CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e3e648828c9911b3b22c52d/mengubah-dunia-lain

Mengubah dunia lain


Quote:




PROLOG

"paduka kaisar... permaisuri telah tiada.... dan kelahiran anak anda telah lumpuh dan bisu..."

Suara itu sangat lemah dan lembut, seperti membaca sebuah dongeng, walaupun suaranya sangat kecil tetapi sangat jelas didengar oleh kuping kaisar ia tidak bisa berhenti membatu karena anaknya yang cacat.

Paduka Kaisar Kinbara, merupakan sosok yang baik hati dan menyayangi istrinya dengan tulus semua rakyat juga tau tentang kebaikannya, tetapi mendengar perkataan penyihir tua ia menjadi sorot matanya mejadi gelap, sebuah takdir buruk yang menimpa secara beruntun.

Dan kaisar memberi nama anaknya "Malkuth Kinbara." arti Malkuth merupakan  dunia baru.

Beberapa hari kemudian berita tentang anak sang raja cacat telah tesebar diseluruh benua, dari kalangan atas maupun bawah mereka selalu membahas musibah sangkaisar.

Tetapi sang kaisar membuat dirinya semakin malu mental maupun rohaninya.

Setelah istri telah tiada, kaisar memutuskan untuk menikah lagi dari keluarga bangsawan yang telah membantu banyak kerajaan.

tahun demi tahun telah berlalu sang kaisar telah di karuniai seorang anak yang sehat dan sekarang kaisar memiliki empat anak dari istri keduanya.

Kaisar memutuskan untuk mengasingkan anak dari istri utama dikota perbatasan ia merasa terganggu oleh kehadirannya di istana.

Tetapi di kota perbatasan Hodblumz merupakan kota miskin.

Perekonomian di kota Hodblumz sangat buruk, walaupun kotanya sangat kecil tetapi setiap bulannya akan akan ada banyak korban jiwa yang telah mati karena kelaparan.
Tetapi raja tidak ingin anaknya mati kelaparan ia juga takut jika membunuh anaknya yang tidak bersalah, ia membuat keputusan untuk mengirim makanan sebulan sekali dan memberi pengawalan yang terjamin kesalamatannya.

Kaisar yakin bahwa kota Hodblumz kota paling aman menrut dia, karena kota Hodblumz kota yang miskin, ia berasumsi orang luar tidak akan mengambilnya kota miskin itu.


Walaupun raja mengasingkan putranya dia merasa sakit di dalam hatinya, karena ia tidak pernah berbuat apapun maupun menatap mukanya putranya selama 12 tahun ia juga tidak mengantar putranya hanya melihat dari kejauhan dari celah  cendela  istana, maupun saudaranya tidak ada yang datang untuk mengantarnya......
maaf gan, lagi belajar menulis mohon koreksinya
Chapter 1 Menjadi seorang pangeran.

"Pangeran apa anda baik-baik saja!?"

Dharma merasa dirinya ada yang memanggilnya, seperti memanggil anaknya yang sedang terjatuh dari taman anak-anak.

Dharma membuka matanya perlahan-lahan melihat sekitar kanan dan kiri, adegan yang familiar tidak ada, seperti anak-anak yang sedang melakukan latihan pencak silat tidak ada, dan ia juga tidak menggunakan pakian bela dirinya melainkan pakian yang aneh. Dharma mengoreksi pikirannya lagi ia mengingat dengan jelas ia telah di larikan kerumah sakit setelah melakukan latihan, tapi ia tidak mengetahuinya penyebab Dharma di larikan kerumah sakit, setelah itu ia tidak mengingatnya lagi.

Dharma berpikir keras apakah dirinya telah mati kehidupan sebelumnnya atau hanya diculik, Dharma beramsumsi dirinya telah mati, ia merasa kasian meninggalkan kakeknya sedang mengajar anak – anak pencak silat sendirian tidak ada yang membantunya.

Dharma hanya berdiam saja merenungkan yang barusan terjadi sekarang dan kembali kesadarannya ia melihat disekitar ada dua pelayan dan kakek tua yang sedang membantunya untuk kembali ketempat tidur.

"pangeran apa anda baik-baik saja" kakek tua itu berkata dengan sopan layaknya ia sedang bertemu dengan atasannya.

