CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pemerintah Indonesia Optimal Tangani Virus Corona, Publik Tak Perlu Resah
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e3ec184a727684a4e391daf/pemerintah-indonesia-optimal-tangani-virus-corona-publik-tak-perlu-resah

Pemerintah Indonesia Optimal Tangani Virus Corona, Publik Tak Perlu Resah

Pemerintah Indonesia telah optimal dalam menanggulangi penyebaran Virus Corona. Kesiapan tersebut ditunjang oleh infrastruktur medis, standar operasional, dan tenaga kesehatan profesional, sehingga publik diharapkan tidak perlu resah dalam menyikapi wabah dari China tersebut.
Virus bernama Corona saat ini tengah menggegerkan dunia. Virus yang diduga berasal dari kota Wuhan, China ini dianggap sangat mematikan. Virus Corona dinilai masih satu keluarga besar dengan virus flu biasa, juga virus yang lebih parah, yakni SARS dan MERS (middle east respiratory syndrom). Virus yang baru ditemukan di Wuhan ini sementara dinamakan novel corona virus atau dengan sebutan 2019-nCoV.
Merebaknya virus baru nyatanya menimbulkan kegemparan global. Penyebarannya sangat cepat sehingga membuat panik banyak negara-negara tetangga. Menurut sejumlah laporan, tercatat sudah ada 80 orang meninggal dunia. Ada 90 WNI yang masih tertahan di Kota Wuhan. Angka korban ini diyakini akan terus meningkat. Dalam hitungan minggu, virus baru ini telah berekspansi ke puluhan provinsi dan melintas ke setidaknya 10 negara. Layaknya negara lainnya, Indonesia juga merasakan kegentingan atas penyebaran virus ini.
Sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ke dua di dunia, Tiongkok bergerak dengan cepat. Minggu pertama Januari, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit segera membentuk satuan tugas manajemen guna menangani insiden ini serta langsung mengaktifkan sistem tanggap darurat.
Langkah awal menyetop aliran pergerakan orang yang terinfeksi melalui karantina dan isolasi. Transportasi penumpang harus dipantau maupun dibatasi. Sebagai informasi, pasar hewan tempat virus 2019-nCoV berasal, diduga terletak dekat salah satu stasiun kereta kota, tempat pemberhentian beberapa kereta dengan kecepatan tinggi. Diasumsikan bahwa orang-orang dan hewan-hewan hidup, berjalan dengan jarak dekat. Maka disimpulkan, sangat mungkin ikut menyebarkan virus ke kota-kota di seluruh Tiongkok. Oleh karena itu, pihak berwenang mendirikan stasiun pemeriksaan demam di setiap terminal udara, bus, dan juga kereta.
WHO memang baru sebatas menyatakan bahwa wabah virus 2019-nCoV ini darurat di Tiongkok, namun belum menjadi darurat global. WHO juga tengah merekomendasikan beberapa langkah praktis dan teknis untuk mencegah penularan epidemi ini. Di antaranya ialah; menghindari kontak dekat dengan penderita demam dan batuk, sering mencuci tangan dengan sabun atau air dengan basis alkohol. Kemudian, penderita jika batuk atau bersin, wajib menggunakan masker, jika menderita demam, batuk, dan sekaligus sesak napas, segera periksa ke dokter dan seterusnya.
Kendati demikian, Kementerian Perhubungan dan stakeholder terkait lainnya, telah meningkatkan kewaspadaan penyebaran virus corona yaitu, dengan menjaga ketat sistem keamanan di bandara maupun pelabuhan. Termasuk imbauan tentang penggunaan masker. Hal tersebut harus dilakukan agar pemerintah tidak kecolongan terhadap penumpang yang datang dari China dan negara-negara yang rentan terhadap virus tersebut.
Tak berhenti disitu, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan, drg R Vensya Sitohan MEpid, menyatakan bahwa setidaknya 135 pintu masuk negara baik melalui jalur laut maupun jalur udara telah disiap-siagakan guna menghadapi dan mengantisipasi penyebaran virus corona di Tanah Air. Setidaknya terdapat 19 wilayah yang paling diperketat.
Selain itu, terdapat tiga tindakan yang dilakukan untuk memperketat pengawasan di bandara dan juga pelabuhan. Khususnya pada para pelancong yang diduga berpotensi membawa virus corona masuk ke Indonesia, yakni dengan cara sebagai berikut.
1. Body Thermal Scanner
Body thermal scanner ini ialah pengukur suhu tubuh, yang wajib dilalui oleh semua penumpang dan kru pesawat yang datang atau akan pergi dari bandara
Deteksi suhu tubuh itu akan memberikan tanda saat seseorang mempunyai kondisi suhu diatas atau lebih dari 38 derajat celcius.
Suhu tubuh yang tinggi inilah yang menjadi salah satu gejala dari virus corona, meskipun bukan berarti orang tersebut pasti positif terpapar virus corona.
2. Pengecekan petugas
Setelah melalui pemeriksaan body thermal scanner, akan ada petugas yang selanjutnya melakukan pengecekan kembali kepada pelancong tersebut. Ketika kondisi tubuhnya berada di atas 38 derajat celcius, maka akan dibawa ke ruang kesehatan serta ditanyai oleh petugas kesehatan.
3. Penanganan medis
Dalam penanganan medis ini, ahli medis akan melakukan penanganan berupa pengobatan atas gejala yang ada. Sebab, virus ini belum terdapat vaksinnya.
Vensya juga menyebutkan sekitar 119 rumah sakit telah disiap siagakan untuk dapat melakukan beragam antisipasi dalam menghadapi jika penyebaran virus corona ini sampai terjadi.
Selain melakukan persiapan kesiagaan di berbagai sektor, diharapkan agar ketika ada dugaan seseorang terinfeksi virus corona di Indonesia, setiap sektor diminta untuk segera melakukan pembaharuan standar operasional prosedur dalam penanganan virus ini.
Lebih lanjut, nantinya setiap negara akan melaporkan bagaimana hasil beserta penanganannya, karena kasus ini merupakan masalah global sehingga harus hadapi dengan tanggap bersama-sama (negara lain), imbuh Anas Ma'ruf, Kepala KKP Kelas I Bandara Soekarno Hatta.
Mengingat, virus ini dinilai cukup mematikan. Upaya pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran virus ini perlu didukung. Yakni, dengan melakukan langkah siaga seperti menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga. Sebab, penyebaran virus Corona ini akan sangat cepat menyerang pada orang-orang dengan imun tubuh yang lemah. Sehingga, dengan mengoptimalkan kondisi kesehatan, berbagai kemungkinan terinfeksi aneka virus dapat ditekan. Semoga saja, Tanah Air tidak terdampak virus yang tengah menjadi kegemparan global ini. Pemerintah juga meminta kepada seluruh warganya untuk tetap tenang, karena telah diupayakan antisipasi secara maksimal.


