayangkan. Ini kesalahan yang besar. Diangkat mengacu pada penentuan-Ku sejak semula dan pemilihan-Ku. Ini ditujukan kepada semua orang yang telah Kutentukan sejak semula dan Kupilih. Mereka yang telah mendapatkan status sebagai anak-anak sulung, status sebagai anak-anak-Ku, atau umat-Ku adalah semua orang yang telah diangkat. Ini adalah yang paling tidak sesuai dengan pemahaman manusia. Mereka yang berbagian di rumah-Ku di masa depan adalah semua orang yang telah diangkat di hadapan-Ku. Ini sepenuhnya benar, tidak akan pernah berubah, dan tidak dapat dibantah oleh siapa pun. Ini adalah serangan balik terhadap Iblis. Siapa pun yang telah Kutentukan dari semula akan diangkat di hadapan-Ku.

Dari perikop ini, kita dapat mengetahui dengan jelas bahwa diangkat bukan berarti kita dibawa dari tempat yang rendah ke tempat yang tinggi, tetapi hal ini merujuk kepada mereka yang telah ditentukan sebelumnya dan dipilih oleh Tuhan. Ditentukan sebelumnya merujuk pada mereka yang telah ditentukan oleh Tuhan untuk memperoleh keselamatan sebelum bumi dijadikan, dan dipilih merujuk pada mereka yang telah ditentukan agar dapat mengikuti jejak Tuhan, datang di hadapan Tuhan dan menerima pekerjaan baru-Nya—inilah yang dimaksud dengan diangkat. Sebagaimana yang kita sadari dengan baik, pada akhir Zaman Hukum Taurat, Tuhan Yesus datang untuk melakukan tahap pekerjaan yang baru. Pada waktu itu, Petrus, Yohanes, Matius, Yakobus dan lainnya, semuanya mendengar khotbah-khotbah yang disampaikan oleh Yesus sehingga mereka meninggalkan hukum Taurat dan mengikuti Tuhan, dan dengan demikian mereka diangkat di hadapan Tuhan. Demikian pula, Tuhan Yesus berkata bahwa Dia akan datang kembali pada akhir zaman dan bahwa Dia akan datang di antara manusia untuk mengucapkan firman-Nya dan melakukan pekerjaan-Nya untuk menyelamatkan manusia. Seperti yang Tuhan Yesus katakan: “Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu” (Yohanes 16:12-13).

Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan” (1 Petrus 4:17). “Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman” (Yohanes 12:48). “Lalu aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di hadapan takhta Tuhan itu; kemudian semua kitab dibuka, dan dibuka sebuah kitab lain yaitu kitab kehidupan dan orang-orang mati dihakimi menurut apa yang tertulis di kitab itu, menurut perbuatan mereka” (Wahyu 20:12). Dari sini, kita dapat melihat dengan jelas bahwa ketika Tuhan Yesus datang kembali pada akhir zaman, Dia masih akan memiliki banyak hal untuk dikatakan-Nya kepada kita dan Dia akan mengungkapkan firman-Nya dan melakukan pekerjaan penghakiman. Hanya dengan menerima pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman kita akan dapat benar-benar diangkat di hadapan Tuhan.

Oleh karena itu, sesuai dengan namanya, diangkat sebelum bencana berarti bahwa Tuhan akan datang kembali ke dunia secara pribadi sebelum bencana besar datang untuk melakukan pekerjaan yang harus Dia lakukan, dan hanya dengan menyambut kedatangan Tuhan kembali pada saat ini kita bisa diangkat sebelum bencana.

Kita telah bersekutu tentang arti diangkat sebelum bencana, jadi sekarang mari kita bersekutu tentang apa artinya dijadikan pemenang sebelum bencana.

2. Apa Arti “Dijadikan Pemenang Sebelum Bencana”?

Sebelum kita dapat memahami apa artinya dijadikan seorang pemenang sebelum bencana, pertama-tama kita harus memahami apa arti pemenang. Secara harfiah, ini berarti sekelompok orang yang menang. Seperti yang diketahui semua orang yang percaya kepada Tuhan, Iblis adalah musuh Tuhan, dan karenanya kita harus mengalahkannya, yang tentunya berarti bahwa kita harus mengalahkan Iblis. Karena itu, pemenang mengacu pada sekelompok orang yang akan mengalahkan Iblis. Tetapi apa artinya mengalahkan Iblis? Sejak nenek moyang kita, Adam dan Hawa tergoda oleh Iblis, umat manusia telah hidup dalam dosa dan telah dipenuhi dengan segala macam watak yang rusak, seperti menjadi congkak dan sombong, egois dan tercela, bengkok dan menipu, dan sebagainya. Dapat dikatakan bahwa kita masing-masing terbelenggu oleh hal-hal ini dan kita hidup dengan mengandalkan racun-racun ini. Oleh karena itu, mengalahkan Iblis berarti membuang ikatan dan belenggu Iblis, sepenuhnya membersihkan diri kita dari semua racun Iblis yang menggoda kita dan tidak lagi hidup dengannya, namun sebaliknya dapat mendengar firman Tuhan dan hidup sesuai dengan firman Tuhan. Dengan cara ini, kita dapat disebut sebagai pemenang dan dosa-dosa kita dapat benar-benar disucikan, dan kita dapat hidup dalam terang dan layak menerima warisan Tuhan. Sebagaimana yang dicatat dalam kitab Wahyu, “Mereka adalah oang-orang yang keluar dari sengsara besar dan telah membasuh jubah mereka dan membuatnya putih dalam darah Anak Domba” (Wahyu 7:14). “Berbahagialah mereka yang melakukan perintah-perintah-Nya, sehingga mereka dapat memperoleh hak atas pohon kehidupan dan dapat masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu” (Wahyu 22:14). “Dia yang menang akan Kujadikan pilar di dalam bait Suci Tuhan-Ku dan ia tidak akan keluar lagi” (Wahyu 3:12). “Ia yang menang akan mewarisi semuanya ini; Aku akan menjadi Tuhannya dan ia akan menjadi anak-Ku” (Wahyu 21: 7). “Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan; sebab mereka murni. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba ke mana pun Dia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia, sebagai buah sulung bagi Tuhan dan Anak Domba. “Dan di dalam mulut mereka tidak ditemukan kelicikan: karena mereka tidak bercacat di hadapan takhta Tuhan” (Wahyu 14:4–5). Dan firman Tuhan berkata: “Mereka yang dilengkapi sebelum terjadinya bencana taat kepada Tuhan. Mereka hidup bergantung pada Kristus, menyaksikan Kristus, dan meninggikan Dia. Mereka adalah anak laki-laki yang menang dan para tentara Kristus yang baik.”

Dari kata-kata ini, kita dapat melihat bahwa mereka yang menang adalah mereka yang berhasil melewati kesengsaraan besar. Mereka mengalami penghakiman atas firman Tuhan, watak mereka yang rusak dibersihkan, mereka memiliki realitas kepatuhan kepada Tuhan, mereka memasuki kerajaan Tuhan dan mereka menikmati janji-Nya. Dengan kata lain, dijadikan pemenang tidak berarti sanggup menderita, membayar harga dan menjaga nama Tuhandalam iman seseorang kepada Tuhan, dan tidak berarti tidak berbalik arah ketika kesengsaraan muncul; alih-alih, menjadi pemenang berarti menerima pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman dan dosa-dosanya dihapuskan. Tetapi berapa banyak kotoran dan kerusakan kita yang telah dibersihkan? Kita belum menyingkirkan diri kita dari segala watak kita yang rusak, seperti congkak dan sombong, egois dan tercela, bengkok dan menipu, jahat dan serakah, dan sebagainya. Ketika Tuhan memberkati kita, kita dapat menaati-Nya, tetapi bilamana terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita, kita kembali tanpa sadar menyalahkan Tuhan. Ketika kita melihat orang lain yang lebih baik dalam memberikan khotbah daripada kita, kecemburuan dan kebencian terhadap mereka dapat muncul dalam diri kita. Ketika ada hal-hal yang menyentuh kepentingan kita sendiri, kita dapat terlibat dalam penipuan dan tidak jujur — ini hanya beberapa contoh. Karena itu, jika kita ingin diangkat sebelum bencana dan dijadikan pemenang sebelum bencana, maka kita harus menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman sebelum bencana tiba, mengalami penghakiman dan penghukuman dari firman Tuhan, membuang semua watak rusak Iblis, hidup sesuai dengan firman Tuhan, meninggikan Kristus dan memberikan kesaksian tentang Kristus dalam segala hal, dan mematuhi dan menyembah Tuhan. Hanya dengan demikian seseorang dapat dianggap telah dijadikan pemenang oleh Tuhan dan memenuhi syarat untuk mewarisi janji Tuhan dan masuk ke dalam kerajaan-Nya.

Saudari Xiao Xiao, pengertian dan pengetahuan kita tentang arti “diangkat sebelum bencana” dan “dijadikan pemenang sebelum bencana” terbatas dan kami hanya dapat memberikan persekutuan seperti ini, tetapi kami berharap hal ini telah dapat menolong engkau dalam beberapa hal. Jika ada hal lain yang tidak engkau pahami atau jika engkau memiliki masalah lagi, silakan menulis kepada kami dan kami akan mencari tahu tentangnya dan bersekutu lagi denganmu.

Tanya Jawab Rohani




Tuhan Mengendalikan Nasib Seluruh Umat Manusia

Sebagai anggota umat manusia dan orang Kristen yang taat, kitalah yang bertanggung jawab dan wajib untuk mempersembahkan pikiran dan tubuh kita untuk memenuhi amanat Tuhan, sebab seluruh keberadaan kita berasal dari Tuhan dan kita ada berkat kedaulatan Tuhan. Apabila pikiran dan tubuh kita bukan dipersembahkan untuk amanat Tuhan dan bukan untuk perjuangan kebenaran bagi umat manusia, maka jiwa kita tidak akan layak bagi mereka yang telah menjadi martir demi amanat Tuhan, bahkan lebih tidak layak lagi bagi Tuhan, yang telah menyediakan segalanya untuk kita.
 
