CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
OM JUANS, TANTE BER, DAN LOUIS - teman masa kecilku yang beda alam - TRUE STORY
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e3e3fa84601cf312c312f33/om-juans-tante-ber-dan-louis---teman-masa-kecilku-yang-beda-alam---true-story

OM JUANS, TANTE BER, DAN LOUIS - teman masa kecilku yang beda alam - TRUE STORY



OM JUANS, TANTE BER, DAN LOUIS - teman masa kecilku yang beda alam - TRUE STORY


32 SERI FROM VOICE MESSAGE 
EPISODE 1 (nama narasumber kami rahasiakan)
Kalian pernah g punya teman masa kecil…

Aku yakin kalian pasti punya dan masih ingat wajahnya…

Begitu juga dengan aku, tapi… 

teman kecilku berbeda dengan teman masa kecil anak-anak yang lain…

Louis namanya, pendiam dan tubuhnya tidak tumbuh seperti anak-anak yang normal, dia datang tiba-tiba dan pergi ketika banyak orang dewasa di sekelilingku. 

Ada juga tante ber dengan rambut pirang yang sangat sayang dengan payungnya memakai gaun putih bermotif bunga… 

saat dia datang selalu membawa payung tersebut di tangan kirinya. 

Dan om juans dengan kumis tebal bewarna pirang yang selalu tersenyum melihatku.


Dan ini kisahku saat aku masih berusia 6 tahun….

Waktu itu aku harus pindah rumah karena usaha papaku di kota mengalami gulung tikar dan aku tidak tahu apa penyebabnya sampai sekarang.

Semua aset properti yang dipunyai keluargaku harus dijual untuk menutupi hutang tetapi masih ada sisa, Dan dibelikan rumah di pedesaan untuk memulai usaha dari 0 lagi…

Orangtuaku membeli rumah kuno 2 lantai dengan halaman yang luas dan dari desas-desus yang beredar rumah itu bekas seorang jendral belanda yang bertugas mengawasi pengiriman rempah-rempah dan tebu pada masa sebelum kemerdekaan.

Rumah itu terbuat dari batu-bata 2 lapis, dinding-dindingnya yang tebal dan kokoh seperti menandakan bahwa rumah itu milik seorang yang berkuasa zaman dahulu…

Sejak hari pertama saat aku pindah kerumah itu aku melihatnya di tangga menuju lantai 2 , saat itu orangtuaku sedang berbicara dengan tetanggaku, karena saat itu aku masih belum mengerti apapun aku coba untuk menemuinya…

Tek… tek.. tek…

Baru aku mau mulai berjalan di tangga menuju ke atas tepatnya di tangga yang ke tiga, mamaku langsung menarikku…

aku sontak kaget…!!!

Ternyata mamaku bilang hati-hati jangan keatas sendirian, masih banyak debu karena belum dibersihkan dan mamaku juga takut aku jatuh terpeleset dari tangga.
 

Aku sekilas masih melihat anak kecil itu, seolah mengajakku main petak umpet , dengan sedikit-sedikit menampakkan wajahnya sambil malu-malu.

Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa karena aku diajak mamaku kedepan sambil menunggu orang yang membersihkan lantai 2.

Hari itu aku dan keluargaku tidak langsung tidur dirumah tersebut kami sekeluarga tidur dirumah pas sebelah kanan setelah halaman rumah kami…

Disitulah aku bertemu dengan tante-tante berabut pirang tersebut…

Ceritanya saat itu pada malam hari aku ingin pergi ke kamar kecil aku minta tolong sama papaku. Karena kamar mandinya ada di belakang rumah , kami harus melewati ruang tengah , saat itu aku digendong sama papaku… jadi kepalaku menghadap kebelakang sambil nempel dipundak papaku krena masih mengantuk…

saat itulah aku melihat tante-tante itu di tangga sambil memegang payung , bagian atasnya terlihat jelas karena sorot lampu dari atas… tampak cantik dan anggun tersenyum ramah kepadaku… tapi bagian bawan gaunnya agk samar-samar terlihat seperti ada bekas noda yang menempel dibajunya… setelah dari kamar mandi aku bilang sama papaku.. kalau tadi tantenya masih bangun lg ditangga… tapi papaku Cuma bilang  "iy..."

Keesokan paginya saat aku bangun karena mencium bau masakan yang lezat… langsung aku lari menyusul suara orangtuaku yang sedang berbicara…

Aku disuruh duduk sama mamaku dimeja makan…

Tepat didepanku ada foto-foto jadul asli peninggalan rumah tersebut..

Aku melihat foto tante-tante cantik itu ada di salah satunya…
spontan aku bilang…

"itu tante yang aku lihat semalam… "
"tantenya g kelihatan kemana ya… "
"apa masih tidur.. "


Sontak mamaku dan istri yang punya rumah yang biasa aku panggil budhe terdiam semua…

Mereka memandangiku seolah aku melakukan kesalahan yang fatal…

Lalu mereka melanjutkan pembicaraan seolah tidak terjadi apapun tapi aku melihat raut muka mereka seperti ada yang berbeda, setelah selesai makan pagi dan mandi , akhirnya aku bisa menikmati rumah dan kamar baruku. Hal pertama yang aku cari adalah kumpulan bonekaku…

aku menata mereka tepat disekitar tempat tidurku…
karena hanya mereka teman mainku selain orangtuaku…

Karena orang tuaku sedang sibuk bersih-bersih dan merapikan perabotan rumah aku bermain sendiri dikamar disitulah datang seorang anak dari balik pintu, anak itu yg aku lihat kemarin…
Dia malu-malu mendatangiku…
aku panggil dia…

“ sini ayo main boneka sama aku ”

Ternyata dia juga memegang sebuah boneka tapi ada nodanya… boneka yang dibawanya itu nampak sudah usang, dengan kancing baju sebagai matanya dan dua buah kepang di rambutnya..

