CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e4008e7f4d6957c7a2d4d05/konseling

Konseling

Prolog

Namaku, Adrian

Panggil saja Adrian. Jangan panggil bapak.

Hari ini adalah hari pertamaku mengajar. Setelah lulus dari salah satu perguruan tinggi dikota besar dalam program studi bimbingan dan konseling, aku kembali kekota asalku dan mengikuti seleksi penerimaaan, sampai pada akhirnya aku ditempatkan mengajar disekolahku dulu. Semua temanku tidak pernah menyangka aku bisa menjadi seorang guru bimbingan konseling, karena aku yang dulu itu sangat nakal dan seringkali membuat masalah disekolah. Aku tersenyum melihat sekolahku yang sudah banyak mengalami perubahan, dan lucunya, aku yang dulu memakai seragam putih abu - abu untuk sekolah, sekarang aku memakai seragam untuk mengajar, aku berjalan sembari menyapa satpam yang sedang bertugas. Namanya pak Suratman.

Dulu. Saat aku masih sekolah.

Aku sering membolos dan telat, kemudian meminta pak Kardiman untuk membuka gerbang sekolah dengan memberikannya sebungkus rokok, itu masih satu dari banyaknya kenakalan yang aku lakukan selama tiga tahun disekolah. Guru - guru semasa aku bersekolah kebanyakan masih mengajar dan ada beberapa guru yang tidak aku kenal, mereka pasti menggantikan guru - guruku yang sudah pensiun, aku memasuki ruangan bimbingan konseling, lalu, semua guru mengalihkan pandangannya kearahku yang membuatku tersipu malu. Mengingat banyaknya kenakalanku.

Memalukan.

"Ini, Adrian, kan?" ucap Pak Sartono

"Iya, Pak. Saya ditempatkan disini" ucapku, tersenyum tipis

Pak Sartono memegang pundakku, kemudian tertawa keras, "Bapak gak nyangka. Bukannya kamu pernah bilang gak mau jadi guru? Sekarang malah jadi guru, terus ditempatkannya disekolahmu dulu lagi. Dasar"

"Meja kerjamu disebelahku" ucap Pak Sartono

"Iya, Pak" ucapku

Aku melihat jadwal mengajarku, dan aku diberikan arahan untuk menangani kelas X, mereka yang baru saja selesai dalam masa pengenalan sekolahnya, serta membutuhkan banyak bimbingan agar mereka bisa memahami lingkungannya. Aku duduk sembari berpikir keras tentang bagaimana memberikan kesan pertama, serta perkenalanku dihari pertamaku mengajar dan materi apa yang ingin kuberikan kepada mereka, setelah mendapatkan ide untuk semuanya itu aku berjalan pergi menuju ruang kelas tempatku mengajar. Aku berdiri didepan pintu ruang kelas, dan melihat papan bertuliskan, "X IPA 1" diatas pintunya, bagiku ruang kelas itu menyimpan banyak kenangan sampai aku bisa seperti sekarang, aku berjalan melihat ruangan kelasnya yang masih tidak berubah, kemudian semua siswa berhamburan menuju tempat duduknya. Mereka semua terdiam.

Terdiam.

Aku berdiri ditengah kelas, kemudian aku mengeluarkan harmonikaku yang selalu kubawa disaku bajuku, sembari aku memainkan harmonikaku, aku melihat wajah semua siswaku dan setelah berhenti memainkannya, aku mengambil spidol dimeja, lalu, menuliskan namaku dipapan tulis serta alamat rumahku, bahkan nomer handphoneku disana. X IPA 1. Kelas yang sangat penuh kenangan dan aku tidak pernah melupakan semua yang pernah terjadi, didinding belakang ruang kelas bahkan masih belum menghilang karya seniku, lukisan perempuan yang pernah menghiasi warna dalam hidupku.

"Perkenalkan" ucapku

Aku menggaris bawahi namaku dipapan tulis, "Nama saya, Adrian. Jangan panggil bapak, saya masih muda dan belum nikah juga. Ingat" ucapku, tersenyum simpul

"Saya disini jadi guru konseling" tambahku

"Iya, pak" ucap seseorang yang duduk dibelakang

"Barusan udah dibilangin. Jangan panggil bapak" ucapku, tertawa

Aku berjalan menuju pintu kelas, dan bersandar disana, "Sekarang coba perkenalkan siapa nama kalian, alamat, dan lain sebagainya, apapun itu terserah kalian. Mulai dari kamu"

"Nama saya Haikal..." ucapnya

Aku mencoba untuk mengingat nama serta wajah semua siswaku yang sudah memperkenalkan dirinya, dan bukan hanya itu, aku juga memperhatikan karakter ditiap orangnya, kemudian aku menuliskannya dikertas, bagiku, semua orang itu mempunyai warna yang berbeda, serta tidak ada istilah warna yang bagus ataupun tidaknya. Setiap orang itu punya keunikan tersendiri. Aku tidak ingin seperti guru konselingku dulu yang hanya memberikan nasihat, dan langsung menghakimi, serta tidak mau menerima alasan apapun dari mereka, aku mempunyai pemahaman yang berbeda yaitu ingin membuka pandangan, bahwa ada banyak hal yang tidak bisa mereka didapatkan disekolah, ilmu tentang kehidupan jarang sekali diajarkan disekolah, padahal itu sangatlah penting.

"Kenalin. Namaku, Arlia..." ucapnya

"Arlia udah punya pacar apa belum?" ucapku

"Enggak punya pacar" ucapnya

"Kal, belum punya pacar, sikat" ucapku, menepuk pundak seorang anak yang tidak melepaskan pandangan darinya

Semua orang tertawa.

"Haikal ngelihatin terus" ucapku, tersenyum simpul

Arlia hanya terdiam.

"Selanjutnya. Perkenalkan siapa dirinya" ucapku, mengalihkan perhatian

"Ayo" tambahku
profile-picture
profile-picture
profile-picture
j4k4pntura dan 2 lainnya memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di