Sumber: https://pepnews.com/politik/p-515891...ak-perlu-resah
profile-picture
profile-picture
ravandika dan nomorelies memberi reputasi
Kalau bisa sih pemerintah jujur sebenarnya udah masuk belom sudah ada kasus dan korban belum. Jangan sampe org2 pada ambruk di jalanan baru jujur.
profile-picture
mibmobz memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Pemerintah terlalu besar mulut emoticon-Cool
Sok bisa atasi virus korona
Gak baca yg tertular berapa, itu negara lihay kedokteran ato kagak?
Pemerintah Indonesia sok santai

Hiii.. ngeri, Jijik gw emoticon-DP mereka emang kampret
Balasan post kodok.jingga
Kalo sudah masuk juga bisa apa gan, diwuhan kejadian awal desember dalam 3 bulan udah kaya skrg, mudah2an benar kata orang2 kalo iklim hangat disini bikin itu virus cepet mati, jd gak bakalan bikin pandemi
Mana siap infrastruktur? Yg buat karantina aja bikin dadakan (emang tahu bulat 500an). Kalau cm ngandelin RS pernapasan yg dulu itu saya rasa kok belum bagus deh
yg penting alumi 212 dan pas kadrun di garda terdepan, pasti virus corona dan corolla takut


bata dong
profile-picture
Koncong memberi reputasi
Balasan post gigiemaskeren
@gigiemaskeren kan dokter yg pertama kali menyebarkan isu corona juga dituduh hoax. Li wenling ato siapa tuh namanya


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di