CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Pemaksimalan Penggunaan Lahan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e3fbbbb28c991099657cfe0/pemaksimalan-penggunaan-lahan

Pemaksimalan Penggunaan Lahan

He he he ..., ada yang protes mengapa saya tidak bikin threat di KasKus. Ya, udah saya bikinkan ... 
Dipandang berat, mungkin berat ... Dipandang ringan, bukannya untuk disepelekan

Sebagaimana diketahui, bumi yang kita huni ini sedang mengalami masa krisis, walau memang tidak bisa dikatakan telah berada pada tahap akhir (kiamat), namun tidak juga bisa dikatakan berada pada tahap mula ... yang mana cenderung mudah untuk ditangani.

Satu hal yang menjadi fokus perhatian disini adalah  bagaimana "pasokan" oksigen di bumi ini mengalami defisit, seiring dengan berkurangnya luasan hutan yang ada, karena terpakai untuk mencukupi kebutuhan manusia.  Keberadaan oksigen ini selain vital bagi banyak kehidupan dimuka bumi ini, juga dapat dibilang vital pula bagi pertumbuh kembangan beberapa organisme tertentu ... pada sisi yang berkebalikan. 
Dimana ada beberapa jenis mikroorganisme yang mana hidupnya tidak menggantungkan diri pada oksigen, akan dapat bertambah, pula berubah, seiring dengan perubahan kondisi yang ada.

Tak menampik kenyataan, bahwa "penghasil" oksigen yang dominan di bumi ini adalah kawasan laut.  Namun sebagaimana diketahui pula, luasannya terbilang konstan. Kalau ditambah, bakal akan ada yang protes-marah karena kelelep
Sedangkan, bila kita mau merekayasa (dalam artian menambah) jumlah alga yang memproses oksigen tersebut, itu akan berakibat timbulnya ketidak seimbangan pada ekosistem di laut, yang belum dapat diprediksi apakah itu akan membawa hasil positif bagi kehidupan di bumi ini.

Disisi lain, dengan bertambahnya jumlah manusia beserta segala aktivitasnya, membuat kebutuhan akan oksigen ini akan semakin membengkak nilainya. 
Diibaratkan sebuah lukisan, kenyataan yang kita hadapi sekarang ini, temanya cenderung berisi mengenai pertentangan. Jumlah pasokan berkurang seiring dengan jumlah kebutuhan yang semakin meningkat. 

Tak ayal, patut di aplause secara terbuka, pada upaya beberapa pihak dengan beragam cara, untuk mengurangi jumlah pemakaian oksigen dan seiring sejalan dengan upaya mengurangi jumlah karbon yang "keluyuran" di udara bebas. Tapi ... itu semua tidak akan dapat mengubah persentase jumlah oksigen pada level yang sama, pada masa lampau ketika jumlah manusianya belumlah sebanyak ini. Dan sebagaimana dikemukakan diatas, itu disebabkan karena lahan-lahan yang semula berupa hutan lebat, telah berubah rupa menjadi kawasan perkebunan, industri, pemukiman. Dimana, "kaum" tanaman beragam jenis yang pada awalnya mendominasi, tersingkir dan kemudian tergantikan oleh keberadaan manusia, plus mahluk berbadan logam yang doyan mengkonsumsi oksigen pula itu.

Karena itu kemudian terpikir, mengapa kita tidak mencoba untuk menambah jumlah tanaman yang ada, pada lahan sedang kita gunakan. Ide lawas, toh. Dimana itu kemudian diwujudkan dengan berbagai gerakan penghijauan, yang mana tidak dapat dikatakan 100% berjalan secara baik, terkait berbagai kepentingan lain yang ingin didahulukan prioritasnya. Seperti prioritas pemenuhan kebutuhan pokok pangan, distribusi dan sebagainya.

