CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Hewan hingga Kerusakan Alam, Misteri Pemicu Virus Corona 2019-nCoV
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e3f641510d2951c4c0c008f/hewan-hingga-kerusakan-alam-misteri-pemicu-virus-corona-2019-ncov

Hewan hingga Kerusakan Alam, Misteri Pemicu Virus Corona 2019-nCoV

Tak ada yang tahu pasti bagaimana virus corona baru atau novel coronavirus (2019-nCoV) bermula. Tiba-tiba ia mewabah, dari Wuhan di China hingga lintas benua ke sejumlah negara. Hingga pukul 21.00 WIB, Jumat 7 Februari 2010, sudah ada 31.523 kasus yang terkonfirmasi, dengan 638 orang meninggal, dan 1.764 pulih.

Sebuah pasar di Wuhan jadi 'tersangka'. Yakni Pasar Grosir Makanan Laut Huanan, yang ternyata tak hanya menjual hasil tangkapan nelayan, tapi juga daging, ayam, kelelawar, ular, kelinci, tikus, dan hewan liar lainnya. Dalam kondisi hidup dan mati. Salah satu pelanggannya, pria berusia 61 tahun, menjadi orang pertama yang meninggal dunia akibat virus corona baru itu.


Hasil riset sementara menyebut penyebaran 2019-nCoV diduga bersumber dari kelelawar atau ular. Belakangan, trenggiling (pangolin) diduga sebagai perantara, demikian hasil riset South China Agricultural University seperti dikutip dari Xinhua.

Untuk mendapatkan titik terang terkait Virus Corona (2019-nCoV), Liputan6.com mewawancarai ahli mikrobiologi dari  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sugiyono Saputra.

Ia menjelaskan, virus corona baru, atau disebut juga novel coronavirus, memiliki tingkat penyebaran yang jauh lebih tinggi dibandingkan SARS. Itu yang memicu kekhawatiran. Namun, untungnya, sejauh ini tingkat kematian yang diakibatkannya relatif rendah.

“SARS fatality-nya ada range sekitar 9-15 persen, kalau yang novel coronavirus ini sekitar masih di bawah 3 persen, tapi ini terus berkembang terus,” ungkap Sugiyono kepada Liputan6.com di Kantor LIPI Cibinong, Bogor, Senin (3/2/2020).

“Tapi satu hal bahwa novel coronavirus ini memiliki reproduction number yang tinggi, artinya kecepatan penyebarannya lebih tinggi dari SARS,” lanjut dia.

Sebagai salah satu yang terdepan dalam memastikan kesiapan Tanah Air menghadapi potensi wabah, LIPI memiliki fasilitas bertaraf internasional. Laboratorium Biosafety Level 3 (BSL-3) yang dimilikinya mampu meneliti virus corona, meski hingga saat ini belum ada sampel untuk diteliti. Virus itu belum masuk ke Indonesia, dan semoga tidak akan ditemukan.

Atas alasan biosafety, laboratorium BSL-3 milik LIPI terbatas untuk mata publik.


Hewan hingga Kerusakan Alam, Misteri Pemicu Virus Corona 2019-nCoV

Sebenarnya, dari mana asal virus corona? Sugiyono menjabarkan, virus corona -- dalam arti lebih luas -- sesungguhnya umum terdapat pada hewan berdarah panas.

“Berdasarkan analisis fosil, molecular, dan bioinformatika, last common ancestor dari coronavirus yang menginfeksi mamalia dan burung diperkirakan berasal dari sekitar 300 juta tahun yang lalu,” papar dia.

Namun, virus corona baru pertama kali terdeteksi pada manusia di pertengahan tahun 1960. Ada sekitar 40 jenis virus corona yang sudah terdeteksi di dunia, 7 diantaranya dapat menginfeksi manusia, dan 3 terbukti telah menyebabkan wabah yang menggemparkan dunia.

Yaitu SARS (2002-2003), MERS (2013), dan novel coronavirus atau 2019-nCoV (2019-2020).

“Kalau tidak salah, 5 di antaranya (dari 7 yang bisa menginfeksi manusia) reservoir alaminya adalah kelelawar, sedangkan dua lainnya itu berasal dari tikus,” ucap Sugiyono.