Tuhan menciptakan dunia ini. Dialah yang menciptakan umat manusia, dan bahkan Dialah perancang kebudayaan Yunani kuno dan peradaban manusia. Hanya Tuhan  yang menghibur umat manusia dan hanya Tuhan yang peduli pada umat manusia ini siang dan malam. Perkembangan dan kemajuan manusia tidak dapat dipisahkan dari kedaulatan Tuhan, dan sejarah serta masa depan umat manusia berkaitan erat dengan rancangan-rancangan Tuhan. Apabila engkau seorang Kristen sejati, engkau tentu akan percaya bahwa kebangkitan dan kejatuhan suatu negara atau bangsa terjadi sesuai dengan rancangan Tuhan. Hanya Tuhan sendiri yang mengetahui nasib suatu negara atau bangsa, dan hanya Tuhan sendiri yang mengendalikan perjalanan umat manusia ini. Jika umat manusia ingin mendapatkan nasib yang baik, jika suatu negara ingin mendapatkan nasib yang baik, manusia harus sujud menyembah kepada Tuhan, bertobat dan mengaku di hadapan Tuhan. Jika tidak, nasib dan tempat tujuan manusia tak ayal lagi akan berakhir dalam malapetaka.
 
Lihatlah kembali ke zaman bahtera Nuh: Umat manusia sudah sangat rusak, menyimpang dari berkat Tuhan, tidak lagi dipedulikan oleh Tuhan, dan telah kehilangan janji-janji Tuhan. Mereka hidup dalam kegelapan, tanpa terang Tuhan. Sewajarnya sifat mereka menjadi tak bermoral, membiarkan diri mereka terperosok dalam kerusakan yang mengerikan. Orang-orang seperti ini tidak bisa lagi menerima janji Tuhan. Mereka tidak layak untuk menyaksikan wajah Tuhan, ataupun mendengar suara Tuhan, karena mereka telah meninggalkan Tuhan, mencampakkan segala yang telah dianugerahkan-Nya kepada mereka, dan melupakan ajaran-ajaran Tuhan. Hati mereka semakin lama semakin melenceng dari Tuhan, dan bersamaan dengan itu, mereka menjadi sangat bobrok melampaui segala alasan dan kemanusiaan, dan mereka menjadi semakin jahat. Dengan begitu, mereka menjadi semakin dekat dengan kematian, dan jatuh ke dalam murka dan hukuman Tuhan. Hanya Nuh yang menyembah Tuhan dan menjauhi kejahatan, dan karena itu dia dapat mendengar suara Tuhan, dan mendengar petunjuk-petunjuk Tuhan. Dia membangun bahtera itu berdasarkan petunjuk firman Tuhan , dan mengumpulkan segala macam makhluk hidup. Lalu, setelah semuanya siap, Tuhan melepaskan penghancuran-Nya atas dunia. Hanya Nuh dan tujuh anggota keluarganya yang selamat dari penghancuran ini, karena Nuh menyembah Yahweh dan menjauhi kejahatan.
 
Lalu lihatlah ke zaman sekarang ini: Orang benar seperti Nuh, yang menyembah Tuhan dan menjauhi kejahatan, tidak ada lagi. Namun, Tuhan masih bermurah hati terhadap umat manusia ini, dan meluputkan umat manusia di akhir zaman ini. Tuhan menantikan kemunculan orang-orang yang merindukan-Nya. Ia mencari orang-orang yang dapat mendengar firman-Nya, orang-orang yang tidak melupakan amanat-Nya, dan mempersembahkan hati dan tubuh mereka kepada-Nya. Ia mencari orang-orang yang begitu taat seperti orang yang lugu di hadapan-Nya, dan tidak menolak-Nya. Jika engkau dapat mengabdi kepada Tuhan tanpa dihalangi oleh kekuatan apa pun, Tuhan akan memandang engkau dan berkenan, dan akan melimpahkan berkat-Nya kepadamu. Jika engkau termasuk orang yang terkemuka, bereputasi tinggi, mempunyai banyak pengetahuan, memiliki harta yang melimpah, dan didukung oleh banyak orang, tetapi semuanya ini tidak menghalangimu untuk datang ke hadapan Tuhan untuk menerima panggilan-Nya dan amanat-Nya, untuk melakukan apa yang diminta-Nya darimu, semua yang engkau lakukan akan sangat berarti di bumi dan sungguh benar bagi umat manusia. Jika engkau menampik panggilan Tuhan karena alasan kedudukan dan tujuanmu sendiri, semua yang engkau lakukan itu akan dikutuk dan bahkan dibenci oleh Tuhan. Mungkin engkau seorang pimpinan tertinggi, ilmuwan, pendeta, atau penatua, tetapi tak peduli betapa tinggi jabatanmu, bila engkau mengandalkan pengetahuan dan kemampuanmu sendiri dalam usahamu, engkau akan selalu menjadi orang yang gagal. Engkau akan selalu kehilangan berkat-berkat Tuhan, sebab Tuhan tidak menerima apa pun yang engkau lakukan, dan Ia tidak mengakui kariermu sebagai pekerjaan yang benar, atau menerima bahwa engkau bekerja untuk kebaikan umat manusia. Ia akan berkata bahwa segala yang engkau lakukan itu menggunakan pengetahuan dan kekuatan umat manusia untuk merampas manusia dari perlindungan Tuhan, dan untuk memungkiri berkat-berkat Tuhan. Ia akan berkata bahwa engkau sedang membimbing umat manusia menuju kegelapan, menuju kematian, dan mengawali terbentuknya makhluk yang tidak mengenal batasan-batasan, yaitu manusia yang telah kehilangan Tuhan dan berkat-Nya.
 
Sejak manusia mulai memiliki ilmu-ilmu sosial, pikiran manusia dipenuhi dengan ilmu dan pengetahuan. Lalu, ilmu dan pengetahuan menjadi alat yang digunakan untuk memerintah umat manusia, sehingga tidak ada lagi ruang yang cukup bagi manusia untuk menyembah Tuhan, dan tidak ada lagi suasana yang mendukung penyembahan kepada Tuhan. Kedudukan Tuhan turun semakin jauh di dalam hati manusia. Dunia dalam hati manusia yang tidak memiliki tempat untuk Tuhan adalah gelap, kosong, dan tanpa pengharapan. Lalu, muncullah banyak ilmuwan sosial, ahli sejarah, dan politisi yang mengungkapkan teori-teori ilmu sosial, teori evolusi manusia, serta teori-teori lainnya yang bertentangan dengan kebenaran bahwa Tuhan menciptakan manusia untuk memenuhi hati dan pikiran manusia. Dengan demikian, jumlah orang yang percaya bahwa Tuhan yang menciptakan segalanya itu menjadi semakin sedikit, sementara orang yang percaya pada teori evolusi menjadi semakin banyak jumlahnya. Semakin lama semakin banyak orang yang menganggap catatan tentang pekerjaan Tuhan  dan firman-Nya pada zaman Perjanjian Lama sebagai mitos dan dongeng. Di dalam hati mereka, orang menjadi acuh tak acuh pada martabat dan kebesaran Tuhan, pada prinsip bahwa Tuhan itu ada dan berkuasa atas segala hal. Kelangsungan umat manusia dan nasib negara-negara serta bangsa-bangsa tidak penting lagi bagi mereka. Manusia hidup dalam dunia hampa yang hanya mengurusi makan, minum, dan mengejar kesenangan. … Hanya sedikit orang yang menyadari kewajibannya untuk menyelidiki tempat Tuhan melakukan pekerjaan-Nya saat ini atau mencari tahu bagaimana Ia mengendalikan dan mengatur tempat tujuan manusia. Dengan demikian, tanpa diketahui manusia, peradaban manusia menjadi semakin tidak dapat berlangsung sesuai dengan keinginan manusia. Bahkan banyak orang merasa bahwa, dengan hidup di dunia seperti ini, mereka merasa tidak lebih berbahagia dibandingkan orang-orang yang sudah meninggal. Orang-orang yang berasal dari negara-negara yang tadinya berperadaban tinggi pun mengutarakan keluhan seperti ini. Tanpa tuntunan Tuhan, berapa banyak pun penguasa dan ahli sosiologi yang memutar otak mereka untuk melestarikan peradaban manusia, semuanya sia-sia saja. Tidak seorang pun dapat mengisi kekosongan dalam hati manusia sebab tidak seorang pun dapat menjadi hidup manusia, dan tidak ada teori sosial yang dapat membebaskan manusia dari kekosongan yang dideritanya. Ilmu, pengetahuan, kebebasan, demokrasi, kesenangan, hiburan, semuanya hanya membawa penghiburan sementara pada manusia. Bahkan dengan semuanya ini, manusia tanpa terelakkan pasti akan berdosa dan meratapi ketidakadilan yang ada di masyarakat. Hal-hal ini tidak dapat mengekang keinginan dan hasrat manusia untuk mencari, karena manusia diciptakan oleh Tuhan dan pengorbanan serta pencarian manusia yang sia-sia hanya akan membawa manusia pada semakin banyak kesedihan. Manusia akan terus-menerus berada dalam ketakutan, tidak akan tahu cara menghadapi masa depan umat manusia, atau cara menghadapi perjalanan yang ada di depannya. Manusia akhirnya akan merasa takut terhadap ilmu dan pengetahuan, dan bahkan lebih takut lagi terhadap rasa kosong yang ada di dalam dirinya. Di dunia ini, terlepas dari apakah engkau tinggal di negara yang menganut kebebasan ataupun di negara yang tidak mengakui hak asasi manusia, engkau sama sekali tak dapat meluputkan diri dari nasib umat manusia. Baik engkau yang memerintah ataupun yang diperintah, engkau sama sekali tidak dapat melepaskan diri dari keinginan untuk menyelidiki nasib, misteri, dan tempat tujuan umat manusia. Apalagi melepaskan dirimu dari perasaan kosong yang meresahkan. Fenomena seperti ini, yang lazim dialami oleh semua umat manusia, disebut fenomena sosial oleh para ahli sosiologi, tetapi belum ada satu pun orang hebat yang mampu memecahkan masalah tersebut. Manusia, bagaimanapun juga, hanyalah manusia. Kedudukan dan kehidupan Tuhan tidak dapat digantikan oleh siapa pun. Umat manusia bukan hanya memerlukan masyarakat yang adil, tempat setiap orang mendapat cukup makanan dan diperlakukan dengan setara serta mendapat kebebasan, tetapi juga keselamatan Tuhan dan perbekalan-Nya atas kehidupan mereka. Hanya ketika manusia menerima keselamatan Tuhan dan perbekalan-Nya atas kehidupan mereka, barulah kebutuhan, keinginan mencari, dan kekosongan rohani manusia dapat terpenuhi. Jika rakyat suatu negara atau suatu bangsa tidak dapat menerima keselamatan dan pemeliharaan Tuhan, maka negara atau bangsa seperti itu akan berada di jalan menuju kehancuran, menuju kegelapan, dan akan dimusnahkan oleh Tuhan.
 
