CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
(Sad Story) Penyesalan Berujung Maut
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e3d7ccfaf7e935b1049b95b/sad-story-penyesalan-berujung-maut

(Sad Story) Penyesalan Berujung Maut

Bagian 1

Amanda menangis di dalam kamarnya, menangisi kebodohannya. Suara tangisnya terdengar pilu dan frustasi.

(Sad Story) Penyesalan Berujung Maut

“Sudah diam!!! Apa yang kamu tangisi? Tidak ada gunanya kamu menangis semalaman!” ujar Ibunya marah-marah setelah ia mengetahui bahwa anak gadisnya hamil di luar nikah. Padahal selama ini yang ia tahu, anaknya adalah gadis yang baik, polos dan selalu patuh kepada orang tuanya. Tapi kepercayaan yang di berikan oleh orang tuanya ia rusak begitu saja hanya karena seorang lelaki.

“Maafkan Amanda Bu, sungguh Amanda menyesal” ucap Amanda lirih sambil menahan isak tangisnya. Ia sungguh merasa bersalah, bahkan saat ini ia sudah tidak bisa berpikir jernih lagi.

Amanda  terlalu polos dan bodoh sehingga ia terlalu mudah untuk di pengaruhi oleh lelaki, sebelumnya Amanda tak punya kekasih. Namun semuanya berubah ketika ia jatuh cinta kepada seorang lelaki bernama Reyhan yang terkenal nakal. Amanda bahkan rela melakukan apa saja atas nama cinta.

“Berapa usia kandunganmu? Dan siapa yang menghamilimu? Apa dia tahu bahwa kamu hamil?” tanya Ibunya lagi dengan suara yang serak, sang Ibu tak kuasa menahan tangis.

Amanda diam tak mampu menjawab pertanyaan Ibunya, ia terlalu takut. Takut Reyhan tak mau bertanggung jawab dan takut Ibunya tak mau mengakuinya lagi sebagai anak. Bahkan Amanda sempat berpikir akan mengakhiri hidupnya. Ia terlalu frustasi dengan masalah yang di hadapinya. Bagaimana tidak, saat ini ia baru saja kelas 12 awal semester tapi ia harus keluar dari sekolahnya karena kehamilannya sudah di ketahui oleh pihak sekolah.  Perut yang semakin membesar karena usia kehamilannya sudah memasuki bulan ke 3 membuat salah satu guru curiga dan bertanya tentang keadaanya.

Mendengar kabar dari sekolah yang mengeluarkan anak gadisnya, lantas sang Ibu marah besar. Ia sangat kecewa dan hatinya sangat hancur karena kelakuan anaknya. Sebagai seorang single parent, ia merasa gagal dalam mendidik anaknya. Bahkan ia malu pada diri sendiri, malu pada tetangganya yang selalu membicarakan anaknya dan malu pada almarhum suaminya.

Setelah beberapa minggu berita kehamilan Amanda di ketahui, pernikahan pun akan di langsungkan. Sebenarnya Amanda sangat malu kepada teman-temannya, di saat yang lain sibuk menuntut ilmu ia justru sibuk mempersiapkan pernikahannya, mempersiapkan mentalnya untuk menghadapi sebuah pernikahan dan kehidupan rumah tanggga. Untuk usia yang terlalu muda, menjalani kehidupan rumah tangga sangatlah sulit. Mungkin mereka akan kaget bahkan sering terjadi pertengkaran antara suami dan istri. Karena mereka masih ingin bebas, ingin bermain dengan teman, ingin menikmati indahnya masa sekolah, ingin bebas pergi kapan saja tanpa memikirkan anak. Tapi semuanya berubah ketika sudah menikah. Harus mengurus suami, anak dan rumah. 

