CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Female / Sista /
[LOVE LETTER 4] Kamu Bukan Drama : Rindu ini Nyata Adanya
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e3ddb37c8393a446a7c9bd2/love-letter-4-kamu-bukan-drama--rindu-ini-nyata-adanya

[LOVE LETTER 4] Kamu Bukan Drama : Rindu ini Nyata Adanya

[LOVE LETTER 4] Kamu Bukan Drama : Rindu ini Nyata Adanya

"Kamu bukan drama dalam hidup aku... 
Kamu nyata adanya..."



Bo... 
Itu sepenggal syair sederhana yang aku rajut ke dalam Bahasa untuk pertama kalinya. Syair yang kini telah aku unggah di semua akun sosial media. Dan itu buat kamu, Bo...
Untuk kamu yang sekarang nun jauh tak tertangkap indera...


Kita terpisah kini. Setelah betapa dalam aku jatuh kepada daya tarik cinta; 
magnet tak ber-kutub, gravitasi tapi tak memiliki lengkungan ruang waktu dalam teori yang termaktub.

Adalah kita, yang tak berniat saling bertolak, tapi juga tak pernah bersinergi dan terus bergerak. Untuk saling mendekati sambil menghimpun ceceran asa yang terserak.



Kamu tau seberapa senang akunya sewaktu kamu muncul di sini? Kamu kala itu hadir dalam karya akunya yang menceritakan kisah kita.
Jika kamu nggak tau seberapa senang akunya, cukup ingat apa yang aku lakukan sewaktu kita bertatap muka melalui mata teknologi... Lebih dari setengah jam lamanya, aku hanya diam dan menangis. Bahkan aku tak paham, itu haru biru atau cucuran rindu?


Oh, Bo... 
Salahkah jika aku ingin kamu disini? Jika "ya", maka biarkan aku dalam delusi bersamamu. Walau jauh, dan tak tersentuh...

Layaknya kita dibatasi sabuk gemintang pemisah Bima Sakti dan Andromeda...

Saat ini, ingin kusajikan suapan-suapan lembut. Kusandarkan mulut gelas pada bibirmu yang segera menyambut. Hingga bersama dengan sebongkah senyum itu, namaku, kamu sebut...



Lalu kamu menghilang lagi...
Sampai kini akunya cuma bisa menanti kehadiran kamu, saat "lingkar hijau" muncul pada ID akun di jagad maya ini. Berharap kamu bisa membaca keluh kesah yang dulu selalu aku curahkan langsung kala sedang menikmati rengkuhan lenganmu.

Benar, aku akui, sangat berharap kamu bisa tersentuh dengan cerita-cerita kisah kita yang akunya rangkai melalui kata demi kata.
Atau mungkin cemburu pada mereka semua yang bercanda mesra denganku?
Atau malah penuh amarah kesal kepada mereka yang menghinaku?

Apapun itu, ingin akunya hanya kamu mau kembali. Segala cara aku usaha cuma buat ambil perhatian kamu lagi. Agar kamu bisa berpikir ulang, setidaknya.
Jika gadis ini hanya bernaung sejenak di bawah teduhan kata tegar.
Ketegaran akunya yang perlahan menjadi abu. Setitik berlanjut segenggam, hangus di bakar rasa lelah dalam penantian...
Bahkan akunya nggak tau setelah semua ketegaran ini hangus, kemana lagi diri ini harus aku bawa?


Bo... 
Jika semua sesak ini tiada artinya, maka ceritakan sama aku, apa maksud bahasa ini? Yang melantun terang di dalam hati. Apa kamu mengerti?

Sahabat fatamorgana, mohon bantu ia menjawab itu.
Kumohon jawab; wahai Malam Sang Pengantar Mimpi, wahai Rembulan Sang Kekasih Mentari, wahai Bintang Sang Pemegang Arti. Hey Ilalang, jangan terlalu sibuk menari! Jawab wahai Serangga, jangan kau sibuk benyanyi! 

Ssshhhh, Bo... 
Apa kamu juga mendengarnya, wahai jiwa yg rela memotong-motong rasa tuk obati luka hatiku yg menganga?
Mereka berkata :

"Itu bahasa rindu...
Ketika kau bahagia sebab telah mencinta, juga bermuram durja layaknya kehilangan harta..."



Sampai kapan kamu terus berkutat pada pemikiran semua ini soal materi, kedudukan, atau identitas? Itu adalah laku dari mereka.
Aku adalah akunya yang sekarang. Berdiri di sini, sendiri. Dan itu demi kamu, Bo.
Kamu yang dibuang oleh mereka... Maka aku sadur semua menjadi masa lalu demi bisa buktikan sama kamu. Aku mampu! Karena akunya nggak gitu, Bo...


