CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Setelah Diterbitkan Kemenhub, Mungkinkah SIM Berlaku Seumur Hidup?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e3d859188b3cb023d6b6749/setelah-diterbitkan-kemenhub-mungkinkah-sim-berlaku-seumur-hidup

Setelah Diterbitkan Kemenhub, Mungkinkah SIM Berlaku Seumur Hidup?


Anggota DPR RI Komisi V telah menggaungkan tentang penerbitan SIM, STNK dan BPKB oleh Kemenhub. Kemudian suasana menjadi ramai. Terkait usulan untuk merevisi isi Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Sesuai dengan ketentuan yang ada bahwa, SIM adalah bukti legalitas yang diberikan negara kepada warganya, bahwa pemegang SIM itu sudah memiliki kompetensi menggunakan kendaraan di jalan raya dan memahami tentang keselamatan dirinya maupun orang lain.

Artinya siapa pun yang telah memiliki SIM berarti telah memiliki kompetensi kemampuan berkendara di jalan raya. Sekali lagi, yang bersangkutan telah memiliki kompetensi menggunakan kendaraan di jalan raya.

Berbicara tentang kompetensi, maka makna kompetensi sendiri adalah suatu hal yang dikaitkan dengan kemampuan, pengetahuan/wawasan, dan sikap yang dijadikan suatu pedoman dalam melakukan tanggung jawab pekerjaan.

Kalau kompetensi yang dimaksud adalah kompetensi berkendara dalam bahasa sederhanya, pemilik SIM telah mampu menggunakan kendaraannya di jalan umum. Termasuk di antaranya penguasaan terhadap rambu-rambu lalu lintas.

Saya coba membandingkan dengan KTP, padahal mungkin saja penduduk tersebut tetap saja berlaku yang namanya KTP seumur hidup. Padahal bisa saja yang bersangkutan pindah tempat tinggal. Tetap saja KTP berlaku seumur hidup.

Sementara pemegang SIM berkaitan langsung dengan kompetensi, tidak terkait dengan hal lainnya. Mereka yang sudah memiliki sim mengendarai motor, maka motor apa pun boleh dikendarainya di jalan raya.

Ketika menyangkut masalah kompetensi atau kemampuan berkendara seseorang yang telah layak dan dalam kesehariannya adalah mengendarai motor, mungkinkah kompetensi atau kemampuannya lenyap? Sepertinya tidak sama sekali. Jadi alasan memperbaharui SIM setiap 5 tahun adalah untuk mengecek kompetensi pengendaranya mungkin layak dipertanyakan.

Berbeda halnya ketika SIM berpungsi sebagai pajak pemakai, seperti halnya STNK pajak kendaraannya. Kalau SIM adalah bukti bahwa pemengangnya sudah layak mengendarai kendaraan di jalan umum, maka bisa saja diusulkan agar SIM berlaku seumur hidup.

Mumpung wacana Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) akan direvisi, alangkah baiknya kalau SIM berlakunya tidak 5 tahun. Melainkan berlaku seumur hidup.

Untuk memperpanjang SIM yang belum kedaluwarsa sekarang banyak mengalami kemajuan. Memperpanjang SIM sudah bisa dilakukan di Mall kota provinsi dan kotamadya.

Namun untuk pengurusan SIM yang telah kedaluwarsa, prosesnya adalah seperti pembuatan SIM baru dengan serangkaian tes tertulis dan tes kendaraan yang memerlukan waktu yang tidak sebentar. Juga antrian panjang, bagaimana jika SIM berlaku seumur hidup juga dimasukkan dalam revisi nanti.

Namanya juga berharap, jika dipertimbangkan pasti banyak warga masyarakat yang jauh dari kota kabupaten, mereka yang ada di pelosok desa dan kecamatan tidak perlu repot lagi mengurus SIM kendaraan bermotornya. Semoga.***

sumber
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Peex60 dan 19 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 12
Semoga aja sih bisa gitu wkkwk soalnya lumayan ribet ngurus perpanjangan sim
profile-picture
profile-picture
profile-picture
junleon dan 6 lainnya memberi reputasi
Ane juga setuju kalo SIM seumur hidup gan.. itu berhubungan drngan ketrampilan yang sering kita pakai. Tapi ane juga mendukung hukuman bagi pelanggar. Di Indonesia ada hukuman cabut SIM seumur hidup.. perlu itu diperjelas. Bila perlu KTPnya gak bisa buat STNK dan BPKP jadi gak boleh punya kendaraan.
Syukur2 ada aturan anak2 sekolah boleh bawa motor dengan cc tertentu.