Virus ini juga tak selalu ditularkan langsung dari reservoir alaminya. Pada kasus virus SARS di tahun 2002-2003, virus ini ditularkan melalui hewan perantara terlebih dahulu. Yakni seperti musang, ular, ataupun trenggiling.

“Jadi trenggiling ini termasuk yang diperjualbelikan juga di pasar di Wuhan sana, jadi bisa saja trenggiling diambil dari alam yang memang sudah berinteraksi dengan kelelawar, sehingga trenggiling mendapatkan virus tersebut dari kelelawar itu,” ujarnya.

“Dan ketika dia diperjualbelikan di pasar, nah dia akhirnya bisa menginfeksi ke manusia,” sambung Sugiyono.

Namun untuk kasus virus corona baru, para peneliti masih berargumen apabila virus ini ditularkan langsung dari kelelawar ke manusia, atau melalui hewan perantara terlebih dahulu.

Lalu, mengapa virus ini bisa muncul di China dan bukan negara lain? Padahal, banyak negara di Asia juga memiliki populasi hewan yang menjadi reservoir alami virus corona.

"Yang pertama, China itu merupakan salah satu negara dengan biodiversity kelelawar yang tinggi di dunia, jadi memang dari situlah sumber begitu banyak kelelawar, ditambah juga dengan berbagai diversity dari patogen yang mereka bawa," ungkap Sugiyono.

Dia memastikan, jenis kelelawar yang menjadi penyebar virus SARS saat tahun 2002-2003 di China tidak ada di Indonesia. Begitu juga dengan jenis ular yang diduga menjadi perantara virus tersebut.

"Jadi ada hasil penelitian yang mengatakan kalau coronavirus ini ada perantaranya, nah perantara itu dari dua jenis ular yang ada di China. Tapi, jenis ular ini tidak ada di Indonesia sebetulnya, yaitu Naja atra (Chinese cobra) dan Bungarus multicinctus (Taiwanese krait)," Sugiyono menambahkan.


Penyebab Mutasi dan Penyebaran

Sugiyono menyebutkan bahwa ada beberapa faktor yang dapat memicu mutasi. Yaitu mulai dari tingginya tingkat toksisitas di suatu daerah, seleksi genetik alam, hingga proses penambangan atau aktivitas manusia yang merusak lingkungan.

“Sebagai salah satu contohnya, ketika pada kasus SARS di tahun 2002-2003, ada sebuah penelitian lanjutan yang dipublikasikan pada tahun 2009. Waktu itu dijelaskan bahwa memang di kawasan Guangdong yang menjadi tempat tingginya diversitas dari kelelawar itu terdapat tingkat tokisitas yang tinggi,” tutur dia.

“Itu ternyata berasal dari akumulasi penggunaan pestisida di areal persawahan tersebut, yang memang dekat dengan habitat kelelawar,” lanjutnya.

Sugiyono menyatakan, hal itu bisa saja menjadi pemicu proses mutasi. Selain itu, faktor hilangnya habitat alami kelelawar juga menyebabkan virus ini jadi mudah tersebar ke makhluk hidup lain.

“Hewan itu menjadi ekspansi ke luar habitatnya. Itu bisa jadi diakibatkan karena proses deforestasi yang memang mengganggu habitat dari kelelawar, sehingga memudahkan mereka untuk ekspansi keluar dan berinteraksi dengan hewan lain, termasuk juga dengan manusia,” Sugiyono menjelaskan.

Menurutnya, kelelawar memang dikenal sebagai hewan yang membawa banyak potensi patogen, baik virus maupun bakteri. Beberapa penyakit yang dibawa oleh kelelawar sendiri adalah ebola, rabies, hantavirus, dan nipah virus.

“Tingginya interaksi itu juga yang mempercepat proses transfer dari patogen itu ke manusia ataupun hewan lain,” tutur Sugiyono.