Demi kamu, aku tahan semua sesak ini.
Sepi... Kesepian. Itu derita yang aku dekap dalam angan sebagaimana mereka tuduhkan serupa halusinasi.



Sepi... Kesepian. Sebuah rasa yang aku bungkus rapi dengan simbol kemandirian. Tapi kamu tau? Jauh. Sungguh jauh di dalam diri, akunya kuras pikiran, tenaga, dan bahkan sumber kewarasan jiwa.
Tapi tetap saja, dalam penantian ini, aku panaskan selalu dengan semangat ikhtiar. Menggapai dirimu.

Aku di sini, demi kamu... Bo. Jadi biarin aku buktiin mereka salah menilai tentang kamu. Dan kamu salah menilai tentang aku.
Jangan kamu tanya, gimana cara kamu buat biarin akunya buktiin semua itu? Bukan dengan lari seperti pengecut jawabannya!


Kembali, Bo... Kita hadapi hidup ini, bersama.
Itulah jalannya.

Karena kuntum-kuntum rinduku mulai mekar
Saat-saat seperti ini,
Kala pelita dunia memadamkan sinar.
Kala embun jatuh lalu singgah di dedaunan liar,
Sampai diresap tanah dihisap akar...
Saat-saat seperti ini,
Hidupku terasa tiada gentar.
Kuhadapi rintang segala sukar...



Setahun lebih sudah.
Awalnya, aku bunuh waktu dengan membaca, streaming film layar lebar, juga sibuk membangun karakter baru dalam dunia asing ini. Pernah kamu pikirin betapa sulitnya melalui masa-masa transisi? Hingga sekarang aku mampu ada di titik ini, apalagi jika bukan karena kesungguhan akunya.


You said : "You are not belongs to me... And you don't belong here. Because I am the past..."

If that so, where do i belong, Bo?



Akunya nggak habis pikir dengan kata sok berkorban dari kamu itu.
Kamu masa lalu? Hah?
Nggak! Karena sekarang akunya pilih untuk berputar arah dan membuat mereka yang jadi masa lalu. Bukan hanya masa lalu akunya. Tapi masa lalu kita.

Paham, jika memang mutlak aku bersalah sebelum rentang jarak antara kita dimulai. Aku jatuh ke pelukan cowok lain. Tapi jangan jadikan itu alasan, Bo.
Karena 4 tahun lebih kamu menghilang!
Membuat aku menerka-nerka, membentuk alibi jika kamu bersalah pada malam tragis itu. Tak ada kata yang bahagia dalam pikiran akunya, selain mengecap sakit hati sama kamu. Aku yang tersesat dalam prasangka, lari ke lain hati.

Lalu, saat jiwa akunya beringsut pulih, kamu kembali. Membuka semua cerita. Terbongkar tabir yang membungkus kisah laknat dalam tuduhan batinku.
Ya, memang. Kamu adalah kamu. Aku mengaku salah. Seharusnya aku tetap percaya dan menantimu kala itu.
Kamu yang semula berniat menjemput akunya, jadi harus berdiri di antara kami. Dan memutuskan mengalah, pergi dengan bersimbah sakit yang tak pernah kamu ungkit.

Kudapati kenyataan darimu, aku lari mengejar. Dan di sinilah kita, bertempur akan prinsip romansa tersendiri.
Sampai kapan aku tunggu kamu untuk beranjak dari pemikiran jika cinta ini tak ber-label sejati?
Jika melulu begini, maka tak akan ada habisnya... Bo.

Seperti apa lagi rangkaian kata dan laku keras dari akunya yang mampu untuk buat kamu berubah? Apa, Bo? Atau jangan-jangan terjadi sesuatu sama kamu di sana?
Sesak Bo...
Saat rindu, juga cemas bercampur aduk dalam wadah yang seharusnya berisi hanyalah cinta.



Aku merindu, Bo... 
Di mana aku selalu melihat sosokmu di kejauhan. Coba kunikmati isi delusi walau hanya cercahan bayangan. Namun, seringkali tak sempat lama rautmu itu melempar senyuman, mata hatiku buram diterpa hasrat yang tercurah bagai hujan. 
Oh, Bo... Meresaplah rindu ini di pondok angan.

Masih. Aku berdiri di dermaga ini, dermaga hati. Tempat yang sejak dulu di mana aku menanti. Sebuah sosok utuh yang mampu buat aku merasa berarti. Itu kamu, Bo... Wahai jiwa yang selalu bangunkan tidurku dengan kecupan hangat dari alam mimpi.