Sehari sebelum pernikahannya, Amanda melamum memikirkan kejadian dulu dimana saat ia melepas kehormatannya untuk sang kekasih. Saat itu Amanda dan Reyhan baru jadian selama satu bulan, namun karena Reyhan terkenal nakal dan selalu bermain dengan wanita ia menginginkan yang lebih dari Amanda. Awalnya Amanda menolak karena ia tak mau menghianati kepercayaan orang tuanya, tapi Reyhan membujuk dan mengancam ingin putus jika Amanda tak mau. Amanda tidak ingin putus dari Reyhan karena ia sangat mencintainya dan  menyayanginya. Atas dasar itulah Amanda mau melakukannya. Amanda terlalu bodoh memang.

Setelah menikah, kehidupan baru Amanda di mulai. Saat pagi yang biasanya ia gunakan untuk mandi dan bersiap-siap ke sekolah, kini ia gunakan untuk memasak, menyapu, mencuci baju dan masih banyak lagi yang di lakukan sebagai seorang istri. Ia tinggal bersama suaminya di sebuah rumah pemberiaan orang tua Reyhan. Untuk saat ini mereka hidup dari uang yang di berikan oleh kedua orangtua mereka. Tapi untuk kehidupan kelak mereka harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya.

“Mas, kamu kapan cari kerja?” tanya Amanda saat mereka sedang makan malam. Saat ini usia kehamilan Amanda sudah memasuki  9 bulan dan sebentar lagi melahirkan.

“Kerja? Di daerah kita itu hanya ada PT, dan PT itu hanya membuka lowongan pekerjaan untuk wanita. Sedangkan aku pria! Tak ada lowongan untukku. Mending kamu yang bekerja setelah melahirkan nanti,” jawab Reyhan memberikan alasan.

“Aku? Dimana tanggung jawabmu sebagai seorang suami Mas? Tanggung jawab memberi nafkah untuk anak dan istrinya!” jawab Amanda dengan kesal.

“Diam!!! Dan turuti saja apa perkataanku, aku suamimu. Aku berhak mengaturmu!” ucapnya dengan nada keras.

Amanda hanya diam dan menahan tangis, ia ingin sekali pulang ke rumahnya dan memeluk Ibunya, mencurahkan seluruh isi hatinya, mencurahkan kekesalannya dan mencurahan bebannya. Tapi Amanda tak mau melakukannya, karena semua ini terjadi karena kesalahannya sendiri dan ia harus bertanggung jawab atas perbuatannya.

Waktu terus berlalu tanpa memberikan jeda untuk beberapa saat, dan malam ini Amanda terbaring di rumah sakit bersama Ibunya. Karena ia meraskan sakit yang amat sangat di perutnya, air ketuban pun sudah pecah menandakan Amanda akan melahirkan. Jam sudah menunjukan pukul 00.30 WIB, namun sang bayi belum keluar juga dan Reyhan suaminya belum mengetahui bahwa Amanda akan melahirkan. Karena sejak sore Reyhan belum pulang ke rumah, dan entah pergi ke mana. Semenjak menikah, sikap Reyhan berubah. Sudah tak seperti saat dulu menjadi kekasih Amanda. Sikap yang lembut kini berubah menjadi kasar, perhatian dan kasih sayangnya kepada Amanda semakin berkurang seiring berjalannya waktu.

Tepat jam 04.00 WIB dini hari, terdengar tangisan bayi dari sebuah ruangan yang bercat putih bersih itu. Sang Ibu sangat bahagia karena bayi-nya dan Amanda dalam keadaan sehat.

Tunggu cerita selanjutnya ya... emoticon-Wowcantikemoticon-Wowcantikemoticon-Wowcantik

Bagian 2

Bagian 3

Bagian 4

Bagian 5

-TAMAT-
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pepenion dan 16 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh rahma.syndrome
Halaman 1 dari 3

Bagian 2

Beberapa hari setelah sang bayi lahir, sikap Reyhan semakin tidak karuan. Sering pergi dan pulang malam. Bahkan untuk sekedar menyempatkan waktu untuk bersama anak pun tak pernah. Seharusnya Reyhan bahagia mempunyai anak dan sudah menjadi seorang Ayah, tapi itu tidak berlaku untuk Reyhan.