Dharma hanya berdiam saja, ia masih belum menerima adegan yang terjadi sekarang.

Kakek tua tahu yang biasa dipikirkan pangeran, jika pangeran tidak mau ia akan menggelengkan kepalanya. "Pangeran jika anda baik-baik saja menangguk saja sudah cukup"

"Aku baik saja, Dimana ini?" Karena Dharma merasa penasaran dengan terjadi sekarang.

Saat mendengar pangeran berbicara jantung mereka seakan mau meledak dan dua pelayan lainnya kaget mendengar kata-kata yang dikeluarkan oleh pangeran, sampai menjatuhkan air yang telah ia pegang.

"maafkan kami tuan kami akan segera membereskannya" pelayan tersebut membersihkan dengan panik mereka tidak pernah menyangka pangeran akan berbicara.

Dharma hanya melihat pelayan yang telah menjatuhkan air dan terdiam.

Kakek tua itu melihat mata pangeran, Karena ia tidak mau membuat pangeran menunggu lebih lama lagi ia berkata. "maafkan aku tuan karena terdiam aku akan mejelaskannya." Kakek tua itu menjelaskan ia diasingkan karena lumpuh dan bisu, sangkaisar merasa terganggu dengan adanya keberadan di istana, kakek tua itu memberitahunya panjang kali lebar.

Saat Malkuth mendengar ceritanya ia merasa biasa saja tidak merasa senang maupun sedih.

Kakek tua melihat Malkuth kaget karena tidak sedih maupun senang hanya ekspresi datar.

Malkuth berpikir "Uhhm... hanya itu saja?, baiklah kalian pergi dari sini aku tetap ingin istirahat" Dharma menyuruhu mereka keluar karena ia mengalami rasa aneh dengan pikiranannya maupun hatinya, Dharma merasa mengalami hal yang aneh, ingatan perlahan – lahan tumbuh ia merasa ingatan ini bukan darinya, ia melirik kakek tua.

"kakek tua itu Rechaff, dan pelayan yang sedang berdiri sepertinya bukan pelayan melainkan budak Nivy dan Lunar. Aku telah diberi pelayan sejak aku berumur 5 tahun sedangkan mereka berumur 7 tahun waktu itu. Sepertinya aku telah reinkarnasi di tubuh pangeran Malkuth Kinbara." saat ia ingin melihat – lihat lagi dengan ingatan Malkuth ia telah di potong oleh percakapan Rechaf.

"Baik,tuan." mereka bergegas keluar dari pintu, mereka merasa tidak menerima kejadian yang barusan terjadi. Tetapi melihat sifat pangeran berubah seperti itu membuat bulu kuduk mereka berdiri ia merasa habis melihat yang sesuatu yang tidak wajar terjadi.

Saat Dharma sendiri ia memeriksa ingatannya lagi ia melihat adik-adiknya yang sangat luar biasa, ia mengatur atau membuat sesuatu yang harus dipuji oleh banyak orang, orang normal tidak akan bisa melakukan seperti adik-adiknya. Adik kedua bernama Cranky Kinbara ia bisa membuat pasukan tunduk dibawah kakinya dan memiliki bakat milliter, beladiri dan sihir bertipe api, ia berumur 21 tahun beda dengan Malkuth yang berumur 23 tahun.

Yang ke tiga adik perempuanya Regina Kinbara yang berumur 20 tahun memiliki bakat tentang perekonomian dan hebat melalukan dalam bisnis ia memiliki sihir elemen kayu.

Ke empat adik laki-laki Nuevo Kinbara berumur 19 tahun dan memiliki bakat dalam melakukan penemuan hal baru yang bermanfaat bagi ibuka Demophiz ia juga memiliki sihir elemen logam.

Ke Lima adik perempuannya Flora Kinbara berumur 17 tahun memiliki bakat seperti kakaknya yang ke empat mereka di anggap jenius duo di ibukota Demophiz ia memiliki sihir element air, Mereka semua gampang diingat dengan rambutnya yang mencolok berwarna merah.