Lantas timbul pertanyaan "konyol", mengapa itu tidak dijadikan satu paket ? Penghijauan (dalam fungsinya menambah pasokan oksigen) dan pemenuhan kebutuhan pangan. Untuk itu saya beranikan diri mengajukan sebuah konsep ... sederhana.



Pemaksimalan Penggunaan Lahan

Perhatikan pada penggunaan pot dengan jenis bongkar-pasang yang dapat ditaruh di sekeliling sebuah pohon, dan kemudian dapat ditanami jenis tanaman lainnya, tanpa mengubah secara drastis kondisi yang diinginkan agar pohonnya dapat tumbuh dengan sejahtera.
Dan bisa diterapkan pada kebun kelapa sawit, karet, buah-buahan, sedangkan tanaman yang bisa ditanam di pot itu, bisa dari jenis kacang-kacangan, sayur-mayur yang mana native di tempat kebun itu berada, sehingga tidak terlampau menyulitkan dengan upaya adaptasinya dengan kondisi yang ada. Ataupun pula berbagai tanaman hias, bila ingin digunakan untuk turut mendorong laju roda perekonomian dari sektor tersebut.

Kiranya itu saja ..., tidak perlu dibahas pada treat ini. Karena kalau itu ingin dibahas, mungkin lebih tepat diletakkan pada sub threat yang memang khusus membahas mengenai hal itu.

Tapi yang ingin saya bahas bersama disini adalah ...
- Apakah itu layak untuk dipatenkan ?
- Kira-kira saya bakal dapat berapa karenanya ? emoticon-Ngakak

Waktu dan ruang telah mengada, saya persilahkan bagi yang suka ...

Save the Earth.

Peeeace 4 all ...

profile-picture
servesiwi memberi reputasi
ide yg menarikemoticon-Jempol
Itu pohon yy dbawah bakal gak subur karena matahari ketutupan pohon induk... Ngomong2 salkam gan...
Lihat 1 balasan
Balasan post bani.bahlool
Eh, pot yang dibawahnya itu bukan untuk tanaman sejenis pohon (yah kalau dari jenis perdu tertentu mungkin masih bisa). Tapi tanaman sejenis kentang, kacang-kacangan, sayur, yang dipilih dari jenis/varietas yang memang tidak terlampau suka kena panas. Begitu pula bisa digunakan untuk menanam tanaman dari jenis hias, seperti dari jenis Begonia semacamnya, pakis-pakisan, dan masih banyak lagi. Saya jangan disuruh 'nyebut namanya satu persatu, yah. Kepala sudah kebanyakan nama dan konsep, sih. emoticon-Big Grin
Diubah oleh bingsunyata
emoticon-Salah Kamaremoticon-Thread Kacau
Lihat 1 balasan
Menambahkan sedikit ...
Luasan area laut yang secara naturalnya dapat "memproduksi" oksigen juga telah berkurang. Disini kita tidak bicara mengenai proses reklamasi saja, disebabkan ... pada area reklamasi itu sendiri kemudian, kita masih bisa melakukan penghijauan. Luasan laut itu berkurang disebabkan oleh ... polusi. Dimana kita tidak secara pasti juga dapat menerakan nilai tertentu mengenai pengurangannya, oleh sebab keberadaannya yang telah tersebar sedemikian rupa di seluruh penjuru dunia. Kita hanya bisa mengatakan bahwa itu berkurang dengan jumlah yang cukup signifikan, dengan keberadaan banyak kota yang ada di pinggir pantai, proses penambangan (yang tidak setiap saat dapat kita pantau kelaikan dari proses pengolahan limbahnya), sampah-polusi baik itu yang berasal dari berbagai kecelakaan di laut, ataupun juga yang berasal dari limpahan air sungai.
Balasan post inovator.4id
Bukan 'gan, bukan salah kamar. Thread ini tercipta (ceeilee ...), berdasarkan berbagai berita yang ada mengenai perkembangan kondisi bumi saat ini.
Dari situ, saya kemudian memunculkan si character opurtunis saya, dan bukan untuk sekedar mendompleng kayak "virus" ... yang mana membuat yang didomplengi menjadi tambah sakit, tapi cenderung mendompleng kayak "vaksin". emoticon-Big Grin