Amanda semakin hari semakin sering menangis karena perlakuan Reyhan yang kasar. Ia sering melamun, memikirkan hidupnya yang sekarang. Sedih ketika mengingat kesalahannya dulu, mengingat saat melahirkan tanpa di dampingi sang suami, dan sedih katika menghadapi kenyataan sekarang. Air mata terus mengalir membasahi pipinya, Amanda sangat ingin mempunyai kehidupan seperti sepasang suami istri selayaknya. Membangun keluarga kecilnya bahagia dengan canda tawa dan hidup yang selalu berkecukupan. Tapi semua itu, mustahil untuk Amanda dapatkan.

Satu-satunya alasan untuk tetap hidup bagi Amanda adalah sang bayi yang sekarang berada di gandongannya. Setiap hembusan napas sang bayi, setiap detak jantungnya itulah nyawa Amanda.

Ketika umur bayi sudah 1 tahun lebih, Amanda memilih untuk bekerja. Karena ia tak mungkin terus menerus hidup dari belas kasihan orang tua dan mertuanya. Ia bekerja di salah satu PT bulu mata karena ia hanya mempunyai ijazah SMP. Sedangkan sang suami? Tentu saja menganggur di rumah dan mengasuh anaknya. Istilah seperti itu sering di sebut dengan “Pamong Praja” yang artinya Papa momong Mama kerja. Memang di daerahnya banyak orang seperti itu, tapi bagi Amanda ini sangatlah tidak adil. Bagaimana tidak? Seorang wanita yang sudah di takdirkan menjadi tulang rusuk pria tapi kini justru menjadi tulang punggung. Tidak sepantasnya seorang wanita memberikan nafkah kepada anak dan suaminya. Di mana letak tanggung jawab sebagai suami? Seharusnya jika tidak ada lowongan pekerjaan di daerahnya, ya keluar kota untuk mencari pekerjaan. Dunia tidak sempit! Apapun sudah sepantasnya di lakukan seorang suami untuk menafkahi anak dan istrinya. Bukan hanya  di rumah dan menerima uang dari istri. Begitukah seorang imam? Tidak!

Tapi Amanda masih mempunyai kesabaran untuk menghadapi kehidupan-nya yang sekarang. Bagi Amanda, ini adalah hukuman atas dosanya dahulu.

Waktu berlalu dengan cepat, tak terasa kini anak Amanda yang di beri nama Riko sudah berusia 2 tahun. Anak yang sangat menggemaskan, kulit putih, mata besar, pipi tembem dan hidungnya yang mancung terpahat nyaris sempurna. Siapapun yang melihatnya pasti tak hentinya berdecak kagum melihat betapa lucu dan imutnya Riko. Tapi lagi dan lagi, itu tidak berlaku untuk Reyhan. Bagi Reyhan, Riko adalah mimpi buruknya. Rehyan tidak pernah sadar bahwa perbuatannya lah yang membuat keadaan seperti ini.

Di suatu sore saat Amanda baru pulang dari kerja, ia sangat terkejut melihat anaknya berada di teras rumah sendirian. Amanda segera datang dan menggendongnya. Ia heran kemana suaminya, sehingga anaknya di biarkan berkeliaran. Sedangkan di depan rumahnya adalah jalan raya, dan itu bisa membahayakan Riko. Karena Riko baru bisa berjalan dan masih belum berpikir akan keselamatannya.

“Mas, kamu dimana?” tanya Amanda setelah masuk ke dalam rumah dan mencari keberadaan suaminya.

Amanda terus berjalan menyusuri setiap sudut rumahnya, tapi ia tak menemukan tanda-tanda suaminya ada di rumah. Ia sangat marah dan geram kepada suaminya. Di saat ia lelah bekerja dan mempercayakan suaminya untuk menjaga Riko, tapi justru Riko di tinggalkan begitu saja, bagaimana jika sesuatu terjadi kepada Riko? Misalnya di tabrak mobil? Di culik? Atau ia bermain sesuatu yang membahayakan? Membayangkannya saja Amanda merinding. 

Jam sudah menunjukan pukul 23.30 WIB, tapi Reyhan belum pulang juga. Amanda menunggunya di ruang TV, sedangkan Riko sudah tertidur pulas.