Mungkin negaramu saat ini makmur, tetapi bila engkau biarkan rakyatmu menyimpang dari Tuhan, negaramu dengan sendirinya akan semakin kehilangan berkat-berkat Tuhan. Peradaban negaramu akan semakin terinjak-injak, dan tak lama kemudian, rakyat akan bangkit melawan Tuhan dan mengutuk Surga. Demikianlah, tanpa diketahui manusia, nasib suatu negara akan dibawa pada kehancuran. Tuhan akan membangkitkan negara-negara yang berkuasa untuk menangani negara-negara yang telah dikutuk Tuhan, dan bahkan mungkin menghapuskan mereka dari muka bumi. Kebangkitan dan kejatuhan suatu negara atau bangsa dilandaskan pada apakah penguasanya menyembah Tuhan, dan apakah mereka mengarahkan rakyatnya untuk mendekat kepada Tuhan dan menyembah-Nya. Namun, di akhir zaman ini, karena orang yang sungguh-sungguh mencari dan menyembah Tuhan semakin jarang, Tuhan melimpahkan perkenanan khusus pada negara-negara yang menjadikan Kristen sebagai agama negara. Ia mengumpulkan mereka untuk membentuk kumpulan yang relatif benar di dunia, sementara negara-negara ateis atau orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang benar menjadi lawan terhadap kumpulan yang benar ini. Dengan demikian, Tuhan bukan hanya mendapat tempat di tengah-tengah umat manusia untuk melakukan pekerjaan-Nya, tetapi juga mendapatkan negara-negara yang dapat menjalankan otoritas benar untuk menjatuhkan sanksi dan pembatasan pada negara-negara yang menentang Tuhan. Namun demikian, orang yang datang menghadap untuk menyembah Tuhan tetap tidak bertambah banyak, karena manusia sudah terlalu jauh menyimpang dari-Nya, dan Tuhan sudah terlalu lama tidak hadir dalam pikiran manusia. Jadi, yang tersisa di bumi hanyalah negara-negara yang mengerjakan kebenaran dan menentang ketidakbenaran. Namun, hal ini jauh dari keinginan Tuhan, sebab tidak ada penguasa negara yang akan mengizinkan Tuhan memimpin rakyatnya, dan tidak ada partai politik yang akan mengumpulkan rakyatnya untuk menyembah Tuhan. Tuhan telah kehilangan tempatnya yang sah di hati setiap negara, bangsa, golongan penguasa, dan bahkan di hati setiap orang. Meskipun kekuatan benar memang ada di dunia ini, pemerintahan yang tidak memberi tempat bagi Tuhan di hati manusia sifatnya rapuh. Tanpa berkat Tuhan, arena politik akan masuk ke dalam kehancuran dan menjadi rentan terhadap serangan. Bagi umat manusia, berada dalam keadaan tanpa berkat Tuhan sama seperti tidak mendapat sinar matahari. Tak peduli betapa tekun pemerintah berusaha memberikan kontribusi kepada rakyatnya, terlepas dari berapa banyak pertemuan untuk kebenaran diadakan oleh umat manusia, tidak satu pun upaya ini akan membalikkan atau mengubah nasib umat manusia. Manusia beranggapan bahwa suatu negara yang rakyatnya mendapat cukup makanan dan pakaian, yang hidup bersama dengan damai, adalah negara yang baik dan memiliki kepemimpinan yang baik. Namun, Tuhan tidak berpikir demikian. Ia beranggapan bahwa suatu negara yang di dalamnya tidak ada satu orang pun yang menyembah Dia adalah negara yang akan dimusnahkan-Nya. Cara berpikir manusia sangat bertentangan dengan cara berpikir Tuhan. Bila seorang kepala negara tidak menyembah Tuhan, nasib negaranya akan tragis, dan negara itu tidak akan memiliki tempat tujuan.
 
Tuhan tidak ikut campur dalam politik manusia, tetapi nasib suatu negara atau bangsa dikendalikan oleh Tuhan. Tuhan mengendalikan dunia ini dan seluruh alam semesta. Nasib manusia dan rencana Tuhan sangat erat berkaitan, dan tidak ada manusia, negara, atau bangsa yang terlepas dari kedaulatan Tuhan. Jika manusia ingin mengetahui nasibnya, dia harus datang ke hadapan Tuhan. Tuhan akan membuat orang-orang yang mengikuti dan menyembah-Nya menjadi berhasil, dan akan membuat orang-orang yang menentang dan menolak-Nya menjadi mundur dan binasa.
 
Coba ingatlah peristiwa di dalam Alkitab  ketika Tuhan melakukan penghancuran atas Sodom, dan renungkan juga bagaimana istri Lot menjadi tiang garam. Coba ingat kembali bagaimana orang Niniwe bertobat dari dosa-dosa mereka dengan mengenakan kain kabung dan abu, dan ingatlah peristiwa apa yang terjadi setelah orang Yahudi memakukan Yesus di kayu salib 2.000 tahun yang lalu. Orang Yahudi dibuang dari Israel dan melarikan diri ke berbagai negara di seluruh dunia. Banyak yang terbunuh, dan seluruh bangsa Yahudi dihadapkan pada penghancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka telah memakukan Tuhan di kayu salib—melakukan dosa yang sangat keji—dan memprovokasi watak Tuhan. Mereka harus membayar apa yang telah mereka lakukan, harus menanggung akibat perbuatan mereka. Mereka mengutuk Tuhan, menolak Tuhan, dan karena itu mereka hanya dapat memiliki satu nasib: dihukum oleh Tuhan. Inilah akibat pahit dan bencana yang dibuat penguasa mereka atas negara dan bangsa mereka.
 
Saat ini, Tuhan telah kembali ke dunia untuk melakukan pekerjaan-Nya. Perhentian pertamanya adalah perhimpunan besar para penguasa diktator: Tiongkok, benteng ateisme yang kokoh. Tuhan telah mendapatkan sekelompok orang melalui hikmat dan kuasa-Nya. Selama jangka waktu itu, Ia diburu oleh partai yang memerintah Tiongkok dengan segala cara dan dihadapkan pada penderitaan besar, tanpa tempat untuk meletakkan kepala-Nya dan tanpa tempat untuk berteduh. Meskipun demikian, Tuhan masih terus melanjutkan pekerjaan yang ingin dilakukan-Nya: Ia memperdengarkan suara-Nya dan menyebarkan kabar baik. Tak ada yang bisa menyelami kemahakuasaan Tuhan. Di Tiongkok, negara yang menganggap Tuhan sebagai musuh, Tuhan tak pernah berhenti bekerja. Sebaliknya, semakin banyak orang menerima pekerjaan dan firman-Nya, sebab Tuhan melakukan segala yang dapat diperbuat-Nya untuk menyelamatkan setiap anggota umat manusia. Kita percaya bahwa tidak ada negara atau kuasa apa pun yang dapat menghalangi tujuan yang ingin dicapai Tuhan. Orang-orang yang menghalangi pekerjaan Tuhan, menentang firman Tuhan, mengganggu dan mengacaukan rencana Tuhan pada akhirnya akan dihukum oleh-Nya. Dia yang menentang pekerjaan Tuhan pasti akan dikirim ke neraka; setiap negara yang menentang pekerjaan Tuhan akan dihancurkan; setiap bangsa yang bangkit untuk menentang pekerjaan Tuhan akan dihapuskan dari bumi ini, dan akan lenyap. Aku mendorong orang dari segala bangsa, negara, dan bahkan industri untuk mendengarkan suara Tuhan, untuk mengamati pekerjaan Tuhan, untuk memperhatikan nasib umat manusia. Dengan demikian, Tuhan menjadi yang paling kudus, paling terhormat, paling tinggi, dan satu-satunya Tuhan yang disembah di tengah-tengah umat manusia, dan membuat seluruh umat manusia dapat hidup dalam berkat Tuhan, seperti keturunan Abraham hidup dalam janji Yahweh, dan seperti Adam dan Hawa, yang pada mulanya diciptakan oleh Tuhan, hidup di dalam Taman Eden.
 
Pekerjaan Tuhan itu bagaikan gelombang yang membubung dengan dahsyatnya. Tak ada seorang pun yang dapat menahan-Nya, dan tak ada seorang pun yang dapat menghentikan gerak langkah-Nya. Hanya orang yang baik-baik mendengarkan firman-Nya, mencari dan haus akan Ia, yang dapat mengikuti gerak langkah-Nya dan menerima janji-Nya. Orang-orang yang tidak melakukannya akan dihadapkan pada bencana yang dahsyat dan hukuman yang pantas.



Apakah Anda ingin tahu bagaimana Yesus Kristus datang pada akhir zaman?


