CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pengusaha Sawit dan Karet Terpukul Virus Korona
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e3e9b9209b5ca3b4e361ff7/pengusaha-sawit-dan-karet-terpukul-virus-korona

Pengusaha Sawit dan Karet Terpukul Virus Korona

Provinsi Sumatera Selatan menghadapi dampak ekonomi akibat penyebaran virus korona yang bermula dari Wuhan, Tiongkok, dan merebak ke banyak negara, karena daerah itu masih tergantung pada ekspor komoditas seperti karet dan kelapa sawit yang mengalami penurunan harga.

Harga karet Sumatera Selatan merosot hingga 5 persen sepanjang pekan ketiga Januari 2020, baik untuk kadar 60 persen maupun 100 persen, sementara harga sawit turun sebesar 10 persen dari Rp 9.400 menjadi Rp 8.400 pada pekan ini.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil (P2HP) Dinas Perkebunan Sumsel Rudi Arpian di Palembang, Sabtu (8/2/2020), mengatakan harga karet dengan kadar 100 persen mencapai Rp 16.290 per kilogram pada 24 Januari 2020. Harga itu telah turun sebanyak Rp 861 dibandingkan periode 20 Januari 2020.

“Penurunan harga karet ini terjadi pada semua kadar kering karet baik, mulai dari yang kadar 40 persen hingga untuk karet kadar 100 persen,” kata dia.

Ia mengatakan wabah virus korona di Tiongkok telah membuat kegiatan ekonomi di negara tersebut terhenti. Kondisi ini tentu mempengaruhi perekonomian Sumsel karena negara tujuan ekspor utama untuk karet alam yakni Tiongkok.

Sebelumnya dia mengemukakan, permintaan dari industri ban diprediksi meningkat 1,5 persen sepanjang 2020 akibat pulihnya perdagangan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Namun kondisi pasar global menjadi tak menentu akibat mewabahnya virus korona.

Sama halnya dengan komoditas sawit yakni terjadi penurunan harga tender Kantor Bersama Komoditas sebesar 10 persen dari Rp9.400 menjadi Rp8.400 pada pekan ini.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menilai penurunan harga kelapa sawit sejak dua pekan lalu hanya bersifat sementara karena dipengaruhi sentimen negatif atas merebaknya virus corona.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumsel Alex Sugiarto mengatakan, para pengusaha berkeyakinan bahwa setelah virus ini tertanggulangi maka harga akan pulih kembali.

“Ini bersifat sementara, karena diakui saat ini perekonomian Tiongkok sedang lumpuh akibat banyak kota diisolasi. Sementara di sisi lain, Tiongkok menjadi tujuan ekspor terbesar negara-negara penghasil sawit,” kata dia.

Ia mengatakan banyak hal yang memperkuat bahwa sejatinya harga sawit pulih pada 2020, salah satunya adanya pemanfaatan sawit menjadi bahan bakar solar (bio solar) B20 dan B30 di dalam negeri Indonesia. Upaya ini membuat terjadi penyerapan sebesar 9 juta ton dari total produksi dalam negeri sebesar 51 juta ton pada 2019.

Namun, adanya kejadian tak diduga yakni merebaknya virus korona sejak awal 2020 membuat terjadi pergolakan harga. Menurut dia, para pengusaha harus mensiasati keadaan ini dengan efisiensi dalam menjalankan bisnis mengingat keadaan ini belum mereda.

Harus diakui, ia melanjutkan, Tiongkok saat ini memiliki pengaruh luar biasa pada perekonomian dunia karena berkontribusi hingga 17 persen, berbeda saat virus SARS menjangkit dunia yakni hanya 4 persen.

https://www.beritasatu.com/ekonomi/5...l-virus-korona

Ini azab apa cobaan?
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
tentara awwlownya si habeeb nopel sakti sekali ya.
Kena dampak juga ya sektor perkebunan
Lihat 1 balasan
Pengusaha bawang putih yang stoknya banyak sebelum stop impor,cuan gede.
Quote:


kalau saja minimal sampai Maret besok wabah belum mereda, dan aktivitas warga dan ekonomi di China belum normal... ekonomi dunia yg saling kait mengait satu sama lain (Globalisasi) akan berguncang, ekonomi dunia berkontraksi emoticon-Takut (S)

Indonesia banyak impor barang modal dr sana untuk manufaktur barang jadi nya... belum lagi barang jadi, makanan, dll
kalau mainan ma pacul sih bodo amat lah emoticon-Big Grin

Belum lagi eksport Indonesia yg banyak ke China juga sama, harga minyak udah mulai merosost karena demand dr China mulai turun
Industri manufaktur dunia juga mulai seret setelah akhir Januari dr China stop pengiriman barang2 pendukung manufaktur dunia emoticon-Malu

bayangkan kalau setahun penuh emoticon-Ngacir
profile-picture
54m5u4d183 memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Balasan post Uthe18
Quote:


om the, ekspor kita paling banyak ditopang pake apa kalo sama China emoticon-Amazed
Balasan post killergodnana
Quote:


@killergodnana

ada batubara, minyak sawit, gas LNG, bubur kertas, biji besi (rata2 emang mentah), lalu ada juga produk Holtikultura yg eksotis tropis kaya Nanas, Manggis, Durian, dll emoticon-Smilie

yang paling penting sih rare earth yg jadi "roh" barang hightech dunia untuk chipset, 70% di supply China
meski negara lain termasuk Indonesia juga ada tapi tak bisa dalam waktu 1-3 bulan langsung menggantikan pasokan China ke dunia emoticon-Amazed
profile-picture
54m5u4d183 memberi reputasi
Balasan post 54m5u4d183
Quote:


dengan adanya virus orona ini . . . terkuaklah banyak kegagalan pemerintah saat ini . . .

gagal swasembada pangan . . . impor bawang putih . . .
Impor primata dari cina . . .
ribuan pekerja cina di Indonesia . . .
sekarang sawit dan karet . . .ternyata diekspor dalam bentuk "mentah"

profile-picture
wismangan memberi reputasi
Balasan post Uthe18
Quote:


Rata-rata masih ekspor Raw Material ya, belum ekpsor barang setengah jadi/jadi emoticon-Belo

Rare earth disini apa emangnya emoticon-Embarrassment
Balasan post killergodnana
Quote:


rare earth itu d pakai buat chipset, memory, processor, LCD, dll
meskipun negara lain ada, tapi gak se efisien China dalam produksinya, akhirnya harga gak akan bisa bersaing ma produk mereka...
ibarat kata Indo menambang sendiri (banyak di Belitung) lalu ekspor keluar dengan harga US$30 dengan untung tipis tapi China bisa jual US$12 dan masih ada untung emoticon-Amazed

udah jelas kan industri dunia pilih yg mana ?
makanya Jepang, Australia, USA, Eropa pun lebih memilih beli aja dr China drpd menambang sendiri karena bakalan gak kompetitif kalau adu harga ma China emoticon-Ngacir

ekspor barang jadi ke China itu juga ada kok, tuh hasil kerajinan tangan, meubel (salah satunya perusahaan meubel Presiden) emoticon-Ngacir
Sumatera emang inflasi kenapa dihubung2kan dengan virus ?emoticon-Bingung
Khan emang jelek kriminalitas tinggi dan ekonomi kacaw
Quote:


Kalau gagal ya diperbaiki, bukankah kegagalan itu keberhasilan yang tertunda
Quote:


Quote:


Cie-cie, ada antonyus tuh, jangan dicuekin dong
Balasan post Uthe18
Quote:


Kalau sampe Maret virus Corona ini masih gak terkendali, gmn jadinya ekspor 'roh' barang-barang elektronik tersebut ya emoticon-Bingung (S)

Dan kita untung apa dari distopnya ekspor barang-barang China emoticon-Ultah

Quote:


Tanggapin dengan sabar aja gan emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
Uthe18 dan 54m5u4d183 memberi reputasi
Diubah oleh killergodnana
disamping bisa menular lewat pernapasan,virus korona jg bisa memukul
mana nih suara yg ngomong azab azab??? kemari lo
negeri kita sekarang kena imbas nya
azab juga ??? dasar goblok tuh yg ngomong azab

Pengusaha Sawit dan Karet Terpukul Virus Korona
Quote:


Wah Yang di quote antonyus, jangan lupa diajak mojok ya..
emoticon-Leh Uga
Balasan post killergodnana
Quote:


kalau sampai minimal Maret belum teratasi...
kita ambil contoh saja, pabrik Hyundai di Ulsan Korsel, Ssangyong, dan KIA stop produksi karena ketiadaan pasokan sparepart dr China
https://www.indozone.id/otomotif/8Js...duksi/read-all

Lalu juga perusahaan Apple yg juga ikutan terganggu karena pasokan sparepart dr FoxCon (supplier IT terbesar di dunia) terhenti
https://www.cnnindonesia.com/teknolo...orona-di-china

itu semua baru rantai produksi, belum lagi kita bicara PASAR China yg sangat raksasa di berbagai bidang, misal saja pasar Film2 Hollywood dimana pasar China kini terbesar setelah pasar Amerika Utara
https://tirto.id/hollywood-siap-mema...asar-asia-cDo5
lalu belum lagi pasar pariwisata dr penduduk China ke seluruh dunia, dimana 2016 saja ada 135jt orang. Dengan adanya pelarangan dari/ke China dr berbagai negara (termasuk Indonesia) di dunia menyebabkan sektor wisata bakalan terkena dampak signifikan
https://travel.tempo.co/read/1134195...a/full&view=ok

dan lain2nya

untung nya, setidaknya untuk manufactur lowtech Indonesia, kini saatnya menggantikan pasar yg kosng disana, misalnya mainan2 dr plastik atau kayu yg selama ini kalah emoticon-Smilie
Belum lagi banyak perdagangan marketplace yg ternyata kirim langsung dr China ke pelanggan di Indo emoticon-Gila

dan yg tak kalah juga, semoga petasan Indonesia kembali d senangi masyarakat (petasan cabe rawit, Leo, tempe, teko, petasan banting, dll) kaya jaman gw sekolah dulu tahun 80-90an, bukan kembang api kaya sekarang yg made in China semua emoticon-Ngacir
Quote:


Asyiap
Balasan post Uthe18
Quote:


Berarti dunia mengalami kerugian yang cukup besar ya

Harusnya disini udah bisa ciptain kebutuhan sendiri, masa iya paku, peniti, gunting kuku, baju dll masih impor emoticon-Hammer
Knp gak export ke semenanjung Arab gan?


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di