Dia mendekat kearahku…
duduk disamping melihat aku bermain boneka…
aku tanya lagi tanpa berfikir apapun.. karena kami sepantaran…
dan dia terlihat sangat normal mirip anak seusiaku…

Akhirnya di mengenalkan namanya.. “ louis” , kami langsung akrab…
tetapi louis ini banyak diamnya…

Dia malu-malu… selalu datang tiba-tiba… dan pergi tanpa bilang…
setiap ada orangtuaku datang dia tiba-tiba saja pergi..
 

Orang tuaku tanya main sama siapa dek… aku bilang "sama louis…" 

Orang tuaku fikir louis itu adalah nama bonekaku…

Selain louis aku juga bertemu lagi dengan tante-tante berambut pirang yang ada dirumah sebelah kemaren, saat itu mau magrib, tepat ditangga atas menuju lantai 2 tante-tante itu menyapaku dengan senyumannya sambil memegang payung ditangan kirinya, senyumnya sangat ramah dan baunya wangi sekali, seperti bunga-bunga yang ada ditaman…

Saat itu aku sedang bermain boneka di bawah tangga dengan louis…

Dia bertanya siapa namaku… seketika aku langsung jawab saja…

Akupun balik bertanya… “kalau tante?”dia menjawab tapi agak tidak terdengar suaranya “beretian”

Tapi aku manggilnya tante ber… dia sangat ramah tapi agk pendiam… kali ini dia terlihat jelas…

Memakai gaun putih mirip seperti baju louis, dengan corak bunga di roknya…
tapi ada sedikit noda hitam di perutnya...
entah itu karena apa akupun tidak tahu…

Kami sering bermain bersama , tapi setiap mamaku atau papaku datang mereka sudah pergi…

Jadi aku agak jengkel waktu itu karena tidak ada yang bantuin aku merapikan mainan… dan sering dimarahin sama mamaku karena berantakan, mainannya tersebar dimana-mana

Kadang aku sering bertanya saat bermain dengan louis

“Papamu kerja apa??”

tapi dia hanya menggeleng kepala terlihat seperti sedih tiap aku tanya perihal itu, k
alau tante ber dia hanya senang berdiri sambil memandangi kami bermain… 

Waktu itu hari selasa orangtuaku sedang kerumah tetangga sebelah untuk memberikan oleh-oleh ucapan terimakasih kiriman dari nenek… aku sedang dirumah sendirian karena papaku masih bekerja…

Louis dan tante ber datang , seperti biasa kami bermain dibawah tangga dan tante ber mengawasi kami dari atas tangga.. 

tetapi ada sosok baru lagi , dengan pakaian putih seperti tentara, dengan kumisnya yang tebal, awalnya aku takut... tapi setelah dia tersenyum rasa canggungku hilang… 

louis bilang namanya...  tapi karena terlalu panjang aku agak lupa namanya  kalau tidak salah juans van de sluks, aku memanggilnya om yuan… (J=Y)

Pikirku waktu itu mereka adalah tetangga sebelah, karena aku pernah melihat foto-foto mereka dirumah sebelah. Tapi seiring waktu aku mulai merasa aneh… karena mereka bertiga selalu menghilang ketika papa atau mamaku tiba.

Waktu itu aku terkena demam tinggi jadinya tidak bisa bermain dan hanya berbaring dikamarku…

Aku setengah tertidur tapi pikiranku masih sadar dan masih bisa melihat disekitar saat mamaku keluar dari kamarku aku melihat mereka datang , om juans, tante ber dan louis.

Mereka seperti sedih karena aku tidak bisa bermain dengan mereka…

Kali ini mereka tampak jelas dan tidak samar-samar…

Di baju putihnya om yuans terlihat seperti ada bekas 2 noda hitam…
mirip seperti punya tante ber dan roknya louis…

Raut muka mereka terlihat sedih, mungkin karena kasihan denganku yang lagi sakit….

Tiba-tiba terdengar suara langkah mamaku masuk kekamar, nah disitulah aku merasa janggal karena mereka bisa menebus tembok bersamaan sat pergi meninggalkan kamarku…

Mamaku bilang "udah jangan main boneka dulu… kamu kan lagi sakit"
 

Aku bilang sama mamaku… "g kok mah" , tadi om yuan, tante ber dan louis maen kesini…

Dari situ juga mamaku bertanya "bonekamu yang mana namannya yuans ber n louis" 

Aku jawab.. “mereka bukan boneka mah…. "

"Mereka itu temanku.. rumahnya di sebelah.." 

"Aku sering kok main bareng, mereka baik…" 
"suka nemenin aku main”


Mamaku tanya lagi , "emang ciri-cirinya kaya apa…?"
 

Aku bilang aja..
louis dan tante ber itu pakai gaun putih dengn motif bunga, dengan payung ditangan kirinya,
kalau louis suka membawa bonekanya..
Dan kalau om yuans seperti tentara, kumisnya tebal dengan topi bulat yang selalu dibawanya…

Tiba-tiba mamaku terdiam… seperti berfikir.. 


END EPS 1


profile-picture
sentinelprime07 memberi reputasi
Diubah oleh wickeproduction
buka tiker dulu

OM JUANS, TANTE BER, DAN LOUIS EPS 2- teman masa kecilku yang beda alam - TRUE STORY




EPS 2 FROM 32 VOICE MESSAGE

mamaku bertanya kepadaku… “sejak kapan kamu mengenal mereka?”

sejak pindah kesini mah…
tapi mereka baik kok mah sering nemenin aku main…

tadi ja mereka jenguk aku.. tapi sudah pergi pas mama datang…
mamaku hanya bisa terdiam saja… lalu mamaku berpesan "yaudah kalo main hati-hati ya"
aku jawab “iy mah”

sambil merebahkan tubuhku lagi yang sangat lemas diatas kasur…
selang beberapa hari badanku sudah sehat dan bisa beraktifitas lagi…
kali ini aku bermain di halaman depan rumah karena cuacanya lagi bersahabat…

halaman depan rumahku sangat luas, bisa untuk main petak umpet anAk 1 RT, sebenarnya rumah didalam lokasi ini ada 2 , dengan bentuk yang mirip dan dipisahkan oleh pagar tanaman yang dipangkas rapi berbentuk persegi panjang..
disini sangat rindang karena banyak pohon besar disekitar halaman…

kali ini yang datang hanya louis dan tante ber…
louis mengajak main petak umpet, sementara tante ber melihat kami dari beranda rumah sebelah dengan payung kesayangan di tangan kirinya…

aku bermain dengan louis sampai lupa waktu, dari halaman depan sampai ke halaman belakang, entah mengapa tiba-tiba louis menarikku..
dia tidak bilang sepatah katapun dan mengajakku untuk balik kedepan seperti ada hal yang di sembunyikan…
dan aku g boleh pergi terlalu jauh ke halaman belakang…

akhirnya aku menuruti apa perkataan louis..
aku balik dengan raut muka yang kecewa…
tiba-tiba louis sudah ada di beranda rumah sebelah dengan tante ber…

mamaku memanggilku… “kamu dari mana saja?”

