CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / IDNTimes /
Mau Belajar Tari, WNA Tiongkok Dirawat di RS Gunung Jati Cirebon
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e4032019a972e1a5f1d1711/mau-belajar-tari-wna-tiongkok-dirawat-di-rs-gunung-jati-cirebon

Mau Belajar Tari, WNA Tiongkok Dirawat di RS Gunung Jati Cirebon

Mau Belajar Tari, WNA Tiongkok Dirawat di RS Gunung Jati Cirebon

Cirebon, IDN Times - Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Gunung Jati Kota Cirebon, karena diduga suspect virus Corona. Pasien berinisial XC itu terpaksa menjalani perawatan khusus, setelah datang dari Provinsi Hubei yang merupakan kawasan zona merah penyebaran virus mematikan itu.

RS Gunung Jati menyatakan pasien berusia 25 tahun itu tiba pada Selasa 4 Februari lalu sekitar pukul 11.00 WIB, diantar empat rekannya menggunakan mobil. Dari keterangan temannya, XC menderita demam tinggi beberapa hari setelah tiba di Indonesia dari Hubei.

Pasien tersebut masih ditangani secara khusus di ruang isolasi flu burung RS Gunung Jati Cirebon.

1. WNI Tiongkok lolos cek kesehatan di Bandara Shanghai dan SoettaMau Belajar Tari, WNA Tiongkok Dirawat di RS Gunung Jati Cirebon
Dari hasil anamnesis, pasien XC lolos dari pengawasan kesehatan di Bandara Sanghai. Sesampainya di Bandara Soekarno-Hatta, dia kembali lolos dari pemeriksaan kesehatan.

Menurut dokter yang menangani langsung pasien XC, dr Syifa Imelda, pasien tersebut baru mengalami keluhan demam pada 3 Februari lalu. Pasien mengalami demam tinggi, batuk, dan nyeri tenggorokan.

Mengetahui indikasi mirip-mirip gejala virus corona, pihak rumah sakit langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Dinkes Kabupaten Cirebon, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Cirebon, dan Dinkes Provinsi Jawa Barat.

Hal itu dilakukan untuk mengetahui riwayat mobilitas pasien selama dia menginap di Cirebon hingga penyediaan fasilitas lengkap apabila diperlukan.

Rumah sakit Gunung Jati juga berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan serta berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, bila kemungkinan pasien XC harus dirujuk.

"Pada saat pasien masuk ke rumah sakit, suhu pasien ini masih kurang dari 3,77 Derajat Celcius. Tetapi, ada analisa bahwa sang pasien mengonsumsi obat pereda panas sebelum ke sini (RS Gunung Jati). Analisa kami, ini menjadi rancu. Karena sebelumnya pasien mengalami demam tinggi," ujar dia saat memberikan keterangan pers di RS Gunung Jati, Rabu (5/2) lalu.

2. Pasien XC ditangani layaknya pasien terjangkit virus coronaMau Belajar Tari, WNA Tiongkok Dirawat di RS Gunung Jati Cirebon
Sementara, Dirut RS Gunung Jati dr Ismail Jamaludin menjelaskan, pasien XC merupakan pasien dalam pengawasan ketat pihak rumah sakit. Pihaknya terpaksa memperlakukan sang pasien seperti suspect virus Corona, karena WNA Tiongkok asal Provinsi Hubei.

Menurut Ismail, pasien dilakukan observasi hingga diketahui pasti apakah benar-benar terjangkit virus corona atau bukan. Perawatan pasien ini memerlukan alat pelindung diri (APD) yang memadai, serta sedang diupayakan instalasi farmasi agar jumlahnya mencukupi.

"Kami memperlakukan pasien tersebut itu seperti pasien yang terpapar virus corona. Karena pertimbangannya sang pasien masih satu provinsi dengan Wuhan. Jadi, harus masuk dalam kategori pasien dalam pengawasan," kata dia.

3. Datang ke Cirebon untuk belajar Tari TopengMau Belajar Tari, WNA Tiongkok Dirawat di RS Gunung Jati Cirebon
Dari hasil penyelidikan epidemiologi, pasien XC tiba di Cirebon pada Sabtu (1/2) bersama empat temannya yang juga berkewarganegaraan Tiongkok. Kelima WNA tersebut adalah pekerja seni yang sedang belajar Tari Topeng di Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon.

Pasien tersebut terbang menggunakan pesawat Cathay Pacific dari Bandara Shanghai bersama seorang rekannya. Mereka tiba pada Sabtu (1/2) pukul 00.50 WIB. Sementara, tiga lainnya menggunakan pesawat berbeda, yakni pesawat China Southern Airlines dari Kota Guangzhou.

Setibanya di Banda Soetta, XC langsung berangkat ke Cirebon menggunakan kereta api dari Stasiun Gambir pukul 08.00 WIB, dan tiba di Stasiun Kejaksaan pada pukul 11.00 WIB. Setibanya di Cirebon, rombongan dijemput rombongan asal sanggar tari menggunakan mobil pribadi.

"Mereka (WNA) belajar seni tari di sanggar seni. Mereka menyaksikan latihan tari di sanggar seharian sampai Senin. Mulai dirasa sakit pusing, demam, dan sakit tenggorokan itu mulai Selasa," tutur Ismail.

Mau Belajar Tari, WNA Tiongkok Dirawat di RS Gunung Jati Cirebon

Sumber : https://www.idntimes.com/news/indone...mpaign=network

---

Semoga negatif corona lah...
emoticon-Angel


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di