CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Entrepreneur Corner /
Business Model Canvas, Rahasia Mengembangkan Bisnis yang Efektif
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e40d282f4d6956821279e93/business-model-canvas-rahasia-mengembangkan-bisnis-yang-efektif

Business Model Canvas, Rahasia Mengembangkan Bisnis yang Efektif


Business Model Canvas, Rahasia Mengembangkan Bisnis yang Efektif

Di balik berjalannya sebuah bisnis, pasti ada orang hebat di balik semua itu yang mengatur dan mengoperasikan agar bisnis terus berjalan. Nah, untuk memastikan agar bisnismu tetap on track diperlukan strategi dan manajemen yang baik bersama orang-orang di dalamnya untuk mencapai goals perusahaan. Salah satu cara yang paling efektif yakni dengan menerapkan Business Model Canvas.

Apa Itu Business Model Canvas?

Business Model Canvas, Rahasia Mengembangkan Bisnis yang Efektif
Contoh Business Model Canvas (sumber: bigjump.com.au)


Business Model Canvas adalah kerangka kerja yang membahas model bisnis, kemudian disusun untuk menjelaskan, memvisualisasikan, dan menilai agar dapat dimengerti dan dipahami dengan mudah. Apabila mudah dipahami, sistem kinerja menjadi lebih optimal. Beberapa orang masih belum bisa membedakan antara Business Model dengan Business Plan. Tujuan dibuatnya model bisnis untuk memvalidasi value, relationship, sumber daya, dan aktivitas. Sedangkan rencana bisnis untuk mencapai goals perusahaan seperti keuangan dan cara pemasaran.

Fungsi Business Model Canvas

Business Model Canvas, Rahasia Mengembangkan Bisnis yang Efektif
Ilustrasi mempresentasikan Business Model Canvas (sumber: unsplash.com)


Perancangan Business Model Canvas (BMC) tidak hanya menguntungkan dari segi efisiensinya saja karena masih ada fungsi lainnya. Beberapa fungsi ini dikelompokkan berdasarkan elemen model bisnis. Berikut adalah kategorinya:

Desirability, kategori berisikan elemen yang mendeskripsikan goals bisnis, yaitu customer segment, value proposition, dan customer relationship.


Feasibility, kategori berisikan elemen yang mendukung terealisasinya goals bisnis, yaitu channels, key  resources, key activities, dan key partners.


Viability, kategori berisikan elemen yang mendeskripsikan ketahanan bisnis, yaitu revenue streams dan cost structure. Data yang ada di sini juga menjadi penentu kenaikan level valuasi startup loh.

Elemen Business Model Canvas

Visual chart yang menjadi model bisnis kanvas ternyata terdiri dari 9 elemen penting yang saling berhubungan satu sama lain. Model bisnis seperti ini diperkenalkan pertama kali oleh Alexander Osterwalder dalam bukunya yang berjudul “Business Model Generation” yang bertujuan untuk membantu perusahaan membangun perencanaan strategi dan fondasi yang kokoh demi kesuksesan di masa mendatang. Yuk kita simak satu per satu elemennya!

Business Model Canvas, Rahasia Mengembangkan Bisnis yang Efektif
Elemen-elemen penting di Business Model Canvas (sumber: promodo.com)


Customer Segments

Kolom elemen “Customer Segments” diisi berdasarkan target audiens yang ingin disasar perusahaan. Kamu harus benar-benar memahami siapa targetmu, gender, usia, socioeconomic status, dan lain-lain yang masih berhubungan untuk mengklasifikasikan individu. Misalnya sebuah production house menyediakan dua konten untuk dua segmen penonton yang berbeda. Konten pertama menyasar penonton yang lebih mengutamakan sinematografinya. Sedangkan konten kedua menyasar penonton yang lebih mengutamakan jalan cerita. 