Renungan Harian Kristen

Sekarang adalah akhir zaman. Bencana terjadi di mana-mana tempat di dunia, dan semakin besar. Ini persis merupakan tanda kembalinya Tuhan. Sebagai orang Kristen , kita semua sedang menanti-nantikan Tuhan datang untuk mengangkat kita ke kerajaan surga . Tentang cara kedatangan Tuhan, banyak saudara-saudari berkata menurut Alkitab :"Dan mereka akan melihat Anak Manusia datang di awan dengan kuasa dan kemuliaan besar." (Lukas 21:27).Mereka merasa bahwa saat Tuhan datang kembali, Dia akan datang di atas awan. Beberapa saudara dan saudari juga berkata bahwa Tuhan datang secara diam-diam seperti seorang pencuri, "Lihatlah, Aku datang bagaikan pencuri. Diberkatilah ia yang berjaga-jaga dan menjaga pakaiannya, supaya ia tidak berjalan dengan telanjang, dan dan jangan sampai kemaluannya terlihat" (Wahyu 16:15)Ada beberapa pendapat berbeda tentang kedatangan Tuhan. Satu adalah datang di atas awan, dan satu lagi adalah datang secara diam-diam. Kata-kata Tuhan  akan digenapi satu per satu dan tidak akan menjadi kosong. Sesungguhnya, bagaimana cara Tuhan akan datang?
 



Sikap Ayub Terhadap Berkat-berkat Tuhan


Lagu Rohani Terbaru - Sikap Ayub Terhadap Berkat-berkat Tuhan

Hati Ayub percaya semua miliknya
anug'rah Tuhan, bukan hasil tangannya.
Dia tak pandang berkat s'bagai sarana keuntungan, 
tapi jalan Tuhan yang jadi
panduan hidupnya.
Ayub tak pernah terlalu bersukacita
oleh berkat yang Tuhan beri,
dia tak lupa jalan dan anug'rah-Nya
karena berkat yang dia nikmati.

Ayub menghargai berkat dari Tuhan,
tapi tak terbuai dan memburu berkat.
Dia tak pernah berbuat apa pun demi berkat,
tak khawatir kehilangan berkat atau kekurangan, oh.
Ayub tak pernah terlalu bersukacita
oleh berkat yang Tuhan beri,
dia tak lupa jalan dan anug'rah-Nya
karena berkat yang dia nikmati.
Woo, woah, woah.
Ayub tak pernah terlalu bersukacita
oleh berkat yang Tuhan beri,
dia tak lupa jalan dan anug'rah-Nya
karena berkat yang dia nikmati. Oh, oh.

dari "Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru"

Rekomendasi:
Lirik Lagu Kristen - Hanya Mereka yang Merindukan dan Mencari Kebenaran Akan Melihat Tuhan
Diubah oleh LiliMayasari
silakan kumpulkan post dalam 1 tret dan bukannya membuat tret baru setiap kali post
profile-picture
rianna.nai memberi reputasi
Ketika berkaitan dengan cara kedatangan Tuhan Yesus di akhir zaman, sebagian besar saudara-saudari percaya bahwa Tuhan Yesus akan menampakkan diri secara terbuka kepada kita di atas awan putih. Tetapi sebagian saudara-saudari merasa bingung karena dinubuatkan juga dalam Alkitab bahwa Tuhan akan datang secara rahasia seperti seorang pencuri. Lalu, akan bagaimanakah cara Tuhan datang kembali di akhir zaman? Permasalahan ini terkait dengan apakah kita dapat menyambut kedatangan Tuhan atau tidak, sehingga ini layak untuk kita cari.

Renungan Harian Kristen

Pada pertemuan rekan-rekan kerja, Suxing bercerita dengan ekspresi sedih, "Saudara-saudari sekalian, baru-baru ini aku telah merenungkan sebuah masalah: Karena kita percaya pada Tuhan, kita telah merindukan Tuhan datang di atas awan untuk mengangkat kita di [URL="akhir zaman"]akhir zaman[/URL]. Pada tahun 2000, para pendeta dan penatua berkata bahwa kedatangan Tuhan sudah dekat. Namun, sekarang sudah mendekati tahun 2019 dan berbagai nubuat tentang kedatangan Tuhan pada dasarnya telah digenapi, tetapi kita masih belum melihat Tuhan turun di atas awan. Apa yang terjadi?"

Wu melanjutkan ucapan Suxing tadi, "Ya. Dewasa ini terjadi ketandusan yang meluas di komunitas keagamaan. Banyak gereja telah ditutup. Katakan padaku, akankah kita dapat menyambut kedatangan Tuhan hanya dengan terus memandang langit dan menunggu?"

Melirik ke arah Suxing dan Wu, Hu Yue menutup Alkitab lalu berbicara, dalam nada cermat, "Saudari Su, Saudara Wu, kalian terlalu khawatir. Alkitab dengan sangat jelas menyatakan: 'Dan mereka akan melihat Anak Manusia datang di awan dengan kuasa dan kemuliaan besar' (Lukas 21:27-28). 'Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia: dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia' (Wahyu 1:7). Tuhan Yesus akan secara terbuka turun di atas awan ketika Ia datang kembali, dan semua orang akan melihat-Nya. Bagaimana kalian bisa meragukan ini?"

Li Qi merenung sejenak lalu berkata, "Sebelumnya, aku juga percaya bahwa Tuhan Yesus akan secara terbuka turun dari awan dan datang kembali. Tetapi, setelah itu, aku tidak melihat itu terjadi. Untuk soal ini, aku meneliti semua tulisan suci tentang kedatangan Tuhan dan menemukan dua ayat dalam Alkitab: 'Lihatlah, Aku datang bagaikan pencuri. Diberkatilah ia yang berjaga-jaga dan menjaga pakaiannya, supaya ia tidak berjalan dengan telanjang, dan dan jangan sampai kemaluannya terlihat' (Wahyu 16:15). 'Tetapi tentang hari dan saat itu, tidak yang tahu, tidak ada malaikat di surga yang tahu, Anak juga tidak, hanya Bapa saja yang tahu' (Markus 13:32). Dari ayat-ayat ini aku tahu bahwa "seperti seorang pencuri" dan "tak ada yang mengetahuinya" berarti datang secara rahasia. Jadi, aku merasa bingung: Bukankah nubuat Tuhan yang turun ke bumi secara terbuka di atas awan bertentangan dengan kedatangan Tuhan secara rahasia? Lalu, bagaimanakah tepatnya Tuhan akan datang di akhir zaman?"

Hu Yue membantah: "Ayat-ayat itu mengartikan bahwa tidak ada yang tahu kapan Tuhan akan datang." Setelah mendengar penjelasan Hu Yue dan Li Qi, baik Suxing dan Wu tampak kebingungan.

Pada saat itu, Cheng Li berkata: "Syukur kepada Tuhan! Mengenai masalah kedatangan Tuhan kembali di akhir zaman, dahulu aku memiliki kebingungan yang sama seperti Saudara Li. Tetapi beberapa waktu yang lalu, ketika bekerja di sebuah gereja di wilayah lain, aku bertemu dengan saudari rekan kerjaku. Untuk masalah ini, dia menyampaikan banyak ilham, dan pemahamannya berbeda dengan kita. Semakin sering aku mendengarnya, aku semakin merasa bahwa itu datang dari pencerahan Roh Kudus. Melalui persekutuannya, aku akhirnya mendapat wawasan yang berbeda tentang cara kedatangan Tuhan kembali."

Mata Suxing bersinar, lalu dengan gembira ia berkata: "Syukur kepada Tuhan! Saudari Cheng, lekas beri tahu kami!"
"Baiklah!" Cheng Li melanjutkan, dengan berkata, "Tuhan Yesus berkata: 'Surga dan bumi akan berlalu: tetapi firman-Ku tidak akan berlalu' (Matius 13:31). Setelah diucapkan, [URL="firman Tuhan"]firman Tuhan[/URL] akan diwujudkan dan diselesaikan satu persatu. Karena Tuhan tidak hanya bernubuat bahwa Ia akan datang dengan awan ketika datang kembali, tetapi juga menubuatkan bahwa Ia akan datang secara rahasia seperti seorang pencuri, firman ini tentu akan terjadi. Lalu bagaimana Tuhan akan datang? Sebenarnya, kedatangan kembali Tuhan akan dilakukan secara bertahap: Tahap pertama adalah kedatangan rahasianya sebagai Anak manusia dalam daging; setelah itu Ia akan turun ke dunia secara terbuka di atas awan dan menampakkan diri pada semua orang. Dengan cara ini, nubuatan di Alkitab tentang kedatangan Tuhan Yesus tidak bertentangan."

"Kau bilang Tuhan akan menjadi daging dan datang secara rahasia. Apa kau punya dasar alkitabiah untuk mengatakan itu?" tanya Hu Yue.

Cheng Li menjawab: "Sehubungan dengan aspek ini, Alkitab telah menyatakannya dengan sangat jelas. Sebagai contoh, Lukas 12:40 mengatakan, 'Karena itu hendaklah engkau juga bersiap sedia, karena Anak Manusia datang di waktu yang tidak engkau duga.' Lukas 17:24-25 mengatakan, 'Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini' Ayat-ayat ini semuanya menyebutkan Anak manusia. Anak manusia mengacu pada dilahirkan dari manusia dan menjadi seseorang dengan kemanusiaan normal. Roh tidak dapat disebut Anak manusia. Itulah mengapa Tuhan Yahweh tidak dapat disebut sebagai Anak manusia, sedangkan Tuhan Yesus yang berinkarnasi dapat disebut sebagai Kristus dan Anak manusia. Ini karena Tuhan Yesus terlahir dari seorang manusia, dengan kemanusiaan yang normal, dan di samping itu, substansi-Nya adalah keilahian dan Ia adalah Roh Tuhan dalam daging yang akan menampakkan diri dan bekerja. Terlebih lagi, ayat ini berarti bahwa Anak manusia dalam daging di akhir zaman akan ditolak. Renungkanlah sejenak. Jika Tuhan Yesus langsung turun di atas awan, semua orang akan tersungkur di hadapan-Nya dan menyembah-Nya karena tubuh rohani tentu saja bersifat supernatural dan dapat melakukan tanda-tanda dan keajaiban yang menakjubkan. Siapa yang berani menentang dan menolak-Nya? Bagaimana Tuhan akan menanggung penderitaan dan ditolak oleh generasi ini? Hanya ketika Tuhan yang berinkarnasi menampakkan diri untuk bekerja sebagai Anak manusia, ketika orang-orang tidak menyadari bahwa Ia adalah Kristus yang berinkarnasi, mereka akan berani mengutuk dan menolak Kristus sesuai dengan gagasan dan imajinasi mereka."