Suara pintu terbuka mengagetkan Amanda dan ia langsung bangkit untuk melihatnya. Terlihat Reyhan suaminya berjalan masuk dengan santai tanpa merasa bersalah.

“Mas! Kamu dari mana saja? Bagaimana bisa seorang Ayah meninggalkan anaknya sendirian di rumah?” ucap Amanda dengan nada keras.

“Aduhh, brisik deh! Suami baru pulang bukannya di sambut dengan senyuman ini malah ngomel-ngomel” jawab Reyhan sambil membanting tubuhnya di sofa ruang tamu.

“Jawab pertanyaanku Mas! Kamu nggak mikir apa, kalo Riko kenapa-kenapa. Inget Mas, Riko itu juga anak kamu! Darah daging kamu” Ucap Amanda emosi.
Reyhan bangkit dan mendorong Amanda hingga terjatuh.

Brukkkk! Amanda jatuh di lantai.

“Minggir! Aku cape mau tidur!” ucap Reyhan sambil berlalu meninggalkannya.

Amanda sudah tak kuat lagi menahan tangisnya, air matanya mengalir begitu saja tanpa bisa di hentikannya. Ia menangis, menjambak rambutnya dengan frustasi. Tubuhnya bergetar karena emosinya yang sudah di puncak. Tapi ia coba meredam, dan memilih untuk tidur bersama anaknya. Karena sentuhan dari anaknya-lah yang mampu memberikan kenyamanan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
calipht dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan

Bagian 3

Hingga di suatu sore, ketika Amanda pergi ke supermarket untuk membeli susu bersama Riko. Ia melihat suaminya berjalan dengan seorang gadis yang entah siapa itu. Hati Amanda sakit, bahkan sangat sakit! Matanya mulai panas melihat pemandangan itu. awalnya ia tak percaya bahwa lelaki itu adalah suaminya, sehingga ia memalingkan wajahnya ke arah lain dan berharap ketika melihatnya lagi itu bukanlah suaminya. Tapi ternyata, seseorang itu masih suaminya. Ingin sekali ia mendatanginya dan meluapkan emosi yang sudah hampir meledak itu dan menendang gadis yang bersamanya, tapi Amanda tak mampu melakukanya di depan umum dan lagi pula ia sedang bersama Riko. 

“Mas, tadi sore kamu di mana?” tanya Amanda saat mereka sedang  menonton TV dan Riko sudah tidur.

“Di rumah temen,” jawabnya tanpa menoleh ke arah Amanda.

“Oh ya? tapi waktu aku pergi sama Riko liat kamu sama gadis lain ya?” tanya Amanda sinis.

Reyhan menoleh ke arah Amanda dan ia tersenyum sinis.

“Matamu minus ya? kapan aku pernah jalan sama gadis lain sedangkan aku sudah punya anak! Mana ada gadis mau denganku!” ucapnya dengan nada keras.

“Mas, jangan kamu pikir aku nggak tau apa-apa. Selama ini aku hanya diam saat kamu pulang malam dan keluyuran nggak jelas. Tapi saat aku diam, bukan berarti aku nggak tau apa-apa! aku istrimu Mas!” ucap Amanda dengan nada keras.

“Terus kalo kamu istriku kenapa? semua ini terjadi juga karenamu! Karena kesalahanmu! Dan karena ini aku kehilangan masa-masa sekolah, kehilangan orang-orang yang mengagumiku. Dulu, banyak gadis-gadis yang mengejarku! Tapi sekarang semuanya berubah karena kamu!” ucap Reyhan dengan emosi dan menunjuk wajah Amanda dengan jari telunjuknya.

“Kamu pikir ini cuma kesalahku hah? Justru yang bodoh itu kamu! Kamu yang menghancurkan masa depanku, impianku dan segalanya! Aku bercita-cita ingin menjadi dokter,  dengan meraih beasiswa. Tapi apa? sekarang aku bekerja di PT dan mengurus anak! Siapa yang bodoh?” Amanda bangkit dan berbicara dengan emosi. Ia sudah tak tahan lagi.

