CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Mengingat Video Anak-anak ISIS Bakar Paspor Hijau
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e41188582d4956b41302aaf/mengingat-video-anak-anak-isis-bakar-paspor-hijau

Mengingat Video Anak-anak ISIS Bakar Paspor Hijau

Mengingat Video Anak-anak ISIS Bakar Paspor Hijau

Jakarta - 
Pro dan kontra pemulangan warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS mengemuka lagi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menolak mereka pulang. Seiring dengan itu, memori pembakaran paspor hijau Republik Indonesia terungkit kembali.
Peristiwa pembakaran paspor Indonesia menjadi argumen penolakan terhadap pulangnya eks ISIS ke Tanah Air. Argumen ini dikemukakan salah satunya oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk menolak eks ISIS kembali ke Jawa Tengah.

"Jateng punya program khusus untuk deradikalisasi. Tapi yang di luar negeri itu jelas bukan tanggung jawab kami. Apalagi mereka sudah dengan sengaja membakar paspor WNI," tegas Ganjar melalui pesan singkat kepada wartawan di Semarang, Jumat (7/2/2020).

Hal yang sama juga dikemukakan Tenaga Ahli KSP Ali Mochtar Ngabalin. Dia mengutarakan ketidaksetujuannya terkait pemulangan WNI eks ISIS meski pemerintah masih melakukan kajian untuk aturan hukum WNI eks ISIS. Namun yang jelas, mereka sudah membakar paspor Indonesia.
"Karena kau sudah menyebutkan negara ini negara thagut, negara kafir. Dia merobek-robek, membakar-bakar paspornya. Makan itu kau punya paspor. Meskipun semua agenda-agenda ini kan ada regulasinya, ada aturannya," kata Ngabalin, Minggu (9/2).

Peristiwa WNI telah membakar paspor selama bergabung dengan ISIS juga diulas oleh politikus PDIP Charles Honoris. "Bagi mereka yang dari awal sudah jelas-jelas berkeinginan bergabung dengan ISIS, bahkan sampai membakar paspor, ini kan sudah jelas meninggalkan," kata Charles, Kamis (6/2).

Peristiwa bakar paspor

Berita soal pembakaran paspor oleh ISIS mengemuka pada Mei 2016 silam. Saat itu, ada video yang menayangkan sejumlah anak berlatih menembak dan berperang. Anak-anak itu diduga ada yang berasal dari Indonesia.

Mengingat Video Anak-anak ISIS Bakar Paspor Hijau

Tak hanya berlatih menembak, anak-anak dalam video dengan bendera ISIS di sebelah kanan atas, juga membakar paspor berwarna hijau yang diduga ada paspor Indonesia. Selain paspor hijau, ada pula paspor berwarna merah yang dibakar dalam tumpukan di depan anak-anak berseragam tentara.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri (Karo Penmas Polri) saat itu, Brigjen Agus Rianto, memastikan itu adalah video propaganda. Propaganda dikembangkan dengan tujuan meyakinkan orang agar menganut aliran atau sikap tertentu. Soal paspor hijau yang turut dibakar, saat itu Brigjen Agus Rianto belum memastikan. Namun kata dia, itu bisa berpengaruh pada status kewarganegaraan mereka.

"Nanti kan itu berpengaruh pada kewarganegaran yang bersangkutan," kata Agus, 20 Mei 2016 silam.
Kapolri saat itu, Jenderal Badrodin Haiti, menengarai anak-anak itu adalah gabungan dari anak-anak Asia Tenggara alias serumpun.

Menanggapi hal itu, Ketum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) saat itu, Jimly Asshiddiqie, menyarankan agar pemerintah mencabut paspor para WNI itu.

"Itu ada yang membakar paspor Indonesia karena yakin dia masuk surga dengan berperang bersama ISIS. Nah, yang kayak gitu-gitu, itu tidak mendidik," ujar Jimly, 7 Juli 2016 lampau.

Video itu memang menampilkan anak-anak. Namun, ada beberapa pria dewasa di antara anak-anak itu. Salah satu pria dewasa berbicara dalam video itu, nama dia adalah Abu Thalha Malizi.

Dilansir Straits Times dari The Star/Asia News Network, Abu Thalha Malizi bernama Zainuri Kamaruddin tewas bersama dua kombatan ISIS lain pada 13 Januari 2017. Saat itu, pasukan militer Suriah melancarkan serangan udara ke kawasan basis ISIS, Raqqah. Sesuai nama aliasnya, Abu Thalha Malizi, pria 50 tahun itu berasal dari Malaysia.