"Ternyata Tuhan pertama-tama akan bekerja secara rahasia lalu menampakkan diri secara terbuka. Dalam gambaran ini, nubuat-nubuat itu benar-benar tidak bertentangan. Meski aku masih belum jelas benar tentang pekerjaan apa yang akan Tuhan lakukan setelah Ia turun ke dunia secara rahasia, kurasa karena Tuhan akan bertindak dengan cara ini, ini mengandung hikmat-Nya. Nah, Saudari Cheng, bagaimana kalau kau beri tahu kami lebih banyak lagi tentang ini?" tanya Suxing. Dan rekan-rekan kerja lainnya pun setuju.

Cheng Li mengangguk dan berkata: "Melalui perbincangan seputar pertanyaan ini dengan saudari, aku akhirnya mengerti bahwa Tuhan pertama-tama akan datang secara rahasia, dalam daging yang berinkarnasi, terutama untuk mengucapkan firman-firman baru dan membuat sekelompok pemenang baru. Kitab Yoel 2:29-31 di Alkitab, mencatat 'Dan juga ke atas hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan Aku akan mencurahkan roh-Ku pada hari-hari itu. Dan aku akan menunjukkan banyak keajaiban di langit dan bumi, darah dan api, dan tiang asap. Matahari akan berubah menjadi kegelapan, dan bulan menjadi darah, sebelum hari kedatangan Yahweh yang hebat dan dahsyat itu'. 'hari kedatangan Yahweh yang hebat dan dahsyat itu' ini mengacu pada bencana besar di akhir zaman. Dan ayat, 'Dan juga ke atas hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan Aku akan mencurahkan roh-Ku' berarti bahwa sebelum malapetaka besar itu datang, Roh Tuhan akan mengucapkan firman-firman baru dan Ia akan menyirami hamba-hamba dan pelayan-pelayan-Nya, dan akhirnya membentuk sekelompok pemenang baru lalu membawa mereka masuk ke kerajaan-Nya. Ini menggenapi apa yang dikatakan dalam Wahyu 7:14-15, 'Mereka adalah oang-orang yang keluar dari sengsara besar dan telah membasuh jubah mereka dan membuatnya putih dalam darah Anak Domba. Sebab itu mereka berada di hadapan takhta Tuhan, dan melayani-Nya siang dan malam di bait-Nya: dan Dia yang duduk di atas takhta itu akan diam di antara mereka' Selama masa Tuhan membuat sekelompok pemenang baru, Ia akan selalu bekerja secara rahasia, jadi kita tentu tidak akan melihat Tuhan turun ke hadapan umum di atas awan. Hanya setelah pekerjaan besar Tuhan sepenuhnya selesai, saat turun-Nya secara rahasia di antara manusia akan selesai, dan sesudah Ia telah mengirim bencana besar untuk memberi upah kepada yang baik dan menghukum yang jahat, Ia akan secara terbuka turun di atas awan di hadapan semua bangsa di bumi. Pada saat itu, pekerjaan Tuhan berupa keselamatan umat manusia akan sepenuhnya selesai. Ketika Tuhan bekerja secara rahasia, semua yang benar-benar percaya kepada Tuhan dan mencintai kebenaran menerima pekerjaan Tuhan di akhir zaman, mendapat penyucian dan penyempurnaan Tuhan, dan akan dijadikan para pemenang oleh Tuhan. Sebaliknya, orang-orang percaya palsu yang membenci dan muak akan kebenaran secara membabi buta berpegang pada gagasan dan imajinasi mereka sendiri, tetapi tidak menerima pekerjaan tersembunyi oleh Tuhan yang datang kembali, dan bahkan menentang dan mengutuk Tuhan yang berinkarnasi. Orang-orang seperti ini akan sepenuhnya kehilangan kesempatan untuk diselamatkan dan akhirnya akan menerima hukuman yang adil dari Tuhan. Dengan cara ini, semuanya akan dipisahkan sesuai dengan jenisnya. Ini adalah penggenapan nubuat yang sepenuhnya, seperti 'Dan saat itulah akan muncul tanda Anak Manusia di langit: dan kemudian semua suku bangsa di bumi akan meratap, lalu mereka akan melihat Anak Manusia datang di awan-awan di langit dengan kuasa dan kemuliaan besar' (Matius 24:30). 'Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia: dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia' (Wahyu 1:7).

Li Qi mengangguk dan berkata, "Ya, persekutuan Saudari Cheng mencerahkan dan sejalan dengan nubuatan Alkitab. Baru saja, aku ingat bahwa sebelum Tuhan menghancurkan dunia dengan air bah dahsyat, Ia terlebih dahulu memerintahkan Nuh agar membangun sebuah bahtera dan mengkhotbahkan Injil selama itu. 100 tahun kemudian Nuh berhasil menyelesaikannya. Tetapi tidak ada orang yang percaya dengan omongannya. Jadi, tak lama kemudian, Tuhan menurunkan bencana. Saat itu, ketika orang benar-benar melihat air bah melanda, itu sudah terlambat karena pekerjaan penyelamatan Tuhan atas manusia sudah diselesaikan. Akhirnya, hanya Nuh dan tujuh orang anggota keluarganya yang diselamatkan, sementara orang-orang lain terhanyut oleh air bah dan tenggelam. Puji Tuhan. Sekarang aku mengerti bahwa di akhir zaman , pertama-tama, Tuhan harus turun ke dunia secara rahasia dan berusaha keras untuk menyelamatkan mereka yang benar-benar percaya kepada-Nya, membawa mereka ke hadapan takhta-Nya, dan menjadikan mereka para pemenang sebelum bencana tersebut. Ketika Ia melakukan itu, pekerjaan penyelamatan Tuhan atas manusia akan diselesaikan. Setelah itu, Tuhan akan mendatangkan bencana dan memberi upah kepada yang baik dan menghukum yang jahat, kemudian turun di atas awan untuk menampakkan diri secara terbuka di hadapan semua bangsa di bumi. Ketika saatnya tiba, orang-orang percaya palsu, lalang, hamba-hamba jahat, dan semua pelaku kejahatan yang menjadi musuh Tuhan akan dihajar oleh murka Tuhan. Kini kita berada di periode akhir dari akhir zaman. Bencana menjadi semakin serius di berbagai negara. Dunia menjadi semakin kacau. Nubuat kedatangan Tuhan telah digenapi. Namun demikian, kita masih belum menyambut Tuhan. Jadi, apakah menurutmu Tuhan telah turun ke dunia secara rahasia untuk melakukan pekerjaannya? Jika benar seperti itu, kita tidak bisa terus berdiam diri menunggu turunnya Tuhan di atas awan. Jika tidak, kita akan dengan mudah kehilangan kesempatan untuk menyambut kedatangan Tuhan kembali."

Suxing melanjutkan, "Ya. Sekarang kita semua memiliki firasat bahwa Tuhan telah datang. Jika kita tidak mengimbangi pekerjaan rahasia-Nya, bukankah sudah terlambat ketika Tuhan menampakkan diri-Nya secara terbuka? Lalu bagaimana kita bisa menerima pekerjaan tersembunyi Tuhan?"

Cheng Li, sambil tersenyum, berkata, "Jangan cemas. Alkitab sangat jelas tentang pekerjaan kedatangan rahasia Tuhan. Tuhan Yesus berkata: "Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran" (Yohanes 16:12-13). Dan ayat-ayat lainnya juga mencatat, 'Barang siapa memiliki telinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang diucapkan Roh kepada gereja-gereja" (Wahyu 2:17). 'Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan' (1 Petrus 4:17). 'Yang dijaga oleh kuasa Tuhan oleh iman kepada keselamatan yang siap untuk dinyatakan pada akhir zaman' (1 Petrus 1:5). Dari ayat-ayat tersebut kita bisa melihat bahwa ketika Tuhan melakukan pekerjaan-Nya secara rahasia, Ia akan mengatakan kebenaran, melakukan pekerjaan penghakiman, dan memberi tahu kita semua kebenaran yang tidak kita mengerti sebelumnya demi memungkinkan kita memperoleh keselamatan-Nya di akhir zaman. Dari sini kita tahu cara menemukan pekerjaan rahasia Tuhan Yesus yang datang kembali, yang ditunjukkan kepada kita melalui firman Tuhan dan ayat-ayat ini. Jadi, ketika mendengar kesaksian beberapa orang bahwa Tuhan telah mengungkapkan firman untuk melakukan pekerjaan penghakiman, kita harus mencontoh gadis bijaksana, dengan rendah hati mencari dan menyelidiki, dan melihat apakah cara ini mengandung kebenaran dan apakah firman-firman tersebut adalah suara Tuhan. Hanya dengan cara ini kita dapat menyambut Tuhan, mendapat kesempatan untuk disucikan, disempurnakan, dan dijadikan pemenang oleh Tuhan sebelum bencana terjadi, dan pada akhirnya masuk ke dalam kerajaan Tuhan dan perjamuan bersama Tuhan."

