CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Per Januari, BPS Masukkan Tarif Ojol ke Perhitungan Inflasi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e3f8fa54601cf52ba50974e/per-januari-bps-masukkan-tarif-ojol-ke-perhitungan-inflasi

Per Januari, BPS Masukkan Tarif Ojol ke Perhitungan Inflasi

 Per Januari, BPS Masukkan Tarif Ojol ke Perhitungan Inflasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) sudah memasukkan tarif transportasi online sebagai basis perhitungan inflasi atau Indeks Harga Konsumen (IHK) per Januari 2020. Pemutakhiran data dilakukan seiring dengan perubahan pola konsumsi masyarakat Indonesia yang kini sudah mulai beralih ke gaya hidup digital.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, per Januari 2020, BPS mengacu pada data tahun dasar 2018 dari yang semula tahun dasar 2012. Untuk basis baru ini, pemerintah memasukkan 98 komoditas baru yang kini banyak dikonsumsi.

"Kami menghitung tarif kendaraan roda dua dan roda empat yang menggunakan aplikasi Gojek dan Grab," ujarnya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (3/2).

Kebijakan tersebut seiring dengan ketentuan internasional dalam Classification of Individual Consumption According to Purpose (COICOP) 2018. Sebelumnya, BPS menggunakan basis COICOP 1999.

Selain transportasi online, BPS juga memasukkan aksesoris ponsel seperti charger dan power bank dalam perhitungan inflasi. Jasa penitipan anak (day care) yang sekarang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat perkotaan turut disertakan dalam perhitungan.

Tidak hanya menambahkan, Suhariyanto menambahkan, BPS juga menghapus 101 komoditas yang dinilai tidak relevan dengan konsumsi masyarakat saat ini. Di antaranya, pembelian kalkulator, biaya Puskesmas dan Compact Disc (CD)/ kaset dan lainnya.

"Ada juga biaya pengiriman surat yang kini sudah diganti dengan teknologi," tuturnya.

Secara total, paket komoditas yang kini digunakan BPS untuk menghitung perkembangan inflasi adalah 835 buah dari sebelumnya 859 buah. Paket komoditas terbanyak ada di Jakarta sebanyak 473 barang dan jasa, sedangkan kota dengan jumlah paket komoditas paling sedikit berada di Sintang yang merupakan kota baru dengan total 248 komoditas barang dan jasa.

Cakupan kota pun bertambah, dari semula 82 kota pada IHK 2012 menjadi 90 kota pada IHK 2018. Survei ini dilaksanakan di daerah perkotaan dengan total sampel sebanyak 141.600 rumah tangga.

"Pemilihan kotanya berdasarkan pertumbuhan yang signifikan dan yang punya kegiatan ekonomi banyak," kata Suhariyanto.

Selain perubahan cakupan, tahun dasar 2018 juga mengalami perubahan dari sisi pengelompokkan komoditas. Secara nasional, kini BPS melakukan pengelompokkan ke 11 kelompok dengan 43 sub kelompok dari sebelumnya tujuh kelompok dengan 35 sub kelompok.

Meski berubah, Suhariyanto mengatakan, nilai inflasi pada tahun-tahun sebelumnya tidak mengalami perubahan signifikan apabila dihitung menggunakan tahun dasar 2018. Ia memberikan contoh, inflasi pada tahun 2018.

"Kalau kita hitung pakai tahun dasar 2012, besarannya 3,13 persen, dan kita ulang dengan tahun dasar baru, turun sedikit menjadi 3,11 persen," ucapnya.

Direktur Statistik Harga BPS Nurul Hasanuddin menjelaskan, pergeseran ini merefleksikan perubahan konsumsi masyarakat dari sisi jasa. Salah satunya tergambarkan dari kenaikan bobot sejumlah komoditas yang signifikan seperti biaya pulsa ponsel dari semula 2,28 menjadi 2,54 dan biaya langganan internet dari 0,19 menjadi 0,91.