Reyhan bangkit dan-

Plakk 

Reyhan menampar pipi Amanda.

“Berani melawan suami?” ujar Reyhan sambil mendelik.

“Apa suami macam kamu pantas di hormati?” tanya Amanda dengan suara bergetar karena sudah tidak tahan lagi menahan tangisya. Hatinya sangat sakit setiap mendengar kata yang keluar dari mulut Reyhan. 

“Mas, dari dulu sampai sekarang aku masih tetap mencintaimu. Bahkan sangat mencintaimu. Tapi semakin aku mencintaimu, Sikapmu semakin semena-mena. Rasa cintaku seolah berubah manjadi rasa sakit yang kapan saja bisa datang!” ujar Amanda sambil meyeka air matanya.

Reyhan tak menjawab dan memilih pergi meninggalkannya sendiri. Setelah Reyhan pergi dari hadapannya, Amanda duduk dan meratapi nasibnya sambil menangis. Bahkan hatinya pun seolah menangis menahan sakit yang menyayat hatinya.

Hari ini Amanda pergi ke rumah Ibunya bersama Riko.  Sudah lama Amanda tidak mengunjungi Ibunya.

“Bagaimana rumah tanggamu Nak?” tanya Ibunya sambil memangku Riko.

“Baik-baik saja Bu,” jawab Amanda sambil menyandarkan punggungnya di sofa.

Mana mungkin Amanda menceritakan sebenarnya. Menceritakan keadaanya yang setiap hari bertengkar dengan Reyhan, dan keadaan Reyhan yang berselingkuh. Sebenarnya Amanda ingin sekali mencurahkan isi hatinya kepada Ibunya, tapi ia tak mungkin menceritakan keburukan Reyhan. Karena bagaimanapun Reyhan adalah suaminya, dan ia tak mau Ibunya akan membenci Reyhan dan menyalahkan Amanda karena telah mencintai orang yang salah. 

Seharian itu Amanda berada di rumah Ibunya, disitulah Amanda bisa menemukan kedamaian. Sampai saat ini Amanda belum berbicara dengan suaminya sejak pertengkarannya tempo hari.

“Bu, ibu pasti sangat kesepian, nggak ada Ayah, Amanda juga tinggal sama Mas Reyhan,”  ujar Amanda sambil menyuapi Riko.

Ibunya menarik napas panjang “Ibu nggak apa-apa Nak. Meskipun kamu jauh, setidaknya Ibu masih punya kamu”.

Senja mulai datang dan Amanda berpamitan untuk pulang. Karena tidak mungkin Amanda menginap di rumah Ibunya karena besok ia harus berangkat kerja.

Saat tiba di rumah, Reyhan tidak ada di rumah. Amanda sudah terbiasa tanpa Reyhan di rumah, jadi dia sudah tak heran lagi jika Reyhan tak ada di rumah.

Sebenarnya Amanda ingin sekali tinggal bersama Ibunya karena merasa kasihan harus tinggal di rumah sendirian, tapi Reyhan melarangnya dan beralasan nantinya tidak akan bisa mandiri.

Terkadang Amanda menangis memikirkaan Ibunya yang hidup sendiri tanpa siapapun di rumahnya. Bagaimana jika Ibunya sakit? Siapa yang akan merawat? Bagaimana jika Ibunya butuh pertolongan? Siapa yang akan membantu? Sebagai anak satu-satunya tentu ia sangat ingin mendampingi Ibunya dan merawatnya sampai akhir hayatnya. Tapi Amanda tak bisa mewujudkan itu semua.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
calipht dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan

Bagian 4

Keesokan harinya Amanda berangkat kerja seperti biasa, tapi entah kenapa hatinya tak bisa tenang. Entahlah, dia hanya berdo’a supaya Riko baik-baik saja dengan Reyhan di rumah. Tapi saat bekerja Amanda sama sekali tak bisa tenang, bahkan beberapa kali ia melakukan kesalahan dan di tegur oleh atasannya. Sepulang kerja Amanda heran melihat rumahnya banyak sekali orang. Apa yang terjadi? Batin Amanda.