aku bilang habis bermain dengan louis dan tante ber…
itu mereka masih ada didepan rumah sebelah…
tiba-tiba mamaku mengajakku masuk kedalam rumah…

keesokan paginya mamaku mengajakku untuk bermain kerumah tetangga sebelah…
seperti biasa mamaku mengobrol di meja makan dengan budhe…
aku bermain dengan bonekaku.. tapi bosan melandaku, akhirnya aku putuskan untuk berkeliling dirumah budhe…
banyak perabotan jadul dirumahnya.. mulai dari tv, pemutar musik yang ada corongnya… hiasan dinding kepala rusa, penyu yang di awetkan… dan piring-piring besar dengan gambar rumah dan ikan koi…

nah disalah satu lemarinya kulihat banyak sekali foto-foto lama…
masih teringat jelas di memoriku…
banyak foto-foto hitam putih yang sebagian sudah mulai pudar termakan usia, dari foto-foto yang ditampilkan kebanyakan foto tentara yang sedang berbaris… seperti sedang upacara…

ada juga foto kendaraan berat seperti di film perang-perang… saat aku bergeser lagi untuk melihat-lihat kumpulan foto jadul itu.. aku melihat foto keluarga… om yuans, tante ber dan louis… tapi didalam foto tersebut da lagi 2 orang anak lebih dewasa dan tingginya 2x tinggi louis.. mereka terlihat ceria difoto tersebut… dengan background kereta kuda di belakangnya…
suara mamaku terdengar memanggilku…

budhe dan mamaku menghampiriku… "kamu dari mana saja….?" tanya mamaku
"aku habis muter-muter mah… bosan main boneka…" jawabku
aku tanya sama budhe… “budhe louis sama tante ber kemana?”
budhe heran dan balik bertanya “ louis siapa?”
"itu budhe… yang ada difoto dalam lemari itu?"

Kami pun pergi melihat foto tersebut… karena aku masih ngeyel
Budhe tanya, yang mana…? “itu budhe” aku sambil menunjuk salah satu foto yang ada di lemari tersebut
Budhe pun mengabil foto tersebut dan juga album foto dibawahnya dan juga buku kecil yang sudah usang dibawahnya…
Karena mamaku juga penasaran…

mereka berbincang tentang hal-hal yang aku alamin, singkatnya
Budhe menceritakan asal-usul sejarah rumah kami dan rumah miliknya… sebenarnya 1 pemilik dulunya…

Rumah ini dulunya rumah peninggalan jaman belanda…
Rumah ini digunakan untuk tempat tinggal petinggi belanda jaman dulu… seorang jendral yang ditugaskan untuk mengawasi pengiriman tebu dan rempah-rempah serta pembangunan jalur kereta api surabaya semarang…

Kenapa budhe bisa tahu sejarahnya…?
karena budhe adalah soerang sejarahwan.. dia berani menjual semua asetnya demi impiannya melestarikan rumah peninggalan belanda ini…

Sekarang budhe bertanya kepadaku… “dari foto-foto ini siapa yang kamu lihat dek..?”
Aku melihat-lihat banyak foto di album tersebut… "ini lois budhe , ini tante ber, dan ini om yuans.." sambil menunjuk ke foto yang aku maksud…
Budhe membuka buku catatan lamanya yang kusam karena termakan waktu

Disitu jelas diceritakan ada salah silsilah kelarga yang mendiami rumah ini jaman dulunya… Yaitu keluarga “juans van de sluks”
Di ceritakan keluarga tersebut terdiri dari sepasang suami istri dan 3 anaknya… dan juga ada 2 kluarga lain tapi aku lupa namanya karena waktu itu aku tidak mendengarkannya dengan serius…

Baju yang dikenakan om yuans , tante ber n louis mirip seperti yang ada di foto tapi tanpa ada noda hitam dibajunya
Bahkan bonekanya louis dan payung tante ber juga ada di foto tersebut…
karena aku masih kecil waktu itu , aku tidak mengerti hal-hal misteri yang dianggap tabu tersebut…

Budhe bertanya lagi kepadaku… “dimana kamu melihat mereka dek?”
Aku jawab dengan santainya… “disini budhe” aku menunjuk tangga drumah budhe
"Kadang ada diteras depan juga budhe…"
"biasanya main kerumah juga budhe.. " jawabku

Disitu aku masih belum menyadari kalau teman masa kecilku itu sebenarnya sudah berbeda alam…
Budhe dan mamaku tidak melarangku sama sekali malah budhe semakin penasaran dengan hal yang aku alami…
aku duduk disebelah budhe dan mamaku…

Sambil membuka foto-foto lama koleksi budhe…
Disitu aku melihat foto-foto louis kecil tante ber dan om yuans…
Mamaku masih sibuk mengobrol dengan budhe…
tentang keluarga yang mendiami rumah ini jaman dlu…

Dari atas tangga aku melihat louis dan tante ber.. tapi mereka tidak berani mendekat kemari…
Seolah-olah seperti mereka menyuruhku untuk naik kesana… dan mengajakku bermain… Akhirnya kuputuskan untuk menemuinya..
Aku naik ke tangga rumah budhe menuju lantai 2…
disana makin banyak lagi perabotan jaman dulu… Dua buah kaca gantung yang besar ada di kedua sisinya…
meja dan kursi kuno, dengan tatakan dari batu marmer yang ketika dipegang sangat dingin seperti es. Dipojokannya ada 2 buah vas bunga besar dan juga ukiran patung kayu berbentuk pak tani yang sedang membawa cangkul dan sebelahnya sedang membawa padi dipunggungnya..