“Kemudian ditambah juga dengan seleksi alam, proses mutasi yang menyebabkan mereka mendapatkan kemampuan lebih. Artinya, kemampuan untuk dapat menginfeksi hewan lain ataupun kemampuan untuk menginfeksi manusia,” imbuhnya.


https://www.liputan6.com/cek-fakta/r...rona-2019-ncov

janganlah alam dirusak
Coba diteliti jg virus Coronta Idiot N12 udah 7jt yg terjangkit. Asal mulanya dari mn? Untuk awal bisa dimulai penelitian dari yg kos di arab.
profile-picture
profile-picture
Universe.child dan qavir memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Hewan hingga Kerusakan Alam, Misteri Pemicu Virus Corona 2019-nCoV
profile-picture
profile-picture
debuki dan emol memberi reputasi
Balasan post potrek
Quote:


Pendeta AS Sebut Wabah Virus Korona adalah Azab dari Tuhan
https://www.indozone.id/news/r8s4Za/...zab-dari-tuhan
https://www.nature.com/news/inside-the-chinese-lab-poised-to-study-world-s-most-dangerous-pathogens-1.21487


Liat tanggalnya. Liat tempatnya
mungkin sampah plastik penyebnya emoticon-Takutemoticon-Takutemoticon-Takut
virus corona nyalahin ular, kelelawar, tikus
tempo hari juga ada yg bilang banjir salah laut, gorong2, badai la nina
dunia makin berkembang, makin maju, manusia makin bertambah, penyakit juga makin mengerikan
Lihat 1 balasan
Balasan post 54m5u4d183
Quote:


Akibat keserakahan manusia, semua di embat, hutan di rusak polusi merajalela
profile-picture
54m5u4d183 memberi reputasi
Quote:


Ya begitulah
virusnya ISIS..

Quote:


atau....

dari dulu.. virus2 tsb sudah ada.. tapi belum terdeteksi...

karena zaman makin canggih di mana penelitian pun semakin maju.. maka baru sekarang bisa terdeteksi soal virus a, virus b, dll..
profile-picture
54m5u4d183 memberi reputasi
Quote:


Bisa jadi si
Kelelawar, codhot, lawa, pokoknya perkampretan jangan dimakan...
yang jadi misteri.

dari awal rumor - aman2 saja hny orang tua meninggal - pas central/pemerintah pusat china ngomong besoknya kasus nya langsung meningkat.

ini misteri sekali emoticon-Big Grin

belum lagi potret sama rekaman amatir yg beredar, bisa beda dengan pernyataan otoritas di awal-awal.

ini juga misteri emoticon-Big Grin

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak


banyak misteri emang disana emoticon-Takut

Hewan hingga Kerusakan Alam, Misteri Pemicu Virus Corona 2019-nCoV
Yang paling penting itu hindari babi gurun
Kasih rakit gratis aja biar kembali ke habitat nya di wuhan dan gurun gobi.

Dijamin Indonesia akan terhindar dari virus corona.
Quote:


Mungkin iya mungkin tidak.tpi yg pasti virus mematikan ini baru klo gak baru gak mungkin nyebar saat ini

Virus pun ane rasa dinamis seberjalannya waktu
Sebelum terlambat, ada baiknya kita juga mulai "nyadar" akan praktek2 yg membahayakan lingkungan sekitar terkait penyebaran virus dan bakteri..

Yang gw maksudkan adalah praktek "BUANG BANGKE TIKUS KE JALAN RAYA"

Itu praktek apaan coba? Cuman bantu nyebar2in penyakit..
Kalo si tikus dah ketangkap, mending ditanam di dalam tanah atau bungkus yg rapat agar dibuang ke TPS.. Jangan juga asal dibuang, karena kadang dibawa lari oleh kucing/anjing liar..

Intinya, belajar dr kasus Wuhan, kita juga mesti mewaspadai lingkungan kita dr perilaku hewan2 liar..
Quote:


Virus Corona emang udah ada sejak dulu
Disebutkan jg ada 7 dari 40 jenis virus Corona yg dapat menginfeksi manusia tp mutasi yg terjadi akhir2 ini akibat dr akumalasi jumlah pestisida yang masuk ke dalam tubuh kelelawar dan ular

Kelelawar makam serangga yg terkena peptisida dan ular makan kelelawar yg makan serangga yg makan serangga peptisida sehingga virus Corona bermutasi

Dan terakhir manusia makan ular dan kelelawar
profile-picture
khayalan memberi reputasi
Quote:


Paling bagus di bakar
profile-picture
nievmizzet memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di