Amanda segera turun dari motor dan berjalan hendak masuk ke dalam rumahnya. Tapi sebelum Amanda masuk, Ibunya datang menghampiri dengan air mata membasahi pipinya dan matanya pun terlihat bengkak. Amanda semakin bertanya-tanya, dan bingung apa yang sebenarnya terjadi.

Ibunya langsung memeluk Amanda.

“Kamu yang sabar ya sayang.”

“Bu, ada apa?” Amanda melepas pelukannya dan melihat ke arah kerumunan orang.

“Riko Nak, Riko. Dia sudah pergi,” Ibunya berkata dengan sesenggukan karena tak kuasa menahan tangis.

“Apa? Riko pergi kemana Bu? Dia hilang?” Amanda memegang tangan Ibunya, dan tubuhnya bergetar.

“Bukan itu maksudnya. Maksud Ibu, Riko-, Riko meninggal.”

Deggg!!!! Jantung Amanda serasa copot dan tubuhnya seperti tersambar petir. Ia lunglai dan hampir hilang kesadaran jika Ibunya tak menopang tubuhnya. Amanda segera lari massuk ke dalam, melihat anak semata wayangnya. Amanda berhenti di depan pintu ketika melihat tubuh yang di tutup oleh kain kafan. Tubuhnya bergetar hebat dan air matanya sudah membanjiri seluruh wajah pucatnya.

“Rikooo…” teriak Amanda sambil lari ke arah jenazah anaknya dan memeluknya erat. Amanda menangis sejadi-jadinya, menjerit seperti orang gila. Ibunya menahan dan menarik untuk mundur, tapi semua itu sia-sia.

Sedangkan Reyhan berada di samping jenazah dengan air mata yang membasahi pipinya. Dari raut wajahnya terlihat seperti ada penyesalan. Amanda menoleh ke arah Reyhan dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

“Mas??? Kamu apakan Riko?” Tanyanya sambil sesenggukan dan tangannya masih memegang erat anaknya.

“Ma…maafkan aku,” ucap Reyhan gugup.

“Kenapa?”  Amanda berteriak di tengah keramaian orang.

“Riko tertabrak mobil, saat aku…aku tertidur” Reyhan tak berani menatap wajah Amanda.

“Apa? apa kamu bilang Mas? Dasar sialan! Ayah macam apa yang meninggalkan anaknya sendiri dan memilih tidur hah?” Ujar Amanda sambil memukul dada Reyhan.

“Sudah Nak sudah, jangan ribut di sini. Malu sama orang!” ujar Ibunya sambil menarik Amanda agar tak membuat keributan.

“Dasar lelaki biadab!!! Nggak punya hati kamu Mas,” Amanda berteriak histeris.

Amanda tak habis pikir, kenapa Reyhan melakukan itu kepada anaknya. Kenapa ia meninggalkan anaknya sendiri? kenapa Reyhan memilih tidur di bandingkan menjaga anaknya? Kepala Amanda pusing memikirkan itu semua, tubuhnya lunglai dan akihrnya hilang kesadaran.

Setelah kepergian anaknya, Amanda meminta cuti 2 minggu dari tempat kerjanya. Amanda kehilangan semangat hidupnya, kehilangan separuh napasnya.

Di rumah Amanda sering melamun, berdiam diri di rumah, pandangannya selalu kosong dan terlihat seperti depresi karena kehilangan anaknya. Ia masih tak bisa memaafkan Reyhan, meskipun Reyhan sudah meminta maaf berkali-kali.

Kini sikap Reyhan sudah tak seperti dulu yang kasar dan sering pulang malam. Tapi setelah kepergian anaknya, sikap Reyhan berubah menjadi lembut seperti saat mereka dulu berpacaran, dan ia kini sudah jarang keluar malam. Reyhan sudah berubah, tapi justru sikap Amanda yang berubah. Kini ia sering berkata kasar kepada suaminya dan sering mengabaikannya, amanda bersikap seolah di rumah itu tidak ada Reyhan dan hanya ada dia sendiri. 