Louis dan tante ber berdiri di depan pintu salahsatu ruangan tersebut, didalam kepalaku seperti terngiang-ngiang kata…

“sini.. sini.. sini…”

Akupun menuju kesana…
dengan langkah kakiku yang kecil aku berjalan menuju keruangan itu… Tante ber dan louis seperti memintaku untuk membuka pintu tersebut… Dengan susah payah aku membuka pintu tersebut… ternyata pintu tersebut tidak dikunci… Agak banyak debu diruangan tersebut…

didalamnya terdapat ranjang kecil dengan oranament-ornament hiasan gantung yang sepertinya sudah lama tidak terpakai…
tumpukan bekas tempat gamelan yang tertumpuk di pojokannya…

lampu gantung yang tidak terpakai dengan keramik putih ditengahnya yang sudah pecah… , tumpukan kursi lama yang tinggal rangkanya…
diantara tumpukan barang-barang yang tidak jelas itu aku melihat sebuah tangan yang samar-samar, kecil mungil dengan lima jarinya…
Aku tidak bisa berkata apapun…

tangan itu terlihat samar-samar diantara himpitan tumpukan barang-barang bekas tersebut…
Aku berfikir pernah melihat barang tersebut dimana…
aku coba mengingat-ingat…
dimana dan kapan aku pernah melihat itu…

Lalu terdengar suara yang memanggilku ternyata itu budhe dan mamaku..

Aku segera turun dan menjawab panggilan mamaku…
Aku diatas mah…
tadi ada louis dan tante ber…
mereka mau ngajak aku bermain…
Aku tanya sama budhe… "itu kamar siapa budhe diatas…?"
"Kamar yang mana… " jawab budhe…
"Yang ada patung pak taninya?..."
Owh itu budhe jadikan gudang sementara…
karena belum sempat untuk di renovasi..
"Emang kenapa dek?" tanya budhe
"tadi aku masuk kesana budhe, Ada tangan yang tertindih barang2…" jawabku

END EPS 2 , JUANS VAN DE SLUKS- KISAH NYATA- PENGALAMAN PRIBADI
profile-picture
sentinelprime07 memberi reputasi

OM JUANS, TANTE BER, DAN LOUIS EPS 3 - teman masa kecilku yang beda alam - TRUE STORY



EPS 3 , JUAS VAN DE SLUKS
Tangan apa… dimana… tanya mamaku dengan muka yang tegang..
Begitu pula dengan budhe…

Budhe jelasin ke mamaku kalau kamar itu belum direnovasi sejak membeli rumah ini…
Cuma barang-barang yang tidak terpakai budhe tumpuk disitu…

Aku digendong mamaku menuju ke atas ditemani oleh budhe…

“Dimana tangannya…" tanya budhe
"itu budhe dtumpukan kursi sebelah situ…?” jawabku…

budhe membuka jendela kamar tersebut , karena sudah lama tidak difungsikan begitu jendela kamar tersebut dibuka.. debu seperti tertiup angin kemana-mana… aku sempat batuk-batuk karena debu tersebut…

"itu budhe.. itu.. " sambil menunjuk kearah tumpukan barang-barang…
" owh itu…" jawab budhe dengan santainya..

budhe membereskan bagian atas barang-barang yang menindih tangan tersebut
"ini Cuma tangan boneka dek…" jawab budhe

mamaku lega , sangat terasa nafas leganya ketika menggendongku…
aku merasa seperti pernah dan sering melihat boneka tersebut.. tapi dimana ya… ? pikirku...
tiba-tiba aku teringat dan spontan mengucapkan.. "itu tangan bonekanya louis mah… "

mamaku menjadi tegang lagi… sangat terasa cengramannya saat menggendongku terasa kaku…
budhe membawa tangan boneka itu kebawah… lalu melihat album foto yang tadi aku lihat bersama-sama…
budhe mengechek foto-foto yang ada gambar louis memegang boneka…

dan ternyata ada kemiripan di foto tersebut dengan tangan boneka yang ditemukan dilantai atas…
budhe membersihkannya… lalu menaruhnya didalam lemari tempat budhe menyimpan barang-barang peninggalan rumah tersebut…
mamaku mengajakku pulang kerumah…
disaat aku mau pulang , louis dan tante ber terlihat di atas tangga menuju lantai 2… raut muka mereka terlihat lebih ceria…

keesokan harinya rumah budhe terlihat ramai… ternyata itu kuli pekerja yang ingin merenovasi lantai 2 rumah budhe
banyak barang-barang yang ditata diluar termasuk tempat tidur kecil dengan hiasan ornament yang aku lihat kemarin…
nah disitulah aku melihat budhe keluar rumah dengan membawa sebuah boneka kecil mirip seperti yang dibawa louis dikantongan roknya… budhe duduk di teras depan sambil membersihkan boneka tersebut…

terlihat boneka itu kotor dan kusam dengan sebelah tangan bagian kirinya lepas…
louis dan tante ber juga terlihat diatas beranda lantai dua dibalik tirai yang menghadap keluar… raut muka mereka seperti bahagia… ada perasaan lega diwajahnya…
budhe lalu masuk kedalam rumah lagi sambil membawa boneka tersebut… selang beberapa menit budhe keluar dengan membawa tangan boneka yang kemaren ditemukan dilantai atas

dia duduk diteras sambil membawa benang jahitan, dan mulai membetulkan boneka tersebut…
aku menghampiri budhe dengan mamaku… sambil dgendong aku bertanya sama budhe ,