Saat Dharma menyadari ingatan Malkuth walaupun ia cacat ia sering membaca buku dan kepalanya penuh denga isi buku seperti perpustakaan berjalan. Dharma menyadari bahwa dunia yang ia tinggali sekarang ini bukan seperti tempat tinggal sebelumnya yang damai dan maju, jika dibadingkan ini seperti abad pertengahan yang memiliki sihir. Dharma melihat ingatan Malkuth yang pernah sempat dibaca oleh Malkuth, dibenua ini memiliki berbagai ras seperti beastman, drawf, elf, manusia, dan terakhir iblis, ke lima ras ini tidak memiliki sesuatu hubungan baik, maupun dekat. tetapi mereka diberkati oleh dewa yang berbeda seperti beastman diberkati oleh dewi Trude,Sedangkan manusia diberkati oleh dewi Freyja,Drawf diberkati oleh dewa Clemyth ,Elf diberkati oleh dewi Aquila, Iblis diberkati oleh dewa Dellons, Peran dewa ini membantu memberikan jalan yang lurus bagi kaumnya.

ketika Dharma membutuhkan jawaban seperti apa, ia telah dijawab oleh ingatan pangeran Malkuth ia sangat berterima kasih sekali.

Ketika Dharma telah menerima informasi yang dibutuh tampa sadar ia tertidur lelap.

Saat keluar dari kamar pangeran Malkuth pelayan wanita berkata "Tuan Rechaf apa anda hanya meninggalkan pangeran seperti itu saja?" ia tahu kedudukanya yang sangat rendah maka dari itu ia menundukkan kepalanya saat berbicara.

"tidak, aku ingin memanggil dokter terlebih dahulu untuk mengecek tubuhnya" Rechaf masih tidak percaya dengan kejadian baru saja terjadi, ia masih kaget dengan perubahan drastis pangeran Malkuth ia sempat berpikir pangeran telah dirasuki, tetapi setelah melihat raut wajah pangeran yang bingung ia buang semua pikiran itu.

"tapi tuan saya sempat merinding melihat pangeran berubah seperti itu" ia berkata dengan tangannya mennggemgam pakiannya.

"ya, aku juga sempat hampir mati berdiri disana" Rechaf berpikir saat pangeran bertanya dimana ini? Ia pertama kali mendengar perkataanya Malkuth.

"baiklah aku akan memanggil dokter, kalian jaga pangeran terlebih dahulu jangan sampai bocor berita pangeran telah menjadi normal."

"baik tuan" dua pelayan berkata dengan serempak.

Setelah Rechaf pergi dari mansion dua gadis ini bergosip tentang pangeran barusan terjadi.

"apakah kau melihat barusan Nivy? Aku sempat kaget pangeran tiba-tiba bergerak dan berbicara padahal aku telah lama tinggal diistana dan merawat pangeran" ia berbicara dengan temannya yang masih menjadi batu karena kaget.

Ia menampar temannya dan berteriak "Nivy!!" setelah melihat kesadaran temannya kembali ia berkata "apa yang terjadi dengan dirimu menjadi patung?"

"Dimana? Ehh... aku telah keluar dari kamar pangeran, ohh kenapa Lunar? Pipi ku sakit kenapa kau memukul ku? Nivy berkata berantakan karena masih shock dengan jadian barusan Ia tampa sadar merintikan air mata.

"apa yang terjadi dengan mu kau berkata tidak beraturan sama sekali dan sekarang kau menangis."ia tampa sadar juga mengikuti tangisannya juga

Mereka berdua tidak mengerti kenapa bisa menangis dengan timing tidak tepat, tetapi mereka sangat senang melihat pangeran kembali normal mereka yang paling tau tentang pangeran selama ini mereka berdua membantu makan, tidur, dan mandi pun juga mereka yang memandikannya dan juga mereka telah menahan hinaan pelayan yang lain dan beban yang tidak masuk akal karena hanya ingin tetap hidup, tetpai mereka hanya bisa menahannya karena mereka berdua sekedar budak untuk pangeran Malkuth.

"aku tidak menyangka telah melihat pangeran kembali normal,kita telah senang, sulit bersama dia." ia berkata merintikan air mata.

"Sama Nivy" ia merasa hatinya penuh dengan emosi yang ia pendam.

Setelah mereka berdua bergosip tetang masalalu matahari telah terbenam menjelang sore, Rechaf telah membawa Dokter untuk memeriksa pangeran Malkuth, ia telah memberi tahu Dokter tersebut tapi dokter itu tidak mempercayainya dan datang untuk mengecek dengan matanya langsung.