“Sayang, aku akan cari kerja. Dan setelah aku mendapatkan pekerjaan, kamu keluar dari tempat kerjamu. Aku akan bekerja apapun sebisaku,” ujar Reyhan setelah selesai makan malam.

“Tutup mulutmu! Setelah Riko meninggal, kamu baru berpikir untuk mencari pekerjaan! sedangkan dulu? Apa kamu pernah berpikir seperti itu hah?” ujar Amanda emosi.

“Maaf, dulu aku lalai.”

Prangg!!! Amanda berdiri dan membanting piring.

Persetan dengan omonganmu Mas!!! Dulu kamu kemana saja? Di saat aku membutuhkanmu? Aku melahirkan tanpa kehadiranmu! Aku bekerja membanting tulang demi kehidupan keluarga ini! Sedangkan kamu? Enak-enakan tidur di rumah!” emosi Amanda meluap dan berbicara dengan menunjuk wajah Reyhan dengan mata yang menyala-nyala.

“Amanda!! Apa yang kamu lakukan? Aku kan sudah meminta maaf! Aku menyesal,” ujar Reyhan dengan nada yang tak kalah tinggi.

“Simpan penyesalanmu itu Mas!” Amanda berlalu meninggalkannya dan berjalan menuju ke kamarnya. Di dalam kamar Amanda menangis sejadi-jadinya mengingat semua yang sudah terjadi terhadapnya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rnladiyatma dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan

Bagian 5

Waktu terus berjalan, dan Reyhan sudah mendapat pekerjaan sebagai satpam di salah satu supermarket. Sedangkan Amanda sudah keluar dari pekerjaanya.

Tapi sikap Amanda semakin menjadi, ia jadi jarang memasak, jarang membersihkan rumah. Waktunya di rumah hanya ia habiskan untuk melamun dan melamun. Reyhan semakin tak tahan dengan sikap Amanda yang seperti itu.

Saat hendak berangkat kerja Amanda tak menyiapkan sarapan, bajunya banyak yang kotor dan Amanda tak mencucinya.

Setiap Reyhan pulang, rumahnya selalu berantakan dan masih banyak lagi yang membuat Reyhan pusing. 

Sikap Amanda yang cuek dan terlalu mengabaikan Reyhan, membuat Reyhan kembali ke sifat dulunya. Sering pulang malam! Dan kembali sering bertengkar.

Hingga di suatu hari, Amanda kembali melihat pemandangan yang membuatnya lebih frustasi lagi. Ya! ia melihat Reyhan kembali berselingkuh. Ia melihat saat  Reyhan dan selingkuhannya sedang berada di suatu kafe, saat itu Amanda ingin pergi ke minimarket, tapi justru ia melihat Reyhan sedang bersama gadis lain di dalam kafe. Amanda melihat dari balik kaca dengan air mata yang mengalir deras. 

“Mas!! Siapa gadis yang bersamamu di kafe?” tanya Amanda ketika Reyhan baru pulang.

“Apa pedulimu?” 

“Aku istrimu Mas!!” ucap Amanda emosi karena merasa tak di hargai.

“Istri??? Istri macam apa? apa kamu melakukan kewajibanmu sebagai istri hah? Memasak jarang! Rumah selalu berantakan!”

“Oke aku minta maaf! Aku terlalu frustasi karena kehilangan anak Mas! Aku belum siap! Sikapku selama ini karena aku masih bingung menghadapi kenyataan!!” Amanda menangis sesenggukan.

“Terserah!!!” ucap Reyhan sambil berlalu meninggalkannya yang masih menangis.

“Apa kecantikanku sudah tak membuatmu betah di rumah lagi? Sampai kamu memilih gadis lain di luar sana yang sama sekali tidak halal untukmu!” teriak Amanda kepada Reyhan.