"itu boneka louis.." pintaku…

iy, ini budhe betulin bonekanya… jawab budhe sambil menjahit lengan untuk menyambung boneka tersebut… ,

boneka itu kotor sekali, kusam karena termakan usia… rambut boneka tersebut masih acak-acakan… , setelah selesai dijahit , budhe mlepas pakaian boneka tersebut sambil membawanya kebelakang untuk dicuci katanya..
setelah itu aku bermain dihalaman sendirian karena louis dan tante ber tidak berani mendekat karena banyak orang disekitarku… mereka hanya memandangiku dari balik tirai…

aku kesepian bermain sendirian… tidak seru… tidak ada yang bisa diajak bermain…
akhirnya kuputuskan untuk melihat-lihat barang-barang apa saja yang dikeluarkan dari rumah tersebut
banyak benda-benda aneh yang belum pernah aku lihat dan menarik minatku untuk menjelajahinya satu per satu…
dari sekian barang yang tergeletak di situ aku melihat sebuah kotak kayu tua dengan ukiran bunga di sekelilingnya…
aku ambil kotak itu.. ukurannya sebesar 2 kepalan orang dewasa… dan terdapat lubang disalah satu sisinya… mungkin itu sebuah kunci untuk membukanya..

aku bawa kotak itu aku kasihkan ke mamaku…
ini apa mah???? Tanyaku kepada mamaku…
budhe melihatku dan langsung melihat kotak apa itu… diotak atiknya kotak itu sama budhe
owh ini kotak musik… , budhe mengambil obeng untuk mencongkel tutup kotak tersebut krena susah untuk dibuka… akhirnya dengan susah payah kotak tersebut bisa dibuka , didalamnya ada kuningan berbentuk seperti mesin, disampingnya ada boneka penari dengan pakaian balet yang sudah kusam…

saat posisi dibuka boneka tersebut bisa berdiri karena ada magnet dikakinya… (tapi waktu itu aku belum mengetahuinya karena masih belum mengerti apa-apa) budhe yang menjelaskannya…

tapi kotak musik itu tidak bisa di fungsikan karena kuci pemutarnya hilang….
Katanya kalau kotak musik itu diputar dengan kuncinya , boneka penari balet ini akan bergerak seperti menari-nari…

Tak terasa hari sudah menjelang sore… kamipun balik kerumah…
Saat mamaku sedang memasak didapur seperti biasa aku bermain dibawah tangga…

Kali ini louis dan tante ber datang… seperti biasa tante ber berdiri diatas tangga sambil melihat aku dan louis bermain boneka… ada sesuatu yang terlihat berbeda pada louis… boneka yang terselip di kantong roknya memiliki 2 tangan…
Padahal kemaren-kemaren Cuma 1 tangannya yang terlihat , tetapi tetap aku tidak boleh meminjamnya…
Selama aku mengenal louis.. aku belum pernah dipijami boneka yang terselip dikantong depan roknya…
Kadang aku juga jengkel karena louis pelit untuk meminjamiku boneka kesayangannya itu…

Tapi kali ini louis terlihat senang… dia duduk tepat disampingku sambil memegang erat bonekanya… seperti mau bilang terimakasih kepadaku…

Seperti biasa mamaku selesai memasak menyuruhku untuk mandi… dan lagi-lagi louis tiba-tiba menghilang begitu juga dengan tante ber…
Malamnya saat mau tidur mamaku berteriak , papaku datang dan bertanya… kenapa mah??

Katanya mamaku mendengar langkah kaki ditangga.. dan saat menghampirinya dia melihat laki-laki dengan pakaian putih seperti tentara… dengan kumisnya yang tebal seperti melotot kearahnya… dan katanya baju yang dia kenakan itu ada noda darahnya… seperti habis ditusuk pedang… dengan darah dimana-mana…

Tetapi sepengetahuanku om yuans memang berbaju putih… tetapi hanya ada noda hitam yang terlihat dibajunya… dan tidak seseram yang mamaku bilang… Malah dia ramah sekali denganku

Keesokan harinya… mamaku masih terlihat murung…
Mungkin masih kepikiran dengan kejadian tadi malam…
Saat bermain denganku mama bertanya… dek kamu g takut dengan teman-temanmu itu?
Aku jawab dengan santainya… g kok mah… memangnya kenapa? Tanyaku…
G papa dek.. jawab mamaku balik

Seperti biasa aku dan mamaku main ke rumah budhe… disana aku sibuk melihat budhe yang sedang merapikan lemarinya….
Kulihat boneka yang mirip dengan boneka louis sudah terpajang bersih dilemarinya… disampingnya ada foto om yuans, tante ber dan louis… tapi aku tidak mengenal 2 sosok di belakang louis , 1 cow dan 1 cew. Tetapi salah satu muka foto tersebut agak buram jd g begitu terlihat mukanya…

Saat aku mengamati boneka yang mirip dengan boneka louis… terlihat ada bekas noda hitam diantara kerah bajunya… aku selalu penasaran dengan hal tersebut… noda apakah itu…

Ingin rasanya aku mengambil boneka tersebut dari dalam lemari dan menanyakannya kepada budhe
Mamaku menceritakan kejadian yang semalam ia alami kepada budhe…

Budhe akhirnya menceritakan kisah pilu dari keluarga juans van de sluks yang mendiami rumahku dan rumah budhe ini…
Menurut hasil penelusuran sejarah yang dilakukan budhe… rumah ini dulunya tempat tinggal seorang bangsawan dari belanda… dia ditugaskan didaerah ini waktu proses pembuatan jalur kereta surabaya-semarang… selain mengawasi pembuatan jalur kereta itu dia juga bertanggung jawab untuk pengiriman tebu dan rempah-rempah yang dihasilkan di daerah ini…

Juans mempunyai istri bernama bereta yang sangat cantik… dan mempunyai 1 orang anak dan 2 anak angkat dari warga sekitar… dalam kisahnya tragedi itu terjadi ketika… kereta yang ditumpangi oleh anak angkatnya dibom oleh jepang dan hancur jatuh kesungai..

