CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Spiritual /
[Sharing] Ilmu Tasawuf
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e407a94c9518b793a6ab82e/sharing-ilmu-tasawuf

[Sharing] Ilmu Tasawuf

Assalamu'alaikum wr wb. emoticon-rose

Bismillahirrohmanirrohiim..

Salam kenal, salam santun dan salam hormat bagi sesepuh forspi dan kaskuser semua emoticon-shakehand
semoga kita selalu dalam ridho, berkah dan rahmatNya..aamiin..

Pada kesempatan kali ini, ijinkan ane untuk membuka thread Sharing Ilmu Tasawuf, yang mana pada thread ini, agan-agan bisa saling tukar pikiran mengenai ilmu tasawuf, yang mana dapat menambah wawasan bagi kita semua serta menjadi amal ibadah tentunya aamiin..emoticon-Kaskus Lovers



Ilmu Tasawuf

Assalamu'alaikum wr wb..

Bismillahirrohmanirrohiim..

Tasawuf bagi sebagian besar umat islam bukanlah hal yang asing. Bahkan mungkin agan-agan pun banyak yang mengetahui, memahami apa itu tasawuf. Tasawuf secara simplenya, merupakan ilmu untuk mensucikan hati dari sifat-sifat tercela.

Menurut Tuan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani qs. dalam karya beliau Sirrul Asrar , beliau mendefinisikan tasawuf berdasarkan hurufnya yaitu Ta'-Shad-Waw-Fa'

1. Huruf Ta' diambil dari kata taubat
Taubat terbagi dua yaitu Taubat Zahir dan Taubat Batin.
Taubat Zahir adalah manusia kembali dengan seluruh badan lahiriyahnya dari dosa dan sifat tercela kepada taat, dan dari
menentang perintah kepada taat dalam perkataan maupun perbuatan.
Taubat Batin adalah manusia meningkatkan diri dari taat terhadap aturan, meningkat kepada pembersihan hati.
Bila telah berhasil menggantikan sifat tercela dengan sifat terpuji, maka seorang salik telah mencapai huruf Ta'.

2. Huruf Shad diambil dari lafaz Shafa'un yang artinya bersih.
Bersih terbagi dua yaitu bersih hati dan bersih rasa.
Bersih hati adalah seorang salik membersihkan hatinya dari kekotoran manusia (sifat basyariyah) seperti syahwat-syahwat yang di
dorong oleh hati, contohnya : banyak makan, minum, tidur dan berbicara; menyenangi benda dunia, seperti usaha yang berlebihan
juga berlebihan dalam mencintai anak-anak dan keluarga
.
Untuk membersihkan hati dari sifat-sifat seperti ini hanya dapat dihasilkan dengan tetap melaksanakan zikrullah melalui talqin.
Firman Allah dalam surah Al-Anfal ayat 2:

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka."

Yakni mereka takut kepada Allah. Rasa takut kepada Allah hanya akan tumbuh di dalam hati bila hatinya telah terbangun dari lupa,
dan membersihkan hati. Bila hati telah dibersihkan, maka akan terukir di dalam hati gambaran gaib dari kebaikan maupun
keburukan.

Adapun bersih rasa adalah dengan menjauhi segala sesuatu selain Allah dan mencintai Allah dengan terus-menerus melaksanakan
Asma Tauhid dengan lisan rasa di dalam rasa. Bila sifat ini telah tercapai, maka salik berarti mencapai maqam huruf Shad.

3. Huruf Waw diambil dari lafaz wilayah
Merupakan untaian dari 'tasfiyah' (pembersihan). Allah berfirman dalam Surah Yunus ayat 6:

"Ingatlah, sesungguhnya para wali Allah itu tidak merasa takut oleh selain Allah dan tidak mereka bersedih hati"

Mereka mendapat kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Adapun hasil dari 'wilayah', yaitu berakhlak dengan akhlak Allah.
Rasulullah SAW bersabda:

"Berakhlaklah kamu sekalian dengan akhlak Allah".

Seorang salik dapat masuk pada sifat-sifat Allah setelah menghilangkan sifat 'Basyariyah'. Allah berfirman dalam Hadits Qudsi:

"Bila Aku mencintai seorang hamba, maka Aku akan menjadi pendengarannya, penglihatannya, lidahnya, tangannya dan kakinya
Maka oleh-Ku dia mendengar, oleh-Ku dia melihat, oleh-Ku dia bicara, oleh-Ku dia marah dan oleh-Ku dia berjalan".


Bila seseorang telah mencapai sifat ini, maka berarti dia telah menyelesaikn tingkatan huruf Waw.

4. Huruf Fa' diambil dari lafaz fana
Yang artinya peleburan diri pada Allah.
Bila seorang salik telah meleburkan sifat basyariyahnya, maka mengekalkan sifat ahadiyat.
Sifat ahadiyat adalah sifat Allah yang tidak akan rusak dan hilang. Oleh karena itu, seorang hamba yang telah fana dengan Tuhannya,
berarti dia kekal dengan Tuhannya dan keridhaan-Nya.
Hati yang sudah fana, akan kekal beserta rasa yang kekal dan bandingannya. Firman Allah dalam surah Al-Qasas ayat 88:

"Tiap-tiap sesuatu pasti binasa kecuali Allah"

Ahli tasawuf mentakwilkan ayat ini bahwa yang dimaksud dengan segala sesuatu akan hancur kecuali Zat Allah adalah manusia
yang telah mendapat Ridha Allah; maka yang diridhai akan selalu bersama dengan yang meridhai.
Hasil daripada amal shaleh adalah hidupnya manusia hakiki yang disebut Tiflul Ma'ani.
Allah berfirman dalam dalam Surah Al-Faathir ayat 10:

"Kepada-Nyalah naik kalimat Tayyibah dan amal yang saleh menaikkannya"



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di