Biar saja kini angin deras itu menggulung ombak. Pun tak mampu sesatkan aroma hadirmu yang yang tak jua berlalu, begitu semerbak. Semenjak sekat hatiku mampu engkau sibak.


Sebenernya, aku ingin menulis surat ini dengan penggalan-penggalan cerita yang kita lalui. Atau berisi tema hari kasih yang akan tiba di bulan ini.
Atau sangat ingin akunya sampaikan betapa perih, juga sepi hidup baruku ini. Yang melulu membenamkan diri, menanti. Tapi untuk apa?


Sebab entah mengapa, aku nggak yakin kamu mau merespon dengan bentuk apapun, bahkan setelah baca semua ini?
Padahal kamu tau akunya beneran cinta sama kamu. Dan aku pun tau kamu juga masih cinta sama akunya...
Haruskah kita lewati semua ini, sedangkan kita berdua sama-sama ingin menggubah cinta ke dalam kepulan hasrat?
Apa salahnya kembali, dan mencoba lagi. Memulai lagi dalam nuansa baru, hanya aku sama kamu.

Sadar nggak kamu, Bo? Atas semua celoteh akunya yang melulu mengemis ke kamu ini, apa yang sebenernya aku mau?
Apa yang beneran aku ingin saat ini?
Aku nggak mau kamu jadi sekedar cerita.
Sebuah drama.
Semakin kamu menghilang, semakin mereka berpuas diri karena ternyata aku salah memilih.
Kamu sadar itu?


Aku dan kamu sungguh seperti mereka yang berdua menjalin mimpi. Di angkasa raya menggantung rindu tak terperi. Aku Rembulan dan kamu Sang Mentari. Sepasang kekasih yang terpisah dari ruang dan waktu ini. Di antara gelap dan pekat, antara siang dan malam, tak peduli! Saling mencintai, mengisi hati. Harapku. 

Pernahkah kamu sadari, wahai jiwa yang menabur cahaya tuk terangi kelamku dari segala sisi? Jika Sang Mentari melepas semua cahaya kasih dari belahan sana semalam tadi? Agar Rembulan tetap menghiasi angkasa jika dipandang dari bumi berlainan sisi. Memantulkan cahayanya pada malam-malam, ia teguh menerangi. 

Ya, Bo... wahai kamu pengisi hati. Saat aku di malam-malam menikmati. Oh... Rembulan kupandangi. Layaknya kudengar ia membisiki :
"Lihatlah kekasihku Sang Mentari, selalu setia tuk tetap jadikan aku bersinar anggun di malam ini. 
Walaupun bumi menghalangi."

Aku terpana dalam delusi hati, layaknya ia, Rembulan, tersenyum juga berujar mengilhami:
"Tegarlah seperti kami, wahai jiwa yang memadu kasih. Tetaplah tegar tuk saling mencinta segenap diri. Teruslah menilik rindu-rindu tak bertepi. Walau sering terhalang bumi beserta isi... Kini."



Bo...
Kamu tau aku jawab apa? Dalam percakapan halusinasi yang membara hanguskan nestapa?
"Wahai rembulan, tentu iya, aku pastikan..."


Kamu tau kenapa, Bo? Sebab... 
"Kamu bukan drama!
Rindu ini nyata adanya..."



"I dont care if you are dead!
Come and haunted me! 
Just come back! Please..."



Kutulis pada malam yang sangat sunyi.
Hanya gemericik hujan di balkon penginapan yang menjadi melodi pengantar pinta dari hati.
Di sebuah Pulau pada tepian Negeri. 02/02/2020
_____________
Tertulis dengan jemari yang turut menangis...

anasabila

[LOVE LETTER 4] Kamu Bukan Drama : Rindu ini Nyata Adanya

Spoiler for you are the reason:


___________________
credit
written by : anasabila
pict. : private doc; sticker edited by Picsay
Vid. cover : manhwa Portal of Wonderland, edited by Picsay
Vid. Audio : cover song & lyrics You Are The Reason - Calum Scott
profile-picture
profile-picture
profile-picture
katarock dan 13 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh anasabila
Halaman 1 dari 5
Reserved for rindu emoticon-rose
profile-picture
profile-picture
dadanggalau dan chris.p.duck memberi reputasi
Dari hati banget ya kak emoticon-Smilie
I fell you
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dadanggalau dan 2 lainnya memberi reputasi
I can feel your yearning
> and your dedication
>> hope he would read this the first thing in the morning, like myself emoticon-Embarrassment
emoticon-Blue Guy Smile (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
delia.adel dan 3 lainnya memberi reputasi
it's okay, as long as you smile, then I will also be smiling
> I'm just fine emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dadanggalau dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:

makasih yaahh kak kiki... emoticon-Smilie
peluk online emoticon-Peluk

Quote:

thank you babang chris...