Tapi tentunya kemudian saya jadi bertanya-tanya pula, apa kiranya yang didapat oleh si "vaksin" ini kok mau-maunya ditaruh disitu. Karena kalau diibaratkan seperti seseorang yang lagi 'numpang mobil dalam suatu perjalanan, jelas sekali kalau orang yang 'numpang itu kemudian mendapat keuntungan yaitu bisa pergi ketempat yang ia tuju ...

Sekaligus ..., saya mempertanyakan, kebenaran dari apa yang dikemukakan oleh sebagian orang yang mengaku bijak.

You must always have to learn
You've work hard to fill that urn
Even if your spine feel like to burn
So then you can get a high earn


Bila "a high earn" itu tak terealisasi ..., berarti apa yang mereka katakan hanyalah kebohongan semata. Beware ...
emoticon-Big Grin

...
Bullshit are just a bullshit, even if it put in a golden box

...
Dan pliss... jangan sebut pahala dan surga segala macam ..., tuh ... orang sampai ada yang bom-boman karenanya ...

Mau ditambahin lagi ?

- Secara moral dan etika, plus prinsip hidup saya, melarang saya untuk mempatenkannya. Dan saya memang tidak akan mempatenkannya. Namun, orang tua saya sudah renta, beberapa kali mereka sakit, dan saya hanya bisa mengirim doa untuk mereka. Bahkan saya juga jarang menunjukkan batang hidung saya di hadapan mereka, semata karena saya tidak ingin membebani pikiran mereka dengan nasib anaknya yang satu ini. Hanya bisa mengirimkan doa, padahal saya sebagai manusia seharusnya mempunyai kemampuan lebih dari itu. Apa gunanya jadi manusia ?

- Dua, mungkin telah diketahui bersama, bahwa global warming telah berusaha disangkal oleh sebagian pihak. Mungkin kemudian ada pihak yang berusaha menyalahkan hal itu atas kehadiran manusia di bumi ini. Tapi patut diingat, bahwa manusia ini mengada di bumi ini dengan alasan tertentu. Kehadirannya bukanlah sesuatu yang tidak dikehendaki oleh alam. Namun ketika keserakahan, tamak, mendominasi pikiran mereka, atau karena mereka ingin hepi aja, timbullah tindakan-tindakan yang diluar batas yang dapat ditanggung oleh alam. Bisa dibaca di berbagai berita, berapa banyak yang telah meninggal karenanya.
Apa yang saya tawarkan adalah upaya redemption mengenainya. Saya tidak menjualnya, sebagaimana yang telah saya kemukakan diatas. Tapi kita juga bicara mengenai keserakahan dan ketamakan pihak tertentu ...
Ya ?

Sebagai langkah-langkah tambahan yang dapat dilakukan sekitar masalah ini ...
Usulkan ke pusat, agar pajak untuk jenis usaha perkebunan agar dinaikkan. Namun ... beri solusi pula kepada mereka, agar bisa menambah penghasilan mereka. Dengan metoda yang saya kemukakan.
Hal yang sama perlu diterapkan dengan pertimbangan besarannya, untuk pengusaha hasil hutan, atau pertambangan yang mana cenderung merusak hutan.
Kiranya itu kemudian nantinya bisa dipakai menambal kekurangan dana untuk BPJS ataupun sektor lain yang harus menyediakan anggaran tambahan guna menyikapi perubahan iklim yang saat ini terjadi.


...
For someone ... : Aku sudah mencoba sebisaku, tapi bukanlah aku yang dapat menentukan hasilnya.

Boleh nggak aku nyanyi "I live my life for you"-nya Firehouse ?

Peeeace 4 all ...
Diubah oleh bingsunyata
nais inpoh
profile-picture
rindudihati memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di