Suxing, Li Qi dan lainnya, memandang satu sama lain, satu demi satu berkata, "Syukur kepada Tuhan. Sekarang akhirnya kita memiliki jalan…"

Alarm di Akhir Zaman: Bencana adalah Peringatan Tuhan bagi Umat Manusia

Baru-baru ini, semua orang sangat prihatin dengan informasi tentang wabah di Wuhan. Sebenarnya, selain wabah ini, bencana-bencana juga sering terjadi di berbagai negara dalam beberapa tahun terakhir, dan keadaannya juga huru-hara. Bencana yang terjadi belakangan ini adalah kebakaran di Australia, bencana belalang di Afrika, letusan gunung berapi di Filipina, gempa bumi di Turki, dan krisis Irak di Amerika Serikat, serangan teroris di Eropa dan Timur Tengah, dan lain-lainnya.

Dalam Alkitab , Tuhan Yesus pernah bernubuat tentang tanda-tanda saat kedatangan kembali-Nya: "Kamu juga akan mendengar bunyi perang dan kabar-kabar tentang perang, tetapi jangan gelisah. Karena hal-hal ini harus terjadi, tetapi belum sampai waktunya akhir zaman. Karena bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan: dan akan ada kelaparan, wabah, dan gempa bumi, di berbagai tempat. Semua itu adalah awal dari penderitaan" (Matius 24: 6-8). Sekarang, tanda-tanda kembalinya Tuhan telah muncul. Apa kehendak Tuhan untuk kejadian bencana-bencana ini? Apa peringatan Tuhan terhadap manusia?

Mari kita simak beberapa firman Tuhan  bersama. Tuhan berfirman: "Akhir zaman telah tiba, dan negara-negara di seluruh dunia berada dalam kekacauan. Ada kekacauan politik, kelaparan, penyakit sampar, banjir, dan kekeringan yang muncul di mana-mana. Ada bencana di dunia manusia, dan Surga telah mengirimkan bencana. Ini adalah tanda-tanda akhir zaman." "Akhir zaman mengacu pada suatu zaman tersendiri, zaman ketika Yesus mengatakan engkau semua pasti akan menghadapi bencana, gempa bumi, kelaparan, malapetaka, yang akan menunjukkan bahwa ini adalah zaman baru dan bukan lagi merupakan Zaman Kasih Karunia yang lama."
Tuhan berfirman: "Segala bencana akan terjadi satu demi satu; semua bangsa dan semua tempat akan mengalami bencana—wabah, kelaparan, banjir, kekeringan dan gempa bumi di mana-mana. Bencana-bencana ini tidak hanya terjadi di satu atau dua tempat, juga tidak akan berakhir dalam satu atau dua hari, tetapi sebaliknya bencana-bencana ini akan meluas ke wilayah yang lebih besar lagi, dan bencana-bencana ini akan bertambah parah. Selama waktu ini segala macam wabah serangga akan muncul berturut-turut, dan fenomena kanibalisme akan terjadi di semua tempat. Inilah penghakiman-Ku atas semua suku dan bangsa."



Persiapkanlah Perbuatan Baik yang Cukup untuk Tiba di Tempat Tujuanmu

Aku telah melakukan banyak pekerjaan di tengah-tengah engkau semua, dan tentu saja telah menyampaikan juga sejumlah ucapan. Namun Aku selalu merasa firman-Ku dan pekerjaan-Ku belum sepenuhnya menggenapi tujuan pekerjaan-Ku di akhir zaman . Sebab di akhir zaman, pekerjaan-Ku bukanlah demi kepentingan seseorang atau segelintir orang, tetapi untuk memperlihatkan watak inheren-Ku. Tetapi karena segudang alasan—entah itu kurangnya waktu atau padatnya kesibukan kerja—watak diri-Ku belum memampukan manusia untuk mengenal-Ku sedikit pun. Karena itu, Aku akan melaksanakan rencana baru-Ku, pekerjaan terakhir-Ku, untuk membuka halaman baru dalam pekerjaan-Ku sehingga semua orang yang memandang-Ku akan memukul-mukul dada dan menangis dan meratap tanpa henti oleh karena keberadaan-Ku. Ini karena Aku membawa akhir umat manusia kepada dunia, dan sejak saat ini, Aku akan membukakan seluruhnya tentang watak-Ku di hadapan umat manusia, sehingga semua orang yang mengenal Aku dan semua orang yang tidak mengenal Aku akan terbuka matanya dan melihat bahwa Aku memang sudah datang ke dalam dunia manusia, sudah datang ke muka bumi saat segala sesuatu berlipat ganda. Inilah rencana-Ku, "pengakuan" tunggal-Ku sejak penciptaan umat manusia. Aku berharap engkau semua dapat memberikan perhatian penuh kepada setiap gerakan-Ku, karena tongkat-Ku akan kembali menekan umat manusia, menekan semua yang menentang Aku.

Bersama segala langit, Aku memulai pekerjaan yang harus Kulakukan. Jadi Aku menetapkan langkah-Ku di tengah arus manusia, bergerak di antara langit dan bumi, tanpa seorang pun mampu mengenali gerakan-Ku atau menyimak firman-Ku. Karena itu, rencana-Ku tetap berlanjut dengan mulus. Oleh karena seluruh indramu telah menjadi begitu tumpul, engkau semua tidak mengenali langkah-langkah pekerjaan-Ku sedikit pun. Namun akan tiba harinya engkau semua akan menyadari maksud-Ku. Hari ini, Aku hidup bersamamu dan menderita bersamamu. Sejak dulu Aku mengerti sikap manusia terhadap Aku. Aku tidak ingin menjelaskan lebih lanjut, apalagi memberikan contoh lebih jauh tentang hal menyakitkan untuk membuat engkau semua malu. Keinginan-Ku semata adalah agar engkau semua merenungkan segala sesuatu yang telah engkau semua lakukan dalam hatimu sehingga saat bertemu kembali, kita dapat membuat perhitungan. Aku tidak ingin salah menuduh siapa pun di antaramu, karena Aku selalu berlaku adil, jujur, dan terhormat. Tentu saja, Aku juga berharap engkau semua bersikap terbuka dan pemaaf dan tidak melakukan apa pun yang menentang langit dan bumi dan hati nuranimu. Hanya ini yang Kuminta dari engkau semua. Banyak orang merasa resah dan gelisah karena telah melakukan kesalahan-kesalahan mengerikan, dan banyak yang merasa malu pada diri sendiri karena belum pernah melakukan satu kebaikan pun. Namun banyak pula yang—bukannya merasa malu karena dosanya—justru semakin jahat, benar-benar membuka topeng yang menutupi sifatnya yang mengerikan—yang tak lama lagi akan terungkap sepenuhnya—untuk menguji watak-Ku. Aku tidak peduli, juga tidak terganggu oleh tindakan siapa pun. Sebaliknya, Aku melakukan pekerjaan yang harus Aku lakukan, entah itu mengumpulkan informasi, atau menjelajahi negeri, atau melakukan sesuatu yang menarik minat-Ku. Pada saat-saat yang sangat penting, Aku akan melanjutkan pekerjaan-Ku di antara manusia sesuai rencana awal, tidak sedetik pun terlalu cepat atau terlalu lambat, dengan mudah dan cepat. Namun, di setiap langkah dalam pekerjaan-Ku akan selalu ada manusia yang Aku kesampingkan, karena Aku tidak suka cara mereka yang suka menjilat dan sikap tunduk mereka yang pura-pura. Orang-orang yang sarat rasa benci kepada-Ku sudah pasti akan ditinggalkan, entah dengan sengaja atau tidak. Singkatnya, Aku ingin semua yang membuat-Ku muak menjauh dari-Ku. Sudah jelas, Aku tidak akan mengampuni orang-orang jahat yang masih ada di rumah-Ku. Karena hari penghukuman manusia sudah dekat, Aku tidak terburu-buru mencampakkan semua jiwa-jiwa yang menjijikkan itu, karena Aku memiliki rencana-Ku sendiri.
Inilah saatnya Aku menentukan akhir bagi setiap orang, bukan tahap ketika Aku mulai membentuk manusia. Aku menuliskannya dalam buku catatan-Ku, satu demi satu, setiap perkataan dan tindakan setiap orang, juga jalan yang mereka tempuh ketika mengikut Aku, karakter inheren mereka, dan kinerja akhir mereka. Dengan begini, tak seorang manusia pun akan luput dari tangan-Ku dan semua akan terkelompokkan sesuai jenisnya sendiri seperti yang telah Kutetapkan. Aku menetapkan tempat tujuan setiap orang bukan berdasarkan umur, senioritas, banyaknya penderitaan, dan yang paling penting, sejauh mana mereka mengundang belas kasihan; melainkan berdasarkan apakah mereka memiliki kebenaran  atau tidak. Tidak ada pilihan lain kecuali ini. Engkau semua harus menyadari bahwa semua orang yang tidak mengikuti kehendak Tuhan akan dihukum. Ini fakta yang tidak akan berubah. Karenanya, semua orang yang dihukum, akan menerima hukumannya demi kebenaran Tuhan dan sebagai ganjaran atas banyaknya tindakan jahat mereka. Aku tidak pernah mengubah rencana-Ku sedikit pun sejak rencana itu muncul. Hanya saja, sehubungan dengan manusia, orang-orang yang kepadanya Aku mengarahkan firman-Ku jumlahnya tampak semakin berkurang, seperti juga orang-orang yang Kuperkenan. Namun, Aku mempertahankan rencana-Ku dan takkan pernah mengubahnya. Sebaliknya, iman dan kasih manusialah yang selalu berubah, selalu memudar, sampai-sampai orang yang tadinya bersikap menjilat kepada-Ku menjadi dingin terhadap-Ku, bahkan mencampakkan-Ku. Sikap-Ku terhadap engkau semua tidak akan panas atau dingin, sampai Aku merasa jijik dan muak, dan akhirnya menjatuhkan hukuman. Namun di hari penghukumanmu, Aku akan tetap melihatmu, tetapi engkau semua tidak lagi dapat melihat-Ku. Karena berada di tengah-tengah engkau semua semakin membosankan dan membuat-Ku jemu, sehingga Aku telah memilih lingkungan lain untuk berada di sana, lingkungan yang lebih baik agar lebih terhindar dari luka hati akibat ucapanmu yang jahat dan menjauh dari perilakumu yang kotor yang tak tertahankan oleh-Ku, agar engkau semua tidak lagi bisa menipu-Ku atau memperlakukan-Ku dengan acuh tak acuh. Sebelum Aku meninggalkan engkau semua, Aku tetap harus menasihatimu agar menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak sesuai dengan kebenaran. Sebaliknya, engkau semua harus melakukan hal-hal yang menyenangkan semua orang, yang bermanfaat bagi semua orang, dan yang bermanfaat bagi engkau semua dalam mencapai tempat tujuanmu sendiri, karena jika tidak, yang akan menderita di tengah-tengah malapetaka tak lain tak bukan adalah dirimu sendiri.