Abu Thalha-lah yang tampil di video pembakaran paspor oleh anak-anak, dan paspor warna merah diasosiasikan sebagai paspor Malaysia, sedangkan paspor hijau adalah paspor Indonesia.
Mengingat Video Anak-anak ISIS Bakar Paspor Hijau
Kepala Divisi Kontraterorisme Malaysia, Datuk Ayob Khan mengatakan bahwa pria yang membakar paspor merah itu adalah anggota sayap ISIS Malaysia, yakni Katibah Nusantara. Sebelumnya, Zainuri alias Abu Thalha Malizi juga pernah ikut Kumpulan Mujahiddin Malaysia. Orang itu pernah ditahan karena terlibat perampokan bersenjata terhadap Southern Bank Berhad pada tahun 2001.

Wakwaw

Apa mau dikata nihemoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anon009 dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 3
mau dipulangin yg ginian? emoticon-Leh Uga

pertamax hanya untuk orang orang beriman emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh inovator.4id
Lihat 2 balasan
Hafali muka-mukanya ....
waspada
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hercule2008 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
saling mengingatkan itu baik
profile-picture
febriay123 memberi reputasi
Balasan post inovator.4id
ente nyelah pertemax aneemoticon-Mewek
profile-picture
profile-picture
ATR42 dan febriay123 memberi reputasi
Mereka dipulangin ( yg kecil ) tp bapa ibunya dibakar hidup2 aja disana. Baru kita terima bocah2 setannya, tp disini mereka disuruh tinggal di Papua, dititipin di kepala suku disana, yg tinggalnya jauh, biar hilang itu radikal2nya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caerbannogrbbt dan 2 lainnya memberi reputasi
"Makan itu kau punya paspor"

Sejak kapan Ngabalin memiliki kosa kata ala Sumatera??
profile-picture
febriay123 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ATR42 dan 2 lainnya memberi reputasi
kl anak-anak paling kena doktrin atau paksaan dari ortunya yg kayak anjing emoticon-fuck
tindakan anak itu tanggung jawab & di bawah pengampuan ortu. kalau ortunya setuju, berarti nasib mereka sama dengan ortunya. nggak bisa dipisah, karena kalau dipisah nanti diprotes macam trump pisahkan imigran ilegal yang kriminal dari anak2nya.
profile-picture
himawan2000 memberi reputasi
Sudahlah seberapapun engkau berteriak mereka akan tetep pulang kalau ga maka HAM yg akan bicara
Mengingat Video Anak-anak ISIS Bakar Paspor Hijau

Lebih baik,siapkan tempat karantina atau nusakambangan 2 sehingga mereka tetep under control
Lihat 1 balasan
Balasan post F_U
Quote:

Ngabalin dilawan, dia orang ambon ngaku asli papua kok emoticon-Wkwkwk
profile-picture
ATR42 memberi reputasi
Mereka disana sudah bahagia

Itu bukti pasport nya pun di bakar

Hanya orang-orang kita aja yg heboh tentang isu pemulangan mereka

Coz isu tentang kerajaan kemaren gak mempan

Ingat negri ini sedang kritis, tentang kasus korupsi besar-besaran
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ATR42 dan 2 lainnya memberi reputasi
link video bakar paspornya dong
walah kaptennya ternyata rampok

emoticon-Cape d...
pulangkan aja .
pulangkan kerahmat tullah
ISIS eks WNI
lha siapa yg minta pulang..wong anak2 itu ga mau pulang ke indon ko...yg ribut kan si mardani....
profile-picture
ATR42 memberi reputasi
Quote:


bukan Ham

si trump kaga mau ngurusin member isis dari negara laen..

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan negara-negara Eropa harus menerima dan mengadili lebih dari 800 anggota kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS, yang tertangkap di Suriah.

Kalau negara-negara Eropa menolaknya, kata Trump melalui Twitter, AS akan membebaskan mereka dan mungkin mereka akan masuk ke Eropa.


https://m.detik.com/news/bbc-world/d...gkap-di-suriah

emoticon-Ngakak
Lihat 1 balasan
Balasan post khayalan
Quote:


Trump boleh ngomong begono,tapi di indo yang ribut siapa sih yaitu yg suka ham hem hum itu

Itu artinya pion pion mereka sudah gerak

emoticon-Ngakak


Dan klo dipikir kedepannya,apa tendensi trump bicara begitu dan kuda troya apa yg sedang disiapkan? Mo dijadikan sleeping agent atau? emoticon-Leh Uga

profile-picture
profile-picture
ATR42 dan khayalan memberi reputasi
Diubah oleh Ojodupeh
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di