OM JUANS, TANTE BER, DAN LOUIS EPS 4 - teman masa kecilku yang beda alam - TRUE STORY



EPS 4

Menurut penelusuran budhe 2 anak ini adalah korban dari pengeboman kereta tersebut dan katanya jasadnya tidak bisa ditemukan sampai sekarang… dan katanya saat itu keluarga juans van de sliks juga menjadi korban pembantaian… mereka ditemukan mati ditempat yang berbeda… termasuk istri dan anaknya yang masih kecil…

Mamaku sangat serius waktu itu mendengarkan cerita dari budhe… makanya budhe sangat tertarik dengan rumah ini, dulu budhe ingin membeli juga rumah yang kami tempati sekarang tetapi karena finansial budhe yang kurang.. dia sudah bersyukur bisa membeli setengah dari rumah ini ,(maksudnya rumah yang ditempati budhe sekarang)

Setelah mendengarkan cerita ini aku beberapa hari tidak melihat tante ber dan louis…
Aku jadi sangat kesepian… karena disekitar sini tidak ada anak-anak yang seumuranku…

Bermain boneka sendirian membuatku sangat bosan… dirumahku itu ada sebuah pintu yang disegel… lokasinya tepat dibawah sumur dekat kamar mandi, tapi itu bukanlah ruang bawah tanah dan kata mamaku itu hanya lorong yang menghubungkan rumahku dan rumah budhe tapi sudah lama tidak digunakan dan kemungkinan sudah rusak…

setelah berkeliling didalam rumah aku kembali kekamarku… aku hanya bisa tiduran sambil memeluk erat boneka kesayanganku… tak terasa seperti ada bayangan hitam dibelakangku dan ternyata itu adalah louis…

aku senang sekali… akhirnya ada teman untuk aku ajak bermain…
tapi… kali ini louis terlihat sedih… raut mukanya tidak bisa terlihat makin pucat dan murung…

aku coba bertanya… “u kenapa louis?” Tanyaku memaksa
dia hanya menggelengkan kepalanya… yaudah!! Jawabku agk jengkel…

aku sibuk sendiri bermain dengan bonekaku dan louis hanya melihatku bermain…
tiba-tiba saat aku tengok kebelakang.. louis sudah menghilang… aku lanjut bermain lagi…
malamnya keluargaku dikejutkan dengan keramaian yang terjadi di lantai 2 rumahku…
disana ada suara berisik seperti orang bermain kartu tapi bahasa yang digunakan bukan bahasa kita…

seperti over dome (NB : cara bacanya mirip katanya) dan riuh sampai terdengar dibawah… papaku waktu itu memegang kayu dan mamaku dibelakangnya sambil menggendongku… waktu itu aku sangat ketakutan karena tidak tahu apapun… tiba-tiba dibalik jendela aku melihat tante ber dan louis…
dia seperti melarangku untuk naik keatas… mereka hanya menggelengkan kepala…
seperti berkata “ jangan keatas… jangan keatas…”
saat kami tiba dilantai 2 tidak ada apapun yang terjadi, hanya jendela yang terbuka dan tertiup angin

tapi anehnya suaranya yang riuh ramai tadi hilang lenyap tanpa bekas… kamipun sekeluarga akhirnya tidur bersama 1 kamar, menutup rapat-rapat kejadian malam itu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan…

paginya papaku buru-buru berangkat bekerja dan mamaku sibuk didapur dan aku sendiri bermain dengan louis dibawah tangga, aku bertanya sama louis semalam kenapa? Louis hanya bisa menggeleng.. seperti da hal yang tidak boleh diceritakan kepadaku… raut mukanya menunjukkan ketakutan…

karena aku bosan bermain didalam rumah aku bilang sama mamaku, mah aku main di depaN dulu..
mamaku hanya menjawab.. hati-hati jangan jauh-jauh
iy mah.. “jawabku pelan”

aku bermain dengan louis dibawah pohon depan rumah yang rindang… disana ada ayunan yang terbuat dari tali rajutan dan ban mobil bekas… berayun kedapan dan kebelakang…
budhe memandangiku dari rumah sebelah sambil sesekali tersenyum melihatku…

tiba-tiba budhe bilang , mainnya sendirian terus dek.. mama kemana?
Aku bingung.. loh aku lagi main sama louis kok dibilang sendri sih… budhe budhe “pikirku dalam hati”

Aku sudah bosan bermain ayunan aku jalan-jalan sekitar rumah sampai akhirnya tiba di belakang rumah…
Tapi seperti biasa louis melarangku… aku tidak boleh kesana… dia mencoba menarikku… sambil menggeleng-gelengkan kepalanya… aku makin penasaran ada apa disana… aku coba memaksa masuk jauh kedalam halaman belakang… disana banyak pohon-pohon yang besar dan rindang…

Louis menghilang… aku takut setengah mati karena aku g tahu jalan balik kerumah… karena pohon yang jadi pagar disekitarku lebih tinggi dari aku… aku menangis waktu itu , aku coba teriak… tapi susah… suaraku tidak sampai… tiba-tiba ada seorang tante-tante mengenakan baju putih datang menghampiriku yang sedang menangis… dipeluknya aku erat-erat… digandeng tanganku yang kecil ini… terasa dingin sekali tangannya… seperti habis memegang gelas berisi air es…

Aku yang sedang menangis diajaknya kerumahnya… banyak sekali makanan yang belum pernah aku lihat disitu… tante itu ramah dengan senyum yang manis… sambil memberikan minum kepadaku biar aku tidak menangis… dia duduk didepanku sambil tersenyum… tak terasa mataku semakin berat dan sangat berat…

Saat dalam tidur itu… badanku terasa sangat sangat sangat dingin sekali…
Aku terbangun… dan semuanya gelap.. tidak ada pencahayaan apapun…
Hanya terdengar teriakan warga yang memanggil namaku… mereka menggunakan kentongan , panci dan alat-alat perabotan dapur yang dipukul-pukul… sangat berisik sekali
Aku langsung menangis waktu itu… sangat menakutkan…

Gelap , dingin , sendirian… sangat mencekam sekali sampai sekarang aku masih bisa merasakan perasaan itu… dan pasti kalian bisa membayangkan hal tersebut…