Belas kasih-Ku dinyatakan kepada mereka yang mengasihi-Ku dan yang menyangkal diri mereka sendiri. Penghukuman yang dijatuhkan atas orang-orang fasik adalah bukti nyata watak kebenaran-Ku, dan bahkan merupakan kesaksian tentang murka-Ku. Ketika malapetaka datang, kelaparan dan penyakit sampar akan menimpa semua orang yang melawan Aku dan mereka akan menangis. Mereka yang telah melakukan segala macam kejahatan, sekalipun telah mengikuti Aku selama bertahun-tahun, tidak akan lolos dari membayar dosa-dosa mereka; mereka juga akan jatuh ke dalam malapetaka, yang jarang terjadi di sepanjang jutaan tahun, akan selalu hidup dalam kepanikan dan ketakutan. Para pengikut-Ku yang telah menunjukkan kesetiaan hanya kepada-Ku akan bersukacita dan mengelu-elukan kedahsyatan-Ku. Mereka akan mengalami kesukaan yang tak terkatakan dan hidup dalam sukacita yang belum pernah Kucurahkan kepada manusia sebelumnya. Sebab Aku menghargai perbuatan baik manusia, dan jijik terhadap kejahatan mereka. Sejak awal memimpin umat manusia, Aku sungguh rindu menemukan sekelompok orang yang selaras pikirannya dengan Aku. Aku tidak pernah melupakan orang-orang yang pikirannya tidak selaras dengan-Ku; di dalam hati-Ku Aku membenci mereka, menantikan kesempatan menimpakan pembalasan-Ku terhadap mereka, yang akan sangat Kunikmati. Hari-Ku akhirnya tiba sekarang ini, Aku tak perlu menunggu lagi!
Pekerjaan akhir-Ku bukan sekadar demi menghukum manusia tetapi juga demi mengatur tempat tujuan mereka. Bahkan lebih dari itu, demi menerima pengakuan dari semua orang atas segala sesuatu yang telah Kuperbuat. Aku ingin setiap orang melihat bahwa semua yang Kulakukan adalah benar, bahwa semua yang Kulakukan adalah ungkapan dari watak-Ku; itu bukan perbuatan manusia, apalagi alam semesta, yang melahirkan manusia. Sebaliknya, Akulah yang memelihara seluruh makhluk hidup di antara semua ciptaan. Tanpa keberadaan-Ku, umat manusia hanya akan binasa dan mengalami pedihnya malapetaka. Tidak seorang manusia pun akan menyaksikan kembali indahnya mentari atau bulan, atau hijaunya dunia ini. Umat manusia hanya akan dapat menatap malam yang membekukan dan lembah kematian yang tak kenal ampun. Akulah satu-satunya keselamatan bagi umat manusia. Akulah harapan manusia satu-satunya, bahkan Akulah Dia tempat bergantung keberadaan seluruh umat manusia. Tanpa Aku, hidup umat manusia akan terhenti seketika. Tanpa Aku, umat manusia akan dilanda bencana dan diinjak-injak oleh segala macam roh jahat, namun tak seorang pun mendengarkan Aku. Aku telah melakukan pekerjaan yang tidak dapat dilakukan oleh siapa pun, harapan-Ku satu-satunya adalah agar manusia dapat membalas-Ku dengan beberapa perbuatan baik. Kendati yang dapat membalas Aku sangatlah sedikit, Aku tetap akan menyudahi perjalanan-Ku di dunia manusia dan memulai langkah pekerjaan-Ku selanjutnya, sebab susah payah-Ku ke sana kemari di antara manusia selama bertahun-tahun ini telah membuahkan hasil, dan Aku sangat senang. Bukan jumlah manusia yang Aku pedulikan, melainkan perbuatan baik mereka. Bagaimana pun, Aku harap engkau semua mempersiapkan perbuatan baik yang cukup agar tiba di tempat tujuanmu sendiri. Dengan demikian barulah Aku puas; bila tidak, tidak seorang pun di antaramu akan luput dari bencana yang akan menimpamu. Bencana itu berasal dari-Ku dan diatur oleh-Ku, tentu saja. Jika engkau semua tidak tampak baik di mata-Ku, jangan harap lolos dari bencana itu. Di tengah-tengah kesukaran, tindakan dan perbuatanmu tidak dianggap sepenuhnya tepat, sebab iman dan kasihmu hampa, dan engkau semua hanya memperlihatkan dirimu sendiri entahkah engkau takut atau keras. Mengenai hal ini, Aku hanya akan menilai apakah baik atau jahat. Penilaian-Ku selanjutnya adalah tentang cara masing-masing dari antaramu bertindak dan mengungkapkan dirimu sendiri, dan berdasarkan itu Aku akan menentukan akhir dirimu. Tetapi, Aku harus tegaskan satu hal: Aku tidak lagi akan menunjukkan belas kasihan kepada orang yang tidak menunjukkan kesetiaan sedikit pun kepada-Ku di masa kesukaran, sebab belas kasihan-Ku ada batasnya. Terlebih lagi, Aku tidak menyukai siapa pun yang pernah mengkhianati-Ku, apalagi bergaul dengan orang yang memperdaya sesamanya. Ini adalah watak-Ku, terhadap siapa pun orangnya. Aku harus memberitahumu hal ini: Barangsiapa menyakiti hati-Ku tidak akan menerima ampunan dari-Ku untuk kedua kalinya, tetapi siapa pun yang setia kepada-Ku, akan diam dalam hati-Ku untuk selamanya.

Sumber Artikel dari "Belajar Alkitab "           



Sekarang bencana semakin besar dan sering terjadi gempa bumi, kelaparan, dan perang. Selain itu, dari akhir 2019 hingga 2020, virus corona baru yang muncul di Wuhan, Cina, telah menyebar ke lebih dari 20 negara. Sekarang virus corona Wuhan masih menyebar dan jumlah kematian semakin meningkat. Selain itu, dari September 2019 hingga Januari 2020, kebakaran hutan Australia telah menghancurkan ribuan bangunan. Selain itu, puluhan orang meninggal dan miliaran hewan dilaporkan telah terbunuh. Pada tanggal 18 Januari 2020, hujan lebat 100 tahun menghantam Australia, menyebabkan banjir, listrik padam di beberapa distrik, dan kematian sejumlah besar kehidupan air. Pada bulan Januari 2020, hujan lebat melanda seluruh Indonesia, sehingga puluhan ribu orang menjadi tunawisma. Selanjutnya, empat bulan darah telah muncul, dan bencana sering terjadi di seluruh dunia. Ini menggenapi nubuat tentang kembalinya Tuhan Yesus, "Dan aku melihat saat Ia membuka meterai keenam, dan, lihatlah, ada gempa bumi yang hebat; dan matahari menjadi hitam seperti kain karung dari rambut, dan bulan menjadi semerah darah …. (Wahyu 6:12) "Karena bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan: dan akan ada kelaparan, wabah, dan gempa bumi, di berbagai tempat. Semua itu adalah awal dari penderitaan'" (Matius 24:7−8). Melihat penggenapan nubuat-nubuat ini, banyak saudara dan saudari dalam Tuhan mengajukan pertanyaan-pertanyaan semacam itu: Karena nubuat-nubuat tentang kembalinya Tuhan Yesus pada dasarnya terpenuhi, apakah Tuhan Yesus telah kembali? Jika demikian, mengapa kita belum menyambut kenbalinya Tuhan Yesus? Di mana kita dapat menemukan jejak langkah kaki Tuhan?

Berkenaan dengan masalah ini, pertama-tama kita harus tahu bagaimana Tuhan Yesus akan kembali. Banyak orang berpikir bahwa karena Tuhan pergi dengan awan-awan, maka Dia juga harus datang di awan-awan ketika Dia kembali, karena Alkitab berkata, "Dan saat itulah akan muncul tanda Anak Manusia di langit: dan kemudian semua suku bangsa di bumi akan meratap, lalu mereka akan melihat Anak Manusia datang di awan-awan di langit dengan kuasa dan kemuliaan besar" (Matius 24:30). Tetapi mengapa kita tidak melihat Tuhan datang di atas awan-awan? Sebenarnya, dalam hal menyambut kembalinya Tuhan Yesus, kita telah mengabaikan hal penting – ada nubuatan Alkitab tentang Tuhan yang datang secara rahasia, seperti: "Lihatlah, Aku datang bagaikan pencuri. Diberkatilah ia yang berjaga-jaga dan menjaga pakaiannya, supaya ia tidak berjalan dengan telanjang, dan dan jangan sampai kemaluannya terlihat" (Wahyu 16:15). "Dan pada tengah malam terdengar teriakan, 'Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya'" (Matius 25:6). "Karena itu hendaklah engkau berjaga-jaga: sebab Anak Manusia akan datang pada waktu yang tidak engkau duga" (Matius 24:43-44). "Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini" (Lukas 17:24-25).