Value Proposition

Tentukan keunggulan dari produk atau jasa yang akan kamu pasarkan sejak awal. Keunggulan ini harus sesuai dengan target audiens agar kamu mampu memenuhi keinginan dan kebutuhan mereka. Carilah keunggulan yang benar-benar original untuk membedakan bisnismu dengan kompetitor. Tulis di kolom elemen “Value Proposition” tentang apa saja poin-poin dari produk atau jasa yang dapat mendatangkan manfaat.

Customer Relationship

Business Model Canvas berikutnya diisi dengan elemen “Customer Relation” di mana menjadi strategi perusahaan untuk menjalin ikatan dengan pelanggan atau klien. Sebagai pelaku bisnis, kamu mesti memutar otak tidak guna mencari cara agar pelanggan tidak mudah berpaling ke bisnis lain atau bahkan kompetitor. Hidari kemungkinan buruk tersebut dengan meningkatkan dan menjaga kualitas produk, serta membangun engagement secara emosi dengan pelanggan atau klien.


Channels

Nah, yang menjembatani antara perusahaan dan pelanggan ada di kolom elemen “Channels”. Di sana tertulis poin-poin penting tentang solusi yang kamu tawarkan kepada pelanggan. Elemen BMC yang satu ini akan berhubungan dengan pemasaran dan penjualan produk atau jasa, yakni dengan menyampaikan value proposition kepada customer segments secara tepat.

Key Resource

Setelah itu tulis di kolom elemen “Key Resource” apa saja yang diperlukan perusahaan supaya bisa merealisasikan value proposition model bisnis. Bentuknya bisa berupa sumber daya manusia, perangkat lunak, perangkat operasional, dan lain-lain. Setiap kebutuhan harus punya alasan dan benar-benar memiliki value demi mengembangkan bisnis.

Key Activities

Isi kolom elemen “Key Activities” dengan semua aktivitas atau kegiatan yang perlu dilakukan untuk merealisasikan goals perusahaan. Daftar aktivitas atau kegiatan harus berhubungan dengan produktivitas bisnis. Misalnya melakukan riset keinginan dan kebutuhan konsumen, mengembangkan produk, meningkatkan kualitas produk, dan mendistribusi produk sesuai segmen yang sudah ditentukan.

Key Partnership 

Merupakan pihak yang menjadi penentu jalannya sebuah bisnis. Kolom elemen “Key Partnership” berfungsi untuk melakukan pengorganisasian suatu produk atau jasa. Adanya key partnership dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari key activities yang sudah kamu tulis sebelumnya. Keduanya saling berhubungan untuk menciptakan siklus bisnis yang sehat.

Revenue Streams

Elemen di Business Model Canvas yang berikutnya adalah kolom “Revenue Streams” yang merupakan bagian paling vital. Sebuah bisnis tentu dibangun untuk mendapatkan revenue, yaitu pendapatan hasil penjualan kepada pelanggan. Hasil ini kemudian harus disusun menjadi data yang super lengkap, jangan sampai ada yang terlewat yah. Jumlah revenue yang didapatkan bisa menjadi cerminan apakah setiap sumber daya manusia yang menjadi bagian dari perusahaan dan alat operasional yang digunakan sudah bekerja secara maksimal atau belum.

Cost Structure

Last but not least. Elemen Business Model Canvas yang terakhir tidak kalah penting dari delapan elemen yang kami sebutkan sebelumnya, yaitu kolom “Cost Structure”. Dibutuhkan laporan keuangan yang kredibel guna mempermudah pengelolaan biaya supaya lebih efisien dan meminimalisasi risiko kerugian perusahaan. Isi kolom ini dengan biaya yang perlu dikeluarkan untuk melakukan pengembangan dan pemasaran produk atau jasa bisnismu.

Nah, itu dia pengertian Business Model Canvas, fungsi, dan elemen-elemen penting di dalamnya. Sekarang kamu jadi tahu betapa pentingnya menyusun model bisnis sedemikian rupa supaya bisnismu tetap on track. Dengan begitu, untuk dapat meraih goals sesuai waktu yang diharapkan pun jadi lebih mudah. Efektif banget kan?


Baca Juga Artikel Seru Lainnya : 
Digital Storytelling, Cara Berbisnis Efektif di Era Digital



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di