CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Awas, Pengusaha Masker N95 Bakal Disentil Jika Markup Harga
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e3d4250f4d6952a4204a9fa/awas-pengusaha-masker-n95-bakal-disentil-jika-markup-harga

Awas, Pengusaha Masker N95 Bakal Disentil Jika Markup Harga

Awas, Pengusaha Masker N95 Bakal Disentil Jika Markup Harga

Presisi.co - Penjualan masker tipe N95 di Samarinda mendadak naik, sejak ramai pemberitaan mengenai virus corona. Meski harganya naik, stok masker yang hanya tersedia di apotek ini juga habis terjual.

Seperti yang disampaikan Brigitt, Admin Apotek Farmacare di Jalan Gunung Merbabu Samarinda, Kamis (6/2) kemarin. Dua minggu terakhir ini, masker N95 yang biasa mereka jual dengan harga sebesar Rp 12 ribu per lembarnya, laris terjual meski harganya naik menjadi Rp 30 ribu.

“Padahal, stock kami disini biasa hanya 5 lembar karena jarang ada yang beli, tapi setelah 2 minggu ini kami ambil lagi pada distributor untuk penambahan stock," jelas Brigitt.

Lanjut dikatakannya, Masker N95 yang biasa dicari oleh kalangan pekerja kantoran, nyatanya turut di cari pula oleh masyarakat yang disebutnya ingin melakukan perjalanan ke luar negeri.

Sedangkan, naiknya harga masker yang dianggap mampu mencegah terjangkitnya seseorang dari virus corona ini diakui Brigitt merupakan kebijakan dari distributor, tempat biasa mereka mengambil stok masker ini.

"Sebelumnya,  harga satu dus isi 20 pcs dari distributor hanya sekitar Rp. 240.000, nah itu perlembar kami jual Rp 12 ribu saja. Tapi di dua minggu terakhir, harga perlembar terpaksa kami jual menjadi Rp 30 ribu, karena dari distributor tiap dusnya naik menjadi Rp 600 ribu," jelasnya.

Hal yang sama turut dikatakan Maria, Apoteker Kimia Farma di Jalan K.H Agus Salim, Samarinda. Menurutnya, naiknya penjualan Masker N95 akibat penyebaran virus corona, yang semula tersebar di Wuhan, Tiongkok.

Apalagi, sebelum berita ini diturunkan banyak sekali berita hoax terkait indikasi penyebaran virus ini di Kota Tepian.

“Saat ini stock kami habis, yang ada sebelumnya sudah habis terjual, itu saya pikir karena adanya Virus Corona,” ungkap Maria, Kamis (6/2).

Terkait harga, Maria menyebut apoteknya menjual Masker N95 ini dengan harga Rp 14.553 per lembarnya. Selain Masker N95, penjualan masker medis lain di apoteknya juga turut meningkat.

“Masker biasa juga meningkat pembelinya. Dari data penjualan kami, beberapa minggu belakangan pembelinya tidak cuma perlembar, ada yang beli langsung satu dus." Pungkasnya

Mengutip pernyataan Dirjen PKTN Kemendag, Veri Anggriono dari Bisnis.com, kenaikan harga Masker N95 secara tidak wajar baik di apotek maupun situs daring, memancing Kemendag untuk mengutus tim khusus guna mendeteksi langsung ke masing-masing produsen dan importi yang memproduksi masker ini.

“Kalau masih ambil kesempatan untuk menaikkan harga di luar batas, kami ambil tindakan, beri sanksi untuk mencabut izin usaha,” tegas Veri, Kamis (6/2).

Untuk itu, Veri menghimbau para pengusaha untuk tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan. Mengingat, penyebaran virus corona saat ini sudah ditetapkan berstatus darurat global. Sementara, masker N95 disebutnya penting bagi kebutuhan nasional mencegah penyebaran virus ini.

Sumber Berita

https://presisi.co/read/2020/02/07/4...engusaha-nakal
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hugomaran dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Menaikkan di luar batas, batasnya apa?
permintaan tinggi stok terbatas...naik lah emoticon-Big Grin
Berlebihan.. Gak harus masker N95 juga emoticon-Hammer
Masker biasa yg warna biru atau hijau dah cukup.
Masker N95 yg ada buat sulit bernafas.
profile-picture
profile-picture
MrJeffBezos dan coldblacksnow memberi reputasi
Lihat 2 balasan
cuman disentil doang
Sumpek bree pake N95, gak cocok utk bepergian/jalan2.

Kalo gak sumpek berarti cara pakenya gabener, malah berbahaya.

Ane pernah kerja di area pasien TBC pake N95 cm tahan bbrp menit doang, keringet ngumpul di dalam, harus segera diganti. Mahal pula.
emoticon-Hammer2

Mending sediain masker bedah biasa.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MrJeffBezos dan 3 lainnya memberi reputasi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ichachi dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh F_U
Lihat 2 balasan
Balasan post F_U
gak efektif masih banyak celah udara luar masuk
ane udah coba pakai bhnya ini
Awas, Pengusaha Masker N95 Bakal Disentil Jika Markup Harga
Jangan cuma disentil, jewer aja. Mau ambil keuntungan dari musibah itu emoticon-Matabelo
Balasan post entecavir
Quote:


masyarakat perlu diberitahu , emangnya mau jadi dokter atau perawat yg berhadapan dgn penderita ncov, kok nyarinya yg N95 emoticon-Big Grin
Sebelumnya, harga satu dus isi 20 pcs dari distributor hanya sekitar Rp. 240.000, nah itu perlembar kami jual Rp 12 ribu saja. Tapi di dua minggu terakhir, harga perlembar terpaksa kami jual menjadi Rp 30 ribu, karena dari distributor tiap dusnya naik menjadi Rp 600 ribu," jelasnya.


hebat ini toko

ga ambil untungemoticon-Big Grin

Dari distributor 240rb isi 20 = 12rb per pcs
Toko jual ke konsumen 12rb juga emoticon-Hammer
Diubah oleh Skyland999
Balasan post salonPlusPluss
@salonPlusPluss

Yah gk efektiflah, habisnya dibasahin pake bibir ampe jebol tuh "masker"
Balasan post budakdelusi
Quote:


@budakdelusi N95 biasa dipake ama petugas medis di ruang isolasi atau lab yg handle sampel infeksius kek TBC.

Gak bakal tahan make N95 buat harian.. Enak masker biasa, itu dah cukup buat mencegah.
sudah jadi budaya mental korup dan markup

indonesia gitu lho
Tidak takut, malah naek makin tinggi lagi emoticon-Belgia
Diubah oleh mibmobz
Sentilan doang mah gabikin takut wkwkwk
Ane kemarin sempet muter2 pake masker n95 sampe singapore lgs ganti pake masker biasa ngap gak bs nafas leluasa pake n95.

Di smoking area ada yg pinjam korek api lgs ane yg nyalain aja ketimbang korek ane di pegang org lain
Kayak uangnya bisa dibawa mati saja emoticon-Big Grin
uda biasalah aji mumpung liat aja kontak list gw tiba2 rame2 jadi "entreprenuer" bidang per-maskeran
gila naiknya 10 kali harga normal
Negara lain sibuk saling membantu, apalagi untuk rakyatnya, di kita malah harga masker dinaikin, seharusnya faktor demand supply tidak boelh diberlakukan pada kondisi bencana atau musibah, dasar pengusaha2 biadab
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di