Salah seorang warga mendengar tangisanku…
Dia menghampiriku… menyelimutiku dengan kain sarung agar aku tidak kedinginan…
Mamaku berlari kearahku sambil menangis.. memelukku erat… sambil bilang
Kamu ga papa kan dek… maafin mama.. maafin mama
Budhe jg ikut meneteskan air mata tepat disamping mamaku.. papaku dari kejauhan berlari dan memeluk aku dan mamaku sembari mencium aku… lalu papaku bilang u darimana saja dek… kok sampai kotor begini… ,

Aku baru sadar kalu badanku bau sekali.. seperti bangkai ayam yang sudah membusuk… saat sampai drumah aku dimandikan mamaku dengan air panas… dari bajuku aku melihat banya ulat dan serangga… mamaku berencana langsung membuang baju tersebut.
Hari itu aku dilarikan kerumah sakit.. untuk di chek kesehatanku jd aku tidur disana…

Karena demamku yang sangat tinggi aku harus opname di rumah sakit selama beberapa hari…
Badanku lemas berasa seperti tidak punya tulang…
Aku juga bosan karena tidak bisa bermain… louis juga tidak menjengukku…

Ada 1 kejadian dirumah sakit yang membuatku heran sampai sekarang , waktu itu aku sudah dperbolehkan pulang dari rumah sakit… saat itu aku jalan dilorong rumahsakit… disana ada banyak orang lalau lalang… ditengah-tengah keramaian itu aku melihat seorang bocah.. dengan telinga runcing. Matanya agak besar dengan hidung merah… dia memakai kain putih seperti sebuah celana dalam… dia menari-nari ditengah keramaian orang lalu lalang tersebut… dia memegang pantat seorang suster yang lewat lalu tertawa sendiri sambil berputar-putar.. , dia seperti menarik kaus kaki seorang bapak-bapak yang lewat lau tertwa kembali , sampai berguling-guling… akupun ikut tertawa dengan tingkah polahnya…

Mamaku tanya.. ada apa dek..
Itu mah , adeknya lucu…? Yang mana dek??? Tanya mamaku keheranan
Itu mah adek yang lg joged-joged ditengah…
Karena perasaan mamaku sudah tidak karuan… akhirnya mamaku mengajakku pergi dari situ setelah selesai membayar ongkos biaya rumahsakit.
Begitu pulang aku langsung disambut oleh pelukan dan ciuman papaku…
Terlihat juga budhe yang sedang duduk sambil minum teh dirumahku… sambil bilang adek udah sembuh ya… lain kali kalo main jangan jauh-jauh ya dek…
Iy budhe… jawabku pelan

Dari kejauhan aku melihat louis dan tante ber ada di atas tangga… mereka tersenyum seperti senang melihatku sudah sembuh..
Aku langsung kekamarku… aku kangen dengan boneka kesayanganku…

Saat aku sedang bermain aku mendengar budhe papaku dan mamaku sedang berbincang tentang Juans van de sluks
Mereka membicarakan tentang siapa pemilik sebenarnya rumah ini…
budhe terdengar sangat bersemangat sekali membicarakan tentang hal ini…

Aku tidak tahu cerita panjangnya tapi intinya keluarga van de sliks ini menjadi korban dari suatu peristiwa , tapi aku tidak tahu tepatnya…
Louis pun datang dan kali ini membuatku takjub… dia menembus tembok… jarang-jarang sekali dia memegang tangangku… sambil tersenyum kepadaku… setelah sekian lama kita berteman akhirnya dia mau meminjamkan boneka yang ada di kantong roknya… boneka itu terlihat agak bersih daripada biasanya.. kalau kemarin-kemarin terlihat lusuh jadi tidak menarik.. tetapi sekarang tampak sangat cantik dengn 2 kepang dikepalanya…

Aku peluk boneka itu.. wangi.. tapi dimana y aku pernah mencium bau wangi ini… ternging-ngiang di kepalaku
Akhirnya aku ingat bau ini… ini adalah bau minyak wangi budhe…
Tapi kok bisa sama dengan boneka ini…
Terdengar suara memanggilku.. itu mamaku…
Aku segera meninggalkan louis n bonekanya lalu menghampiri mamaku…
profile-picture
profile-picture
babatkuda dan sentinelprime07 memberi reputasi

OM JUANS, TANTE BER, DAN LOUIS EPS 5 - teman masa kecilku yang beda alam - TRUE STORY




EPS 5

Kali ini mamaku ingin mengajakku kekantor kelurahan… karena mamaku sedang mengurusi pindah domisili aku senang bukan main akhirnya aku bisa jalan-jalan keliling kampung….

Soalnya keluargaku jarang sekali keluar.. papa sedang sibuk bekerja dan mama juga masih sibuk dengan renovasi rumah, Jadinya aku hanya bermain dengan louis saja dan jadi sangat membosankan waktu itu karena aku habis sakit jd g bisa main keluar rumah. Saat sampai di kelurahan aku dan mamaku melewati sebuah jembatan tua… saat kami sedang berjalan aku melihat sesosok wanita… masih muda dan cantik, rambutnya digelung kebelakang…

Dia memakai kebaya hitam dengan corak bunga sepatu dikiri dan kanannya.. memakai jarit coklat
Dia tersenyum kepadaku…
tapi anehnya mamaku tidak melihatnya..

Mamaku tanya… ngomong apa u dek…
G kok mah.. aku bicara sama tante itu sambil menunjuk dengan tangan kiriku…

Tiba-tiba mamaku langsung menggendongku… mungkin mamaku takut tentang kejadian kemarin yang menimpaku…
Lalu kami langsung menuju ke kelurahan…

Sesampainya disana mamaku segera mengurus administrasi dan lain sebagainya, Kebetulan disana mamaku bertemu dengan tetanggaku yang dekat dengan rumahku
jadi mamaku sedikit mengobrol dengannya… Saat itu aku mencuri-curi dengar perkataan mamaku…
Mamaku bertanya kepada tetanggaku tentang jembatan tua tersebut… lalu tetanggaku itu menjelaskan bahwa banyak yang sering diganggu distu terutama laki-laki kalau menjelang jam 11 keatas, jadi warga banyak memilih jalan memutar untuk menghindari gangguan tersebut…
Jembatan itu memang terkenal angker dan menyeramkan