*Tok Tok Tok* Ketukan pintu

"Pangeran apakah saya boleh masuk? Saya telah membawah dokter untuk meriksa anda" ia berkata dengan sopan

"masuklah"

Rechaf melihat pangeran sedang membaca buku sambil tiduran dan melihat Nivy dan Lunar sedang berdiri.

Rechaf pikir telah terjadi sesuatu sampai budaknya masuk kedalam kamar pangeran, ia hanya menghiraukannya. Rechaf masih bingung apa yang dipikirkan pangeran ia telah mengikuti Kaisar sudah lama tapi ia pertama kalinya ia tidak bisa membaca pikirannya Malkuth.

Saat Malkuth melihat mereka berdua masuk ia lekas duduk dikasur dan berkata "duduklah kalian berdua"

"Mohon maaf pangeran lancang memegang tubuh anda, saya akan mengeceknya" ia sempat berpikir perkataan Rechaf sudah gila tapi ternyata memang benar pangeran telah kembali normal, saat memeriksa tubuh pangeran, ia berkata "ya pangeran tidak mengalami luka sama sekali"

Saat Rechaf mendengar Dokter bahwa pangeran baik-baik saja ia merasa lega dan ia berkata dalam hatinya "sepertinya aku bisa kembali ke ibukota lagi."

Rechaf berkata "syukurlah tuan muda kembali normal, apa tuan muda ingin kembali lagi ke ibu kota?" ia menjawab dengan terus terang

Tapi Malkuth berkata dengan perkataan yang lain "Nivy, Lunar" ia memanggil budaknya yang telah lama membantunya

"iya, pangeran?" Nivy, Lunar maju kedepan dan berlutut.

"Tak perlu panggil aku pangeran dan berdirilah." semua orang kaget yang mendengar kata ini mereka hampir salah dengar tapi mereka tetap diam untuk menunggu pertakaan selanjutnya "kalian berdua telah merawat diriku dari kalian kecil sampai aku tumbuh dewasa, maupun juga kalian sampai kalian tumbuh dewasa sama dengan seperti ku, tapi kalian lebih tua sedikit dan telah ku anggap kalian kakak ku sendiri sejak pertama kali kita bertemu."

Tubuh Nivy dan Lunar gemetar mendengar perkataan pangeran yang telah mengingat namanya dan merawatnya sampai tumbuh dewasa.

Malkuth melanjutkan perkataannya. "aku akan memberi kalian dua pilihan,pertama aku akan membebaskan kalian dari perbudakan dan menghentikan kerjaan kalian."

Saat mendengar ini jantung mereka hampir copot ia tidak pernah berpikir perbudakannya akan dilepas oleh pangeran yang dulunya cacat, tapi entah kenapa mereka sedih akan segera meninggalkan pangeran, mereka ingin melihat perkembangan pangeran setelah kembali normal, tampa sadar mereka telah memotong percakapannya pangeran dan berkata "satu lagi apa pangeran?"

saat Nivy berkata itu seperti ia lansung menutup mulunya dan ia dimarahi oleh Lunar dengan bisikan "Dasar bodoh!" saat melihat percakapannya dipotong ia melihat Malkuth ia tidak marah maupun tertawa ia hanya tersenyum yang sangat ramah dan membuat mereka berdua tersipu malu.

Dan Dharma melanjutkan perkataannya "kedua kalian bebas dari perbudakan dan tetap bekerja denganku dan juga akan diberikan gaji yang setimpal."

Saat mendengar ini bola mata mereka seperti kaca yang terkena air, dan menangis mereka tampa berpikir Panjang berlutut dan berkata "Aku akan memilih yang kedua!!" mereka membuat heboh sendiri

"Sudah cukup kalian boleh keluar dan bersihkan muka kalian." Malkuth melihat Nivy dan Lunar penuh air mata bahagia, ia melihat saja telah senang.

Rechaf kaget yang dipikirkan pangeran diluar dugaanya maupun Dokter perkataannya yang sebelumnya belum dijawab ia malah mejawab membuat pertanyaan ke budaknya.