Dalam ayat tersebut menyebutkan "datang bagaikan pencuri" dan "Dan pada tengah malam terdengar teriakan", ayat-ayat ini merujuk kepada Tuhan datang dengan diam-diam dan secara rahasia datang pada akhir zaman. "Anak Manusia" dan "Anak Manusia datang" dalam ayat-ayat Alkitab merujuk kepada Tuhan yang datang menjadi manusia sebagai Anak Manusia yang akan datang secara diam-diam. Ketika menyebut Anak Manusia, itu selalu menunjukkan pada orang yang dilahirkan dari manusia, memiliki orang tua dan hidup di antara manusia dalam citra manusia biasa, dan sama seperti Tuhan Yesus. Jika Tuhan kembali dengan tubuh rohani yang telah dibangkitkan, Dia tidak dapat disebut Anak Manusia. Selain itu, ayat "Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini" berarti bahwa Tuhan akan menjadi manusia sebagai Anak Manusia ketika Ia kembali. Karena Tuhan yang berinkarnasi secara lahiriah kelihatannya normal dan biasa dan orang-orang tidak menyadari bahwa Ia adalah Tuhan itu sendiri, dengan demikian mereka memperlakukan Dia sebagai manusia biasa dan bahkan mengutuk dan menolak Dia, oleh karena itu, ketika Tuhan kembali, Dia akan mengalami banyak penderitaan sama seperti halnya ketika Tuhan Yesus menampakkan diri dan melakukan pekerjaan-Nya dengan inkarnasi-Nya sebagai Anak Manusia, banyak orang tidak tahu bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias, dan mereka berdasarkan gagasan dan imajinasi mereka sendiri, menentang dan mengutuk Dia serta memakukan-Nya di kayu salib. Jika Tuhan Yesus kembali bekerja dalam bentuk tubuh rohani-Nya yang telah bangkit, siapa yang berani memperlakukan Dia sebagai manusia biasa dan siapa yang berani mengutuk, menolak atau menentang Dia? Semua akan bersujud ke tanah dan Tuhan tidak perlu mengalami penderitaan. Dapat dilihat bahwa ketika Tuhan Yesus kembali pada akhir zaman, Dia akan menjadi manusia dan turun secara rahasia untuk melakukan pekerjaan-Nya.

Pada titik ini, beberapa saudara dan saudari merasa bingung: Karena Tuhan akan turun dengan diam-diam dan bekerja di antara umat manusia di akhir zaman, lalu bagaimana nubuat-nubuat kedatangan-Nya di atas awan akan digenapi? Apakah ini bukan kontradiksi? Kita tahu bahwa Tuhan itu setia, sehingga nubuat-Nya pasti akan digenapi. Sebenarnya, Tuhan ada rencana dan ada tahap untuk melakukan pekerjaan-Nya. Dia pertama-tama akan diam-diam turun untuk bekerja dan menyelamatkan manusia, dan kemudian datang secara terbuka turun di atas awan-awan untuk memberi upah kepada yang baik dan menghukum yang jahat. Mari kita baca beberapa ayat untuk membantu memperjelas bagaimana nubuat tentang kedatangan Tuhan Yesus digenapi. Tuhan Yesus berkata,"Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" (Yohanes 16:12-13). "Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman" (Yohanes 12:48). "Karena Bapa tidak menghakimi siapa pun, tetapi telah menyerahkan seluruh penghakiman itu kepada Anak" (Yohanes 5:22). Dari ayat-ayat ini kita dapat melihat bahwa ketika Tuhan menjadi manusia dan diam-diam bekerja di antara umat manusia di akhir zaman, Dia akan berbicara kepada umat manusia, melakukan pekerjaan penghakiman untuk menyucikan dan menyempurnakan semua orang yang kembali di hadapan takhta-Nya. Dan Tuhan melakukan tahap pekerjaan ini di atas dasar karya penebusan Tuhan Yesus dan sesuai dengan kebutuhan umat manusia saat ini. Meskipun kita telah ditebus oleh Tuhan Yesus dan dosa-dosa kita diampuni, watak Iblis kita seperti kesombongan, tipu daya, mementingkan diri sendiri dan kedengkian belum diselesaikan dengan tuntas, dan kita masih hidup dalam keadaan berbuat dosa dan mengaku dosa. Jadi, Tuhan Yesus berkata ketika Dia kembali pada akhir zaman, Dia akan menjadi manusia untuk mengungkapkan firman-Nya dan melakukan pekerjaan-Nya untuk menghakimi dan menyucikan manusia. Mereka yang menerima pekerjaan penghakiman firman Tuhan dapat disucikan oleh Tuhan dan menjadi pemenang sebelum bencana datang, dan akhirnya memasuki kerajaan Tuhan, menikmati berkat abadi yang dianugerahkan oleh Tuhan. Namun, selama pekerjaan Tuhan secara diam-diam, mereka yang tidak mencari atau mendengarkan suara Tuhan dan tidak menerima pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman, tetapi sebaliknya mengandalkan gagasan dan imajinasi mereka sendiri untuk mengutuk Tuhan, adalah lalang yang disingkirkan oleh pekerjaan Tuhan di akhir zaman. Ketika pekerjaan Tuhan untuk memisahkan para gadis yang bijaksana dari gadis-gadis yang bodoh, memisahkan para hamba yang baik dari para hamba yang jahat, dan memisahkan mereka yang mencintai kebenaran dari mereka yang membenci kebenaran, itu berarti bahwa pekerjaan Tuhan untuk menyelamatkan manusia sepenuhnya berakhir dan kemudian Tuhan akan turun di atas awan untuk menampakkan diri secara terbuka kepada orang-orang dari semua bangsa, memberi upah kepada yang baik dan menghukum yang jahat. Mereka yang tidak menerima pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi akan terkejut ketika menemukan bahwa Dia yang mereka tolak adalah Tuhan Yesus yang telah kembali, sehingga mereka akan menyesal, memukuli dada mereka dalam keputusasaan, meratap dan menggertakkan gigi mereka, karena sudah terlambat. Ini sepenuhnya memenuhi nubuat,"Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia: dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia. Jadilah demikian, Amin" (Wahyu 1:7)."Dan saat itulah akan muncul tanda Anak Manusia di langit: dan kemudian semua suku bangsa di bumi akan meratap, lalu mereka akan melihat Anak Manusia datang di awan-awan di langit dengan kuasa dan kemuliaan besar" (Matius 24:30). Jadi, selama kita menerima pekerjaan rahasia-Nya yaitu penghakiman Tuhan di akhir zaman, kita dapat disucikan oleh Tuhan dan memiliki kesempatan untuk memasuki kerajaan Tuhan .

Bagaimana kita dapat menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali? Mari kita lihat ayat-ayat ini, "Dan pada tengah malam terdengar teriakan, 'Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya'" (Matius 25:6) , "Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku" (Wahyu 3:20). Ayat-ayat menyebutkan "Dan pada tengah malam terdengar teriakan" dan "Aku berdiri di pintu dan mengetuk," yang berarti bahwa ketika Tuhan datang kembali bekerja, ada orang akan bersaksi bahwa Tuhan Yesus telah kembali dan Dia akan menggunakan kata-kata-Nya untuk mengetuk pintu hati kita. Jadi, yang paling penting untuk menyambut kembalinya Tuhan Yesus adalah mendengarkan suara Tuhan, sama seperti Tuhan Yesus berkata, "Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku" (Yohanes 10:27). "Barang siapa memiliki telinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang diucapkan Roh kepada gereja-gereja" (Wahyu 2:7). Karena itu, ketika kita mendengar seseorang bersaksi bahwa Tuhan Yesus telah kembali untuk menyatakan kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman, Kita harus lebih memperhatikan untuk mencari dan menyelidiki dan melihat apakah kata-kata ini adalah suara Tuhan, apakah pekerjaan itu adalah penampakan dan karya Tuhan, jika kita dapat mengenali Tuhan yang kembali dari suara-Nya, maka kita telah mengikuti jejak Anak Domba. dan menyambut kembalinya Tuhan Yesus.

Belajar Alkitab

Tuhan berfirman: "Jika bukan karena pilihan Tuhan sejak semula dan bimbingan Sang Pencipta, satu kehidupan yang baru lahir ke dunia ini tidak akan tahu ke mana harus berjalan atau di mana harus menetap, ia tidak akan memiliki relasi, tidak punya tempat bernaung, tidak punya rumah yang sebenarnya. Namun, karena pengaturan yang cermat dari Sang Pencipta, ia pun bisa memulai perjalanan kehidupannya dengan tempat tinggal, orang tua, tempat yang menjadi miliknya, serta kerabat."

Sumber Artikel dari "Belajar Alkitab "
Tuhan berfirman:"Aku sangat menghargai orang-orang yang tidak menaruh curiga terhadap orang lain dan Aku juga sangat menyukai mereka yang siap menerima kebenaran. Kepada kedua jenis manusia ini, Aku menunjukkan perhatian yang besar, karena di mata-Ku mereka adalah orang-orang yang jujur."

Tuhan Turun Dengan Penghakiman


Lagu Rohani Kristen 2020 - Tuhan Turun Dengan Penghakiman

Saat turun ke negara naga merah besar,
wajah Tuhan hadap semesta yang mulai gentar.
Adakah tempat tanpa penghakiman-Nya?
Tidak hidup dalam bencana-Nya?
Ada bencana di s'mua tempat yang Dia datangi,
tapi Dia b'ri kes'lamatan dan kasih-Nya.
tapi Dia b'ri kes'lamatan dan kasih-Nya.
Tuhan mau banyak orang kenal Dia, lihat dan hormati-Nya.
Lama m'reka tak lihat Dia, kini Dia nyata.
Tuhan mau banyak orang kenal Dia, lihat dan hormati-Nya.
Lama m'reka tak lihat Dia, kini Dia nyata,
kini Dia nyata.

dari "Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru"

Rekomendasi:
Lagu Pujian - Dari Hati ke Hati Dengan Tuhan


Diubah oleh LiliMayasari


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di