Lalu tetanggaku itu bertanya…
Emangnya kenapa bu… ??
Mamaku bilang.. kalau dia tadi melihat sesosok perempuan separuhbaya memakai baju hitam mirip orang tempo dlu katanya,
Tetanggaku menjawab…. Benar itu bu…
itu yang banyak diceritakan warga, Katanya kalau niatan kita baik saat melewatinya dia menampakkan wajah yang cantik… tp kalau niatan kita bururk dia menampakkan wajah setengah rusak dan terkoyak, Begitulah cerita menurut tetanggaku itu. Lalu aku berfikir… jadi mamaku juga melihatnya… tapi kenapa mamaku malah menjauhi wanita dijembatan itu??? Dalam hatiku masih penuh tandatanya…

Setelah itu kami pulang dengan mengambil jalan memutar.. memang agak jauh sih… tapi sangat ramai lalulalang orang…
Tapi sosok perempuan yang aku lihat di jembatan itu mengikuti kami dari belakang… aku melihatnya muncul dari balik pohon ke pohon yang lainnya….

Begitu terus sampai akhirnya dia muncul diseberang jalan tepat didepan rumah kami, Aku tidak tahu apa yang menyebabkannya mengikuti aku dan mamaku… Ia hanya berdiri diseberang jalan tidak berani mendekat kerumah…

Karena mamaku belum boleh mengijinkan aku bermain diluar rumah , aku hanya bisa bermain dibawah tangga seperti biasanya… louis datang dengan tante ber, Seperti biasa tante ber hanya memandangi kami dari atas tangga… melihat aku bermain boneka dengan louis… tapi aku jarang sekali melihat om juans tidak tahu kemana dan lagi apa, Saat aku bermain tiba-tiba terdengar suara memanggilku…

Dek.. dek.. mau ikut mamma g kerumah budhe? Terdengar mamaku memanggilku
Iy mah… aku ikut, dengan cepat aku menjawabnya…
Louis agak murung ketika tahu aku mau pergi… lalu dia tiba-tiba menghilang ketika mamaku datang…
kami berjalan menuju kerumah budhe di sebelah… dan saat aku berjalan menuju rumah budhe , tepat dibawah pohon besar yang ada ditaman depan rumah sosok perempuan yang ada di jembatan itu terlihat lagi… dia menatap ku tajam
kupalingkan wajahku… karena membuatku takut dan segera masuk kerumah budhe
sosok perempuan menampakkan diri sampai beberapa hari…

dan karena aku sudah sembuh, aku sudah diperbolehkan oleh mamaku untuk bermain ditaman depan tapi tidak boleh kebelakang rumah…
aku janji sama mamaku hanya bermain didepan saja tidak kemana-mana, nah pada saat aku bermain boneka dengan louis ditaman depan…

tiba-tiba…
sosok perempuan itu muncul tepat dihadapanku dan louis…
louis langsung berdiri didepanku… terlihat juga tante ber yang muncul tiba-tiba diberanda rumah…
tiba-tiba sosok itu seperti berbicara kepadaku lewat pikiranku… jangan marah , jangan takut… aku tidak mengganggu… aku hanya ingin ketemu dengan kamu
aku jawab juga… kenapa aku…

karena panjang lebar n aku banyak yang lupa aku singkat saja ya ceritanya…

intinya sosok perempuan itu suka denganku… dan ingin ikut aku… tapi takut untuk masuk kerumah… karena banyak yang menjaga disekitar sini dan dia agak takut dengan orang belanda…
aku tanya kenapa kamu takut dengan orang belanda… diapun menceritakan kisah masa lalunya…
entah kalian percaya atau tidak tapi memang seperti ini ceritanya…

namanya adalah marni dia adalah kembang desa jaman dulu
kecantikannya terkenal diseluruh desa sampai menyebar kedesa tetangga… kala itu masih jaman penjajahan belanda karena kecantikannya itu dia dipaksa untuk dijadikan wanita simpanan belanda, hidupnya makmur kala itu tapi kebebasannya direbut…dia hanya bisa tinggal dirumah orang belanda tersebut… dia merasa sangat kesepian… hanya dengan pelayan rumahnya dia hanya bisa berbagi cerita… dan akhirnya dia jatuhcinta dengan salahsatu pelayannya…

suatu hari dia memutuskan untuk kabur dengan pelayannya itu
dia disembunyikan dirumah saudara pelayannya itu…
tapi naas saat akan keluar menuju desa sebelah tepat dijembatan itu dia tertangkap oleh prajurit belanda
dia memberontak dan akhirnya ditembak ditempat lalu mayatnya dibuang kesungai bawah jembatan tersebut…
jenazahnya diketemukan warga sekitar dan sudah dimakamkan… tapi dia terikat dengan jembatan lokasi tepat ia dibunuh
dan pelayan yang ia cinati itu kabur meninggalkannya saat dia tertangkap…
dia menjadi dendam terhadap semua laki-laki…

tapi posisi saat ia meninggal itu dalam keadaan hamil…
makanya saat dia melihatku mengingatkan dia akan anak dalam kandungannya itu
aku merasa sangat iba mendengar kisahnya…
ia ingin mengajakku ikut bersamanya… tapi aku menolaknya…

louis terlihat marah melihat sosok perempuan itu.. dia memegangiku dan melarangku untuk ikut dengannya…
begitu pula dengan tante ber…. Raut mukanya terlihat agak berbeda…
seperti sedang ingin marah kepada sosok sri tanjung ini..
berkali-kali dia datang dan menanyaiku untuk ikut dengannya…

tapi aku selalu menolaknya…
sampai akhirnya aku bilang pada sosok ini untuk tinggal disini saja
menemaniku bermain dengan louis…
mungkin sekitar seminggu ia bolak balik datang kerumahku muncul dihalaman depan rumahku…
sampai akhirnya dia jarang kelihatan…
tapi kadang sesekali dia muncul tepat diseberang ajalan atau ditaman tempat aku biasa bermain dan selalu mengatakan ingin mengajakku untuk ikut dengannya… tapi aku selalu menolaknya..
profile-picture
sentinelprime07 memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di