"Sekarang giliran Rechaf dan Dokter Danz, kalian berdua merupakan lahir dari ibu kota dan juga Rechaf memiliki istri yang yang ia cintai tinggal di ibukota Demophiz, maupun Danz merupakan dokter dari militer yang telah mengantar ku kesini dengan komandan Baufortz dengan pasukan 100 infanteri." Malkuth berhenti sejenak untuk menarik nafasnya

Saat Malkuth berhenti sejenak Rechaf dan Danz tertegun mendengar perkataan pangeran ia tidak pernah berpikir ia pangeran mengetahui identitas mereka mereka hanya berpikir pangeran hanya anak cacat tidak akan tahu tentang diri mereka.

Dan Malkuth melanjutkan perkataanya "kalian pasti tidak nyaman dengan perbatasan Hodblumz yang suatu saat kota ini bisa direbut oleh musuh kapan saja, aku akan memberikan ijin kepada kalian untuk kembali ke ibu kota, kalian juga bisa melaporkan tentang keadaanku kepada kaisar bahwa diriku telah membaik, tetapi aku tidak akan kembali ke ibu kota "mereka mendengar percakapan ini, Rechaf dan Danz membuat mereka terkejut sekali lagi, mereka tidak tahu maksud dari pangeran yang tetap tinggal disini membuat hati mereka bergerak tampa sebab.

Rechaf merasa bingung yang dipikirkan pangeran "tapi tuan kenapa anda tidak ingin kembali ke ibu kota" ia penasaran dengan jawabannya

Malkuth menurunkan kakinya dari Kasur dan berdiri, ia berjalan menuju jendela. sinar sore menembusnya kaca tersebut menyinari pangeran dan posisi itu sangat pas jika dilihat oleh orang lain posisi dimana ia seperti telah dikaruniai oleh dewa dan berkata "aku awalnya anak cacat, tapi tiba – tiba anak cacat kembali normal apa yang dipikirkan...." Ia berkata dengan terus terang memberi tahunya kepada ke Rechaf dan Danz

Malkuth melanjutkan perkataanya

"tapi tuan apa hubungannya." Danz menjawab pertannyaan yang membuat bingung dirinya.

"sepertinya kalian belum paham dengan percakapan ku, padahal aku pikirkalian diberitahu oleh kaisar."

Rechaf dan Danz masih berpikir apa yang dipikirkan pangeran ini mereka sempat berpikir mungkin pangeran tidak pernah berbicara membuat dirinya menjadi tidak waras, tetapi perkataan Malkuth bagi mereka tedengar sangat tepat, tapi mereka melupakkannya karena Malkuth telah kembali normal.

Setelah beberapa saat mereka menyadarinya, ketika pangeran kembali normal para bangsawan tidak akan tinggal diam mereka pasti ingin membuat pangeran bergabung dengan fraksinya untuk membantu merebutkan tahta.

mereka baru sadar apa yang dimaksud dengan pangeran. Mereka membuka matanya lebar-lebar mereka tidak menyangka pangeran lebih berpikir jauh kedepannya seolah pangeran telah meramalnya.

Malkuth melihat Rechaf dan Danz telah paham ia berkata "sepertinya kalian sudah paham, maka dari itu aku takut akan terjadi perang saudara dan, tidak lama kemudian ras lain yang kita tidak mengenali sosoknya berusaha untuk menaklukan kita.

Saat mendengar perkataan Malkuth jantung mereka berdetak kencang dan mereka tidak berpikir sampai sejauh itu walaupun itu hanya simulasi saja.

Saat mendengar ini mereka semakin menarik perhatian pangeran dan berharap harus membawanya kembali ke ibukota.

"tapi aku akan tetap tinggal disini, jika aku kembali ibu kota, aku seperti orang luar yang ingin masuk dalam keluarga mereka, setidaknya aku akan tetetap disini dan membangun kota ini secara perlahan."

Rechaf dan Danz mendengar ini harapan meraka merasa kosong.

Setelah percakapan selesai seseorang telah mendengar pecakapan Malkuth dan orang – orang yang didalam kamarnya.

Ia diluar menggunakan zirah perak dan helm tertutup perlahan-lahan ia menjauh dari kamar tersebut. Dan berkata "aku harus melaporkan informasi ini...."





GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di