Perubahan ini juga tergambarkan dari kontribusi makanan yang menurun pada perhitungan dengan tahun dasar 2018. Semula, pada tahun dasar 2012, kontribusi makanan adalah 35,04 persen terhadap survei biaya hidup (SBH) yang menjadi dasar perhitungan inflasi. Kini, nilainya menjadi 33,68 persen.

"Sedangkan, nonmakanannya naik dari 64,96 persen menjadi 66,32 persen," kata Hasan.

Ke depannya, Hasan mengatakan, BPS juga akan memasukkan biaya jasa pengantaran makanan/ minuman online. Tapi, BPS harus mematangkan dasar perhitungan mengingat basis ini menjadi sesuatu yang baru.

Pemutakhiran tahun dasar dilakukan berdasarkan Survei Biaya Hidup (SBH) yang dilakukan selama 2018. Selain COICOP 2018, perubahan metodologi juga merujuk pada Consumer Price Index Manual: Theory and Practice 2004, Practical Guide to Producing Consumer Price Indices 2009 dan Consumer Price Index Manual: Concepts and Methods 2019.

https://republika.co.id/berita/q54ep...tungan-inflasi

emoticon-Belgia emoticon-Shakehand2
jadi gitu alasan nya
Yg jd dilema tarif ojol naik penumpang bs menyebabkan turun ga?......

Tarif ojol emang murah tp sebenernya klo smpe dpt bonus pencapaian jatuhnya tarif gojek mahal.
Klo d itung dpt bonus 30 poin minimal 450 rb udah d kantong. Klo ambil jarakga pilih2 bisa 650 - 500

Klo bonus 24 bs dpt 350rb -450 rb

Klo bonus 22 ato 18 bs dpt 250-350


Makanya klo gojek itu cm buat nyambi jatuhnya rugi. Tp klo full time selalu dpt bonus tarif murah d tutup bonus
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan jkwselalub3n4r memberi reputasi
Diubah oleh smogal
akibat aturan goblok pemerintah yg ikut campur tarif ojol.
Quote:


Justru itu bentuk kepedulian dan perlindungan pemerintah terhadap Driver dan konsumen ojol, agar aplikasi tdk bisa seenaknya sendiri tentuin tarif
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post KRAVZHENKO
Quote:


salah oy.

dr awal KOMINFO harusnya keluarin aturan buat aplikator.

jadi gojek pertama berdiri itu tanda kutip "tidak tersentuh" krn emg gada aturannya waktu itu.

emoticon-Cape d...

diatur jumlahnya, bgmn hub mitra >< aplikator, verifikasi data (menghindari tindak kejahatan).

bkn udah booming/meledak sampai akhirnya demo,trs KEMENHUB yg turun tangan sekarang.

udah salah konsep yg harusnya buat nyambi jadi pokok, aturannya pun ga lgsg keluar.

emoticon-Cape d...

sekarang mah aturan krn "dadakan".

ini mirip kaya kebijakan daftsr sim card yg awal-awal sampai akhirnya 3-4 revisi.

bedanya kalau simcard udah ada bbrl aturan sebelumny terkait provider, kl aplikator blm ada sama sekali dulu.

emoticon-Ngakak
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Quote:


Tapi kayanya emang di kebanyakan negara aturan itu kalah cepet sama teknologi... Karena aturan sepertinya dibuat based on keluhan alias trial error...
Namun semenjak diatur oleh Pemerintah, Tarifnya memang naik sich emoticon-Malu
Apa iya kalo Pemerintah ngga campur tangan mengenai tarif, Aplikator bisa seenaknya? Kalo Pemerintah tidak ikut campur, sudah pasti jelas akan ada Perang Tarif. Kalo Perang Tarif sich biasanya adu murah-murahan hehehehe... emoticon-Leh Uga

Bagi masyarakat (pada umumnya), yang penting ialah Tarifnya Murah terlebih lagi kalo banyak promo emoticon-Ultah
besar kemungkinan tarif ojol naik 2 kali setahun


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di