Quote:

i'll always trying to smile then emoticon-Cendol (S)

_________________
i'll read yours soon after im back to the room emoticon-Big Grin
im sure it is a touching letter too... just by read the title emoticon-Belo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dadanggalau dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post anasabila
Quote:

you don't have to emoticon-Ngacir
> it's not like I'm proud of that letter, particularly with a typo on the title emoticon-Big Grin
>> really, you don't have to read that letter emoticon-Ngacir2
emoticon-Goyang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dadanggalau dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


typo? then what it should be?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dadanggalau dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Masih pantau kisah kakak emoticon-Smilie
Blm paham dengan sikap "dia" aku
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dadanggalau dan 2 lainnya memberi reputasi
Balasan post anasabila
Quote:

"Bersyukur ..."
instead of "Beryukur..."

as well as "Encephalon" instead of "Enchepalon" emoticon-Hammer
emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
dadanggalau dan anasabila memberi reputasi
Diubah oleh chris.p.duck
Quote:

mudah2an akunya lancar update kedepannya di bbk yaahh kak... semua tentang dia mungkinn bissa jelas di saana xixiixixi
emoticon-terimakasih

Quote:

ah i see... you dont need to mind bout that... let me be an example because i didnt noticed that emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
dadanggalau dan chris.p.duck memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Iya kak
Setia menunggu kak
Menuliskan semuanya gak mudah kak.. tapi percayalah ketika semua sudah selesai maka ada kelegaan tersendiri
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dadanggalau dan 2 lainnya memberi reputasi
Balasan post anasabila
Quote:

oh, so that was based on true story?
> intriguing emoticon-Wow
Quote:

that's why I said I was ashamed when you said you'd like to read my letter (and that was about my past) emoticon-Malu (S)
emoticon-Hammer

emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
dadanggalau dan anasabila memberi reputasi
Quote:

apakah kak kiki bberpengalaman nulis cerita dan sudah selesai? emoticon-Belo

Quote:

no no no... its not...
bcos i regret to labeling it as true stories emoticon-Frown
__________________
im more ashamed with mine emoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
dadanggalau dan chris.p.duck memberi reputasi
Quote:


Uhm..
Sepaham nya kak bila saja deh hehehe
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dadanggalau dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:

Really? emoticon-Stick Out Tongue
profile-picture
profile-picture
dadanggalau dan anasabila memberi reputasi
Quote:

whoaa... ternyata pernah nulis cerita juga kak kiki yaahh emoticon-Belo

Quote:

yeah... because i wasnt think much when submitted and updating bbk... now im starting to regret since i cant move to better relationship with other kaskuser because i feel ashamed having a labeled true shameful story emoticon-Frown
profile-picture
profile-picture
dadanggalau dan chris.p.duck memberi reputasi
Quote:


Hanya orang yang pernah mengalami patah hati yang bisa menuliskan cerita sad ending kakak emoticon-Big Grin
Pernah takut kemudian yakin
Pernah gak peduli kemudian berharap
Pernah terjatuh tapi masih tetap berjuang
Dan Tuhan tau,dia bukan yang baik buat aku
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dadanggalau dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:

bener kak... sama rasa kita yaahh
segala cara buat menyingkir tapi akunya nggak bisa... cuma kalo dia balik obatnya emoticon-Frown
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dadanggalau dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Aku pernah ada difase seperti itu kak
Dan entah kenapa waktu bisa menyembuhkan segalanya.. tentunya dengan pemahaman yang harus dipaksa masuk kakak

Dia dan kenangan gak harus dilupakan apalagi disingkirkan
Tapi diingat dengan cara yang tidak menyakitkan

Sekarang ini pun aku masih sangat hafal dengan wajahnya dan juga kebiasaannya
Tapi gak ada rasa sakit apalagi kecewa ketika bayangan itu muncul
profile-picture
profile-picture
profile-picture
adorazoelev dan 4 lainnya memberi reputasi
Quote:

kalo akunya lebih kepada sesak karena rindu kalo ingat dia emoticon-Frown
___________
seiring waktu yaahh kakk...
kalo sekarang mungkin akunya pilih untuk setia... entah sampai kapan... menanti emoticon-rose
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dadanggalau dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di