Amanda kembali pusing, kepalanya seperti di tusuk-tusuk oleh jarum. Ia sangat sedih dengan apa yang terjadi sekarang. Amanda belum dewasa untuk menghadapi masalah yang ia alami sekarang. Ia bingung, putus asa dan tidak tau apa yang seharusnya di lakukan. Ia patah arah dan seperti kehilangan kehidupannya sekarang.

Amanda tak bisa berpikir jernih, ia ingin sekali mengakhiri semua ini, lebih tepatnya mengakhiri hidupnya karena sudah tak mampu lagi menahan beban hidupnya. Entah setan apa yang merasuki Amanda, sehingga dia berjalan ke arah dapur dan mengambil pisau. Perlahan ia arahkan ke pergelangan tangannya, rasa dingin yang ia rasakan saat pisau itu menyentuh kulitnya membuatnya merinding.

Perlahan ia menggoreskan pisau itu hingga darah mulai mengalir. Amanda meraskan sakit yang amat sangat, tapi ia tak sadar dengan apa yang ia lakukan. Amanda berteriak keras karena tidak kuat menahan sakit itu dan seketika Reyhan keluar dari kamarnya. Ia keget melihat istrinya terkulai di lantai dan tangannya penuh darah.

Reyhan segera membawanya ke rumah sakit, lagi-lagi Reyhan menyesal atas perbuatannya. Sepanjang jalan ke rumah sakit, air mata Reyhan terus mengalir. Ia tak mau kehilangan Amanda, ia sudah kehilangan Riko atas perbuatannya dan sekarang ia tak mau lagi kehilangan orang yang berharga dalam hidupnya.

Setelah satu minggu kejadian percobaan bunuh diri yang di lakukan Amanda, kini hubungannya dengan sang suami sudah mulai membaik. kehidupannya pun sudah semakin baik setelah orang tua Reyhan memberikan usaha bengkel kepada Reyhan untuk di kelolanya.

Mereka memulai kehidupan baru, membuka lembaran baru dan melupakan masa lalu mereka. Reyhan sudah berubah, begitupun dengan Amanda. Mereka sudah berjanji satu sama lain untuk tidak mengulangi apa yang terjadi dulu. Dan kini mereka hidup bahagia bersama. Dan kebahagiaan mereka semakin lengkap dengan kehamilan Amanda untuk kedua kalinya.

-TAMAT-
profile-picture
profile-picture
profile-picture
calipht dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
wah udah tamat aja 😍😍
Quote:


Iya nih emoticon-Blue Guy Smile (S) mau dibikin banyak tapi ini kepala udah terlanjur mikir bikin cerita lain emoticon-Cape d... (S)
profile-picture
profile-picture
synistergatesss dan goonerettekw memberi reputasi
emoticon-Cendol Gan
profile-picture
goonerettekw memberi reputasi
Diubah oleh feyglosshe
Quote:


produktif bgt kak emoticon-Wow

masih main facebook gak?
ada grup menulis juga loh di fb, mungkin bisa posting di grup itu juga emoticon-Big Grin

ohya, mampir di story aku yah, kak.
Baru belajar nulis emoticon-Frown
Quote:


Baru belajar nulis, jadi harus sering2 bikin cerita gituemoticon-Big Grin Iya masih main FB dan udah join group juga.

Oke siap, tar mampir deh emoticon-Blue Guy Smile (S)
Quote:


grup KBM (Komunitas Bisa Menulis) apa bukan? nama akun fb nya apa kak?
Quote:


Bukan, aku gabungnya di NAD sama PPMPI
Nyimakkk ceritanya
Quote:


emoticon-Malu
Quote:


singkatan dari apa itu NAD dan PPMPI?

gabun KMB juga kak, tiap hari rame disana
Quote:


NAD (Nulis aja dulu) kalo PPMPI (Persatuan Penulis Muda & Pemula Indonesia). Aku kalo digroup kadang nyimak doang emoticon-Big Grin Enggak aktif enggak.
Quote:


coba deh gabung KBM, kak
posting karya nya disana
numpang nenda sis...
sambil baca² dikit
keren ceritanya emoticon-Jempol
Kasian ya amanda 😭
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di