Wah pokoknya ane setujulah SIM seumur hidup.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Surobledhek746 dan 11 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
semoga sih gitu, soalnya perpanjang sim juga lumayan mahal walaupun cuma lima tahun sekali sih
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Surobledhek746 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Klo ane kurang setuju... Jangan disamain KTP krn itu fungsi utamanya sbg identitas seseorang jd gak masalah berlaku seumur hidup krn setau ane NIK itu tdk bakalan berubah... Beda dgn SIM yg menunjukkan bahwa org trsebut telah lulus syarat untuk mngendarai kendaraan... Tp kompetensi itu biasanya bakalan berubah seiring pertambahan umur seseorang... Semakin tua bisa jadi kompetensinya berkurang... contoh sj refleks anak muda sangat berbeda dgn orang yg sdh berumur...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
DoomInIc dan 22 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Quote:


Quote:


Quote:



Kalo memang SIM berlaku seumur hidup, pasti banyak yg bersyukur.

profile-picture
ciptawan memberi reputasi
Balasan post acchi3
Quote:



SIM beda dengan KTP. Seharusnya dibalik. SIM seumur hidup sedangkan KTP harus diperbaharui. Sebab di KTP ada alamat rumah. Kadang ada yang pindah rumah sementara yg tertera di KTP tetap. KTP yg seharusnya selalu diperbaharui.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
eriksa dan 7 lainnya memberi reputasi
Quote:


Klo ada perubahan domisili status dll mmng hrs diperbaharui dgn cara qt yg hrsnya dtg melapor untuk memperbaharui data capil... tp klo tdk ada perubahan brrti bisa dong dipakai seumur hidup tanpa hrs ke capil... nah SIM klo mnurut ane udah bgus lah dilakukan perpanjangan tiap 5 th krn klo menurut prosedurnya kan ada pemeriksaan kesehatan nah bsa sj kan dlm 5th itu qt mngalami sesuatu yg berdampak pd kesehatan... misalnya gangguan penglihatan lumpuh dll... masalahnya klo tdk dilakukan perpanjangan dan org trsebut ttp berkendara dgn gangguan tsb bisa memberi dampak buruk bagi kehidupan org lain sprt kecelakan... sedangkan KTP biarpun orgnya buta lumpuh dsb tetap tdk memberi pengaruh ke org lain....

Klo pendapat ane begitu gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jagotorpedo dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh acchi3
Lihat 3 balasan
Balasan post acchi3
Quote:


Lapor tentu saja. Masalahnya KTP elektroniknya gak bisa dicetak ulang.

Nyatanya (maaf) untuk perpanjangan kadang tidak melewati prosedur itu. Lapor, keluarin duit, selesai.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
nonoralas dan 2 lainnya memberi reputasi
ane sih gak nolak kalo sim seumur hidup, orang jadi gak ribet emoticon-Ngakak

tapi kalo logika ane sih SIM bukan cuma kartu identitas kayak KTP.. I nya kan izin, sebelum dibolehkan mengaspal ya kudu lolos uji kompetensi dong..

seharusnya malah tiap 5 tahun pemilik SIM gak cuma perpanjang tapi tes ulang deh, minimal teori buat nge-refresh pengetahuan berkendara di jalan raya hehehe emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jyaindra dan 9 lainnya memberi reputasi
Quote:


Bisa gan... Ane 3 thn lalu lapor perubahan status dan domisili ttp dikasi KTP baru dgn perubahan tsb... Jd fisik KTP ane ada 2

Quote:


Iyy sih klo itu ane gak ngerti jg... baru2 ane perpanjang sim 5 menit udah jadi emoticon-Leh Uga ane perpanjang di gerai sim yg ada dlm mall

Quote:


Nah ane sependapat gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Surobledhek746 dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh acchi3
mantab, tinggal uji ulang ujian SIM
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Surobledhek746 dan 2 lainnya memberi reputasi
Sim salabim
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Surobledhek746 dan 2 lainnya memberi reputasi
Ane tau nih, ini jadi salah satu slogan kampanye salah satu partai politik pemilu kemaren
emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Surobledhek746 dan 3 lainnya memberi reputasi
kalo ane lebih mikir ke stnk.
stnk itu kaitannya sama pajak negara. mending kalo pajak tahunan gak usah pakai ktp yang punya kendaraan.
Pajekan kalo gak ada ktp yg empunya kendaraan, terpaksa nembak.
Ini kan rawan korupsi jadinya.
Padahal fungsi ktp di sini, menurut ane cuman sebagai perlengkapan administrasi saja. jadi gak ada kaitannya dengan pajak yang disetorkan kepada negara. Trus masa berlaku stnk dan nopol mending gak usah dibikin masa berlakunya. Sekiranya hanya berkaitan dengan administrasi yang rawan korupsi, mending dihapus saja aturan² itu. Kalo kaitannya dengan yang harus disetorkan kepada negara, tetap kudu alias keharusan. Ini hanya pendapat ane. Siapa tau banyak yang setuju. emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eriksa dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh asoez
napa ane kok ga setuju yak
profile-picture
profile-picture
Surobledhek746 dan ciptawan memberi reputasi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Surobledhek746 dan 2 lainnya memberi reputasi
klo ane sih kurang setuju fungsi SIM jadi seumur hidup. sebenarnya SIM kan secara ga langsung menunjukkan bahwa dia mampu mengendarai kendaraan bermotor, sehingga perlu diperbaharui apakah pemegang tersebut masih layak ga pegang kendaraan bermotor di jalan. yang paling perlu diperbaharui ya regulasi atas perpanjangannya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Surobledhek746 dan 2 lainnya memberi reputasi
Kebetulan gw sudah lulus tes teori n praktek Sim C, jadi sudah punya Sim C,
Sayangnya gw gagal membuat sim A, gagal di tes praktek. Gw sudah mengulang praktek sampe 3x, Dan rata2 yg ikut tes itu supir, Ada yg supir pribadi, Dan kebanyakan supir truk.

Rata2 tingkat kelulusan tes teori baik itu yg sim C maupun sim A, kurang lebih 70%. Sedangkan tes praktek sim C, tingkat kelulusannya +-50%, gw sendiri lulus stelah 5x mengulang praktek. Tetapi gw tdk menyerah krn gw lihat peluang kelulusannya tinggi, walau banyak bisikan buat tambah 150rb s/d 300rb langsung lulus, gw tetapi bertahan berusaha jujur.

Anehnya di tes praktek sim A, tingkat kelulusannya rendah banget, 3x mengulang, bareng para supir yg udah pada Jago, tidak pernah Ada satupun yg lulus, Dan bisikan buat nambah 700rb s/d 1jt juga Ada, cuma gw cuekin. Dan perkiraan gw, banyak yg pake Jalan itu (suap) yg rata2 pengemudi Mobil pribadi (bukan pekerja supir), gw taunya pas mengulang mereka sudah tdk Ada, tinggal para supir truk Dan supir pribadi yg belum punya Sim.

ANDAI gw bisa meminta kpd pemangku kebijakan di negara ini (entah Ada atau tdk), tolong tes praktek sim A dievaluasi ulang Dan distandarisasi, biar tdk menjadi aneh bin ajaib.
Sementara tes teori sudah online, gw sangat2 mengapresiasi itu.
Stay jika memang harus Mahal, tolong tulis saja harga sim C rp500rb, sim A 1jt ato terserah berapa, Dari pada pake adat "JAWA" rahasia "umum" kalo mengurus administrasi harus lewat "belakang". Bukankah ini namanya mengajari untuk korup?

Sayangnya, entah negara Indonesia itu benar2 Ada stay hanya fiksi saja. Mungkin gw yg terlalu bodoh Dan lugu, mengira apa yg diajarkan disekolah adalah kebenaran, Dan menganggap hukum yg tertulis adalah sesuatu yg harus ditaati.
Mungkin gw harus belajar di Sunda Empire, bahwa semua itu hanyalah halusinasi saja, mungkin Indonesia tidak pernah eksis.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Surobledhek746 dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Saya gak peduli instansi manapun yg menerbitkan SIM. yg penting tidak mempersulit dan bebas calo..emoticon-I Love Kaskus
profile-picture
profile-picture
Surobledhek746 dan ciptawan memberi reputasi
Kalo ane sih kurang setuju sih ya, karena menurut ane yang namanya sim itu harus disesuaikan dengan kemampuan yang berbatas umur, makanya harus diperpanjang, kan ngga mungkin orang udh tua banget boleh nyetir mobil. kecualiiii... Hukum di Indonesia masih sekedarnya aja dan ngga berbenah, ya sampe kapanpun bakal gini gini aja
profile-picture
profile-picture
Surobledhek746 dan ciptawan memberi reputasi
Halaman 1 dari 12


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di